

Di gedung pertemuan Paroki Baciro pada Minggu 9 Maret 2014
ada seminar bagi kaum lanjut usia (lansia). Tema yang terpampang di
kain dekorasi ditulis "Kata Rama dan Dokter tentang Usia Tua". Kelompok
Tim Kerja Lansia (KTKL) Paroki Baciro mengundang Rama Bambang dan Dr.
Y.B. Subroto. Pak Giyo dari Lingkungan Karanganom, Paroki Baciro,
bertindak sebagai pemandu seminar yang berlangsung selama 2 jam dari
09.00-12.00. Dr. Broto memulai pembicaraan berkaitan dengan soal realita
alami menua dan berhadapan dengan munculnya berbagai penyakit serta
cara menghadapinya. Ternyata dalam paparannya Dr. Broto amat kental
melekatkan segalanya berkaitan dengan sikap iman keterbukaan dengan
Allah. Dari sini Rama Bambang tinggal memberi tekanan bahwa dalam
keadaan apapun orang harus selalu bersyukur dengan mengutip kata-kata
Santo Paulus dalam 1 Tes 5:15 "Mengucap syukurlah dalam segala hal,
sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."
Ini adalah sikap umum pengikut Kristus dalam beriman dari segala usia
dan segala kondisi serta situasi. Khusus bagi kaum tua Rama Bambang
mengutip kata-kata Yesus dengan tembang macapat dari buku
Injil Papat Piwulang Sang Guru Sejati Ing Tembang Macapat
halaman 538 yang berasal dari Injil Yohanes 21:18 "Sesungguhnya ketika
engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan
ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau
akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan
membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." Sesudah paparan dari
dua pembicara Pak Giyo membuka tanya jawab dan sharing dari para
peserta.

Ketika seminar telah selesai, acaranya adalah
makan bersama. Pada kesempatan makan Dr. Prawoto, salah satu peserta
seminar, ikut bergabung makan bersama Dr. Broto dan Rama Bambang. Kedua
dokter ini menyinggung soal banyaknya waktu luang sesudah orang menjadi
tua. Di sini Rama Bambang juga menyangkutkan pengalaman Rama Rusgiarto,
Rama Pembantu Paroki Baciro, yang menyampaikan sharing sebagai peserta
seminar. Beliau mengatakan bahwa kini kerap sulit tidur, karena kalau
tidur hanya sebentar. Kalau terdiam kemudian terjadi pikiran
melayang-layang. "
Sing dadi soal niku wong-wong terus bingung piye le ngisi wektu luang"
(Yang menjadi soal orang-orang kebingungan bagaimana mengisi waktu
luang) kata Rama Bambang yang disambung oleh dokter Prawoto "
Leres, rama. Wong kudu isa ngisi wektu luang" (Benar, rama. Orang harus dapat mengisi waktu luang). Dokter Broto menambahkan "
Jan-jane akeh impian sing durung tercapai merga maune akeh gawean" (Sebenarnya masih banyak impian yang belum tercapai karena sebelumnya banyak kerjaan). "
Ning klerune, nek isa nemokke, niku mung dadi pengisi waktu luang merga wis nganggur"
(Tetapi yang keliru, kalau sudah menemukan, itu hanya menjadi pengisi
waktu luang karena sudah menganggur) komentar Rama Bambang yang disahut
oleh dkoter Prawoto "
Lho kok klentu?" (Mengapa keliru). Rama Bambang kemudian mengatakan apa yang menjadi pengalamannya "
Yen
pun isa nemokke sing isa ditandangi, niku kudu dadi profesi utawi
gaweyan individual di masa tua. Kula onten sing ngajari ngurus internet
termasuk blog, niku terus kula dadekke tugas imamat untuk pewartaan.
Saben wong mesthi duwe talenta sing durung dikembangke" (Kalau sudah
dapat menemukan yang bisa dikerjakan, itu harus menjadi profesi atau
pekerjaan individual di masa tua. Ada yang melatih saya mengurus
internet termasuk blog, dan ini kemudian saya jadikan tugas imamat untuk
pewartaan. Setiap orang memiliki talenta yang belum dikembangkan).
0 comments:
Post a Comment