Sesudah dibuka oleh Rama Yadi, pertemuan itu dimulai dengan melihat jadual Januari-April 2014. Di situ ada beberapa orang yang bergantian hari dan jam. Ada juga yang baru karena ada anggota rela masak lain yang mengundurkan diri. Tetapi perjalanan penyediaan masakan Domus Pacis tetap lancar. Beberapa yang berhalangan selalu memberi informasi lebih dahulu. Kemudian Rama Agoeng melontarkan pertanyaan "Bagaimana perasaan ibu-ibu dengan kegiatan paguyuban rela masak di Domus Pacis." Bu Ninik menyahut lebih dahulu "Bagaimanapun saya merasa senang dapat ikut ambil bagian. Sebetulnya kalau hanya untuk mengumpulkan dana uang, ada banyak sekali yang mau ikut bergabung. Tetapi karena Rama Bambang ngotot menerima jatah dari Keuskupan dan menyediakan masakannya, yang menyediakan diri berkurang. Tetapi itupun masih banyak yang ingin ikut namun hingga saat ini belum ada lowongan jadwal. Maka, bila ada yang berhalangan, terutama untuk siang dan sore, ada orang-orang yang siap menggantikannya." Bu Rini juga mengiyakan bahwa sebenarnya kalau hanya memberikan bantuan uang, dulu ada banyak yang mau memberi. Bu Tatik, Bu Ratmi, Bu Riwi, dan Bu Wulan juga senada dengan pembicara sebelumnya bahwa mereka yang menyediakan diri menjalaninya dengan senang hati. Bu Ratih pun ikut berbicara bahwa dengan ikut menyediakan masakan "Saya baru tahu bahwa ada rama-rama yang sudah seperti di Domus Pacis. Sebelumnya saya hanya mengenal rama-rama itu seperti yang berkarya di paroki yang saling berganti." Rama Yadi mengetengahkan tanggapannya atas perkataan ibu-ibu "Saya sungguh merasa kembali menjadi bagian dari umat sesudah bertahun-tahun berada dalam keadaan kekurangan di Domus Pacis." "Saya sungguh merasa senang dan berterima kasih" kata Rama Harto.
Sunday, March 30, 2014
TETAP MENJADI URUSAN UMAT
Sesudah dibuka oleh Rama Yadi, pertemuan itu dimulai dengan melihat jadual Januari-April 2014. Di situ ada beberapa orang yang bergantian hari dan jam. Ada juga yang baru karena ada anggota rela masak lain yang mengundurkan diri. Tetapi perjalanan penyediaan masakan Domus Pacis tetap lancar. Beberapa yang berhalangan selalu memberi informasi lebih dahulu. Kemudian Rama Agoeng melontarkan pertanyaan "Bagaimana perasaan ibu-ibu dengan kegiatan paguyuban rela masak di Domus Pacis." Bu Ninik menyahut lebih dahulu "Bagaimanapun saya merasa senang dapat ikut ambil bagian. Sebetulnya kalau hanya untuk mengumpulkan dana uang, ada banyak sekali yang mau ikut bergabung. Tetapi karena Rama Bambang ngotot menerima jatah dari Keuskupan dan menyediakan masakannya, yang menyediakan diri berkurang. Tetapi itupun masih banyak yang ingin ikut namun hingga saat ini belum ada lowongan jadwal. Maka, bila ada yang berhalangan, terutama untuk siang dan sore, ada orang-orang yang siap menggantikannya." Bu Rini juga mengiyakan bahwa sebenarnya kalau hanya memberikan bantuan uang, dulu ada banyak yang mau memberi. Bu Tatik, Bu Ratmi, Bu Riwi, dan Bu Wulan juga senada dengan pembicara sebelumnya bahwa mereka yang menyediakan diri menjalaninya dengan senang hati. Bu Ratih pun ikut berbicara bahwa dengan ikut menyediakan masakan "Saya baru tahu bahwa ada rama-rama yang sudah seperti di Domus Pacis. Sebelumnya saya hanya mengenal rama-rama itu seperti yang berkarya di paroki yang saling berganti." Rama Yadi mengetengahkan tanggapannya atas perkataan ibu-ibu "Saya sungguh merasa kembali menjadi bagian dari umat sesudah bertahun-tahun berada dalam keadaan kekurangan di Domus Pacis." "Saya sungguh merasa senang dan berterima kasih" kata Rama Harto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment