
Karena sesudah dari Domus para tamu yang berjumlah hampir 50 orang itu akan ke Seminari Tinggi Kentungan, pada jam 11.20 mereka dipersilahkan masuk kapel untuk omong-omong tentang KEAGAMAAN ANAK-ANAK MILENIAL. Kedatangan mereka di Domus yang utama memang ingin didampingi oleh Rm. Bambang untuk mendapatkan cakrawala bagaimana mengajar agama untuk anak-anak generasi milenial. Maklumlah banyak dari mereka adalah pendamping-pendamping PIA (Pendampingan Iman Anak) yang di masa lampau kerap berjumpa dengan Rm. Bambang dalam gerakan-gerakan PIA. Dan para peserta yang tampak masih muda memang hanya sedikit.
Untuk memulai proses pembicaraan kepada para peserta dibagikan gambar dan keterangan singkat tentang kehidupan yang diwarnai oleh revolusi industri dari yang pertama hingga keempat. Rm. Bambang kemudian menambahkan ciri utama revolusi industri yang keempat adalah digitalisasi dan otomasi. Lalu ada pertanyaan yang dilemparkan ke peserta "Sebagai guru agama SD, muncul gagasan atau persoalan apa berhadapan dengan dunia kehidupan seperti itu?" Dari sumbang ide dan soal pembicaraan masuk dalam dunia media sosial (medsos). Hal-hal ini membuahkan pembicaraan tentang karakter anak, materi-materi yang bermacam-macam sebagai bahan pelajaran, dan metodologi pendampingan pembelajaran.
0 comments:
Post a Comment