Tetapi kalau kemarin tanggal 4 Desember itu Rama Tri masuk rumah sakit, hal itu bukan karena gula darahnya. Ketika Rama Bambang sedang berbaring istirahat siang sekitar jam 01.30, Pak Tukiran masuk dan berkata "Niki Rama Tri muntah-muntah. Ajeng kula dherekke teng Panti Rapih. Kula pun njaluk tulung Yanu nyopiri ndhak ngganggu istirahate rama" (Rama Tri muntah-muntah. Akan saya antar ke Panti Rapih. Saya sudah minta Yanu untuk menyopiri agar rama tak terganggu istirahatnya). Rama Bambang berpikir "Wah, isa opname. Kudu ana sing ndhampingi lan ngurus sarta tanggung jawab" (Wah, dia dapat opname. Harus ada yang mendampingi, mengurus dan bertanggung jawab). Rama Bambang langsung keluar kamar dan akan menyertai. "Mas Tukiran pundi?" (Mana Mas Tukiran?) tanyanya kepada Mbak Tari yang menjawab "Pun mangkat, rama" (Mereka sudah berangkat, rama). Mbak Tari kemudian menceriterakan bahwa Rama Tri tadi muntah-muntah banyak dan badannya dingin sekali. Bahkan ketika kemudian diberi minuman hangat, beliau muntah-muntah lagi. Rama Bambang langsung masuk kamar dan menelpon petugas IGD untuk minta tolong dipanggilkan suster biara mendampingi dan mengurus segalanya. Rama Bambang juga menelpon Suster yang biasa mendampingi rama-rama Domus yang opname. Ketika Rama Bambang menengok Rama Tri malam itu dan menyinggung muntah-muntahnya, dia berkata "Mau neng IGD ya muntah-muntah meneh" (Tadi di IGD juga muntah-muntah lagi). "Rasane mual, pa?" (Apakah terasa mual?) tanya Rama Bambang yang dijawab "Ora, ning sirah ki rasane mubeng" (Tidak, tetapi kepala terasa berputar). Rama Bambang menyambung "Saiki piye?" (Sekarang bagaimana?) yang dijawab "Isih" (Masih). Rama Bambang kemudian menghubungkan kondisi Rama Tri dengan salah satu penyakitnya, yaitu hipertensi. Beliau dua kali mengalami stroke.
Wednesday, December 4, 2013
RAMA TRI OPNAME
Tetapi kalau kemarin tanggal 4 Desember itu Rama Tri masuk rumah sakit, hal itu bukan karena gula darahnya. Ketika Rama Bambang sedang berbaring istirahat siang sekitar jam 01.30, Pak Tukiran masuk dan berkata "Niki Rama Tri muntah-muntah. Ajeng kula dherekke teng Panti Rapih. Kula pun njaluk tulung Yanu nyopiri ndhak ngganggu istirahate rama" (Rama Tri muntah-muntah. Akan saya antar ke Panti Rapih. Saya sudah minta Yanu untuk menyopiri agar rama tak terganggu istirahatnya). Rama Bambang berpikir "Wah, isa opname. Kudu ana sing ndhampingi lan ngurus sarta tanggung jawab" (Wah, dia dapat opname. Harus ada yang mendampingi, mengurus dan bertanggung jawab). Rama Bambang langsung keluar kamar dan akan menyertai. "Mas Tukiran pundi?" (Mana Mas Tukiran?) tanyanya kepada Mbak Tari yang menjawab "Pun mangkat, rama" (Mereka sudah berangkat, rama). Mbak Tari kemudian menceriterakan bahwa Rama Tri tadi muntah-muntah banyak dan badannya dingin sekali. Bahkan ketika kemudian diberi minuman hangat, beliau muntah-muntah lagi. Rama Bambang langsung masuk kamar dan menelpon petugas IGD untuk minta tolong dipanggilkan suster biara mendampingi dan mengurus segalanya. Rama Bambang juga menelpon Suster yang biasa mendampingi rama-rama Domus yang opname. Ketika Rama Bambang menengok Rama Tri malam itu dan menyinggung muntah-muntahnya, dia berkata "Mau neng IGD ya muntah-muntah meneh" (Tadi di IGD juga muntah-muntah lagi). "Rasane mual, pa?" (Apakah terasa mual?) tanya Rama Bambang yang dijawab "Ora, ning sirah ki rasane mubeng" (Tidak, tetapi kepala terasa berputar). Rama Bambang menyambung "Saiki piye?" (Sekarang bagaimana?) yang dijawab "Isih" (Masih). Rama Bambang kemudian menghubungkan kondisi Rama Tri dengan salah satu penyakitnya, yaitu hipertensi. Beliau dua kali mengalami stroke.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comments:
room tri..enggal senggang njiih. salam dan doaku romo
Post a Comment