.jpg)
.jpg)
Pembuka
Kunjungan ini dibuka oleh Bapak Winantono sebagai koordinator kelompok. Pak Win mengucapkan kata-kata sapaan spada (Jawa: kula nuwun) bagi para rama dengan tembang tradisional Jawa model pangkur:
Ulun dhutaning Monika (Saya adalah wakil Monika)
Paguyuban Doa puniki (Sebuah Paguyuban Doa)
Wigatose sowan ulun (Yang menjadi maksud kami)
Lumarap ing ngarsa ndiko (Mengunjungi Anda semua)
Nyaketake, ndedonga mring pra sedulur (Mempererat hubungan, berdoa bagi para saudara)
Amrih binerkahan Gusti (Agar mendapatkan berkat Tuhan)
Suka rena ing penggalih (Hati menjadi gembira ria).
.jpg)
Kaparenga matur kula (Perkenankan saya bicara)
Atas asma para rama Domus Pacis (Atas nama para rama Domus Pacis)
Katur sagung para tamu (Kepada semua tamu)
Paguyuban Monika (Paguyuban Monika)
Paguyuban saking Paroki Pringwulung (Paguyuban dari Paroki Pringwulung)
Sugeng rawuh ndika sadaya (Selamat datang bagi Anda semua)
Mugi saya ndherek Gusti (Semoga semakin ikut Tuhan).
Ibadat dan Sharing
Paguyuban Monika ini bersama dengan para rama Domus kemudian mengadakan ibadat dengan panduan yang biasa dipakai oleh paguyuban. Tetapi bagian sabda diisi dengan sharing dari para rama tentang "Bagaimana menjaga kesegaran imamat di masa tua".
- Rama Yadi menjaga diri selalu tersenyum terutama menghadapi hal-hal yang tidak dipahami baik karena tidak kekuatan intelektual yang melemah maupun karena tidak menangkap yang dibicarakan karena kekuatan indera lemah misalnya karena pendengaran. Dalam hal-hal yang tidak cocok pun juga tersenyum.
- Rama Tri Wahyono selalu bersikap ndableg, yaitu nekad melakukan yang diinginkan tanpa mempertimbangan apapun risikonya.
- Rama Harto menjaga diri dengan tetap melayani tamu-tamu yang datang minta doa atau pertimbangan hidup.
- Rama Bambang membiasakan diri doa batin dengan mengomongkan apapun yang dihadapi dengan Tuhan dalam hati.
.jpg)
0 comments:
Post a Comment