Friday, February 28, 2014
Sabda Hidup
Sabtu, 01 Maret 2014
Hari Biasa
warna liturgi Hijau
Bacaan:
Yak. 5:13-20; Mzm. 141:1-2,3,8; Mrk. 10:13-16
Markus 10:13-16:

Renungan:
Dunia anak itu memang menyenangkan. Kita bisa melihat mereka berlari dengan ceria, memanjat tanpa takut, berbicara tanpa kebohongan, bertengkar dan segera berdamai, manja tanpa rasa malu dsb. Indah. Sangat menggembirakan hati ketika menyaksikannya. Ceria dan penuh tanda kehidupan.
Menimbang segelintir pengalaman itu layaklah kalau Yesus membiarkan anak-anak datang kepadaNya. Bahkan Ia pun menyatakan, "sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah" Mrk 10:14. Sikap, kata dan ketulusan mereka menjadi tanda Kerajaan Allah.
Dalam kesempatan ini saya hanya bisa mengatakan bahwa sebagai orang dewasa kita jangan menghalang-halangi anak-anak datang kepada Tuhan. Malah sebaliknya kita perlu menyediakan aneka macam hal pendukung perjumpaan mereka dengan Tuhan. Selain itu bolehlah saya sampaikan: jangan kehilangan kesempatanmu untuk bersama-sama dengan anak-anak anda.
Kontemplasi:
Duduklah dengan tenang. Amatilah anak-anak yang ada di sekitarmu. Lalu renungkan Injil Mrk. 10:13-16.
Refleksi:
Siapakah anak bagimu?
Doa:
Tuhan semoga aku mempunyai jiwa yang tebuka pada kehadiranMu dalam diri anak-anakku.Amin.
Perutusan:
Aku akan menyambut kehadiran anak (-anak) dengan tangan terbuka dan hati yang lapang.
Thursday, February 27, 2014
TENTANG KAPEL DOMUS
"Ramaaaa .... Niki kanca-kanca ajeng ningali kawontenan kapel Domus" (Ramaaaa .... Ini teman-teman akan melihat keadaan kapel Domus) kata Bu Titik yang kini menjadi pengurus Kapel Domus Pacis. Pagi itu sekitar jam 06.15 Kamis 27 Februari 2014 Bu Titik datang di kamar Rama Bambang bersama Bu Lely, Bu Kartini, dan satu ibu lain. "Saya sekarang sudah tidak ngurus perlengkapan liturgi di Paroki Pringwulung. Maka akan membantu untuk Domus Pacis" kata Bu Kartini yang disambung Bu Lely "Rama menginginkan apa, kami akan membantu." Rama Bambang menjawab dengan ceria "Saiki sing ngurus Bu Titik. Manut wae ro beliaune" (Sekarang yang mengurus Bu Titik. Ikut dia saja). "Wah, rama punya banyak payung, ta?" kata Bu Kartini tiba-tiba. Kebetulan ada 3 buah payung. Dua di antaranya adalah milik tamu Domus yang tertinggal. "Pengin, pa? Nek pengin kae njupuka. Ana beberapa cilik lan gedhe" (Ingin punyakah? Kalau ingin, ambil itu. Ada beberapa kecil dan besar) kata Rama Bambang sambil menunjuk rak buku di dekat jendela. Tiga ibu yang bersama Bu Titik ambil satu-satu.
Lamunan Pekan Biasa VII
Jumat, 28 Februari 2014
Markus 10:1-12

10:2 Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk
mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami
diperbolehkan menceraikan isterinya?"
10:3 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa
perintah Musa kepada kamu?"
10:4 Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk
menceraikannya dengan membuat surat cerai."
10:5 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru
karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
10:6 Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan
mereka laki-laki dan perempuan,
10:7 sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya
dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
10:8 sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
10:9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan
Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
10:10 Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid
itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
10:11 Lalu kata-Nya kepada mereka:
"Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia
hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
10:12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan
kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."
Butir-butir Permenungan
- Tampaknya, di era global perkawinan makin menjadi peristiwa yang mendapatkan penghargaan yang besar sebagai peresmian keinginan bersatu antara laki-laki dan perempuan sehingga dapat menjadi upacara besar dengan beaya tinggi. Karena begitu menjadi even penting sekali untuk perkawinan juga dapat tersedia even organizer (EO).
- Tampaknya, karena makin mekarnya individualisme, di era global ketidakcocokan pribadi antara suami isteri mudah terjadi perpisahan sehingga jumlah perceraian pun makin besar. Terhadap soal perceraian pun di dalam agama, bahkan agama Katolik, dapat terjadi dengan mempergunakan celah tata hukum perkawinannya.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa orang yang sudah menjalani kehidupan berkeluarga meletakkan hubungan suami isteri bukan untuk menjalankan kehendak individual masing-masing dan bukan melandaskan hidup berkeluarganya pada perasaan keinginan orang. Dalam yang ilahi orang berkeluarga membiarkan diri tenggelam dalam aura gema suara relung hati sehingga apapun yang dialami akan makin meneguhkan dan memesrakan hubungan suami isteri.
Ah, kalau nyatanya sudah tidak cocok ya tak usah
dipaksakan tak pisah.
Wednesday, February 26, 2014
PROGRAM BARU MULAI
Sabda Hidup
Kamis, 27 Februari 2014
Gabriel dari Bunda Berdukacita
warna liturgi Hijau
Bacaan:
Yak. 5:1-6; Mzm. 49:14-15ab,15cd-16,17-18,19-20; Mrk. 9:41-50
Markus 9:41-50:
41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya." 42 "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. 43 Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; 44 (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) 45 Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; 46 (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) 47 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, 48 di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam. 49 Karena setiap orang akan digarami dengan api. 50 Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."
Renungan:
Beruntung. Setiap orang bisa mengalami keberuntungan dalam hidupnya. Ada orang yang tiba-tiba beruntung mendapat hadiah uang dalam jumlah yang besar, barang mewah atau pun pekerjaan yang baik. Namun kadang orang tidak siap menerima dan mengelola buah keberuntungan itu. Segala hadiah yang diterimanya bisa habis begitu saja tanpa bekas yang jelas karena ketidakcermatan dan ketidaktekunan menjaganya.
Kita juga beruntung mengimani Yesus Kristus. Bahkan mereka yang tahu kita mengimaniNya dan menolong kita pun akan mendapatkan berkatNya. "Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya" (Mrk 9:41). Namun keberuntungan ini pun rapuh kala kita tidak menjaga dan merawatnya. Ia bisa saja berlalu begitu saja dan diambil kembali oleh Tuhan. Maka kita perlu menjaganya dengan tekun, bahkan menjaga hidup selaras dengan rahmat Tuhan itu secara sungguh-sungguh dan optimal (bc Mrk 9:42-50).
Keberuntungan memang menggembirakan siapa pun. Namun ketekunan hidup akan menciptakan keberuntungan-keberuntungan yang terprediksi dan akan jauh lebih berdaya daripada keberuntungan dadakan.
Kontemplasi:
Pejamkan sejenak matamu. Rasakan aliran nafasmu. Rasakan kehadiran Kristus dalam perjalanan sejarah hidupmu. Tengoklah buah-buah imanmu kepada Kristus yang telah kauperjuangkan dengan tekun selama ini sekaligus tantangan untuk setia padaNya.
Refleksi:
Apa buah-buah ketekunan imanmu pada Kristus?
Doa:
Tuhan terima kasih atas segala rahmatMu. Semoga aku mampu bertekun menjaga segala rahmatMu sehingga aku tetap bisa menjadi garam yang mengasinkan, bukan hambar. Amin.
Perutusan:
Aku akan bertekun hidup dalam rahmatNya.
Tuesday, February 25, 2014
PENTING SADAR SUDAH TUA
Ketika Rama Bambang masih berbicara datanglah dua bapak dan satu ibu yang ternyata para pengurus harian Gereja Brayat Minulya (GBM) Wirobrajan. Rama Yadi memimpin Misa sebagai bagian akhir dari kunjungan. Sesudah misa bapak ketua dewan GBM menyampaikan sambutannya. Kunjungan ini diakhiri dengan makan siang bersama. Ketika pulang masing-masing membawa pulang snak yang dikemas dalam dos. Konsumsi disediakan oleh Bu Tatik dari Ambarrukmo yang dibantu oleh Bu Sri. Beliau selalu membantu penyediaan konnsumsi dengan murah tetapi para banyak tamu yang tampak puas. Bu Rini membantu menjualkan produksi Komsos Keuskupan Agung Semarang yang keuntungannya untuk tambahan kas Komunitas rama Domus Pacis.
Lamunan Pekan Biasa VII
Rabu, 26 Februari 2014
Markus 9:38-40
9:38 Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami
lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami
cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
9:39 Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah
dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat
seketika itu juga mengumpat Aku.
9:40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di
pihak kita.
Butir-butir Permenungan
- Tampaknya, pada zaman kini orang harus hidup dalam dunia persaingan untuk meraih kesejahteraan hidup. Tuntutan kemampuan mandiri membuat orang harus menjaga, melindungi, dan mengembangkan diri jangan sampai tenggelam karena keunggulan dan masyhurnya pihak lain.
- Tampaknya, terhadap orang-orang atau kelompok-kelompok yang memiliki usaha yang sama orang harus sangat waspada dan harus berjuang mengalahkannya. Untuk menghindari pihak lain menjiplak nama untuk mendapatkan banyak peminat atau pasaran, orang dapat melindungi diri dengan mencari hak paten sehingga dapat menuntut ganti rugi pada si penjiplak.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa pejuang kesejahteraan umum tidak akan merasa terganggu kalau ada pejuang lain yang memiliki usaha sama bahkan memanfaatkan kemasyhurannya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan merasakan aura persahabatan dengan siapapun yang tidak menegatifir.
Monday, February 24, 2014
CARI PERSEWAAN PIRING

Kebutuhan di atas berkaitan dengan persiapan penyediaan konsumsi untuk Novena Ekaristi Seminar tahap pertama 2 Maret 2014. Barangkali ada pendaftar yang ternyata batal datang, tetapi yang jelas jumlahnya ada 285 orang pendaftar. Pak Kadi yang akan menjadi pembicara juga akan memberikan tulisan. Ini pun harus diperbanyak. Di dalam pertemuan Lingkungan itu pun Rama Bambang juga menyerahkan uang sumbangan kepada Mas Kus untuk pinjam tambahan 100 kursi dari RT dan juga untuk minta bantuan tambahan penyediaan minuman teh. Urusan penyediaan snak dan makan dipegang oleh Bu Painem dan Bu Rini dari Sleman. Ini berkaitan dengan yang biasa mengurus makan dan snak, yaitu Bu Tatik dari Ambarrukmo, sedang ikut sibuk salah satu relawati Domus Pacis yang sedang memiliki hajat menikahkan anaknya. Jumlah pendaftar yang melebihi jumlah terbanyak pada tahun 2013 barangkali karena ini merupakan yang pertama dalam tahun 2014. Tetapi yang biasa ikut memang selalu di atas 140 orang. Matrik di bawah menunjukkan asal dan jumlah pendaftar untuk 2 Maret 2014.
ASAL PESERTA
|
JUMLAH
|
RAYON KOTA KEVIKEPAN DIY
|
119 ORANG
|
01. Paroki
Pringwulung
|
87 orang
|
02. Lingkungan
Sendowo, Kotabaru
|
5 orang
|
03. Lingkungan
Nicolas, Bintaran
|
2 orang
|
04. Paroki
Administratif Pringgolayan
|
12 orang
|
05. Paroki
Pugeran
|
4 orang
|
06. Paroki
Kumetiran, Kuncen
|
1 orang
|
07. Paroki
Baciro
|
6 orang
|
08. Paroki
Gamping
|
2 orang
|
RAYON SLEMAN KEVIKEPAN DIY
|
90 ORANG
|
09. Paroki Minomartani
|
10 orang
|
10. Paroki Babadan
|
13 orang
|
11. Paroki Babarsari
|
13 orang
|
12. Paroki Medari
|
38 orang
|
13. Paroki Mlati
|
7 orang
|
14. Paroki Kalasan
|
3 orang
|
15. Wanita Katolik RI Depok
|
6 orang
|
RAYON BANTUL KEVIKAPAN DIY
|
11 ORANG
|
16. Wilayah Imogiri, Paroki Bantul
|
7 orang
|
17. Lingkungan Kepuh, Paroki Ganjuran
|
4 orang
|
KEVIKEPAN SURAKARTA
|
55 ORANG
|
18. Wanita
Katolik RI Banjarsari, Sala
|
2 orang
|
19. Paroki
Wedi
|
25 orang
|
20. Paroki
Administratif Bayat
|
10 orang
|
21. Paroki
Klaten
|
4 orang
|
22. Paroki
Gondang
|
14 orang
|
KEVIKEPAN KEDU
|
10 ORANG
|
23. Paroki
Ignatius Magelang
|
7 orang
|
24. Paroki
Banyutemumpang, Wilayah Blabag
|
3 orang
|
JUMLAH
|
285
orang
|
Subscribe to:
Posts (Atom)