"Ngga, berkebun" (Mari kita berkebun) kata Rama Agoeng kepada Rama Bambang beberapa saat sesudah makan pagi, Selasa 14 Januari 2014. Rama Bambang, yang akan kembali ke kamar makan untuk meletakkan Majalah Hidup di meja makan, melihat Rama Agoeng sudah tidak mengenakan pakaian yang dikenakan pada waktu makan. Beliau sudah memakai kaos sport dan bercelana pendek. Ketika Rama Bambang menyusul dengan kursi rodanya, dia melihat Rama Agoeng menghampiri Mas Heru yang sedang membuat bedeng-bedeng untuk menanam benih-benih. Tenyata Rama Agoeng mengeluarkan dua dos berisi benih tanaman jahe dari mobilnya. Sambil meletakkan dua dos itu bergantian, Rama Agoeng berseru kepada Mas Heru "Mas, niku jarene winih jahe rong werna. Sing siji jahe abang. Sing ditanem siji dhisik, nggih" (Mas, ini ada dua macam benih jahe. Salah satu adalah jahe merah. Yang ditanam satu macam dulu, ya).
Monday, January 13, 2014
NGGA BERKEBUN
"Ngga, berkebun" (Mari kita berkebun) kata Rama Agoeng kepada Rama Bambang beberapa saat sesudah makan pagi, Selasa 14 Januari 2014. Rama Bambang, yang akan kembali ke kamar makan untuk meletakkan Majalah Hidup di meja makan, melihat Rama Agoeng sudah tidak mengenakan pakaian yang dikenakan pada waktu makan. Beliau sudah memakai kaos sport dan bercelana pendek. Ketika Rama Bambang menyusul dengan kursi rodanya, dia melihat Rama Agoeng menghampiri Mas Heru yang sedang membuat bedeng-bedeng untuk menanam benih-benih. Tenyata Rama Agoeng mengeluarkan dua dos berisi benih tanaman jahe dari mobilnya. Sambil meletakkan dua dos itu bergantian, Rama Agoeng berseru kepada Mas Heru "Mas, niku jarene winih jahe rong werna. Sing siji jahe abang. Sing ditanem siji dhisik, nggih" (Mas, ini ada dua macam benih jahe. Salah satu adalah jahe merah. Yang ditanam satu macam dulu, ya).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comments:
panen masal.. siap mbantu nyabuti jahenya Mo..
Post a Comment