- Masih merasakan ikatan batin sehingga hingga kini tetap sendiri walau beberapa ibu mengalami didekati oleh beberapa lelaki duda. Ikatan batin ini semakin mendalam justru sesudah suami wafat sekalipun ketika masih hidup kerap bertengkar.
- Bagaimanapun ikatan kasih almarhum suami tidak sama bahkan melebihi dari pada ikatan kasih dan perhatian dari anak-anak.
Thursday, April 30, 2015
WOROSEMEDI NANDAN
Sabda Hidup
Jumat, 01 Mei 2015
St. Yusuf Pekerja
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kis. 13:26-33; Mzm. 2:6-7,8-9,10-11; Yoh. 14:1-6. BcO Why. 17:1-18
Yohanes 14:1-6:
1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. 4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." 5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" 6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Renungan:
Tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. Mereka, terutama yang sudah berkeluarga, akan berjuang dengan segala daya dan tenaganya untuk menyediakan rumah. Tidak jarang mereka pun memikirkan supaya setiap anggota keluarga mendapatkan satu buah kamar. Ketika rumah sudah jadi, tak henti-hentinya mereka menata rumah itu agar asri dan nyaman bagi penghuninya.
Yesus mengatakan kepada kita, "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu" (Yoh 14:1-2). Yesus telah menyiapkan tempat bagi kita di rumah BapaNya. Bagi kita yang percaya kepadaNya sebagai jalan, kebenaran dan hidup, tempat itu telah tersedia.
Kala di dunia ini kita berusaha menyediakan tempat tinggal. Kala nanti kembali kepada Bapa, Ia telah menyediakan tempat bagi kita. Maka marilah kita hidup selaras denganNya supaya kita layak tinggal di rumahNya.
Kontemplasi:
Bayangkan tempat tinggal yang sudah disediakan Yesus bagi kita dan bagaimana melewati jalan menuju kepadaNya.
Refleksi:
Tulislah pengalamanmu membangun tempat tinggal.
Doa:
Tuhan terima kasih atas tempat tinggal yang telah Kausediakan bagiku. Semoga aku selalu hidup selaras dengan kehendakMu sehingga layak menempatinya. Amin.
Perutusan:
Aku percaya kepada Yesus sang jalan, kebenaran dan hidup. -nasp-
St. Yusuf Pekerja
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kis. 13:26-33; Mzm. 2:6-7,8-9,10-11; Yoh. 14:1-6. BcO Why. 17:1-18
Yohanes 14:1-6:
1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. 4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." 5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" 6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Renungan:
Tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. Mereka, terutama yang sudah berkeluarga, akan berjuang dengan segala daya dan tenaganya untuk menyediakan rumah. Tidak jarang mereka pun memikirkan supaya setiap anggota keluarga mendapatkan satu buah kamar. Ketika rumah sudah jadi, tak henti-hentinya mereka menata rumah itu agar asri dan nyaman bagi penghuninya.
Yesus mengatakan kepada kita, "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu" (Yoh 14:1-2). Yesus telah menyiapkan tempat bagi kita di rumah BapaNya. Bagi kita yang percaya kepadaNya sebagai jalan, kebenaran dan hidup, tempat itu telah tersedia.
Kala di dunia ini kita berusaha menyediakan tempat tinggal. Kala nanti kembali kepada Bapa, Ia telah menyediakan tempat bagi kita. Maka marilah kita hidup selaras denganNya supaya kita layak tinggal di rumahNya.
Kontemplasi:
Bayangkan tempat tinggal yang sudah disediakan Yesus bagi kita dan bagaimana melewati jalan menuju kepadaNya.
Refleksi:
Tulislah pengalamanmu membangun tempat tinggal.
Doa:
Tuhan terima kasih atas tempat tinggal yang telah Kausediakan bagiku. Semoga aku selalu hidup selaras dengan kehendakMu sehingga layak menempatinya. Amin.
Perutusan:
Aku percaya kepada Yesus sang jalan, kebenaran dan hidup. -nasp-
Lamunan Pekan Paskah IV
Rabu, 1 Mei 2015
Yohanes 14:1-6
14:1.
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga
kepada-Ku.
14:2
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku
mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat
bagimu.
14:3
Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku
akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku
berada, kamupun berada.
14:4.
Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
14:5
Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi
bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah
jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku.
Butir-butir Permenungan
- Tampaknya, kegelisahan adalah salah satu kenyataan dalam pengalaman manusia. Orang akan mengalami kegelisahan apabila berhadapan dengan hal-hal yang tidak jelas.
- Tampaknya, orang juga dapat gelisah kalau menghadapi perpisahan yang perjumpaan kembalinya baru berupa janji. Menghadapi langkah ke depan yang buram pun orang dapat menjadi gelisah.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa sejatinya kegelisahan hanya muncul dalam diri orang yang tidak melandaskan pikiran, perasaan, dan kehendaknya pada yang bersemayam di kedalaman batin. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan merasakan hidup yang penuh tuntunan sesuai dengan kenyataan sehari-hari.
Ah, kalau tak jelas kembali saja ke sikap semula.
Wednesday, April 29, 2015
SOROWAJAN BARAT
Berkaitan dengan program Jagongan Iman, pada hari Jumat 24 April 2015 ada kelompok baru yang memulai pertemuan. Ini adalah Kelompok Lingkungan Santo Mikael, Sorowajan Barat Paroki Baciro. Sebelas orang ibu dan 7 orang bapak hadir dalam pertemuan ini. Program yang memperdalam Syahadat Katolik dalam 12 kali pertemuan ini berbicara tentang pokok pertama "Aku percaya akan Allah Bapa yang mahakuasa pencipta langit dan bumi". Dari pembicaraan ada tiga butir yang diperbincangkan dengan hangat:
- Allah sebagai Bapa. Ini adalah salah satu dari Tritunggal Mahakudus. Gereja mengakui Allah yang bernama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
- Kita adalah putra Allah. Dengan menyebut Allah sebagai Bapa, kita menjadi putra-Nya sehingga kita berdoa Bapa Kami sebagaimana diajarkan oleh Kristus.
- Allah mahakuasa. Kekuasaan Allah diyakini sebagai yang berkuasa menciptakan langit dan bumu serta segala isinya.

239 Kalau bahasa iman
menamakan Allah itu "Bapa", maka ia menunjukkan terutama kepada dua
aspek: bahwa Allah adalah awal mula segala sesuatu dan otoritas yang mulia dan
sekaligus kebaikan dan kepedulian yang penuh kasih akan semua anak-Nya.
Kebaikan Allah sebagai orang-tua ini dapat dinyatakan juga dalam gambar
keibuan, yang lebih menekankan imanensi Allah, hubungan mesra antara Allah dan
ciptaan-Nya. Dengan demikian bahasa iman menimba dari pengalaman manusia dengan
orang-tuanya, yang baginya boleh dikatakan wakil-wakil Allah yang pertama.
Tetapi sebagaimana pengalaman menunjukkan, orang-tua manusiawi itu dapat juga
membuat kesalahan dan dengan demikian menodai citra kebapaan dan keibuan.
Karena itu perlu diperingatkan bahwa Allah melampaui perbedaan jenis kelamin
pada manusia. Ia bukan pria, bukan juga wanita; Ia adalah Allah. Ia juga
melebihi kebapaan dan keibuan manusiawi, walaupun Ia adalah awal dan ukurannya.
Tidak ada seorang bapa seperti Allah.
268 Dari sifat-sifat Allah hanya
kemahakuasaan yang disebut dalam simbolum; mengakui kemahakuasaan itu,
mempunyai arti besar bagi kehidupan kita. Kita percaya bahwa kekuasaan itu menyangkut
segala sesuatu, karena Allah yang menciptakan segala sesuatu, juga memimpin
segala sesuatu dan sanggup melakukan segala sesuatu. Kita percaya juga bahwa
kuasa itu penuh cinta, karena Allah adalah Bapa kita; selanjutnya, bahwa ia
penuh rahasia, karena hanya iman mampu menangkapnya, meskipun ia menyatakan
"kekuatannya dalam kelemahan" (2 Kor 12:9).
279 "Pada mulanya Allah
menciptakan langit dan bumi" (Kej 1:1). Kitab Suci dibuka dengan kata-kata
yang meriah ini. Pengakuan iman mengambil alih kata-kata ini, dengan mengakui
Allah, Bapa yang mahakuasa itu, sebagai "Pencipta langit dan bumi",
yang menciptakan "segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan".
Pertama sekah kita akan berbicara tentang Pencipta, lalu tentang penciptaan,
dan akhirnya tentang kejatuhan dalam dosa dan bagaimana Yesus Kristus Putera
Allah mengangkat kita lagi dari dosa oleh kedatangan-Nya.
Lamunan Pekan Paskah IV
Kamis, 30 April
2015
Yohanes 13:16-20
13:16
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari
pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
13:17
Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.
13:18.
Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih.
Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat
tumitnya terhadap Aku.
13:19
Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika
hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia.
13:20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya
barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa
menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku."
Butir-butir Permenungan
- Tampaknya, orang yang masuk dalam jajaran institusi dan menjadi salah satu jajaran pengurus atau pejabat dapat merasa bangga. Orang merasa bahagia karena termasuk golongan elite dalam institusi.
- Tampaknya, menjadi tim kerja dalam organisasi juga bisa memberikan kebanggaan. Dengan posisinya orang merasa mudah diterima oleh banyak orang lain.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa setinggi apapun jabatan dan posisi seseorang kalau tidak melandaskan diri pada kesadaran diri sebagai duta yang bersemayam di kedalaman batin, orang itu tak akan menemukan kebahagiaan sejati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan yakin bahwa dalam kerjanya yang diterima atau ditolak oleh orang lain adalah pemberi amanat yang duduk di kedalaman batinnya.
Ah, bagaimanapun segalam kesuksesan adalah prestasi
diri.
Sabda Hidup
Kamis, 30 April 2015
St. Pius V, Benediktus dr Urbino
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20. BcO Why. 15:5-16:21
Yohanes 13:16-20:
16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. 17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. 18 Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. 19 Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. 20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku."
Renungan:
Melihat sinetron "preman pensiun" tampak sekali jenjang hirarkis para preman itu. Anak buah selalu tunduk pada pimpinan di atasnya. Walau yang di bawah tampak gagah, mereka tetap tunduk pada yang di atasnya. Padal kalau mau yang gagah itu sangat mudah untuk melumpuhkan yang sudah renta. Namun tampaknya hormat pada pimpinan menghalangi kemungkinan itu.
Melihat itu saya merenungkan sabda Yesus ini, "Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya" (Yoh 13:16). Seorang tuan dan pengutus lebih tinggi dari hamba dan utusan. Hamba dan utusan hormat kepada tuan dan pengutusnya.
Preman pun mempunyai sikap hormat kepada pimpinannya. Walau mereka lebih kuat tapi mereka tetap hormat pada pimpinannya. Sikap hormat ini layak kita renungkan hari ini. Dalam dunia sekarang ini orang sering lupa untuk membangun sikap hormat. Hormat bukanlah hal yang pantas dihindari. Penghormatan kita pada pribadi tertentu menjadi tanda penghargaan pada pribadi tersebut atas segala yang telah dibuat dan dicapai orang tersebut.
Kontemplasi:
Pejamkan matamu sejenak. Hadirkanlah perjumpaanmu dengan mantan gurumu. Bagaimana hormatmu padanya?
Refleksi:
Bagaimana menghidupkan sikap hormat pada masa sekarang ini?
Doa:
Bapa padaMu hormatku kutujukan. Semoga aku pun mampu menghormati setiap pribadi yang ada di sekitarku. Amin.
Perutusan:
Aku akan menghormati pemimpinku. -nasp-
St. Pius V, Benediktus dr Urbino
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20. BcO Why. 15:5-16:21
Yohanes 13:16-20:
16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. 17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. 18 Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. 19 Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. 20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku."
Renungan:
Melihat sinetron "preman pensiun" tampak sekali jenjang hirarkis para preman itu. Anak buah selalu tunduk pada pimpinan di atasnya. Walau yang di bawah tampak gagah, mereka tetap tunduk pada yang di atasnya. Padal kalau mau yang gagah itu sangat mudah untuk melumpuhkan yang sudah renta. Namun tampaknya hormat pada pimpinan menghalangi kemungkinan itu.
Melihat itu saya merenungkan sabda Yesus ini, "Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya" (Yoh 13:16). Seorang tuan dan pengutus lebih tinggi dari hamba dan utusan. Hamba dan utusan hormat kepada tuan dan pengutusnya.
Preman pun mempunyai sikap hormat kepada pimpinannya. Walau mereka lebih kuat tapi mereka tetap hormat pada pimpinannya. Sikap hormat ini layak kita renungkan hari ini. Dalam dunia sekarang ini orang sering lupa untuk membangun sikap hormat. Hormat bukanlah hal yang pantas dihindari. Penghormatan kita pada pribadi tertentu menjadi tanda penghargaan pada pribadi tersebut atas segala yang telah dibuat dan dicapai orang tersebut.
Kontemplasi:
Pejamkan matamu sejenak. Hadirkanlah perjumpaanmu dengan mantan gurumu. Bagaimana hormatmu padanya?
Refleksi:
Bagaimana menghidupkan sikap hormat pada masa sekarang ini?
Doa:
Bapa padaMu hormatku kutujukan. Semoga aku pun mampu menghormati setiap pribadi yang ada di sekitarku. Amin.
Perutusan:
Aku akan menghormati pemimpinku. -nasp-
Tuesday, April 28, 2015
Mengatur Makanan Sehat untuk Lansia
Foto / Forbes
Ilustrasi
Kebutuhan gizi saat memasuki masa lansia berubah drastis dibanding saat usia dewasa.
Kebutuhan gizi pada orang lanjut usia perlu mendapat perhatian, karena
kebutuhan gizi pada masa ini berubah drastis dibandingkan kebutuhan gizi
pada orang dewasa. Terjadi perubahan pada fungsi fisiologis tubuh dan sistem metaboliknya sehingga memengaruhi banyak hal termasuk kebutuhan gizi yang menunjang status gizi.
Semua kebutuhan zat-zat gizi mestinya diperhatikan, namun yang paling dominan adalah zat-zat gizi makro, selain vitamin, dan beberapa mineral utama.
Protein
Pada usia muda, total otot manusia mencapai 30-35% dari berat badan, bahkan untuk beberapa orang (terutama yang menyukai olahraga mencapai 45%). Jumlah ini kemudian turun menjadi <27% ketika usia lanjut.
Tidak lain disebabkan karena terjadi perubahan signifikan jalur metabolisme dan kebutuhan tubuh akan protein.
Untuk orang dewasa usia >50 tahun biasanya kebutuhan proteinnya hanya 0,8 gr/kg berat badan, tapi ada juga yang merekomendasikan hingga 1,2 gr/kg bb.
Sangat dianjurkan sumber protein untuk orang lanjut usia berasal dari protein yang berkualitas tinggi. Sumber terbaik adalah ikan, dan daging (hindari bagian lemak), dan pengolahan yang baik adalah dengan cara direbus atau dikukus.
Ketika makanan direbus/dikukus, akan memecah kompleks potein menjadi yang lebih sederhana sehingga memudahkan untuk dicerna oleh sistem pencernaan, khususnya pada orang lanjut usia.
Ketika makanan digoreng atau dibakar, protein menjadi sulit dicerna, akibatnya membebani sistem pencernaan.
Fungsi dari protein sangat banyak tapi yang terpenting adalah proses regenerasi sel, karena pada fase ini tidak seperti ketika usia muda dulu, sel-sel sangat rentan rusak, karena itu protein membantu memelihara regenerasi sel.
Karbohidrat
Anjuran kebutuhan karbohidrat pada masa ini berkisar 45-60% dari total energi, dan sebaiknya karbohidrat kompleks (misalnya pati, dan lain-lain). Ada penelitian yang menganjurkan 130 gr/hari untuk pasien usia >70 tahun, dengan asumsi konsumsi soft drink, gula, dan makanan yang mengandung pemanis dan pengawet sudah tidak dimasukkan dalam menu makanan.
Selain itu pilihan makanan yang berindeks glikemik rendah harus diutamakan, misalnya makanan beras merah, gandum, roti putih, getuk, dan buah-buah kaya serat.
Jadi jenis (indeks glikemik rendah) dan jumlah (tidak lebih dari 60%) patut diperhatikan oleh orang lanjut usia, agar kadar glukosa darah dalam tubuh dapat lebih terjaga.
Makanan dengan indeks glikemik rendah cenderung untuk memberikan rasa kenyang lebih lama, hal ini baik bagi orang lanjut usia.
Karbohidrat sebagai sumber energi utama bagi tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsi dasar organ tubuh, dan untuk melakukan aktivitas fisik.
Lemak
Banyak orang mengatakan jika sudah tua sebaiknya tidak usah makan-makanan yang berlemak, padahal pada usia tersebut tidak ada masalah untuk mencerna lemak yang dikonsumsi.
Lemak juga dibutuhkan bagi orang usia lanjut, misalnya untuk memberikan energi jangka panjang, memberikan rasa kenyang yang lama, membantu �aktivasi� hormon-hormon, melindungi sel-sel tubuh, mengangkut vitamin larut lemak ke seluruh tubuh, dan menjaga suhu tubuh.
Lemak baru agak �berbahaya� jika memang orang tersebut memiliki faktor risiko yang bisa menyebabkan munculnya penyakit-penyakit. Misalnya di usia lanjut tapi obesitas sentral atau obesitas berat, ada riwayat aterosklerosis, atau penyakit jantung, dan lain-lain.
Rekomendasi kebutuhan lemak sekitar 25% dari total kebutuhan energi, kemudian konsumsi lemak jenuh tidak lebih dari 10% serta total kolesterol <200 mg/hari.
Sumber lemak jenuh misalnya yang bersantan, daging babi, susu tinggi lemak, minyak kelapa, sedangkan sumber kolesterol selain makanan tersebut adalah jeroan, otak, telur, mentega, dan lain-lain.
Banyak orang-orang lanjut usia yang dirawat di rumah sakit dan kekurangan gizi memiliki kadar albumin yang rendah, sangat kurus, pucat, atau pun berat menopang tubuhnya sendiri. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kondisi ini antara lain:
Hilangnya nafsu makan akibat kemampuan indera perasa dan penciuman telah berkurang;
- Masalah pada sistem pencernaan yang telah berlangsung cukup lama;
- Kehilangan lemak tubuh akibat proses penuaan;
Sumber : Andi Imam Arundhana, SGz.
Sabda Hidup
Rabu, 29 April 2015
Peringatan Wajib St. Katarina dr Siena
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kis. 12:24 - 13:5a; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Yoh. 12:44-50. BcO Why. 14:14-15:4
Yohanes 12:44-50:
44 Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; 45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. 46 Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. 47 Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. 48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. 49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. 50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."
Renungan:
Suatu kali seorang bapak tua sakit keras. Dalam sakitnya itu ia selalu merasa berada dalam kegelapan. Lalu seorang anaknya yang mengimani Yesus Kristus menanyakan apakah ia mau dibaptis menjadi pengikut Kristus. Bapak itu mengiyakan. Setelah dibaptis bapak itu merasa ada terang yang menuntunnya. Beberapa hari setelah itu ia mengucapkan terima kasih telah dibaptis dan meninggal.
Kata-kata Yesus, "Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan" (Yoh 12:46) kiranya menjadi kenyataan dalam diri bapak tadi. Kegelapan yang melingkupinya disingkirkan oleh cahaya Kristus dan jalannya menjadi terang.
Iman kepada Kristus adalah jalan terang pada mereka yang mengimaninya. Mereka yang percaya akan terbebaskan dari kuasa kegelapan dan hidup dalam terang cahayaNya.
Kontemplasi:
Bayangkan hidupmu dalam tuntunan cahaya Kristus.
Refleksi:
Bagaimana cahayaNya kaualami dalam sejarah hidupmu?
Doa:
Tuhan semoga terangMu tetap bersinar menerangi perjalanan hidupku. Dan aku pun mampu menuntun sesamaku kepada cahayaMu. Amin.
Perutusan:
Aku akan menjalani hidupku dalam cahaya terangNya. -nasp-
Peringatan Wajib St. Katarina dr Siena
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kis. 12:24 - 13:5a; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Yoh. 12:44-50. BcO Why. 14:14-15:4
Yohanes 12:44-50:
44 Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; 45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. 46 Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. 47 Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. 48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. 49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. 50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."
Renungan:
Suatu kali seorang bapak tua sakit keras. Dalam sakitnya itu ia selalu merasa berada dalam kegelapan. Lalu seorang anaknya yang mengimani Yesus Kristus menanyakan apakah ia mau dibaptis menjadi pengikut Kristus. Bapak itu mengiyakan. Setelah dibaptis bapak itu merasa ada terang yang menuntunnya. Beberapa hari setelah itu ia mengucapkan terima kasih telah dibaptis dan meninggal.
Kata-kata Yesus, "Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan" (Yoh 12:46) kiranya menjadi kenyataan dalam diri bapak tadi. Kegelapan yang melingkupinya disingkirkan oleh cahaya Kristus dan jalannya menjadi terang.
Iman kepada Kristus adalah jalan terang pada mereka yang mengimaninya. Mereka yang percaya akan terbebaskan dari kuasa kegelapan dan hidup dalam terang cahayaNya.
Kontemplasi:
Bayangkan hidupmu dalam tuntunan cahaya Kristus.
Refleksi:
Bagaimana cahayaNya kaualami dalam sejarah hidupmu?
Doa:
Tuhan semoga terangMu tetap bersinar menerangi perjalanan hidupku. Dan aku pun mampu menuntun sesamaku kepada cahayaMu. Amin.
Perutusan:
Aku akan menjalani hidupku dalam cahaya terangNya. -nasp-
Lamunan Pesta Wajib
Santa Katarina
dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja
Rabu, 29 April
2015
Yohanes 12:44-50
12:44.
Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya
kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku;
12:45
dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.
12:46
Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang
percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.
12:47
Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku
tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia,
melainkan untuk menyelamatkannya.
12:48
Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada
hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya
pada akhir zaman.
12:49
Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus
Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan
dan Aku sampaikan.
12:50
Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku
katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa
kepada-Ku."
Butir-butir Permenungan
- Tampaknya, kredibilitas menjadi andalan orang untuk diterima dengan baik dalam kerja dan pergaulan. Orang disebut kredibel karena dapat dipercaya.
- Tampaknya, orang dianggap kredibel karena hidupnya dapat dipercaya. Orang yang kredibel akan memenuhi segala yang dijanjikan dan atau disumpahkan sehingga dia akan dipercaya oleh banyak orang lain.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa kesejatian kredibilitas seseorang terjadi karena kesetiaannya menjadi pelaku dari yang didengarkan pada bunyi di kedalaman batin sehingga segala yang terjadi dalam hidup bersama dan kerjanya adalah wujud kepribadian pembawa amanat yang bersemayam di kalbunya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mengungkapkan dan mewujudkan persahabatannya dengan kedalaman batin di tengah-tengah hidup mhariannya.
Ah, kredibilitas itu dijaga agar mudah mencari nafkah.
Subscribe to:
Posts (Atom)