Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, August 16, 2017

Ungkapan Persahabatan Dua Tokoh Agama

diambil dari http://www.hidupkatolik.com/2017/08/15



HIDUPKATOLIK.COM-DALAM rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Kodam IV/Diponegoro menggelar Tausiyah kebangsaan di Bundaran Tugu Muda, Semarang, Senin, 14/8 malam. Momen ini menjadi momen kebersamaan karena menghadirkan berbagai unsur kalangan baik tokoh agama, TNI/Polri dan tokoh masyarakat. Selain itu, sedikitnya 20 ribu warga Kota Semarang dan sekitarnya juga menyemut di Bundaran Tugu Muda Semarang ini. Tahun ini tema “Indonesia Kerja Bersama” menjadi pesan utama Tausiyah Kebangsaan ini.

Pada kesempatan ini hadir pula Ketua MUI Jawa Tengah Habib Lutfi Bin Yahya dari Pekalongan sekaligus sebagai pemandu acara besama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono serta Romo Aloysius Budi Purnomo.

Pemandangan yang berbeda ketika Ketua Komisi Antarumat Beragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang Romo Budi berpelukan dengan Habib Lutfi bin Ali bin Yahya, Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlith Tharoqah Al Mu’tabarah An Nahdliyah (JATMAN). Menjadi momen penting ketika dua tokoh lintas agama ini berkelakar sebagai sahabat.

Menurut Romo Budi, Habib Lutfi adalah sahabat. Ia menghormati pribadi Habib Lutfi karena keteladan yang dipancarkan dari kepribadiannya. “Siapa yang tidak mengenal Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali Bin Yahya yang lahir di Kota Pekalongan, 10 November 1947, kata Pastor Budi, hari kelahirannya pun bertepatan dengan Hari Pahlawan.”

Tak hanya berpelukan, kedua tokoh agama ini tampak cipika cipiki. Bahkan saking takzimnya, Pastor Budi juga mencium tangan Habib Lutfi. “Ini kanca kuna (ini teman lama). Sahabat lamaku!” cetus Habib Lutfi disaksikan Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman.

Pastor Budi yang juga kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata itu mengaku merasa adem dan ayem setiap kali berjumpa Abah Lutfi, panggilan akrab Habib Lutfi, dalam berbagai kesempatan.
Sementara itu Habib Lutfi juga memuji figur Romo Budi. “Romo Budi adalah sosok yang saya banggakan. Saya senang musiknya, saksofonnya dan improvisasinya yang luar biasa. itulah Romo Budi kita….” ungkap Habib Lutfi disambut dengan tepuk tangan para hadirin. Keakraban keduanya pun kembali terlihat setelah acara tausiyah kebangsaan usai, dan ini adalah pemandangan yang amat langka. Sesudah menikmati nasi kebuli, keduanya menggelar “konser” musik bareng.

Yusti H. Wuarmanuk

Lamunan Hari Raya

Kemerdekaan Republik Indonesia
Kamis, 17 Agustus 2017

Matius 22:15-21

22:15. Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
22:16 Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
22:17 Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
22:18 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
22:19 Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
22:20 Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?"
22:21 Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, terhadap yang berseberangan apalagi yang selalu memusuhi, orang memang harus selalu bersikap hati-hati. Sekalipun dengan kata-kata manis musuh dapat selalu berusaha untuk mencelakakan.
  • Tampaknya, untuk menghadapan omongan bahkan perdebatan dengan musuh ada pendapat bahwa orang harus punya banyak dan luas pandangan. Bacaan-bacaan akan memperkayanya sehingga sulit untuk dikalahkan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sebanyak dan seluas apapun teori dan pandangan dimiliki, hal itu tidak akan menjadi landasan pembicaraan dengan orang-orang yang berseberangan dan bermusuhan bahkan dengan teman-teman sendiri, karena landasan utama untuk mendapatkan kebenaran dan wawasan sejati adalah fakta yang dihadapi bersama. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan selalu hidup berdasarkan pada dan bertolak dari kenyataan yang dihadapi.
Ah, hanya yang menguasai banyak teori dan pendapat ahli yang sungguh hebat.

Tuesday, August 15, 2017

Cara Tetap Bahagia di Hari Tua

diambil dari https://www.jw.org/id/publikasi/majalah


BAGAIMANA perasaan Anda saat membayangkan diri Anda menjadi tua? Banyak orang khawatir, gelisah, dan bahkan takut. Semua perasaan itu timbul karena usia tua biasanya dihubungkan dengan hal-hal yang tidak menyenangkan seperti penuaan fisik, tubuh yang lemah, pikun, dan penyakit kronis.

Tapi faktanya, proses penuaan setiap orang berbeda. Beberapa masih relatif sehat secara fisik dan mental saat lansia. Kemajuan dalam bidang kesehatan juga memungkinkan pengobatan atau perawatan atas penyakit kronis. Hasilnya, di beberapa negara semakin banyak orang yang berumur panjang dan lebih sehat.

Tapi, entah mengalami problem pada usia tua atau tidak, kebanyakan orang ingin hidup bahagia saat mereka tua nanti. Bagaimana caranya? Ini ada hubungannya dengan sikap, kemauan, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri saat memasuki usia tua. Maka, mari kita bahas beberapa prinsip Alkitab yang sederhana dan praktis.

HENDAKLAH BERSAHAJA: ”Hikmat ada pada orang-orang yang bersahaja.” (Amsal 11:2)  

Dalam hal ini, ”orang-orang yang bersahaja” bisa memaksudkan orang tua yang menyadari dan menerima fakta bahwa mereka sudah lanjut usia. Mereka tidak berusaha menyangkal fakta itu. Charles, umur 93, dari Brasil berkata, ”Kalau kita sudah lama hidup, ya pasti tambah tua. Kita tidak bisa jadi muda lagi.”

Tapi, sikap bersahaja itu bukan berarti pasrah, seperti berpikir ”yah, saya sudah tua, sudah tidak berguna lagi”. Sikap itu bisa mengurangi semangat hidup kita. Amsal 24:10 berkata, ”Apakah engkau kecil hati pada hari kesesakan? Kekuatanmu akan kurang.” Sebaliknya, orang yang bersahaja bertindak bijaksana dan berusaha melakukan yang terbaik dalam setiap situasi.

Corrado, umur 77, dari Italia berkata, ”Sewaktu kita tambah tua, kita harus sesuaikan kebiasaan kita dengan kesanggupan kita.” Memang, kita harus membuat perubahan saat mulai memasuki usia tua. Corrado dan istrinya bisa berbagi tugas rumah tangga dengan seimbang, sehingga jadwal mereka cukup masuk akal dan mereka tidak kelelahan. Marian, umur 81, dari Brasil juga memiliki pandangan yang  bersahaja. Dia berkata, ”Saya belajar untuk membuat jadwal sesuai kesanggupan. Saya biasanya beristirahat sejenak setelah melakukan suatu kegiatan. Kadang saya duduk atau berbaring untuk membaca atau mendengarkan musik. Saya sadar kalau saya sudah tidak bisa aktif lagi seperti dulu.”



Pria lansia sedang memasang dasi



Hendaklah seimbang
HENDAKLAH SEIMBANG: ”Wanita-wanita berdandan dengan pakaian yang ditata dengan baik, dengan kesahajaan.” (1 Timotius 2:9)  

Kata-kata ”pakaian yang ditata dengan baik” memaksudkan keseimbangan dan selera yang bagus. Barbara, umur 74, dari Kanada berkata, ”Saya berusaha tampil rapi dan bersih. Saya tidak mau kelihatan lusuh karena berpikir ’saya sudah tua, jadi saya boleh pakai apa saja.’” Fern, umur 91, dari Brasil berkata, ”Kadang-kadang, saya beli baju baru supaya senang.” Bagaimana dengan pria yang sudah lansia? Antônio, umur 73, dari Brasil berkata, ”Saya berusaha tampil rapi, dan memakai baju yang bersih dan enak dilihat.” Dan mengenai kebersihan, dia berkata, ”Saya mandi dan bercukur setiap hari.”

Di sisi lain, jangan sampai kita jadi terlalu khawatir soal penampilan sampai-sampai tidak ’berpikiran sehat’. Bok-im, umur 69, dari Korea Selatan memiliki pandangan yang benar soal pakaian. Dia berkata, ”Saya sadar kalau sekarang saya tidak cocok lagi pakai baju yang saya pakai saat saya muda dulu.”



Pria lansia senang memainkan piano untuk istrinya



Hendaklah positif
HENDAKLAH POSITIF: ”Seluruh hari-hari orang yang menderita adalah buruk; tetapi orang yang gembira hati berpesta senantiasa.” (Amsal 15:15

Saat kita semakin tua, kita mungkin merasa sedih jika mengingat masa muda dan hal-hal yang bisa kita lakukan dulu. Ini memang wajar. Tapi, jangan sampai keadaan itu membuat Anda patah semangat. Kalau terus-terusan memikirkan masa lalu, kehidupan kita bisa tampak suram dan jadi tidak bersemangat melakukan apa pun. Joseph, umur 79, dari Kanada berkata, ”Saya berusaha menikmati hal-hal yang bisa saya lakukan dan tidak menangisi hal-hal yang sudah tidak sanggup lagi saya lakukan.”

Membaca dan belajar juga bisa membuat Anda merasa lebih bahagia dan lebih bersikap terbuka. Maka, sebisa mungkin, carilah kesempatan untuk belajar hal baru. Ernesto, umur 74, dari Filipina sering pergi ke perpustakaan dan membaca buku-buku yang menarik. Ia berkata, ”Saya masih suka dengan serunya petualangan, karena saya bisa membayangkan perjalanan menarik melalui apa yang saya baca.” Bahkan, Lennart, umur 75, dari Swedia tidak takut untuk belajar bahasa baru.



Wanita lansia memberikan hadiah kepada temannya



Hendaklah murah hati
HENDAKLAH MURAH HATI: ”Praktekkanlah hal memberi, dan kamu akan diberi.” (Lukas 6:38)  

Hendaklah menyediakan waktu dan suka memberi. Ini akan membuat Anda merasa puas dan bahagia. Hosa, umur 85, dari Brasil berusaha membantu orang lain walaupun memiliki keterbatasan fisik. Dia berkata, ”Saya menelepon teman yang sakit atau sedih dan menulis surat untuk mereka. Kadang saya memberi mereka hadiah. Saya juga senang memasak atau membuat makanan kecil untuk mereka yang sakit.”

Kalau kita murah hati, orang lain juga akan bersikap murah hati terhadap kita. Jan, umur 66, dari Swedia berkata, ”Ketika kita menunjukkan kebaikan, orang lain juga akan menunjukkan kebaikan dan kasih kepada kita.” Memang, orang yang murah hati membuat suasana jadi akrab dan orang lain pun jadi senang.

HENDAKLAH RAMAH: ”Orang yang mengasingkan diri akan mencari keinginannya yang mementingkan diri; terhadap semua hikmat yang praktis ia akan meledak.” (Amsal 18:1)  

Kadang, ada saatnya kita ingin sendirian. Tapi jangan sampai kita mengasingkan diri. Innocent, umur 72, dari Nigeria, senang berkumpul dengan teman-temannya. ”Saya senang bergaul dengan siapa saja, tua ataupun muda.” Börje, umur 85, dari Swedia berkata, ”Saya berusaha untuk bergaul dengan orang-orang yang masih muda. Semangat mereka buat saya merasa muda lagi.” Sesekali Anda bisa mengundang teman-teman. Hansik, umur 72, dari Korea Selatan berkata, ”Saya dan istri senang mengundang teman-teman yang tua ataupun muda untuk bergaul dan makan malam bersama.”



Orang-orang dari berbagai usia sedang bergaul dan menikmati makanan



Hendaklah ramah
Orang yang ramah senang berkomunikasi. Komunikasi berarti kita tidak hanya berbicara, tapi juga mau mendengarkan. Tunjukkan perhatian kepada orang lain. Helena, umur 71, dari Mozambik berkata, ”Saya ramah dan memperlakukan orang lain dengan respek. Saya mendengarkan orang lain supaya mengerti perasaan dan sifat mereka.” José, umur 73, dari Brasil berkata, ”Orang-orang senang kalau didengar. Mereka senang dengan orang yang memperlihatkan empati, minat, suka memuji dengan tulus, dan punya rasa humor.”

Saat berbicara, ingatlah agar kata-kata kita ”dibumbui dengan garam”. (Kolose 4:6) Berpikirlah dulu sebelum berbicara dan kata-kata kita hendaknya memberi pengaruh baik bagi orang lain.

HENDAKLAH BERSYUKUR: ”Nyatakanlah rasa syukurmu.” (Kolose 3:15) Ketika kita dibantu, tunjukkan penghargaan. Pernyataan terima kasih menciptakan hubungan baik. Marie-Paule, umur 74, dari Kanada berkata, ”Saya dan suami baru saja pindah dari rumah ke apartemen. Ada banyak teman-teman yang bantu kami. Kami sangat bersyukur. Kami mengirim kartu ucapan terima kasih untuk mereka semua dan mengundang beberapa untuk makan malam bersama.” Jae-won, umur 76, dari Korea Selatan, bersyukur karena selalu diantar ke Balai Kerajaan. Dia berkata, ”Saya sangat bersyukur atas bantuan ini dan saya selalu menawarkan uang bensin. Kadang-kadang, saya juga menyiapkan hadiah dengan ucapan terima kasih.”

Di atas segalanya, bersyukurlah atas kehidupan. Raja Salomo yang bijak mengingatkan kita, ”Anjing yang hidup lebih baik keadaannya daripada singa yang mati.” (Pengkhotbah 9:4) Ya, sikap yang benar dan kemauan untuk menyesuaikan diri bisa membuat kita tetap bahagia di hari tua.



Wanita lansia menulis surat



Hendaklah bersyukur

Saling Menolong Bertumbuh dalam Kasih

diambil dari email group Uni-kas Rabu 16 Agustus 2017

Rabu, 16 Agustus 2017
Pekan Biasa XIX
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Matthew 18:15-20

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka."

Tuhan Yesus Kristus terkasih, bantulah aku menjadi sarana damaiMu. Aku percaya bahwa dalam Dikau Allah adalah lebih rahim dan berkuasa tanpa batas dibandingkan kedosaanku. Saat dosa bertambah banyak rahmatMu berlimpah (Roma 5:20).

Tuhan Yesus Kristus terkasih, anugerahilah aku kasih untuk dengan kerahiman saling mengoreksi. Itulah tugas penuh karya kasih. Motivasiku harus untuk membantu sesama secara benar bukan untuk menghancurkan.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam Adorasi Ekaristi Abadi, aku mohon padaMu ajarilah aku mengampuni dan berdoa untuk mereka yang bersalah padaku. Berilah aku juga kerendahan hati untuk mau dikoreksi. Bantulah aku saling membantu kini dan selamanya. Amin.

Girlan Ungaran, 15/8/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Lamunan Pekan Biasa XIX

Rabu, 16 Agustus 2017

Matius 18:15-20

18:15. "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
18:16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
18:17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang dapat yakin bahwa hidup keagamaan terutama berkaitan dengan tatanan-tatanan yang ada di dalamnya. Dalam agama ada tatanan peribadatan dan berbagai perilaku.
  • Tampaknya, orang yang sungguh menghayati hidup beragama akan mentaati tatanan-tatanan yang ada. Segala hidup hariannya dilandaskan pada ketaatan dalam hidup beragama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, setaat apapun seseorang menjalani tata aturan agama, dia belum tentu menghayati kesejatian hidup beragama kalau tidak dilandasi keterbukaan untuk menjalin hubungan personal yang tidak eksklusif  baik dalam kebersamaan perorangan maupun kelompok kecil yang sesungguhnya membuat orang berada secara langsung dengan daya ilahi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yakin bahwa kesediaan hidup bersama yang menghangatkan hubungan personal tanpa pandang bulu membuat orang sungguh menghayati Tuhan.
Ah, beragama sejati itu yang menjalani apa yang diperintahkan dan dilarang oleh tatanan agama.

Monday, August 14, 2017

Wisata Kuliner


Bagaimanapun yang namanya kaum usia lanjut dan atau difabel adalah orang-orang yang sudah berada dalam kondisi fisik yang tak mudah untuk bermobilisasi. Untuk yang sudah mengalami kesulitan berjalan, kursi roda menjadi hal yang amat membantu. Di Domus Pacis ketujuh rama penghuni sudah diwarnai oleh penggunaan kursi roda dalam hidup hariannya. Peristiwa misa harian dan makan bersama tiga kali sehari menjadi acara rutin parade berkursi roda. Hal ini tentu sungguh membuat kesulitan kalau harus pergi bersama misalnya untuk melayat atau menghadiri hajatan imamat.


Meskipun demikian, untuk para rama Domus pergi bersama tetap dimungkinkan. Selain karyawan, para rama Domus Pacis boleh mengalami keberadaan relawan relawati yang bersedia membantu keperluan dan acara Domus seperti Novena Domus, penyediaan masakan, pengadaan fasilitas-fasilitas lain. Lebih dari 90 orang terlibat yadi relawan Domus. Hal ini termasuk kalau harus pergi bersama seperti yang terjadi pada Sabtu 12 Agustus 2017. Pada bulan Juli Rm. Bambang menerima sejumlah uang yang berasal dari tamu perorangan dengan pesan "Kangge jajan nggih, rama" (Untuk jajan ya, rama). Sebenarnya Rm. Bambang berpikir barangkali itu untuknya pribadi. Tetapi karena jumlah uang bisa untuk orang serumah, maka pada waktu makan bersama Rm. Bambang berkata "Aku entuk sumbangan nggo jajan. Yok kapan jajan bareng" (Aku mendapat uang sumbangan untuk jajan. Kapan kita jajan bersama). Dari pembicaraan bersama ditetapkanlah tanggal 12 Agustus 2017 sebagai hari pelaksanaan. Sayang, pada waktu pelaksanaan Rm. Agoeng tak dapat ikut karena harus pulang ke Klaten untuk menunggu ayahnya yang sakit. Pada hari itu ada tiga mobil membawa tujuh rama disertai oleh 2 orang karyawan (Pak Tukiran dan Mas Abas), 2 orang pramurukti (Mbak Tri dan Mas Win), dan 4 orang relawan (Mas Handoko, Mas Ega, Bu Rini dan Bu Riwi). Mereka berangkat dari Domus Pacis pada jam 14.15. Jajan bersama terjadi di Rumah Makan Muara Kapuas di Kamdanen. Bagi Domus Pacis ini sudah merupakan wisata kuliner istimewa yang terjadi paling kerap terjadi enam bulan sekali.

Yesus Kristus Aku MengasihiMu

diambil dari email group Unio-kas

Selasa, 15 Agustus 2017
Pekan Biasa XIX
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mat 18:1-5.10.12-14

Sekali peristiwa datanglah murid-murid dan bertanya kepada Yesus, "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil, dan menempatkannya di tengah tengah mereka, lalu berkata, "Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang."

Tuhan Yesus Kristus terkasih, Engkau bersabda padaku dengan amat jelas bahwa setiap hidup itu berharga di mataMu. Setiap pribadi yang kujumpai amat berharga dan tak tergantikan.

Tuhan Yesus Kristus bantulah aku menunjukkan keramahan kepada yang tertolak. Aku ingin melakukan segala sesuatu bagi mereka. Betapa agung namaMu, Tuhan, mengatasi segala bumi. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi aku berdoa mohon kerendahan hati kini dan selamanya. Amin.

Wisma Perdamaian Semarang, 14/8/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊ ·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.