Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, January 17, 2017

Sabda Hidup


Rabu, 18 Januari 2017
Margareta dr Hungaria, Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani
warna liturgi Hijau 
Bacaan
Ibr. 7:1-3,15-17; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 3:1-6. BcO Rm 6:1-11

Markus 3:1-6:
1 Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. 2 Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. 3 Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!" 4 Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. 5 Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. 6 Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

Renungan:
Banyak para calon kepala daerah menyampaikan kampanye yang membuai masyarakat. Mereka menjanjikan perbaikan fasilitas publik, memberikan bantuan langsung, memberikan dana untuk dinamika warga, tidak akan menggusur siapapun (walau orang itu salah) dan lain-lain. Mereka pintar membuai warga demi suatu jabatan kepala daerah. Dan tidak sedikit warga yang terbuai dengan bujukan tersebut. Mereka menjadi kecewa kala ketika yang dipilih ternyata bertindak berbeda dengan yang dikampanyekan.
Yesus tahu kalau hari Sabat tidak boleh bekerja. Semua orang mesti menaati hal tersebut. Tampaknya orang-orang pun saling melihat siapa yang melanggar aturan tersebut. Namun Yesus berani melakukan sesuatu demi keselamatan orang tersebut. Ia menyembuhkan orang yang sakit pada hari Sabat. BagiNya keselamatan orang jauh lebih bernilai daripada taat kaku dengan hukum Sabat. Menyelamatkan seseorang tidak bisa dibatasi oleh hukum Sabat.
Rasanya kita juga tidak perlu membodohi dan membuai orang-orang di sekitar kita. Kita tidak perlu takut untuk menggusur kalau hal tersebut memang diperlukan. Jangan sampai kita korbankan orang lain demi jabatan yang kita incar. Kita tidak perlu takut mengerjakan yang baik walau mungkin terkesan melanggar sesuatu. Kuncinya tindakan kita membawa keselamatan kepada mereka yang terkena.

Kontemplasi:
Bayangkan kisah dalam Injil Mrk. 3:1-6. Bandingkan dengan pengalamanmu?

Refleksi:
Apa yang akan kaulakukan kala anda tahu harus melakukan itu namun kalau melakukannya anda melanggar aturan yang ada?

Doa:
Tuhan semoga aku tetap mengedepankan keselamatan dan kebahagiaan banyak orang dalam segala tindakan dan pilihan hidupku. Amin.

Perutusan:
Aku akan mengutamakan keselamatan sesama dalam kata dan tindakanku. -nasp-

Monday, January 16, 2017

Empat Belas Masalah Kesehatan Utama Pada Lansia



Penampilan penyakit pada lanjut usia (lansia) sering berbeda dengan pada dewasa muda, karena penyakit pada lansia merupakan gabungan dari kelainan-kelainan yang timbul akibat penyakit dan proses menua, yaitu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri serta mempertahankan struktur dan fungsi normalnya, sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita.

Demikian juga, masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia berbeda dari orang dewasa, yang menurut Kane dan Ouslander sering disebut dengan istilah 14 I, yaitu immobility (kurang bergerak), instability (berdiri dan berjalan tidak stabil atau mudah jatuh), incontinence (beser buang air kecil dan atau buang air besar), intellectual impairment (gangguan intelektual/dementia), infection (infeksi), impairment of vision and hearing, taste, smell, communication, convalescence, skin integrity (gangguan pancaindera, komunikasi, penyembuhan, dan kulit), impaction (sulit buang air besar), isolation (depresi), inanition (kurang gizi), impecunity (tidak punya uang), iatrogenesis (menderita penyakit akibat obat-obatan), insomnia (gangguan tidur), immune deficiency (daya tahan tubuh yang menurun), impotence (impotensi).

Masalah kesehatan utama tersebut di atas yang sering terjadi pada lansia perlu dikenal dan dimengerti oleh siapa saja yang banyak berhubungan dengan perawatan lansia agar dapat memberikan perawatan untuk mencapai derajat kesehatan yang seoptimal mungkin.

Kesehatan
    • Kurang bergerak: gangguan fisik, jiwa, dan faktor lingkungan dapat menyebabkan lansia kurang bergerak. Penyebab yang paling sering adalah gangguan tulang, sendi dan otot, gangguan saraf, dan penyakit jantung dan pembuluh darah.
    • Instabilitas: penyebab terjatuh pada lansia dapat berupa faktor intrinsik (hal-hal yang berkaitan dengan keadaan tubuh penderita) baik karena proses menua, penyakit maupun faktor ekstrinsik (hal-hal yang berasal dari luar tubuh) seperti obat-obat tertentu dan faktor lingkungan.
      Akibat yang paling sering dari terjatuh pada lansia adalah kerusakan bahagian tertentu dari tubuh yang mengakibatkan rasa sakit, patah tulang, cedera pada kepala, luka bakar karena air panas akibat terjatuh ke dalam tempat mandi.
      Selain daripada itu, terjatuh menyebabkan lansia tersebut sangat membatasi pergerakannya.
      Walaupun sebahagian lansia yang terjatuh tidak sampai menyebabkan kematian atau gangguan fisik yang berat, tetapi kejadian ini haruslah dianggap bukan merupakan peristiwa yang ringan. Terjatuh pada lansia dapat menyebabkan gangguan psikologik berupa hilangnya harga diri dan perasaan takut akan terjatuh lagi, sehingga untuk selanjutnya lansia tersebut menjadi takut berjalan untuk melindungi dirinya dari bahaya terjatuh.
    • Beser: beser buang air kecil (bak) merupakan salah satu masalah yang sering didapati pada lansia, yaitu keluarnya air seni tanpa disadari, dalam jumlah dan kekerapan yang cukup mengakibatkan masalah kesehatan atau sosial. Beser bak merupakan masalah yang seringkali dianggap wajar dan normal pada lansia, walaupun sebenarnya hal ini tidak dikehendaki terjadi baik oleh lansia tersebut maupun keluarganya.
      Akibatnya timbul berbagai masalah, baik masalah kesehatan maupun sosial, yang kesemuanya akan memperburuk kualitas hidup dari lansia tersebut. Lansia dengan beser bak sering mengurangi minum dengan harapan untuk mengurangi keluhan tersebut, sehingga dapat menyebabkan lansia kekurangan cairan dan juga berkurangnya kemampuan kandung kemih. Beser bak sering pula disertai dengan beser buang air besar (bab), yang justru akan memperberat keluhan beser bak tadi.
    • Gangguan intelektual: merupakan kumpulan gejala klinik yang meliputi gangguan fungsi intelektual dan ingatan yang cukup berat sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas kehidupan sehari-hari.
      Kejadian ini meningkat dengan cepat mulai usia 60 sampai 85 tahun atau lebih, yaitu kurang dari 5 % lansia yang berusia 60-74 tahun mengalami dementia (kepikunan berat) sedangkan pada usia setelah 85 tahun kejadian ini meningkat mendekati 50 %. Salah satu hal yang dapat menyebabkan gangguan interlektual adalah depresi sehingga perlu dibedakan dengan gangguan intelektual lainnya.
    • Infeksi: merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting pada lansia, karena selain sering didapati, juga gejala tidak khas bahkan asimtomatik yang menyebabkan keterlambatan di dalam diagnosis dan pengobatan serta risiko menjadi fatal meningkat pula.
      Beberapa faktor risiko yang menyebabkan lansia mudah mendapat penyakit infeksi karena kekurangan gizi, kekebalan tubuh:yang menurun, berkurangnya fungsi berbagai organ tubuh, terdapatnya beberapa penyakit sekaligus (komorbiditas) yang menyebabkan daya tahan tubuh yang sangat berkurang. Selain daripada itu, faktor lingkungan, jumlah dan keganasan kuman akan mempermudah tubuh mengalami infeksi.
    • Gangguan pancaindera, komunikasi, penyembuhan, dan kulit: akibat prosesd menua semua pancaindera berkurang fungsinya, demikian juga gangguan pada otak, saraf dan otot-otot yang digunakan untuk berbicara dapat menyebabkn terganggunya komunikasi, sedangkan kulit menjadi lebih kering, rapuh dan mudah rusak dengan trauma yang minimal.
    • Sulit buang air besar (konstipasi): beberapa faktor yang mempermudah terjadinya konstipasi, seperti kurangnya gerakan fisik, makanan yang kurang sekali mengandung serat, kurang minum, akibat pemberian obat-obat tertentu dan lain-lain.
      Akibatnya, pengosongan isi usus menjadi sulit terjadi atau isi usus menjadi tertahan. Pada konstipasi, kotoran di dalam usus menjadi keras dan kering, dan pada keadaan yang berat dapat terjadi akibat yang lebih berat berupa penyumbatan pada usus disertai rasa sakit pada daerah perut.
    • Depresi: perubahan status sosial, bertambahnya penyakit dan berkurangnya kemandirian sosial serta perubahan-perubahan akibat proses menua menjadi salah satu pemicu munculnya depresi pada lansia.
Namun demikian, sering sekali gejala depresi menyertai penderita dengan penyakit-penyakit gangguan fisik, yang tidak dapat diketahui ataupun terpikirkan sebelumnya, karena gejala-gejala depresi yang muncul seringkali dianggap sebagai suatu bagian dari proses menua yang normal ataupun tidak khas.

Gejala-gejala depresi dapat berupa perasaan sedih, tidak bahagia, sering menangis, merasa kesepian, tidur terganggu, pikiran dan gerakan tubuh lamban, cepat lelah dan menurunnya aktivitas, tidak ada selera makan, berat badan berkurang, daya ingat berkurang, sulit untuk memusatkan pikiran dan perhatian, kurangnya minat, hilangnya kesenangan yang biasanya dinikmati, menyusahkan orang lain, merasa rendah diri, harga diri dan kepercayaan diri berkurang, merasa bersalah dan tidak berguna, tidak ingin hidup lagi bahkan mau bunuh diri, dan gejala-gejala fisik lainnya.

Akan tetapi pada lansia sering timbul depresi terselubung, yaitu yang menonjol hanya gangguan fisik saja seperti sakit kepala, jantung berdebar-debar, nyeri pinggang, gangguan pencernaan dan lain-lain, sedangkan gangguan jiwa tidak jelas.
  • Kurang gizi: kekurangan gizi pada lansia dapat disebabkan perubahan lingkungan maupun kondisi kesehatan. Faktor lingkungan dapat berupa ketidaktahuan untuk memilih makanan yang bergizi, isolasi sosial (terasing dari masyarakat) terutama karena gangguan pancaindera, kemiskinan, hidup seorang diri yang terutama terjadi pada pria yang sangat tua dan baru kehilangan pasangan hidup, sedangkan faktor kondisi kesehatan berupa penyakit fisik, mental, gangguan tidur, alkoholisme, obat-obatan dan lain-lain.
  • Tidak punya uang: dengan semakin bertambahnya usia maka kemampuan fisik dan mental akan berkurang secara perlahan-lahan, yang menyebabkan ketidakmampuan tubuh dalam mengerjakan atau menyelesaikan pekerjaannya sehingga tidak dapat memberikan penghasilan.
    Untuk dapat menikmati masa tua yang bahagia kelak diperlukan paling sedikit tiga syarat, yaitu :memiliki uang yang diperlukan yang paling sedikit dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, memiliki tempat tinggal yang layak, mempunyai peranan di dalam menjalani masa tuanya.
  • Penyakit akibat obat-obatan: salah satu yang sering didapati pada lansia adalah menderita penyakit lebih dari satu jenis sehingga membutuhkan obat yang lebih banyak, apalagi sebahagian lansia sering menggunakan obat dalam jangka waktu yang lama tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan timbulnya penyakit akibat pemakaian obat-obat yaqng digunakan.
  • Gangguan tidur: dua proses normal yang paling penting di dalam kehidupan manusia adalah makan dan tidur. Walaupun keduanya sangat penting akan tetapi karena sangat rutin maka kita sering melupakan akan proses itu dan baru setelah adanya gangguan pada kedua proses tersebut maka kita ingat akan pentingnya kedua keadaan ini.
    Jadi dalam keadaan normal (sehat) maka pada umumnya manusia dapat menikmati makan enak dan tidur nyenyak. Berbagai keluhan gangguan tidur yang sering dilaporkan oleh para lansia, yakni sulit untuk masuk dalam proses tidur. tidurnya tidak dalam dan mudah terbangun, tidurnya banyak mimpi, jika terbangun sukar tidur kembali, terbangun dinihari, lesu setelah bangun dipagi hari.
  • Daya tahan tubuh yang menurun: daya tahan tubuh yang menurun pada lansia merupakan salah satu fungsi tubuh yang terganggu dengan bertambahnya umur seseorang walaupun tidak selamanya hal ini disebabkan oleh proses menua, tetapi dapat pula karena berbagai keadaan seperti penyakit yang sudah lama diderita (menahun) maupun penyakit yang baru saja diderita (akut) dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh seseorang. Demikian juga penggunaan berbagai obat, keadaan gizi yang kurang, penurunan fungsi organ-organ tubuh dan lain-lain.
(dr.Pirma Siburian Sp PD, pemerhati masalah kesehatan lansia dan dokter pada klinik lansia Klinik Spesialis Bunda Medan).

Sabda Hidup


Selasa, 17 Januari 2017
Peringatan Wajib St. Antonius
warna liturgi Putih 
Bacaan
Ibr. 6:10-20; Mzm. 111:1-2,4-5,9,10c; Mrk. 2:23-28; BcO Rm 5:12-21

Markus 2:23-28:
23 Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. 24 Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" 25 Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, 26 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu - yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam - dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya? 27 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, 28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."

Renungan:
Membaca bacaan hari ini saya teringat ketika aktif mengurusi bantuan untuk korban bencana. Waktu itu kami memberikan bantuan susu untuk bayi. Ketika funding membaca laporan itu mereka tidak setuju dan meminta semua bantuan susu ditarik karena menyalahi konvensi internasional. Kami coba menerangkan mengapa kami memberikan bantuan susu pengganti asi. Alasan itu masuk akal, maka kami pun tidak lagi harus menarik kembali susu yang telah kami bagikan.
Yesus dan para murid-Nya menyalahi konvensi hari Sabat. Para murid memetik gandum. Ketika dipertanyakan Ia pun memberikan contoh apa yang dilakukan Daud ketika pasukannya kelaparan di hari Sabat. Mereka malah mengambil makanan dari rumah ibadat, lebih parah dari para murid yang memetik gandum.
Rasanya kemanusiaan kadang-kadang harus menabrak konvensi yang ada. Kebutuhan asupan untuk bayi menabrak konvensi tentang asi, kebutuhan makan menabrak peraturan Sabat. Kemanusiaan jauh lebih kudu didahulukan daripada aturan yang ada. Ketika seseorang membutuhkan pertolongan untuk hidupnya maka itulah yang mesti didahulukan walau kadang melanggar aturan.

Kontemplasi:
Bayangkan dirimu ketika dihadapkan pada pilihan menolong manusia dan taat aturan.

Refleksi:
Bagaimana kita tetap mendahulukan kemanusiaan walau harus menghadapi aturan?

Doa:
Tuhan semoga aku selalu mendahulukan kebaikan banyak orang. Semoga karena kekuatan-Mu aku mampu mendahulukan rasa kemanusiaanku. Amin.


Perutusan:
Aku akan menjaga rasa kepedulianku walau harus beradapan dengan kakunya peraturan. -nasp-

Lamunan Peringatan Wajib


Santo Antonius, Abas
Selasa, 17 Januari 2017

Markus 2:23-28

2:23 Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.
2:24 Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
2:25 Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,
2:26 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu--yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam--dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?”
2:27 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
2:28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, beragama biasa dijadikan konsekuensi orang ber-Tuhan. Yang percaya akan Tuhan akan memeluk agama tertentu.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa orang sungguh ber-Tuhan akan taat pada apapun yang ada dalam agama. Orang ber-Tuhan ada di bawah tata aturan agama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul mesra dengan kedalaman batin, segede dan sedalam apapun wibawa agama terhadap umat, bagaimanapun juga keberadaan agama bukan untuk diabdi oleh manusia tetapi untuk kepentingan kebaikan orang pada umumnya baik secarabersama maupun secara perorangan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menghayati hidup keagamaan sesuai dengan realita yang dihadapi dan disandang.
Ah, ketaatan pada apapun yang dalam agama itulah yang menjamin ketentraman.

Sunday, January 15, 2017

Tips Menjaga Kesehatan Penglihatan pada Lansia

diambil dari http://confidence-adultcare.com/tipsartikel/65


Sudah tidak bisa dipungkiri, kondisi tubuh setiap manusia pasti akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Secara umum, penurunan kondisi tubuh pada lansia menyebabkan gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, serta penurunan kemampuan berjalan. Untuk gangguan penglihatan sendiri, hal itu biasa dialami oleh lansia dengan umur 60 tahun ke atas, sehingga dapat dikatakan sebagai proses alami dan tak bisa dihindari.Gangguan sistem penglihatan pada lansia merupakan salah satu masalah krusial, karena penurunan fungsi penglihatan pada lansia membuat lansia menjadi kesulitan untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari.
  1. Mengonsumsi Ikan Salmon dan Makanan Kaya Omega 3 Ikan seperti salmon memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang sangat tinggi danbaik untuk menjaga kesehatan mata. Penelitian bahkan membuktikan bahwa nutrisi ikan salmon bisa mencegah kebutaan pada orang lanjut usia (lansia).
  2. Berhenti Merokok. Merokok dapat mempercepat kejadian katarak dan dapat menyebabkan keluhan mata kering serta tidak nyaman. Oleh karena itu, menghentikan kebiasaan merokok merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mata.
  3. Hindari Menggosok Mata. Gunakan tetes mata jika mata Anda kering, merah, dan berair. Hindari menggosok-gosok mata dengan menggunakan tangan, dan konsultasikan kesehatan mata lebih lanjut ke dokter jika memang kondisinya semakin parah.
  4. Lakukan Pemeriksaan Rutin. Pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan, apalagi jika kondisi penglihatan Anda semakin menurun. Mendatangani dokter mata 1 tahun sekali untuk melakukan check-up dan kontrol merupakan upaya tepat yang bisa Anda lakukan.
  5. Kurangi Menatap Layar Televisi. Menonton televisi memang merupakan salah satu kegiatan yang banyak dilakukan oleh lansia di rumah agar tidak merasa kesepian. Namun ada baiknya jika Anda juga mengurangi menonton televisi, karena sinar yang dihasilkan oleh televisi kurang baik untuk kesehatan organ penglihatan jika dilakukan secara berlebihan.

Rm. Tri Hartono Ngandika (16-1-2017)


Semua ada waktunya. Ada waktu untuk berpesta dan ada waktu untuk berpuasa. Ada waktu masih muda dan ceria, ada pula waktu menjadi tua dan sakit-sakitan. Semuanya perlu diterima, disyukuri dan dicari hikmahnya, karena setiap peristiwa pasti ada hikmah yang tersembunyi di balik peristiwa tersebut.

Lamunan Pekan Biasa II

Senin, 16 Januari 2017

Markus 2:18-22

2:18. Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
2:20 Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
2:21 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
2:22 Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, setiap agama memiliki praktek-praktek yang menjadi tradisi turun temurun. Umat diwajibkan untuk setia menjalani bentuk-bentuk yang telah ditentukan dalam tradisi.
  • Tampaknya, salah satu praktek tradisi keagamaan adalah berpuasa. Dalam tradisi hidup keagamaan yang disebut puasa membuat orang harus menghindari makan dan minum dalam hari dan waktu tertentu.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, kesejatian tradisi atau kebiasaan hidup keagamaan adalah untuk mengalami kebahagiaan ilahi secara nyata sehingga bentuk-bentuk yang dijalani akan disesuaikan dengan perkembangan zaman bahkan situasi dan kondisi hidup perorangan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan beragama dengan setia mempertahankan nilai-nilai yang ada dalam tradisi-tradisinya untuk dijalani secara dinamis sesuai dengan konteks realita hidup.
Ah, beragama itu berjuang setia menjalani bentuk-bentuk peninggalan tradisi.