Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, December 4, 2016

Lamunan Pekan II Adven

Senin, 5 Desember 2016

Lukas 5:17-26

5:17. Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.
5:18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.
5:19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.
5:20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."
5:21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
5:22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?
5:23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?
5:24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
5:25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.
5:26 Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, berbuat baik banyak dipandang sebagai keharusan hidup. Orang yang tak berbuat baik dapat dipersalahkan dan bahkan kalau sengaja menghindari perbuatan baik dapat disebut jahat.
  • Tampaknya, perbuatan sungguh-sungguh baik kalau dilakukan tanpa pandang bulu. Perbuatan juga sungguh baik kalau mengutamakan kaum papa dan menderita.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, perbuatan sehebat apapun karena jadi pertolongan bagi orang lain bahkan bagi yang papa dan menderita, itu tidak akan sungguh-sungguh baik kalau tidak berlandaskan pada penghayatan sikap sebagai duta pembangunan dan pengembangan keterbukaan terhadap kelemahan-kelemahan orang lain. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan pertama-tama menjadi pengampun untuk melandasi segala perbuatan baiknya.
Ah, pengampunan dosa itu adalah kegiatan agama.

Saturday, December 3, 2016

Membuat Hidroponik


Pada Sabtu 3 Desember 2016 jam 12.31 Rm. Agoeng lewat BBM mengirim foto deretan tempat-tempat air yang terpampang di bibir kolam besar dalam kebun kompleks Domus Pacis. "Niku programe napa mawon. Kula critakne teng Historia he he he ...." (Itu program apa saja? Akan saya ceritakan dalam Historia Domus he he he ..." kata Rm. Bambang juga lewat BBM dan Rm. Agoeng menjawab "Ketingale hidroponik dg memanfaatkan air kolam" (Tampaknya pembuatan hidroponik dengan memanfaatkan air kolam). Yang dibicarakan dua rama itu adalah program yang dilakukan oleh Rm. Yadi. Beberapa hari lalu Rm. Yadi bilang ke Rm. Agoeng bahwa akan ada relasinya yang akan menemui Rm. Agoeng. Orang itu katanya dari Banyumanik dan akan menawarkan pembuatan hidroponik di pinggiran kolam besar untuk menanam sayur-sayuran. Dari omongan Rm. Yadi dan Rm. Agoeng hidroponik itu akan mengitari pinggir kolam bagian selatan dan utara. Bagian barat dan timur yang berada di pinggir dekat lorong akan dijadikan tempat memancing ikan.

Di hari Sabtu itu ada tiga orang lelaki yang mengerjakan pralon-pralon baik besar maupun kecil. Pralon besar dan panjang diberi lobang-lobang. Ternyata lobang-lobang itu akan menjadi tempat untuk pot-pot menanam sayur-sayuran. Seorang perempuan, yang bernama Bu Rita, ternyata yang menjadi komandan. Beliaulah orang yang menjadi relasi Rm. Yadi untuk mengerjakan program pembuatan hidroponik. Air yang akan dipakai untuk memelihara tanaman memang memanfaatkan yang ada dalam kolam. Ada sebuah pralon kecil yang diberi kran untuk mengalirkan air dari dalam kolam. Bu Rita dulu memang berasal dari Banyumanik. Tetapi beliau kini tinggal di Bawen.

Lamunan Pekan II Adven

Minggu, 4 Desember 2016

Matius 3:1-12

3:1. Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:
3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."
3:4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
3:5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.
3:6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.
3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
3:9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang dapat merasa selalu terbuka terhadap kehadiran Tuhan karena memeluk agama tertentu. Agama dipandang menjadi jaminan orang bahagia lahir batin dan duniawi surgawi.
  • Tampaknya, dalam beragama bahkan bermasyarakat orang dapat merasa jauh lebih luhur dibandingkan dengan orang umum karena termasuk dalam keluarga besar keturunan tokoh perintis dan atau pembaru budi luhur. Orang sudah merasa beres dalam hidup karena ikut terlibat menjaga praktek bentuk-bentuk tradisi yang ditinggalkan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, seaktif apapun seseorang menjalani tatanan tradisi dalam agama dan selangsung serta sedekat apapun posisi keturunan seseorang dari tokoh perintis hidup luhur, kalau tidak terbuka hatinya terhadap segala kelemahan dan kekurangan serta tak memiliki perilaku demi kebaikan umum, dia sejatinya jauh dari lingkungan kehadiran Tuhan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan terbuka pada kehadiran Tuhan tak hanya dalam hidup keagamaan tetapi juga dalam perilaku baik yang bermanfaat bagi orang lain.
Ah, bagaimanapun dengan tekun jalani agama orang sudah satu dengan Tuhan.

Friday, December 2, 2016

Sabda Hidup


Minggu, 4 Desember 2016
HARI MINGGU ADVEN II
warna liturgi Ungu 
Bacaan
Yes. 11:1-10; Mzm. 72:1-2,7-8,12-13,17; Rm. 15:4-9; Mat. 3:1-12. BcO Yes. 14:1-21

Matius 3:1-12:
1 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: 2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" 3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." 4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. 5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. 6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. 7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? 8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. 9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

Renungan:
Banyak orang merasa bahwa leluhurnya akan menjamin dirinya dari urusan hukum. Seorang keturunan raja dan presiden yakin bahwa dirinya tidak akan tersentuh oleh hukum. Keyakinan itu rasanya keyakinan keliru. Tidak ada yang tidak tersentuh oleh hukum. Mereka yang berperilaku buruk, tak bermartabat dan korup pasti akan kena dalam kerangka hukum.
Yohanes menyebutkan bahwa keturunan tidak menjamin seseorang lepas dari dosa. Mereka yang mengaku sebagai keturunan Abraham sekalipun bisa masuk dalam lingkaran dosa kala mereka meninggalkan Allah dan bersekutu dengan setan. Pada mereka pun perlu pertobatan yang mendalam. Allah akan menerima mereka yang bertobat.
Sikap tobat menjadi landasan bagi semua orang untuk bisa merasakan kembali belas kasih Allah. Sebesar apapun dosa orang kala ia sungguh-sungguh bertobat maka Allah akan menerimanya dan memberikan belaskasih-Nya. Kita sebagai pengikut Allah pun dipanggil untuk mempunyai keluasan hati berbelas kasih. Dan kita pun juga tidak jatuh dalam kesombongan merasa tidak bersalah.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu sejenak. Lihatlah kesadaranmu akan dosa dan belas kasihmu.

Refleksi:
Tulislah semangat pengampunan yang mengalir dari Allah dalam dirimu.

Doa:
Tuhan terima kasih atas kemurahanmu menerima penyesalanku. Semoga aku pun mampu berbelas kasih kepada sesamaku. Amin.

Perutusan:
Aku akan mengakui kesalahanku dan mengembangkan belas kasihku. -nasp-

Ulasan Eksegetis Adven 2/A 4 Des 2016 (Mat 3:1-12)

diambil dari http://www.mirifica.net by on Jendela Alkitab, Mingguan


MENYELARASKAN LANGKAH

Dalam Mat 3:1-12 (Injil Minggu Adven II tahun A) dikisahkan bagaimana Yohanes Pembaptis tampil mengumumkan kedatangan Kerajaan Surga serta menyerukan agar orang bertobat. Dalam bahasa sekarang, seruan ini sama dengan ajakan memahami apa yang sedang terjadi dalam diri kita dan dunia sekitar.  Nada penuh berharap dalam bacaan pertama, Yes 11:1-10, dapat membantu memahami warta tadi. Di situ dinubuatkan kedatangan Raja Damai keturunan Isai (ayah raja Daud; leluhur Yesus juga. Bdk. Mat 1:5-6 Luk 3:32). Raja itu akan memperoleh kebijaksanaan (Yes 11: 1-2) untuk menegakkan keadilan (ay. 3-5) dan merukunkan mereka yang biasanya saling bermusuhan (ay. 6-9) dan dengan demikian ia menjadi pangkal harapan orang banyak (ay. 10).

DIUMUMKAN LAMA SEBELUMNYA

GUS: Matt, selamat datang! Langsung tanya ya, dari mana kauperoleh bahan mengenai Yohanes Pembaptis itu?
MATT: Dari diktat Mark – eh, bagi kalian Injil Santo Markus. Tapi kuolah kembali. Kuperjelas dengan bahan tambahan dari sumber lain, misalnya kata-kata Yohanes Pembaptis sendiri dalam ay. 2: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” yang tak dituliskan Mark. Ia mengatakan Yohanes memberitakan baptisan tobat untuk pengampuan dosa (Mrk 1:4) tanpa menyebut Kerajaan Surga sudah dekat, yang dikatakan oleh Yesus sendiri (Mrk 1:15, “Kerajaan Allah”; dibicarakan di bawah).
GUS: Ajakan Yohanes Pembaptis kok sama dengan yang diucapkan Yesus yang juga kautulis dalam Mat 4:17, sejajar dengan Mrk 1:15 tadi.
MATT: Kontinuitas, kawan, kontinuitas itu wajar! Orang hidup bukan asal ganti panutan. Warta Yesus itu melanjutkan dan melaksanakan hal-hal yang sudah disampaikan pendahulunya. Akan kita lihat nanti Yesus mengajar orang zamannya agar sampai pada inti Taurat, yakni ajaran-ajaran sudah jadi menjadi pegangan hidup turun-temurun. Ia mengajak orang merasukinya dan tidak tinggal di luar-luarnya.
GUS: Eh, kita kan bicara mengenai Yohanes Pembaptis dan belum tentang Yesus.
MATT: Yohanes Pembaptis kutampilkan sebagai suara yang berseru di padang gurun agar disiapkan jalan yang rata bagi dia yang akan datang itu (Yes 40:3). Yang sedang dinanti-nantikan itu akan datang dan memimpin kembali orang-orang ke dalam Kerajaan Surga lewat jalan yang rata tadi. Malah Mark menyisipkan nubuat yang sebenarnya berasal dari Maleakhi 3:1 “Lihatlah, aku menyuruh utusan-Ku mendahuluimu….” Utusan itu ialah Yohanes.
GUS: Banyak ahli mengatakan, kau tidak ikut mengutip ayat itu dengan alasan mau merapikan tulisan Mark yang menggabungkan ayat Maleakhi tadi bersama dengan kutipan dari Yesaya.
MATT: Coba tanya Luc saja deh, dia kan juga tidak mengutip Maleakhi (Luk 3:4-6).
GUS: Tapi Luc mengutip lebih, yakni Yes 40:3-5, bukan hanya ay. 3 seperti kamu.
MATT: Ia menulis bagi orang-orang yang tidak amat mengenal tulisan para nabi. Jadi kutipan itu diperluasnya supaya konteksnya jelas. Tetapi pembacaku dulu sudah cukup tahu Kitab Suci dan tak butuh diberi banyak-banyak. Yang penting mereka mengerti bahwa Yohanes datang dengan wibawa dari atas sana. Kalau ditengok kembali, memang sosok besar tidak tampil begitu saja, kata orang zaman sekarang, ada kredensialnya. Kedatangan Yesus dimaklumkan Yohanes Pembaptis. Dia sendiri diwartakan oleh Yesaya sang Nabi besar itu.

KEKUATAN-KEKUATAN YANG DI ATAS

GUS: Matt, mau tahu nih, sebetulnya, seruan dalam ayat-ayat Yesaya itu ditujukan kepada siapa?
MATT: Apa belum tahu?
GUS: Soalnya, dalam Yes 40:1-2 yang tidak ikut kaukutip, ada seruan Yang Mahakuasa kepada makhluk-makhluk ilahi agar mereka menghibur umat-Nya dan menyadarkan mereka bahwa hukuman mereka telah selesai. Apa bagimu ayat yang kauambil alih itu (Yes 40:3) masih juga menghimbau kekuatan-kekuatan itu agar menyiapkan jalan dan meluruskannya – bukan kepada manusia?
MATT: Tentu saja! Yohanes malah menggemakan seruan Yang Mahakuasa sendiri kepada kekuatan-kekuatan surgawi tadi. Yohanes akrab dengan mereka. Orang datang kepadanya minta dibaptis sebagai tanda bertobat dan agar disertai kekuatan-kekuatan tadi menemukan kembali jalan yang lurus.
GUS: Dalam kesempatan itu Yohanes juga mengatakan, akan datang orang “yang lebih berkuasa” dan yang akan membaptis dengan Roh Kudus dan api, tidak seperti dia yang membaptis dengan air. Penjelasannya?
MATT: Air membersihkan yang menempel di luar. Baptisan Yohanes melepaskan beban-beban rohani. Baptisan yang diberikan Yesus membuat orang bisa melangkah ringan, seperti dibawa Roh Kudus, dan membersihkannya sampai sedalam-dalamnya, seperti api memurnikan barang campuran. Ini arti baptisan dengan Roh Kudus dan api. Yohanes menambahkan, dia yang akan datang itu akan menyendirikan yang berisi Roh dan sudah murni tadi dari yang kopong, seperti orang menampi gandum dan memisahkannya dari sekam (ay. 12).
GUS: Ketika berkata bahwa ia tak layak “membawa kasutnya”, apakah Yohanes mau merendah?
MATT: Gini, bagi orang Yahudi, “membawa kasut” atau tindakan yang sehubungan dengan itu, “membuka tali kasut” yang muncul dalam tulisan Mark, Luc dan Oom Hans (Mrk 1:7 Luk 3:16 Yoh 1:27) itu kiasan yang berasal dari praktik hukum adat bertindak sebagai orang “yang diberi kuasa” bila orang yang berwenang terhalang. Yohanes hendak mengatakan, dirinya tak layak menerima kuasa mewakili Yesus!
GUS: Bisa kuteruskan penjelasan ini ke umat? Membantu.
MATT: Kami dulu berusaha mengartikan perkara-perkara yang mereka alami serta merumuskannya dalam cara bicara orang yang kami layani. Memang penting mengartikan pengalaman dan merumuskannya kembali dengan bahasa yang bisa dimengerti. Jangan buat umat terombang-ambing pembicaraan ini atau itu.

KERAJAAN SURGA

Kata Yunani “basileia”, yang biasa diterjemahkan sebagai “Kerajaan”, dipakai untuk membicarakan wibawa seorang raja, termasuk juga orang-orang yang mengakui kuasanya, bukan hanya terbatas pada gagasan wilayah seperti bila kita berbicara mengenai “kerajaan Majapahit” misalnya. Istilah Inggris “kingdom” sebenarnya tidak amat tepat, banyak yang lebih suka memakai pengertian “reign”. Tapi agar tidak memperumit perkaranya, kita pakai saja “Kerajaan Surga” dengan sekadar penjelasan.

GUS: Kembali ke pokok yang tadi sudah sedikit kita bicarakan. Yohanes berseru bahwa “Kerajaan Surga” sudah dekat (Mat 3:2). Injil lain lebih memakai “Kerajaan Allah”. Kau menyebutnya Kerajaan Surga, untuk menghormat, begitukah?
MATT: Kalau mau dibilang menghormat boleh saja. Tapi ada yang lebih penting. Dengan mengatakan Kerajaan Surga, jadi lebih jelas bahwa kenyataan yang dimaksud itu bukan dari dunia sini. Orang tidak perlu mengimpikan bahwa sebentar lagi akan terwujud pemerintahan di bumi dengan Mesias dari Allah sebagai pucuk pimpinannya. Ini masalah kami dulu. Ada sementara pihak yang mengira Yesus akan mendirikan pemerintah baru lengkap dengan pasukannya segala. Apa di zaman kalian tak ada kecenderungan seperti itu?
GUS: Apa dampaknya bagi kehidupan yang di sini sekarang?
MATT: Ah, diskusikan soal itu dengan dosen teologi sosial, mereka lebih tahu daripada penulis Injil. Tapi kalau boleh kukatakan, justru karena tidak masuk dalam sistem dunia ini maka kehadiran Kerajaan tadi dapat menjadi arahan batin orang yang mau bekerja sama meluruskan bumi ini. Eh, tergoda aku oleh gagasan menyelaraskan langkah dengan yang di atas sana itu, mengarah sama dengan yang di arah yang di atas sana itu, gitu dah ibaratnya.
GUS: Lewat baptisan roh dan api dalam artian yang kaujelaskan di atas?
MATT: Tentu saja, asal tidak begitu saja diartikan menjadi membaptis orang! Tapi ah tak usah kucampuri urusan pengaturan agama. Injil kan sumber inspirasi.

TUMBUH DAN BERBUAH

Masih sempat kami diskusikan kata-kata keras Yohanes Pembaptis terhadap orang Farisi dan orang Saduki yang datang minta ikut dibaptis (Mat 3:7-10). Kepala mereka seolah-olah diguyur air dingin supaya tidak mimpi bakal bisa lepas dari murka Tuhan kelak. Status keturunan Abraham bukan jaminan agar selamat. Yang perlu diusahakan, seperti ditegaskan sang Pembaptis (ay. 8) yakni, “…hasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan!” Kiasan menghasilkan buah itu amat dalam maknanya. Pertobatan saja belum cukup, meniatkan yang baik masih perlu tumbuh terus menjadi pohon, berbunga, mekar dan berbuah, tidak mandeg, mandul, kopong dan mengering. Bila tak menghasilkan buah, pohonnya hanya akan dikapak sampai ke akar-akarnya dan dimusnahkan (ay. 10). Ini peringatan bagi mereka yang picik batinnya, yang tak punya kepedulian yang sungguh akan hadirnya Yang Ilahi. Mereka itu orang-orang yang tidak mau membiarkan-Nya datang merasuki batin serta menumbuhkan niat untuk berbuah.

Salam,
A. Gianto

Sabda Hidup


Sabtu, 3 Desember 2016
Pesta St. Fransiskus Xaverius
warna liturgi Putih 
Bacaan
1Kor. 9:16-19,22-23; Mzm. 117:1,2; Mrk. 16:15-20. BcO Kis. 20:17-36

Markus 16:15-20:
15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." 19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. 20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Renungan:
Pesan terakhir seorang ayah sangat terekam di hati anak-anaknya. Mereka akan sangat ingat dengan apa yang dikatakan ayahnya di masa akhir hidupnya. Umumnya semua anggota keluarga pun akan menjaga dan mewujudkan pesan tersebut. Segala macam usaha akan dilakukan untuk tercapainya pesan itu.
Tuhan sebelum kenaikan-Nya pun memberikan pesan kepada murid-murid-Nya. Pesan itu jelas. Para murid pun menangkapnya dengan jelas. Maka mereka pun melaksanakan pesan tersebut. Sepanjang sejarah hidupnya para murid Kristus pun membawa warta tentang kabar gembira.
Kita pun mungkin pernah mendapatkan pesan-pesan istimewa dalam hidup kita. Pesan itu sungguh hidup dalam diri kita. Menuntun langkah dan sikap hidup kita. Bahkan tidak jarang kita bagikan kepada sesama dalam waktu dan situasi yang tepat. Kita bagikan pesan-pesan indah yang bisa menghantar orang menemukan kebahagiaan.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu. Bayangkan dirimu lagi mendapatkan pesan istimewa. Bayangkan dirimu menghidupi pesan tersebut.

Refleksi:
Bagaimana sikapku terhadap pesan-pesan istimewa?

Doa:
Bapa, semoga aku bisa menyimpan dan melaksanakan pesan-pesan istimewa-Mu. Berikanlah rahmat ketekunan untuk mewujudkannya. Amin.

Perutusan:
Aku akan menjalankan dan membagikan pesan-pesan istimewa. -nasp-

Thursday, December 1, 2016

Lamunan Pesta

Santo Fransiskus Xaverius, Imam
Sabtu, 3 Desember 2016

Markus 16:15-20

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
16:19. Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang akan disebut hebat kalau dalam berhadapan dengan orang lain dan atau kelompok mampu menghadirkan pencerahan. Bicaranya, baik secara lisan dan atau tertulis, dapat ditangkap secara jelas dan membuat hati ceria dan lega.
  • Tampaknya, orang akan makin disebut hebat kalau mampu menghadapi berbagai tantangan dan ancaman sebagai konsekuensi tugas kewajibannya. Dia selalu dapat terbebas dari segala kesulitan dan bahaya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, orang akan menyadari kehebatannya dalam berbicara dan kemampuannya membebaskan diri dari segala bahaya bukan terutama karena prestasi diri sendiri tetapi karena adanya campur tangan daya ilahi yang campur tangan ikut kerja dan memberikan peneguhan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan sadar bahwa dalam segala penghayatan hidup dan karyanya semua adalah untuk menjalani amanat yang bertahta dalam nuraninya.
Ah, kemampuan tampil baik di muka umum adalah modal mendapatkan kekayaan.