Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, June 28, 2017

Lamunan Hari Raya

Santo Petrus dan Santo Paulus, Rasul
Kamis, 29 Juni 2017

Matius 16:13-19

16:13. Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
16:14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di dalam agama ada gambaran bahwa hanya Tuhanlah yang menjadi penentu kehidupan yang ada kaitan dengan hidup abadi. Bahkan kemahakuasaan Tuhan adalah terhadap dunia dan sorga.
  • Tampaknya, kalau memiliki kekuasaan, manusia memilikinya hanya berada di lapisan duniawi. Ini terjadi ketika dia belum meninggal dunia sesuai dengan status sosialnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, dengan seterbatas dan sekecil apapun peran sosial yang dimiliki, kalau menghayati kesejatian hidup karena berperilaku sesuai dengan penyataan amanat hati nurani, orang dalam berkeputusan sungguh berkekuatan ilahi karena tidak hanya merambah yang duniawi tetapi juga membawa akibat sorgawi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mampu ambil bagian dalam kekuasaan ilahi.
Ah, segala yang sorgawi ada dalam kuasa Tuhan.

Mengimani Yesus, Putra Allah yang Hidup

diambil dari email group unio-kas 28 Juni 2017


Kamis, 29 Juni 2017
HR S. Petrus dan Paulus, Rasul
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mateus 16:13-19

Sekali peristiwa Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Lalu Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, "Apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya, "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, hari ini adalah Hari Raya St Petrus dan Paulus. Mereka mengerti siapakah Engkau dan Engkau memberkati mereka. Mereka masuk ke kedalaman relasi dengan Dikau saat mereka menyadari kelemahan-kelemahan mereka. Mereka tahu bahwa mereka tak lagi dapat mengandalkan diri mereka sendiri namun harus sama sekali tergantung padaMu.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam Gereja Katolik, St Petrus dan St Paulus sering digambarkan sebagai tiang penyangga iman. St Petrus adalah batu karang tempat GerejaMu dibangun. St Paulus adalah Rasul Segala Bangsa sebab Engkau memilih dia untuk mewartakan Kabar Baik kepada selain orang-orang Yahudi.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, saat kurayakan pesta hari ini, aku renungkan imanku. Imanku merupakan anugerah besar dari Allah yang kuterima saat aku dibaptis. Terima kasih Tuhan atas anugerah iman ini. Anugerahilah aku kemampuan untuk mewartakannya kepada sesama sebagai realitas yang hidup. Itu menuntut bahwa aku memberikan jawaban personal pada pertanyaan tentang siapakah Engkau. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, aku menjawab dengan cara personal, sambil memandang Dikau sebagai Mesias dan Putra Allah yang hidup. Engkaulah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Engkaulah penyelamatku selama-lamanya. Amin.

Girlan Ungaran, 28/6/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Tuesday, June 27, 2017

Anugerah Lebaran 2017


"Rama harus banyak minum, ya" kata perawat RS Panti Rapih Ruang Lukas 3 kepada Rm. Bambang di kamar 15 pada Senin pagi 26 Juni 2017. Rm. Bambang, yang masih harus berada di tempat tidur karena harus menyelesaikan aliran infus terakhir yang mulai dialirkan berbotol-botol sejak Sabtu pagi 24 Juni 2017, menjawab "Aku biasa banyak minum". Rm. Bambang memang biasa menghabiskan 1,7 liter dari bangun tidur hingga makan pagi. "Tapi kenapa sampai dehidrasi parah?" perawat lain yang juga ikut di kamar itu. "Dhek Jemuwah bar mangan esuk aku mulai nguyuh akeh banget liwat dubur. Teruuuus bola-bali sedina sewengi nganti Setu esuk ora rampung nganti aku tekan Panti Rapih. Nah, merga ngetokke banyu akeh aku wedi ngombe akeh" (Pada Jumat 23 Juni 2017 sesudah makan pagi aku mengalami diare tetapi yang keluar banyak air. Ini terus terjadi berkali-kali sehari semalam hingga Sabtu pagi sampai aku ke IGD RS Panti Rapih. Nah, karena banyak mengeluarkan air, aku takut banyak minum). "Rama itu ngawur. Itu salah besar. Banyak mengeluarkan air kok malah minum sedikit. Ya harus makin banyak minum dong" perawat pertama menyalahkan sikap Rm. Bambang yang langsung menyahut "Aku ki rama. Nek mung salah ra ngerti kaya ngono ra papa. Ilmu lan kesibukanku dudu soal lelara. Nek kowe sing kaya ngono, kuwi salah berat ha ha ha" (Aku kan rama. Kalau hanya salah hal seperti itu tidak apa-apa. Ilmu dan kesibukan harianku bukan soal penyakit. Kalau kamu yang berbuat seperti aku, itu menjadi kesalahan amat besar ha ha ha). Kedua perawat itu tertawa terbahak-bahak karena kata-kata Rm. Bambang yang beraroma humor.

Pada Sabtu 24 Juni 2017 sesudah makan pagi Rm. Bambang diantar Bu Rini mengendarai mobil memang menuju RS Panti Rapih. Di IGD dia banyak mengatakan "Berkali-kali" ketika ditanya oleh dr. Dian Juwitasari V. Maka dokter menulis "kurang lebih 20 kali" tanpa lendir, darah, tak mual, tak demam, makan dan minum bisa masuk. Ketika sudah masuk Ruang Lukas 315, Mas Handoko menyusul untuk mengambil mobil yang dibawa ke Panti Rapih oleh Rm. Bambang. Rm. Bambang hanya minta agar tak membuat berita. Mas Handoko dan istrinya memang datang di pagi hari berikutnya memberi informasi bahwa untuk bahan-bahan yang harus dimasak beres tersedia, karena untuk tanggal 25-26 Juni 2017 ada beberapa relawan masak yang berlibur sehingga tak dapat menyediakan lauk dan sayuran. Meskipun demikian pada Minggu keluarga Bu Mumun (suami, isteri dan satu anaknya) menjenguk. Pada hari yang sama Rm. Harto, Rm. Rusgiarto, Rm. Gito, Rm. Hadi di dampingi Mas Abas dan Mas Yanu juga datang. Terhadap peristiwa 3 hari 2 malam di Panti Rapih Rm. Bambang menulis di WAG Relawan DOMUS PACIS pada Selasa 27 Juni 2017 "Ha ha ha ..... Aku isa menikmati paring Dalem Gusti bebas seka acar rutin harian. Kebetulan juga segala urusan Domus, selama lebaran serta beberapa kebutuhan Novena Domus dan Ultah Imamat Rm. Agoeng dan Rm. Gito, udah terkerjakan. Matur nuwun Gusti, dipun paringi istirahat Lebaran. Nyuwun pangapunten para kadang relawan, kula mboten matur he he he" (Ha ha ha ..... Aku bisa menikmati anugerah Tuhan dapat bebas dari acara harian. Kebetulan juga segala urusan Domus, selama lebaran serta beberapa kebutuhan Novena Domus dan Ultah Imamat Rm. Agoeng dan Rm. Gito, sudah terkerjakan. Terima kasih Tuhan atas anugerah istirahat Lebaran Idul Fitri 2017). Kata-kata ini menanggapi ujaran yang muncul sehari sebelumnya:

Rini Sleman: Puji Tuhan Romo sudah kembali di kamarnya sendiri dan sudah bisa tersenyum ceria.... 😁😁😁😁
YM Martati Hadi Susanto: We lha dalah Rm.gerah to?? Nderek memuji Rm mugi enggal senggang
Rini Sleman: Iya bu Tatik dari hari jumat pagi2... Siang td dah kondor...
Ninik: We lha....rm Bambang gerah apa?
Rini Sleman: Pokoke.... Takut kentut... Krn klo kentut suuuur suuuur  keluar air sehari semalam 20x..maka di tahan tahan.. Jdlah harus opname... 😁😁😁😁😁
Mumun: Di rspr rm tidurnya bs angler🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Sri Sumanti: Nyuwun pangapunten romo mboten mireng nenawi gerah dados mboten sowan
Ninik:  Woalah....maaf rm, kami ga dengar lgpula di luar kota. Ndherek bingah rm sdh kembali sehat, smg sgr pulih..
lucia suratmi: Wah aku juga gak tahu he pastesan kok Iwuk wingi nakoke Rm Bambang sehat . yo take jawab sehat Wong gak ngerti yen gerah

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Ireneus, Uskup dan Martir
Rabu, 28 Juni 2017

Matius 7: 15-20

7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di era global perkembangan pesat tekhnologi dapat membuat berbagai keenakan. Obat-obat kimiawi dapat menghadirkan berbagai cita rasa selera yang nikmat dalam indera pengecapan.
  • Tampaknya, kemajuan tekhnologi juga dapat mengubah citra penampilan orang dengan mudah. Berbagai metode rias dan dandanan dapat mengubah wajah bahkan pewujudan orang.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, seenak dan seindah serta semenarik apapun untuk selera dan penampilan, orang harus hati-hati terhadap kemajuan pesat tekhnologi masa kini yang berkaitan dengan kebutuhan pangan dan penampilan karena dia dapat terperosok jatuh dalam cita rasa palsu yang justru amat merusak raga dan jiwanya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mengutamakan keselamatan diri dari pada mengikuti selera dan nafsu penampilan.
Ah, orang harus mengikuti selera dan penampilan masa kini agar tidak jatuh dalam kekolotan.

Menjadi Pohon Baik Berbuah Baik

diambil dari email group unio-kas 27 Juni 2017

Rabu, 28 Juni 2017
Pekan Biasa XII
PW S. Ireneus, Uskup dan Martir
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mateus 7:15-20

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, "Camkanlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Jadi dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka."

Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam Injil hari ini Engkau memberi aku tolok ukur sederhana namun satu-satunya yang aman dalam melihat sesama. Pohon baik berbuah baik dan tak dapat berbuah jelek! Aku akan menjadi pohon yang baik bila aku menghasilkan buah yang baik dalam hidupku. Sebaliknya, pohon yang jelek hanya akan berbuah jelek dan busuk.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, pohon yang baik tak seketika menjadi pohon yang jelek. Sebaliknya, tumbuh dalam kebaikan adalah bukti nyata. Dengan buah-buah kebaikanku, orang lain akan tahu kedalaman diriku yang sepantasnya. Engkau membuatku menjadi pohon baik dalam Roh Kudus yang memperkaya hidupku dan terbukti dalam sikap, kata dan tindakanku berupa kasih, kerahiman, kemurahan hati, kesetiaan iman, kelembutan, dan pengendalian diri sebagai bukti karya Allah dalam hidupku. Sebaliknya, orang yang berkarakter dendam, pelontar ujaran kebencian, dan ketidakmampuan mengampuni, mereka sudah pasti merupakan pohon jelek dengan buah yang jelek dan busuk. Dari hati dan mulut mereka hanya mengalir berita bohong, gosip dan teror kepada sesama.
Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam Adorasi Ekaristi Abadi, aku mohon bimbingan Roh Kudus dalam hidupku. Bantulah aku menjadi pohon baik seturut kehendakMu dan selalu menghasilkan buah yang baik dalam hidupku kini dan selamanya. Amin.

Girlan Ungaran, 27/6/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Monday, June 26, 2017

Rm. Tri Hartono Ngandika (27-6-2017)


"Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka".

Bagi kami kaum lansia dan atau sakit-sakitan, untuk berbuat sesuatu bagi orang lain sudah amat terbatas. Namun demikian walau pun sekecil dan sesederhana apa pun, selama masih bisa berbuat untuk orang lain, hendaklah diperbuat. Meskipun dengan kesulitan dan perjuangan. Semoga Tuhan memberkati kita semua, terutama kami kaum lansia dan atau sakit-sakitan. Amin.

Karyawan Domus dan Lebaran 2017


"Sakniki ramane dados kathah, nggih? Karyawane mesthi tambah berat bebane" (Sekarang jumlah rama di Domus Pacis menjadi banyak, ya? Beban kerja karyawan bertambah berat) kata Rm. Agoeng yang selama 20 hari baru saja pergi ke Canada dan Jepang sehingga tidak melihat kedatangan Rm. Rusgiarto dan Rm. Rio. Rm. Bambang kemudian memberikan informasi bahwa untuk Rm. Rio ada pramurukti 24 jam. Sedang untuk Rm. Rus pramurukti hanya bekerja dari jam 07.30-16.00 per hari. Meskipun demikian tambahan beban kerja terjadi pada Pak Tukiran dan Mas Abas, yaitu kedua karyawan yang selalu mendapatkan tugas lembur bila ada pramurukti Rm. Tri Wahyono dan Rm. Rio libur kerja. Yang paling tambah kerjaan adalah Mas Abas karena dalam keadaan biasa pada malam hari juga harus siap melayani Rm. Gito. Rm. Gito adalah salah satu penghuni yang paling banyak membunyikan bel untuk memanggil karyawan. Kalau dihitung jumlahnya, disamping 4 orang pramurukti, karyawan Domus Pacis ada 4 orang. Namun demikian, karena 6 orang rama sudah harus dilayani khusus, jumlah itu sebenarnya memang belum seimbang dari tanggungjawab kerja yang ada. Di luar mengurus para rama, masih ada kerjaan-kerjaan lain seperti menjaga kebersihan gedung dan kebun.

Kerjaan di Domus Pacis memang banyak. Akan tetapi, liburan karyawan tetap diterapkan. Hal ini termasuk dengan hari-hari besar. Dan saat ini ada juga kesempatan libur khusus Hari Raya Idul Fitri 2017. Setiap karyawan mendapatkan liburan 5 hari. Memang, liburan itu tidak dijalani bersama-sama. Yang mendapatkan liburan bersama hanya Pak Heru dan Bu Tari, karena keduanya adalah pasangan suami istri.Yang lain disesuaikan dengan hasil pembicaraan antar para karyawan dan juga dengan Rm. Bambang. Dalam liburan Rm. Bambang meminta selalu ada 2 orang yang masuk. Bu Rini membantu mencarikan 2 orang tenaga tambahan dari luar. Ketika jadual definitif sudah ada, ternyata Bu Tri, salah satu pramurukti, minta perubahan hari masuk. Hal ini kemudian digantikan oleh Pak Tukiran dengan status lembur kerja. Masa liburan Idul Fitri juga menyangkut para relawan masak. Beberapa relawan masak tidak dapat menyediakan masakan untuk para penghuni Domus Pacis. Di sini keluarga Mas Handoko-Mbak Sri, bagian dari relawan umum, membelanjakan bahan-bahan sayur dan lauk yang akan dimasak oleh tenaga tambahan yang didatangkan oleh Bu Rini.

Tanggal/Nama
Pak Tukiran
Pak Heru
Bu Tari
Mas Abas
Bu Tri
Bu Pipit
Mas Win
24 Juni
Masuk
Libur
Libur
Masuk
Libur
Libur
Masuk
25 Juni
Libur
Libur
Libur
Masuk
Libur
Libur
Masuk
26 Juni
Masuk
Libur
Libur
Libur
Libur
Libur
Masuk
27 Juni
Libur
Libur
Libur
Masuk
Libur
Libur
Masuk
28 Juni
Libur
Libur
Libur
Masuk
Masuk
Libur
Libur
29 Juni
Lembur
Masuk
Masuk
Libur
Tak Masuk
Masuk
Libur
30 Juni
Masuk
Masuk
Masuk
Libur
Masuk
Masuk
Libur
01 Juli
Libur
Masuk
Masuk
Masuk
Libur
Masuk
Libur
02 Juli
Masuk
Masuk
Masuk
Masuk