Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, March 28, 2017

Sabda Hidup

Rabu, 29 Maret 2017
Hari biasa Pekan IV Prapaskah
warna liturgi Ungu
Bacaan:
Yes. 49:8-15; Mzm. 145:8-9,13cd-14,17-18; Yoh. 5:17-30
BcO Ibr 9:1-14

Yohanes 5:17-30:
17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga." 18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. 19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. 20 Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. 21 Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. 22 Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, 23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. 24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. 25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. 26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. 27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. 28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. 30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Renungan:
Yesus menegaskan siapa diri-Nya dengan meyebut Allah sebagai Bapa. Ia sebagai Anak menghadirkan kekuasaan Bapa atas umat manusia. Barangsiapa mendengar-Nya akan memperoleh keselamatan. Pernyataan diri ini menguatkan orang Yahudi untuk menyingkirkan-Nya. Mereka menganggap Yesus menghujat Allah.
Bagi kita yang percaya, pernyataan Yesus ini melegakan hati. Pernyataan itu memberikan jaminan akan keselamatan yang diharapkan setiap manusia. Penyerahan diri dan kepercayaan pada-Nya membuka lebar pintu keselamatan Tuhan.
Di masa prapaskah ini marilah kita menegaskan kepercayaan kita pada Tuhan. Langkah laku pantang dan puasa kita menjadi jalan untuk memurnikan dan membersihkan diri kita dari segala dosa. Kita yakinkan diri kita bahwa Allah adalah pengasih. Ia Sang Keselamatan yang tak menginginkan satu pun anak-Nya tersesat.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu. Bayangkan dirimu bertemu dengan Tuhan Yesus.  Dengarkan sabda-Nya.

Refleksi:
Bagaimana membangun kepasrahan pada karya keselamatan Tuhan?

Doa:
Tuhan, aku percaya Engkau mencintaiku. Engkau tak akan membiarkan aku tersesat. Selamatkanlah aku. Amin.

Perutusan:
Aku berserah pada karya penyelamatan Tuhan. -nasp-

Lamunan Pekan Prapaskah IV

Rabu, 29 Maret 2017

Yohanes 5:17-30

5:17. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga."
5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
5:19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
5:20 Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
5:21 Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
5:22 Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
5:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
5:27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
5:29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, bekerja menjadi pewujudan diri sebagai kewajaran hidup. Apalagi di era global orang dituntut mampu bekerja secara profesional sesuai dengan bidang dan atau minatnya.
  • Tampaknya, pada jaman kini entah secara resmi atau dengan ketentuan diri orang yang bertanggungjawab dalam bekerja akan dihadapkan dengan job description. Di situ ada uraian hal-hal yang harus dilakukan dalam melaksanakan pekerjaan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, seseorang akan tekun menjalani pekerjaan bukan terutama karena tuntutan job description dan tanggungjawab mencari nafkah, tetapi karena kesadaran diri meneladan cahaya relung kalbu yang selalu tekun penuh kasih melakukan pendampingan dalam menjalani hidup. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan tahan menghadapi tantangan apapun dalam menjalani tugas.
Ah, kadar kerja ya tergantung besar imbalan yang akan diperoleh.

Monday, March 27, 2017

Mana yang lebih unggul, antara telur bebek dan telur ayam

diambil dari http://www.carakhasiatmanfaat.com


Lebih bagus mana, Gizi telur Bebek atau Telur Ayam?Sebenarnya telur bebek jauh lebih unggul daripada telur ayam, dengan rasa yang sama namun lebih kaya akan nutrisi. Hal ini kemungkinan juga dipengaruhi oleh makanan bebek, dimana yang cara pemeliharaannya dengan diangon – tentu masih memperoleh makanan organik dan alami. Berikut perbandingan lengkap antara telur bebek VS. Telur ayam:
  • Telur itik mengandung nutrisi dua kali lebih banyak daripada telur ayam, dan memiliki cangkang lebih tebal sehingga lebih awet masa simpannya. 
  • Hanya telur bebek yang baik untuk dibuat telur asin, karena selain cagkangnya lebih kuat, juga lebih besar, lebih kenyal, dan lebih enak hasilnya. 
  • Telur itik lebih kaya akan Albumin, sehingga lebih pulen dan kering jika untuk membuat kue. 
  • Telur Bebek mengandung lebih banyak asam lemak Omega 3, yang penting untuk meningkatkan kesehatan otak dan kulit. 
  • Telur Bebek lebih alkali, yaitu bisa membuat kondisi lebih basa. Ini merupakan manfaat yang besar bagi pasien kanker, karena sel-sel kanker tidak bisa berkembang dalam lingkungan alkali. Telur ayam justru membuat tubuh lebih banyak asam . 
  • Orang yang biasa alergi jika makan telur ayam, maka Telur itik tidak akan menimbulkan reaksi alergi bagi mereka. 
  • Bebek biasanya diberi makan dengan jalan diangon dan diberi pejantan, sehingga telurnya lebih organik. Sementara telur ayam peternakan bertelur menggunakan obat (tanpa pembuahan), serta kemungkinan juga mengandung antibiotik dan obat-obatan lain. Jadi jelas, jika telur bebek lebih sehat. 
  • Telur bebek memiliki perbandingan nutrisi 6x Vitamin D, Vitamin A 2x , dan 2x kandungan kolesterol daripada telur ayam. Vitamin E dalam telur bebek lebih banyak sekitar 75 % dari pada Vitamin E dalam telur ayam. Kabarnya juga telur itik lebih tinggi vitamin K2, lebih tinggi kalori dan lemak untuk kuantitas berat yang sama. Kuning telur bebek lebih gelap, ini menunjukkan kepadatan nutrisi yang lebih tinggi. 
  • 100 gr telur itik menyediakan sekitar 185 KCal energi, dan telur ayam adala149 KCal energi. Jadi jika Anda makan telur bebek, maka akan mendapat keuntungan selisih energi 34KCal. 
  • Kedua jenis telur ini memiliki kandungan karbohidrat yang sama, namun kadar protein sedikit lebih tinggi telur itik dibandingkan dengan telur ayam. Dalam hal kandungan mineral keduanya sama yaitu selenium, mangan, seng, tembaga, kalium, natrium, fosfor, kalsium dan zat besi, hanya saja kadarnya lebih tinggi sedikit untuk telur bebek. 
  • Kedua jenis telur ini juga mengandung Vitamin B kompleks, vitamin D dan vitamin A, namun lebih banyak untuk telur bebek . 
  • 100 gm telur bebek mengandung sekitar 3,68 gram lemak jenuh, jauh lebih banyak dari telur ayam yang hanya 3,1 gr dalam telur ayam. Sementara itu kandungan lemak tak jenuh tunggal(lemak baik) telur bebek sekitar 50 % lebih banyak dari telur ayam. 
  • Profil kandungan asam amino sama untuk kedua telur, akan tetapi telur bebek masih lebih banyak. Asam amino adalah termasuk treonin, isoleusin, trytophan, leusin, metionin, lisin, sistin, tirosin, fenilalanin, valin, serin, glisin, prolin, asam aspartat, histidin, alanin, dan arginin. 
  • Rasa dan tekstur dari kedua telur ini berbeda, dan menurut banyak orang lebih enak untuk telur itik.                       
Sekilas kata tentang telur dan kolesterol

Nilai minus telur bebek adalah akan kandungan kolesterolnya yang 2 kali lipat lebih tinggi. Itulah sebabnya, khusus orang dengan riwayat penyakit jantung harus berhati hati mengkonsumsi telur bebek. Orang yang sehat harus membatasinya, atau cukup hanya 1 butir saja sehari. Hal ini mungkin bisa berbeda dari orang ke orang, karena kebutuhan energi dan kalori bisa ditentukan oleh aktifitas setiap individu. Kolesterol dalam telur bebek bisa menjadi sangat dibutuhkan lebih banyak oleh atletik atau pekerja yang banyak mengandalkan fisik. Sementara itu bagi orang yang tak pernah bergerak, atau dengan masalah kegemukan atau diabetmungkin perlu untuk membatasi kalori yang tinggi dari telur bebek.

Perlu diketahui bahwa kolesterol dalam telur bebek bukanlah kolesterol jahat (LDL), akan tetapi lemak tak jenuh tunggal yang dibutuhkan oleh tubuh. Sementara itu, kolesterol buruk yang tertinggi ada pada lemak trans(contohnya nya minyak dalam makanan yang digoreng), dan ini yang wajib diwaspadai oleh siapa saja.

Lamunan Pekan Prapaskah IV

Selasa, 28 Maret 2017

Yohanes 5:1-16

5:1. Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
5:2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
5:3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
5:4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
5:5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
5:7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
5:8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
5:9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
5:10 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."
5:11 Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."
5:12 Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?"
5:13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
5:14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."
5:15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
5:16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, pada umumnya agama memiliki hari-hari suci. Pada hari suci keagamaan orang harus bebas dari kehidupan harian seperti biasa.
  • Tampaknya, untuk menghayati hari suci agama biasa memberikan pedoman dan tata peraturan. Orang yang serius beragama akan memperhatikan dan taat pada aturan tentang hari suci.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, setaat apapun orang menjalani aturan yang ada, orang beragama belum sungguh menghayati hari suci kalau di situ belum sampai kesadaran akan penyertaan ilahi dalam kehidupannya sehingga hati digetarkan oleh rasa syukur penuh sukacita. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan selalu dikembangkan oleh rasa syukur anugerah hidup pada penghayatan akan hari suci.
Ah, yang pokok pada hari suci orang dapat libur.

Sabda Hidup



Selasa, 28 Maret 2017
Hari biasa Pekan IV Prapaskah
warna liturgi Ungu
Bacaan
Yeh. 47:1-9,12; Mzm. 46:2-3,5-6,8-9; Yoh. 5:1-3a.5-16. BcO Ibr 8:1-13

Yohanes 5:1-3a.5-16:
1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. 2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya 3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. 5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. 6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" 7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." 8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." 9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. 10 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu." 11 Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah." 12 Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?" 13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. 14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." 15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. 16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

Renungan:
Umumnya orang ingin berbuat baik. Siapapun orangnya pasti mempunyai dorongan untuk berbuat baik. Namun memang tidak semua perbuatan baik diterima sebagai kebaikan. Mereka yang tidak suka malah tidak senang dengan perbuatan baik yang kita lakukan. Mereka akan mencari kesalahan dari perbuatan baik kita.
Yesus menyembuhkan orang yang telah sakit selama puluhan tahun. Kesembuhan ini membawa kebahagiaan yang tak ternilai. Ia yang telah berpuluh-puluh tahun menanti kini mendapatkan apa yang dinantikannya. Namun bagi yang tidak suka pada Yesus tindakan Yesus ini mengganggu, bahkan dipandang sebagai propaganda yang membahayakan. Maka mereka mencari kesalahannya. Mereka tidak melihat kebaikan sebagai kebaikan, namun melihatnya sebagai ancaman.
Kita pun selalu diundang untuk menghadirkan kebaikan. Namun rasanya kita pun perlu bertanya terlebih dahulu kala akan melakukan itu bagi seseorang. Dengan begitu kebaikan kita pun akan diterima sebagai kebaikan. Yesus pun bertanya pada si sakit, “Maukah engkau sembuh?” (Yoh 5:6).

Kontemplasi:
Bayangkan dirimu akan memberikan kebaikan kepada seseorang.

Refleksi:
Bagaimana menerima kebaikan sebagai kebaikan?

Doa:
Tuhan terima kasih atas kebaikan banyak orang kepada kami. Berkatilah mereka agar mempunyai daya tahan dalam menaburkan kebaikan. Amin.

Perutusan:
Aku akan menerima kebaikan sesamaku sebagai kebaikan. -nasp-

Sunday, March 26, 2017

Rama Gito Jadi Lektor


Ketika makan siang pada Sabtu 25 Maret 2017 Rm. Yadi berkata bahwa malam ini akan pakai mobil Domus Pacis. "Mangke mangkat jam pinten?" (Nanti akan berangkat jam berapa?) tanya Rm. Bambang yang langsung dijawab oleh Rm. Yadi "Jam pitulas" (Jam 17.00). Rm. Bambang menanyakan hal itu untuk mengetahui apakah Rm. Yadi akan memimpin misa Domus, yang biasa terjadi pada jam 18.00, atau tidak. Tahu akan hal ini Rm. Bambang langsung berkata pada Rm. Gito "Mangke njenengan sing mimpin misa nggih, rama. Kula sing dadi lektor kalih koster" (Nanti rama yang memimpin misa ya, rama. Saya jadi lektor dan koster).


Kata-kata Rm. Bambang itu amat berkaitan dengan keinginan Rm. Hadi, Minister Domus Pacis, agar para rama bergantian memimpin dengan realita kondisi masing-masing. Rm. Yadi kemudian menyebut usul Rm. Hadi itu sebagai "Misa Terapi" sehingga dalam memimpin misa rama-rama yang sudah susah biacara juga mengalami perbaikan diri. Yang jelas pada waktu makan siang itu Rm. Gito menyanggupi. Tetapi 15 menit sebelum misa, ketika sudah berada di kapel, Rm. Gito berkata kepada Rm. Bambang "Kula tesih ruwet, je" (Saya masih kesulitan). Tetapi demi "terapi" Rm. Bambang berkata "Yen ngaten Rama sing dados lektor, nggih? Kula sing mimpin" (Kalau begitu Rama yang jadi lektor, ya? Saya yang memimpin misa). Ternyata Rm. Gito bersedia sehingga, walaupun sering tidak terucap jelas, beliau dapat menyelesaikan bacaan pertama dan Masmur tanggapan. Bahkan ketika Rm. Bambang membuka sharing dalam bagian homili, sesudah Rm. Tri Hartono dan Rm. Harto yang keduanya mengalami kesulitan bersuara, Rm. Gito juga ikut berbicara.

Sabda Tuhan

Senin, 27 Maret 2017
Hari biasa Pekan IV Prapaskah
warna liturgi Ungu
Bacaan
Yes. 65:17-21; Mzm. 30:2,4,5-6,11-12a,13b; Yoh. 4:43-54. BcO Ibr 7:11-28

Yohanes 4:43-54:
43 Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea, 44 sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. 45 Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu. 46 Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. 47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. 48 Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." 49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." 50 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. 51 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. 52 Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." 53 Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya. 54 Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

Renungan:
Suatu kali seorang bapak bertemu dengan seorang pastor. Ia belum mengenal kalau yang ditemuinya itu seorang pastor. Ia berdiskusi panjang lebar. Ia sangat percaya dengan orang itu. Setelah beberapa bulan ia baru tahu kalau berdiskusi dengan pastor. Ia pun, bersama keluarganya, memberikan diri dibaptis.
Pegawai istana pergi kala Yesus mengatakan, “Pergilah, anakmu hidup!” (Yoh 4:50). Ia percaya akan kata-kata Yesus bahwa anaknya hidup. Kepercayaan ini meningkat kala didapati bahwa anaknya bener-bener hidup. Ia dan seluruh keluarganya menjadi percaya kepada Yesus.
Kepercayaan memang membutuhkan proses. Namun juga kepercayaan itu menghadirkan mukjijat. Dalam banyak hal kita sering ragu sehingga tidak segera melakukan atau bahkan menemukan yang kita inginkan. Mari kita buang keraguan dan bangun kepercayaan untuk meraih yang kita harapkan.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu. Ingat-ingatlah bangunan kepercayaan ketika kamu mengejar sesuatu.

Refleksi:
Bagaimana menjaga keutuhan kepercayaan?

Doa:
Tuhan seringkali kepercayaanku tidak stabil. Berkatilah aku supaya aku mampu menjaga konsistensi dan keutuhan kepercayaanku. Amin.

Perutusan :
Aku akan menjaga konsistensi dan keutuhan kepercayaanku. -nasp-⁠⁠⁠⁠