Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, August 25, 2016

Sabda Hidup


Jumat, 26 Agustus 2016
Hari Biasa
warna liturgi Hijau 
Bacaan
1Kor. 1:17-25; Mzm. 33:1-2,4-5,10ab,11; Mat. 25:1-13. BcO 1Tim. 3:1-16

Matius 25:1-13:
1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. 2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. 3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, 4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. 5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! 7 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. 8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. 9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. 10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. 11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! 12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. 13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Renungan:
Suatu kali saya bertemu dengan beberapa orang di daerah tertentu. Daerah itu sering mengalami konflik dalam kurun waktu tertentu. Dan mereka ini pun sering menjadi korbannya. Saya bertanya kepada mereka, "Kalian tidak takut tinggal di daerah ini? Kalau ada konflik kan seringkali rumah dan harta anda dibakar?" Mereka pun menjawab, "Tidak Rama. Karena sering terjadi seperti itu maka yang kami tampakkan sebagai milik kami hanya 30% dari yang kami miliki. Sehingga kalau konflik itu terjadi kami bisa segera bangkit lagi."
Kisah itu mengingatkan saya pada gadis-gadis bijaksana. "gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka" (Mat 25:4). Gadis-gadis bijaksana membawa cadangan minyak sebagai persediaan kalau-kalau mempelai tidak segera datang.
Rasanya kita bisa belajar dari kisah di Injil dan cerita singkat di atas. Bagaimanapun kita perlu menyiapkan cadangan dalam hidup kita. Sewaktu-waktu terjadi sesuatu maka kita pun siap bangkit lagi.

Kontemplasi:
Pejamkan sejenak matamu. Lihatlah persiapan dan cadangan apa yang kaumiliki untuk menghadapi situasi tak terduga.

Refleksi:
Apa yang perlu kaulakukan agar bisa menyiapkan "minyak cadangan dalam buli-buli" hidupmu?

Doa:
Tuhan banyak situasi yang tak terduga yang mungkin kualami. Semoga aku mempunyai cadangan yang bisa kugunakan kala hal tersebut terjadi. Amin.


Perutusan:
Aku akan menyiapkan "minyak cadangan" untuk hidupku. -nasp-

Wednesday, August 24, 2016

Tujuh Tip Makanan Sehat bagi Lansia

diambil dari https://gaya.tempo.co Jum'at, 22 Juni 2012 | 15:21 WIB

 
Peserta peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2012 melakukan senam dalam acara "Jambore Nasional Lansia" di Lapangan Tugu Api (TMII), Jakarta, (30/5). TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Asupan makanan untuk orang lanjut usia (lansia) tentu berbeda dengan orang yang lebih muda. Selain kemampuan organ pencernaan yang mulai berubah, kebutuhan nutrisi pun berubah. Maklum, sejumlah potensi penyakit dengan mudah datang di masa tua. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menu makanan bagi lansia, sebagaimana ditulis dalam situs Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia.

1. Membuat masakan dengan bumbu yang tidak merangsang, seperti pedas atau asam, karena dapat mengganggu kesehatan lambung dan alat pencernaan.

2. Mengurangi pemakaian garam, yakni tidak lebih dari 4 gram per hari, untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

3. Mengurangi santan, daging yang berlemak, dan minyak agar kolesterol darah tidak tinggi. Memperbanyak makanan yang berkalsium tinggi, seperti susu dan ikan. Pada orang lanjut usia, khususnya ibu-ibu yang menopause, sangat perlu mengkonsumsi kalsium untuk mengurangi risiko keropos tulang.

4. Memperbanyak makanan berserat, seperti sayuran mentah, agar pencernaan lancar dan tidak sembelit.

5. Mengurangi konsumsi gula dan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi agar gula darah normal, khususnya bagi penderita kencing manis agar tidak terjadi komplikasi lain.

6. Menggunakan sedikit minyak untuk menumis dan kurangi makanan yang digoreng. Perbanyak makanan yang diolah dengan dipanggang atau direbus karena makanan tersebut mudah dicerna.

7. Membuat masakan yang lunak dan mudah dikunyah sehingga kesehatan gigi terjaga.

AMIRULLAH

Sabda Hidup



Kamis, 25 Agustus 2016
Ludovikus, Yosef dr Calasanz
warna liturgi Hijau 
Bacaan
1Kor. 1:1-9; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7; Mat. 24:42-51. BcO 1Tim. 2:1-15

Matius 24:42-51:
42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. 43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. 44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." 45 "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? 46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: 49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, 50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, 51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

Renungan:
Dalam beberapa kesempatan saya mendapat laporan bahwa tulisan Sabda Hidup ini sering dishare orang. Ada satu orang yang mendapat lebih dari satu kali renungan yang sama. Tentu hal ini menyenangkan. Namun ada pula yang protes kenapa inisial "nasp" (yang adalah singkatan nama saya) dihapus, urutannya diubah, bahkan saya pun sempat menerima judul diganti dan penulis ditulis nama sang pengirim. Hmmm saya tidak tahu juga apa maksudnya. Mungkin orang tersebut tidak sengaja. Tapi kalau tidak sengaja kok terus-terusan. Mungkin juga dia pingin dikenal sebagai penulis. Atau apa tidak tahu.
Banyak mungkin yang kita lakukan itu diambil orang dan diakui sebagai miliknya. Sering kita yang mau berbagi tidak sadar ada yang berlaku seperti itu dengan yang kita bagi dengan cuma-cuma. Namun hal seperti itu pasti akan kita ketahui pada saatnya. Tuhan bersabda, "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya" (Mat 24:47).
Memang tidak ada hak cipta dalam sebuah renungan. Namun kiranya kita pun perlu menghormati siapa yang membuat dan dengan jujur mengakui bahwa itu buatan orang lain. Kita tidak perlu sungkan untuk mengakui apa yang sebenarnya bukan milik kita. Sebaliknya kita perlu punya malu kala mengklaim yang bukan milik kita. Tuhan telah menyediakan banyak pengawas.

Kontemplasi:
Duduklah dengan tenang. Bayangkan dirimu diberi kepercayaan untuk merawat rumah dan harta kekayaan orang. Sang tuan rumah lama tak berkabar.

Refleksi:
Bagaimana sikapmu dalam menghormati milik orang lain?

Doa:
Tuhan semoga dunia ini terisi oleh sikap saling hormat atas milik sesamanya. Amin.

Perutusan:
Aku tidak akan mengaku milik orang lain sebagai milikku. -nasp-

Lamunan Pekan Biasa XXI

Kamis, 25 Agustus 2016

Matius 24:42-51

24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
24:44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
24:45 "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?
24:46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
24:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
24:48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:
24:49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,
24:50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,
24:51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

Butir-butir Permenungan
  • Katanya, di era global orang harus berpandangan ke depan. Orang harus bertindak secara visioner.
  • Katanya, agar punya visi orang harus membidik hal-hal yang akan terjadi. Orang tidak dapat santai seenaknya sehingga harus memperjuangkan dengan tindakan-tindakan sesuai bidikannya ke depan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, orang akan sadar bahwa dia tak akan dapat memastikan masa depan sekalipun secermat apapun direncanakan sehingga kesiagaan sejati mempersiapkan masa depan adalah ketekunan dan kesungguhan sehari-hari mengerjakan segala panggilan tugas yang kongkret dihadapi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menyadari bahwa komitmen mengerjakan tugas pokok dalam kehidupan sehari-hari adalah sikap serius berjaga-jaga menyongsong masa depan.
Ah, menyiapkan masa depan itu yang pokok memiliki tabungan uang sebanyak-banyaknya.

Tuesday, August 23, 2016

Rm. Tri Wahyono Ikut Doa Dan Nyanyi


Komunitas Rama Domus Pacis memiliki kebiasaan mengadakan misa khusus bila pada bulan tertentu ada anggotanya yang berulang tahun tahbisan. Hal ini terjadi empat kali dalam setahun: bulan Januari untuk Rm. Harto dan Rm. Bambang, bulan Juni untuk Rm. Agoeng, bulan Agustus untuk Rm. Tri Wahyono dan Rm. Joko, dan bulan Desember untuk Rm. Yadi dan Rm. Tri Hartono. Memang, pada tahun 2016 ulang tahun tahbisan Rm. Harto dan Rm. Bambang dilakukan pada tanggal 5 Februari. Yang menjadi alasan adalah karena Rm. Hantoro yang pada waktu itu masih berada di Domus dan akan pindah ke Semarang ditahbiskan pada tanggal 5 Februari. Maka Rm. Harto dan Rm. Bambang dalam berulang tahun tahbisan disatukan ke bulan Februari.

Pada bulan Agustus 2016 ini ulang tahun tahbisan Rm. Tri Wahyono dan Rm. Joko dilaksanakan pada tanggal 19 hari Jumat. Pada tanggal ini kedua rama ini ditahbiskan pada 29 tahun yang lalu. Dalam misa ulang tahun pada tanggal ini misa dipimpin oleh Rm. Joko dengan pendamping khusus Rm. Toto dan Rm. Bayu. Rm. Bayu adalah kemenakan Rm. Tri Wahyono. Di altar Rm. Tri Wahyono dan Rm. Yadi juga ikut jadi selebran dengan duduk di kursi rodanya. Kor Kanca Kenthel dari Paroki Pringwulung mengiring misa dengan lagu-lagunya. Beberapa orang keluarga dari Rm. Joko dan Rm. Tri Wahyono juga hadir. Rama Domus tampak semua: Rm. Agoeng, Rm. Harto, Rm. Tri Hartono dan Rm. Bambang yang ikut jadi umat. Sementara itu Rm. Subianto dan Rm. Boni, para rama pembantu Paroki Pringwulung, juga duduk di antara umat. Umat Lingkungan Puren dan para relawati-relawan Domus juga banyak yang hadir. Ketika makan pagi Sabtu 20 Agustus 2016, Rm. Yadi berkata "Wau dalu Tri Wahyono isa melu mangsuli doa-doa" (Tadi malam Rm. Tri Wahyono dapat ikut menjawab doa-doa). Rm. Bambang menambahkan "Melu nyanyi barang" (Juga ikut bernyanyi). Komentar tetang Rm. Tri Wahyono juga muncul sesuai misa ulang tahun dari beberapa peserta. Memang, sesudah ada pramurukti khusus yang mendampingi siang dan malam, Rm. Tri Wahyono mengalami kemajuan pesat dalam kontak omong sekalipun amat terbatas.

Lamunan Pesta

Santo Bartolomeus, Rasul
Rabu, 24 Agustus 2016

Yohkanes 1:45-51

1:45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."
1:46 Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
1:47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"
1:48 Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
1:49 Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"
1:50 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."
1:51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

Bentuk-bentuk Permenungan
  • Tampaknya, banyak orang menilai orang lain berdasarkan omongannya. Bahkan di dalam hidup tradisional orang Jawa ada ungkapan ajining dhiri iku ana lati (martabat orang ditentukan oleh ucapan mulutnya).
  • Tampaknya, orang yang baik tidak akan mudah berkomentar negatif terhadap berita yang tidak cocok dengan pola pikir yang lama dipegang. Apalagi terhadap berita tentang kebaikan, orang baik tak akan spontan omong berlawanan walau tak cocok.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, baik dan buruk tidak dinilai dari omongan sehingga sekalipun dalam pembicaraan berisi omongan negatif bahkan buruk tetapi kalau dalam tindakan selalu mengikuti ajakan kebaikan orang sungguh selalu berada dalam lingkungan kekudusan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan berbuat sesuai ajakan kebaikan sekalipun tak sesuai dengan pikirannya.
Ah, orang harus mengikuti pandangan yang sudah turun temurun dipegang oleh masyarakat agar tak tersesat.

Sabda Hidup


Rabu, 24 Agustus 2016
Pesta St. Bartolomeus Rasul
warna liturgi Merah 
Bacaan
Why. 21:9b-14; Mzm. 145:10-11,12-13ab,17-18; Yoh. 1:45-51. BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:17-2:5 atau 1Kor. 4:1-16

Yohanes 1:45-51:
45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." 46 Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" 47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" 48 Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." 49 Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" 50 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." 51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

Renungan:
Rasa heran menghantar kita pada kagum dan percaya. Natanael heran karena Yesus sudah tahu kala ia dan Filipus berada di bawah pohon ara. Ia pun kagum kepada Yesus dan percaya kepadaNya. Yesus pun menjanjikan kepadanya bahwa ia akan melihat hal-hal yang lebih besar lagi.
Saat ketemu dengan orang-orang yang suka meneliti kebanyakan dari mereka pun berangkat dari heran akan sesuatu. Kadang-kadang kita yang bukan peneliti pun heran kenapa dia heran dengan sesuatu yang tampaknya biasa. Misalnya soal air hujan. Peneliti akan heran dengan keberadaan air hujan. Ia akan mencari banyak data darinya dan mengumpulkan aneka referensi untuk mendukung penelitiannya. Bagi orang pada umumnya hujan ya hujan. Kalau hujannya terlalu besar bisa menakutkan dan menimbulkan banjir.
Namun demikian setiap orang pasti akan mempunyai rasa heran akan sesuatu. Kalau kita lanjutkan maka kita pun akan menjadi kagum dan percaya. Maka kiranya kita tidak perlu merasa udik kalau heran dengan sesuatu. Rasa heran kita bisa menghantar dan menguatkan iman kita. Natanael pun menjadi beriman kepada Yesus.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu sejenak. Ikuti kisah dalam Injil Yoh. 1:45-51. Bandingkan dengan pengalaman imanmu.

Refleksi:
Bagaimana mengelola rasa heranmu?

Doa:
Tuhan banyak karyaMu yang membuatku terheran-heran. Semoga aku tidak berhenti hanya pada rasa heran tapi terus membawanya pada peneguhan imanku kepadaMu. Amin.

Perutusan:
Aku akan menemukan rasa heranku dan mengelolanya dengan baik. -nasp-