Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, February 23, 2017

Jaringan Antar Komunitas Religius


Di dalam Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang (KAS), Gereja diyakini sebagai persekutuan paguyuban-paguyuban murid-murid Kristus. Domus Pacis, tempat para rama tua KAS, telah mengembangkan diri sebagai komunitas imamat kaum tua/lansia. Sejak tahun 2012 secara serius Domus Pacis makin membuka diri berjejaring dengan jemaat umum, karena kalau tidak terbuka matilah sebagai pengikut Kristus. Memang, dengan terbuka pada jemat Katolik baik sebagai kelomp[ok maupun perorangan, para rama Domus mendapatkan banyak kepedulian. Akan tetapi, sekalipun hanya terbatas sesuai dengan sisa-sisa tenaga dan kemampuan, komunitas Domus Pacis juga berusaha ikut ambil bagian dalam pelayanan jemaat seperti Misa, konsultasi, dan Pastoral Ketuaan.

Mulai dengan Januari 2017 ada pergantian Minister untuk Domus Pacis. Kehadiran Rm. Hadianta sebagai Minister baru tampaknya makin mendorong perkembangan komunitas Domus. Salah satu hal yang tampak adalah diantarnya sendiri sebuah undangan oleh Rm. Hadi pada Senin 20 Februari 2017. Itu adalah undangan pertemuan komunitas rumah-rumah suster, frater, dan rama yang ada di Paroki Pringwulung. Menurut hitungan Ketua Bidang Paguyuban Dewan Paroki Pringwulung di paroki ini ada 25 rumah yang disebut "biara". Salah satu di antaranya adalah Domus Pacis Puren. Pertemuan ini terjadi pada hari Selasa 21 Februari 2017 dari jam 17.00 hingga selesai. Rm. Bambang ikut hadir dalam pertemuan ini sebagai wakil Domus Pacis. Secara umum pertemuan ini membicarakan sumbangan apa yang dapat dilakukan oleh suster, frater dan rama komunitas-komunitas untuk umat Pringwulung. Tetapi pembicaraan juga berisi apa yang diharap dari paroki untuk para suster, frater, dan rama komunitas. Ada usulan pemilihan koordinator, tetapi saat itu belum dapat terlaksana. Satu hal yang langsung mendapatkan dukungan adalah tempat pertemuan jangan selalu terjadi hanya di pastoran paroki tetapi bergilir. Dalam hal ini Rm. Bambang menyediakan diri berketempatan di Domus Pacis. Salah satu suster akan menjadi pengundang dan Rm. Hermen menjadi perancang acara.

Lamunan Pekan Biasa VII

Jumat, 24 Februari 2017

Markus 10:1-12

10:1. Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.
10:2 Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?"
10:3 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?"
10:4 Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai."
10:5 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
10:6 Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
10:7 sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
10:8 sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
10:9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
10:10 Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
10:11 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
10:12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di dalam kehidupan kogkret orang biasa dihadapkan pada pertanyaan. Pertanyaan muncul karena ketidaktahuan.
  • Tampaknya, orang juga dapat dihadapkan pada pertanyaan dari orang lain terhadap sikap atau perasaan atau pemikirannya. Hal itu terjadi misalnya dalam ujian atau dalam debat.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa beragul  intim dengan kedalaman batin, orang sungguh dapat memiliki dan mengajukan pertanyaan akan sesuatu hal kalau dia sudah memiliki sendiri seberapapun kadar penangakapan untuk mendapatkan perluasan dan atau pendalaman sehingga terbebas dari sikap menjebak atau melawan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mudah kritis terhadap sikap dan pemahamannya sendiri sehingga selalu mengajukan pertanyaan untuk memperdalam.
Ah, kalau sampai sungguh bertanya, itu berarti bodoh.

Wednesday, February 22, 2017

Sabda Hidup


Jumat, 24 Februari 2017
Hari biasa
warna liturgi Hijau
Bacaan
Sir. 6:5-17; Mzm. 119:12,16,18,27,34,35; Mrk. 10:1-12. BcO1Kor 12:21-13:13

Markus 10:1-12:
1 Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula. 2 Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?" 3 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?" 4 Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai." 5 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu. 6 Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, 7 sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, 8 sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. 9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." 10 Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu. 11 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. 12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."

Renungan:
Kasus perpisahan suami isteri kiranya cukup banyak kita jumpai sekarang ini. Banyak pula alasan yang melatarbelakanginya. Ada karena kehadiran orang lain. Ada karena kekerasan dalam rumah tangga. Ada karena sifat-sifat yang tak bisa tertemukan. Dan mungkin masih banyak lagi sebabnya. Indahnya ikatan di awal terurai oleh aneka persoalan yang menghimpit.
Tuhan mengingatkan, “apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Mrk 10:9). Tuhan menghadapi situasi dan tuntutan perpisahan pada masanya. Bahkan sejak jaman Musa. Dan Tuhan tetap mengingatkan apa kehendak Tuhan. Ia menghendaki keutuhan suami isteri karena mereka telah diikat oleh Allah.
Namun faktanya sekarang ini ada banyak orang telah berpisah. Tentu mereka tidak pernah berharap itu akan terjadi. Situasi tertentu yang membuat itu terjadi. Mereka pun tidak mudah melalui semua itu. Kiranya kita tidak bisa serta merta menghakimi mereka. Namun justru dibutuhkan empati yang menguatkan bagi peziarahan hidup mereka. Kita percaya Tuhan tetap menjaga mereka yang mengandalkannya.

Kontemplasi:
Bayangkan keluargamu. Temukan hal-hal yang bisa membahayakan. Temukan cara-cara mengatasinya.

Refleksi:
Bagaimana mengatasi hal-hal yang mungkin meretakkan relasi keluargamu?

Doa:
Tuhan berkatilah pasangan suami isteri. Semoga mereka selalu bisa menemukan perekat keutuhan rumah tangga mereka. Amin.

Perutusan:
Aku akan berdoa bagi keluarga-keluarga, khususnya keluarga yang lagi ada masalah. -nasp-

6 Obat Herbal Diabetes Gratis dan Mudah Diperoleh

diambil dari http://obatnaturals.blogspot.com/2016/08

Obat Herbal Diabetes – Metode pengobatan diabetes dengan menggunakan obat-obat herbal saat ini cenderung meningkat dan banyak di lirik masyarakat sebagai metode alternatif untuk mengobati penyakit kencing manis, dan banyak diantara mereka yang telah sembuh dan membuktikan bahwa ternyata penyakit diabetes dapat di cegah dan diobati dengan obat-obatan herbal. Disamping itu, obat herbal diabetes umumnya relatif lebih aman digunakan karena bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan alami, bukan kimia atau sintetis, juga bahan-bahannya mudah di dapatkan dan dapat diolah dengan mudah di rumah, benar bukan?


6 Obat Herbal Diabetes Gratis dan Mudah di Peroleh


Definisi Singkat Penyakit Diabetes
Diabetes Mellitus (DM), di Indonesia lebih populer dengan istilah penyakit kencing manis, atau penyakit gula. Penyakit diabetes mellitus merupakan bentuk kelainan metabolik yang umumnya di pengaruhi oleh banyak faktor, antara lain kurangnya insulin di dalam tubuh, ketidakmampuan tubuh untuk mengolah dan memanfaatkan insulin ( Insulin Resistance ). Kondisi ini biasanya di ikuti dengan beberapa gejala berupa hiperglikemia kronis (kadar gula darah meningkat diatas normal), gangguan metabolism karbohidrat, lemak dan juga protein, sebagai akibat lanjutan dari defisiensi sekresi hormon insulin, defisiensi transporter glukosa, atau bisa juga keduanya.( sumber, Wikipedia)

Bagaimana Mengenali Gejala Diabetes?
Bagi masyarakat umum, tanda dan gejala penyakit kencing manis dapat di identifikasi dengan gejala-gejala klasik ini, seperti turunnya berat badan, sering kencing (polyuria), sering merasa haus (polydipsia), dan polyphagia (sering lapar), beberapa gejala non-spesifik lainnya bisa menjadi gejala tambahan diabetes diantaranya pandangan kabur, sakit kepala, luka lambat sembuh, gatal-gatal dan fatigue. Mata kabur sebagai akibat hiperglikemia kronis sehingga terjadi penyerapan glukosa pada lensa mata yang mempengaruhi perubahan bentuk dan ketajaman penglihatan.

Mengenal Bahaya Diabetes
Tahukah Anda bahwa penyakit diabetes akan membawa dampak yang sangat berbahaya dan akan menimbulkan komplikasi (kerusakan organ sekaligus) jika tidak segera di diobati, diantaranya penyakit kardiovaskuler, gagal ginjal kronis ( penyebab dialysis ), kerusakan retina sehingga menyebabkan kebutaan, kerusakan pembuluh darah, kerusakan saraf, gangren dengan resiko amputasi.

Menurut Balitbangkes Kemkes RI, presentase kemungkinan komplikasi pada penderita penyakit diabetes mellitus, dapat dilihat sebagai berikut:
  • 50,9 % Mengalami penurunan fungsi se***al
  • 30,6% Refleks tubuhnya terganggu
  • 29,3% Retinanya terganggu ( retinopati diabetic ).
  • 16,3% Mengalami katarak awal ( lebih cepat terjadi ),dan lebih lanjut dijelaskan bahwa 50 % penderita diabetes akan meninggal karena enyakit kardiovaskuler, mengerikan bukan?

6 Obat Herbal Diabetes dan Petunjuk Penggunaannya

Sebelum Anda menggunakan resep herbal diabetes berikut ini, beberapa hal perlu diperhatikan agar pengobatan memberikan hasil sesuai harapan. Pertama, niatkan dan yakinkan diri Anda menggunakan obat herbal diabetes ini akan membuat Anda sembuh dari penyakit diabetes yang di derita. Kedua, Selalu sabar menjalani proses pengobatan dan ikuti petunjuk penggunaa obat herbal diabetes dengan benar. Ketiga, Selalu berserah diri kepada Allah SWT, agar diberikan kesembuhan dari penyakit yang di derita. Nah, beberapa resep obat herbal berikut ini semoga menjadi perantara kesembuhan Anda:

1. Kunyit

Tentu tidak heran lagi jika kunyit memiliki khasiat untuk mengobati berbagai penyakit akut maupun kronis seperti diabetes, obat herbal ini juga sangat baik untuk menyembuhkan penyakit diabetes, dan secara empiris sudah sejak lama kunyit digunakan sebagai alternatif pengobatan diabetes, berikut bahan dan cara membuat ramuannya:
  • Gunakan satu rimpang kunyit yang telah di kupas kulitnya, memarkan terlebih dahulu, dan  jangan lupa tambahkan setengah sendok garam dapur. 
  • Kunyit yang sebelumnya sudah di campur dengan garam di rebus dalam satu liter air hingga mendidih.Saring air rebusan tersebut, dan dinginkan.
  • Gunakan setengah gelas air rebusan kunyit setiap kali minum.
  •  Minum secara rutin air rebusan kunyit 2 kali setiap minggunya.

2. Buah Mengkudu

Senyawa kimiawi proxeroni yang terdapat di dalam buah mengkudu akan membentuk alkaloid yang memiliki peranan penting membuka pori-pori sel, sehingga memudahkan penyerapan nutrisi ke dalam tubuh dan akan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak termasuk sel-sel di organ pancreas, inilah yang membuat buah mengkudu cukup direkomendasikan sebagai herbal alternatif untuk diabetes, berikut caranya:
  • Gunakan 1 buah mengkudu yang sudah  cukup matang, jangan lupa di cuci dengan air bersih.
  • Selanjutnya buah mengkudu di blender, kemudian ambil airnya saja, pisahkan ampasnya.
  • Masukkan ekstrak atau air dari buah mengkudu ke dalam gelas.
  • Anda dapat meminumnya beberapa kali dalam seminggu, jika Anda tidak tahan dengan rasa dan aromanya, tambahkan sedikit madu. 

3. Buncis

Kandungan B-sitosterol dalam sayur buncis memiliki fungsi penting untuk mempercepat produksi insulin di dalam tubuh sekaligus mempertahankan agar kadar insulin tetap normal. Jadi buncis cukup efektif terutama untuk obat herbal diabetes kering, namun perlu diingat bahwa cara mengolah sayuran buncis juga harus diperhatikan, agar khasiatnya sebagai penurun kadar gula dalam darah tidak hilang, berikut caranya :
  • Gunakan setengah kilogram buncis yang telah di cuci bersih. Rebus buncis dengan 2 gelas air, biarkan hingga mendidih
  • Kemudian angkat buncis dan dimasukkan ke dalam gelas
  • Gunakan ramuan tersebut pagi dan malam menjelang tidur. 
  • Bisa juga buncis di jadikan sebagai lalapan mentah, atau di jus dengan catatan tidak boleh di tambahkan gula atau sejenisnya, walau hanya sedikit.

4. Brotowali

Tanaman brotowali sudah dikenal sejak dulu sebagai tanaman obat herbal, rasanya yang benar-benar pahit menjadi ciri khas dari brotowali, khasiatnya cukup beragam dan ampuh mengobati berbagai keluhan penyakit, termasuk untuk menurunkan gula darah pada penderita penyakit diabetes, berikut caranya:
  • Gunakan herba atau batang tanaman brotowali kurang lebih ukurannya sebesar jari atau 10 cm.
  • Kombinasikan 1 genggam akar pohon pepaya dan rebus kedua bahan tersebut hingga mendidih, kemudian dinginkan
  •  Gunakan air rebusan tersebut (diminum) , gunakan beberapa kali seminggu.

5. Daun Kemangi

Daun kemangi sering dijadikan lalapan saat makan bersama sambal (nasi pecel lele). Anda pernah mencobanya? Nikmat bukan? Namun tahukah Anda ternyata kemangi menyimpan sejuta khasiat untuk mengobati penyakit lho, salah satunya adalah kandungan zat yang terdapat di dalam  kemangi mampu menstabilkan gula darah dalam tubuh, caranya gampang cukup digunakan sebagai lalapan saat makan, jangan lupa di cuci sebelum digunakan.

6. Herba Mahkota Dewa

Mahkota dewa sangat populer sebagai tanaman obat berkhasiat, dan banyak di cari orang karena banyaknya khasiat yang terkandung dalam tanaman ini, salah satunya adalah untuk mengobati penyakit kencing manis atau penyakit gula, lihat caranya:
  • Ambil 3-5 potong tangkai tanaman herba mahkota dewa.
  • Tambahkan dengan 3 helai daun salam yang telah di cuci hingga bersih.
  • Selanjutnya, direbus menggunakan 3 gelas air hingga mendidih, dan biarkan hingga airnya tinggal ½ gelas.
  • Minum air hasil rebusan herba mahkota dewa rutin setiap hari agar penyakit diabetes Anda dapat dikendalikan (sembuh).

Demikian 6 Obat Herbal Diabetes berkhasiat yang dapat Anda jadikan referensi untuk mengendalikan dan mengobati penyakit diabetes, tetap ikhtiar dan berdoa agar Anda mendapatkan kesembuhan dari berbagai penyakit. Semoga.

Sabda Hidup


Kamis, 23 Februari 2017
Polikarpus
warna liturgi Merah
Bacaan
Sir. 5:1-8; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Mrk. 9:41-50. BcO1Kor 12:12-31

Markus 9:41-50:
41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya." 42 "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. 43 Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; 44  (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) 45 Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; 46 (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) 47 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, 48 di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam. 49 Karena setiap orang akan digarami dengan api. 50 Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."

Renungan:
Kemarin kami mencari lokasi shooting film. Kami datang ke tiga rumah. Rumah pertama tidak berkenan karena merasa rumahnya kotor dan jelek. Ia malu. Rumah kedua dan ketiga menerima dengan baik. Kebetulan 3 rumah ini pemiliknya bukan orang katolik. Keramahan dan penerimaan mereka menjadi berkat tersendiri bagi mereka.
Keyakinanku itu diteguhkan dengan bacaan hari ini. Yesus mengatakan, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya” (Mrk 9:41). Yesus sendiri yang akan memberikan upah kepada mereka yang memberikan secangkir air kepada murid-Nya.
Rasanya kita layak bersyukur karena banyak orang baik di sekitar kita. Kita layak memanjatkan syukur itu dengan mendoakan mereka. Kita percaya Tuhan akan memberikan berkat kepada mereka yang telah berbuat baik bagi kita. Tuhan berkenan kepada mereka.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu. Bayangkan orang-orang yang telah memberikan “secangkir air” padamu. Doakan mereka.

Refleksi:
Apa arti kebaikan orang lain bagimu?

Doa:
Tuhan sudilah Engkau memberkati mereka yang telah berbuat baik bagi kami. Limpahilah mereka dengan kesejahteraan. Amin.

Perutusan:
Aku akan mendoakan mereka yang telah memberikan secangkir air padaku. -nasp-

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Polikarpus, Uskup dan Martir
Kamis, 23 Februari 2017

Markus 9:41-50

9:41. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."
9:42 "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.
9:43 Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
9:44 (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
9:45 Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;
9:46 (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
9:47 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,
9:48 di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.
9:49 Karena setiap orang akan digarami dengan api.
9:50 Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, anak-anak kecil memang harus menjadi sasaran pendidikan awal dan dasar. Ini adalah tugas kaum tua dan dewasa.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa, untuk mendidik anak-anak, kaum tua dan dewasa harus banyak memberi tahu dengan berbagai pengajaran. Anak-anak harus dibiasakan untuk melakukan berbagai sikap dan tindakan yang pantas untuk hidup bersama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, semutu apapun materi pengajaran dan secanggih apapun metode pendidikan dipakai, sejatinya tugas pendampingan anak-anak didasarkan pada perilaku kaum tua dan dewasa yang harus menata tingkah anggota tubuh menjadi ungkapan dan pewujudan amanat terang relung kalbu. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan membesarkan dan membimbing anak terutama dengan keteladanan berperilaku.
Ah, pada jaman kini untuk menjadi terdidik, anak harus banyak diikutkan kursus-kursus.

Tuesday, February 21, 2017

Akan Ada Tamu Internasional?


Pada Jumat 17 Februari 2017 ada 2 orang tamu yang datang ke Rm. Bambang. Yang perempuan dapat berbahasa Jawa tetapi ternyata berasal dari Bali. Sementara itu yang lelaki, tampaknya seperti orang Tionghoa atau orang Barat, datang dari Serawak. Yang perempuan bernama Devi dan yang lelaki Kenets (dalam pendengaran Rm. Bambang). Mereka bertanya sekitar para rama yang berada di Domus Pacis. "Yang memberi rekomendasi untuk ke sini adalah Pak Samino dari Pakem" kata Mbak Devi. Kadang-kadang pembicaraan menggunakan bahasa Inggris karena Kenets tak dapat berbahasa Indonesia. "Are you a priest?" tanya Kenets ketika kemudian tahu bahwa yang ada di Domus Pacis adalah para rama. Rm. Bambang menjawab dengan kata-kata "Yes, an expired priest" yang membuat gelak tawa. Kedua orang tamu ini ternyata memiliki program tukar budaya antar siswa sekolah beberapa negara. Untuk kali ini katanya ada yang dari Pakistan, Korea Selatan dan beberapa lain. Tetapi Kenets bilang bahwa mayoritas dari Serawan. Dia juga bilang 70% beragama Katolik. Mereka akan datang untuk mengunjungi beberapa panti. Dalam kunjungan mereka juga akan mengandirkan acara-acara seperti pertunjukan kultural. Untuk Domus Pacis kunjungan direncanakan akan terjadi pada Sabtu 4 Maret 2017 dari sekitar jam 09.00 hingga makan siang bersama. Ketika melihat Ruang Barnabas, tempat pertemuan besar, Mbak Devi berceritera tentang Domus tentang tempo dulu dan masa kini. Ternyata dia termasuk yang biasa mengikuti berita-berita dari Blog Domus www.domuspacispuren.blogspot.com