Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, December 13, 2017

Kepo?: Sebuah Sharing


Saya sudah masuk golongan usia lanjut. Di dalam lebih dari 90% kehidupan, keseharian saya lebih berada di dalam kamar sendirian. Sambung hati saya didominasi dengan kaum lansia. Kehidupan kaum muda, remaja, dan anak, yang kerap disebut sebagai generasi milenial, paling saya ketemukan dari menonton TV. Jujur saja, dari banyak omongan mereka, misalnya dalam sinetron-sinetron, saya kerap menjumpai banyak kata yang tidak saya pahami. Kata-kata dan atau istilah, yang bagi saya aneh, juga banyak saya jumpai dalam omongan-omongan dalam FB. Padahal dengan satu kata aneh yang muncul dalam omongan masa kini, hal ini dapat membuat saya bingung akan keseluruhan yang diomongkan.

Untung saja, di usia 62 tahun saya dilatih berinternetan oleh Rm. Agoeng yang berusia 20 tahun 9 bulan lebih muda dari pada saya. Sekalipun tertatih-tatih, saya makin lama makin kenal dan dapat menggunakan alat komunikasi digital. Walau tidak sehebat anak-anak JAMAN NOW, saya juga dapat mengoperasionalkan laptop tidak sekedar seperti mesin ketik jaman dulu. Di sini saya sering mendengar kelakar kaum muda yang berkata "Tanya aja Mbah Google"bila ada temannya yang bingung terhadap beberapa hal. Mendengar kata "Mbah Google", saya mendapatkan penjelasan bahwa itu berkaitan dengan internet. Dari sini saya kemudian mencoba mengetik kata dan atau istilah tertentu dalam internet, ternyata di situ muncul berbagai tulisan yang memberikan penjelasan. Maka sekalipun, tak ada orang lain yang menjadi tempat bertanya, kini sebagai lansia saya juga dapat mencoba memahami perkembangan kosa kata JAMAN NOW. Semua dapat saya tanyakan padha "Mbah Google" (Kakek/Nenek dari tingkat generasi berapapun dan manapun? Ha ha ha). 

Sebagai contoh, akhir-akhir ini saya kerap berpikir "Apakah KEPO itu?" Eeee, ketika saya ketik kata "kepo" dalam internet, ada salah satu penjelasan sebagaimana tertera di bawah ini.
__________________________________________________________________________________

Kepo Itu Apa Sih Artinya? Nih Cek Arti Kata Kepo ya....?? (Diambil dari https://www.kompasiana.com/hazzahrvaulin 24 Agustus 2014   23:40 Diperbarui: 18 Juni 2015   02:40)

Kalimat ini dengan sengaja saya postingkan untuk anda yang suka menggunakan istilah "KEPO" dalam kehidupan sehari-hari..ya...padahal tidak tau apa itu arti yang sebenarnya...hehehe

nah, Arti Kata Kepo tuh sebenarnya kalau dilihat-lihat atau dicari ada banyak artiannya, karna itu berupa singkatan.

yook..Ini mari kita cek sama-sama:

  • KEPO adalah akronim dari Knowing Every Particular Object yang artinya sebutan untuk orang yang serba ingin tahu dari detail sesuatu baik yang kalau ada yang terlintas dibenaknya dia tanya terus. Hal-hal sepele ditanyain, serba ingin tau, pengen tau urusan orang lain dan sebagainya.

atau lainnya....

  • KEPO adalah kata bahasa hokkien tionghoa medan/tionghoa sumatera yg sering digunakan untuk memarahi, mengejek orang karna kurang kerjaan(jadi mengerjakan kerjaan yg bukan kerjaannya),sibuk tak menentu.
  • contoh: ane kepo e lu artinya kurang kerjaan kali lah kau
  • Berasal dari bahasa hokkian.
    Ke = Bertanya, Po (Apo) = Nenek2. Jadi artinya nenek2 yg suka bertanya2. Pingin tau banget gitu.. hehehe
    contoh:
    A : km lagi dimana? ngapain? sama siapa?
    B : kepo banget sihh...

    A: eh pacar lu skrg siapa? rumahnya dimana? cakep gak? kenalin donk?
    B: kepo aje lu nanya-nanya (-_-")
  • Ada lainnya, kata KEPO berasal dari dua kata bahasa inggris menunjukkan "Care Full" artinya "Peduli banget". Kata 'Care Full' ini mengalami transformasi.
    Care Full -> Ker Pol -> Kepo.
  • Ini lagi salah satunya singkatan dari kek pembokat (kayak pembantu), banyak nanya...disuruh ngerjain banyak tanya, ga tanggap.
    a : eh kita hang out yuk besok!
    b : kemana? enanknya ngapain y? menurut lo butuh dana berapa y?
    si b kepo
  • KEPO juga bisa Kea Polisi (kayak polisi) / Kelakuan Polisi (Seperti tugas polisi-polisi pada umumnya selalu bertanya-tanya kayak wartawan kalo misal kita lagi terlibat masalah sama polisi tersebut.)

Jadi kesimpulan dari ciri-ciri orang KEPO:
-serba ingin tahu
-kadang sok tahu
-mempunyai mata yang sangat amat jeli dan tajam

Gimana?? sudah tau jawabnnya?? semoga saja tulisan sederhana ini bermanfaat ya..
_____________________________________________________________________________________________________
MAKA, SEKALIPUN SUDAH JADUL KARENA KELANSIAAN, WALAU MUNGKIN TERTATIH-TATIH, LATIHAN INTERNETAN UNTUK SELF-STUDY ADALAH AMAT BERMAKNA, LEBIH-LEBIH KALAU SUDAH KURANG DIHAMPIRI BANYAK ORANG APALAGI KAUM MUDA. 

Puren, 14 Desember 2017
Bambang D

Menyambut Kristus, Penolong Kita

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja
Kamis, 14 Desember 2017

Matius 11:11-15

11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
11:14 dan--jika kamu mau menerimanya--ialah Elia yang akan datang itu.
11:15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, telinga adalah salah satu organ tubuh yang termasuk menghadirkan daya inderawi. Tetapi telinga juga termasuk organ yang ikut menghadirkan daya tarik pemiliknya di hadapan orang lain.
  • Tampaknya, orang akan bangga kalau memiliki bentuk telinga indah. Tidak hanya kaum perempuan, kini laki-laki pun banyak yang memberi hiasan pada telinga yang dianggap memperindah diri.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, seindah apapun orang memiliki organ telinga bahkan masih dengan memasang hiasan mahal, keindahan sejati telinga bukan karena bentuk dan hiasannya tetapi karena sungguh menjadi alat hati orang mengolah suara-suara kata yang menghampiri pemiliknya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menemukan bahan olahan hati dari suara-suara yang ditangkap oleh telinganya.
Ah, telinga baik adalah yang tak membuat orang berurusan dengan dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan).

Tuesday, December 12, 2017

Sebelum Pengurus Rapat


Suara Rm. Purwatmo terdengar dari dalam kamar Rm. Bambang yang sedang duduk di depan laptop. Rm. Purwatmo adalah Rektor Domus Pacis. Mendengar suaranya Rm. Bambang keluar untuk menyambut. Ternyata Rm. Agoeng, anggota Pengurus Domus Pacis yang kini jadi Pastor Paroki Wates, juga berdiri di teras. Kedua rama itu asyik melihat ikan-ikan koi yang ada di kolam utara Kapel Santo Barnabas. "Kula damel teng Wates telas tiga welas yuta" (Di Wates saya membuat habis Rp. 13.000.000) kata Rm. Agoeng kepada Rm. Bambang. Rm. Bambang hanya tertawa mendengar kata-kata Rm. Agoeng yang ada kaitannya dengan pembuatan kolam, karena dulu untuk Rm. Agoeng beaya pembuatan yang ada di Domus terhitung amat mahal. Pada saat Rm. Bambang bertanya "Nggih dingge koi?" (Apakah juga untuk memelihara ikan koi) Rm. Agoeng mengiyakan.


Kemudian Rm. Bambang berkata kepada kedua rama "Yok ngombe-ngombe sik" (Ayo kita minum-minum dulu) dan mereka semua menuju kamar makan. Ketika semua sedang menikmati minum dan beberapa makanan, Rm. Wito datang bergabung ikut omong-omong. "Kok Hadi durung teka?" (Mengapa Rm. Hadi, Minister Domus, belum datang?) kata Rm. Purwatmo sambil melihat jam yang ditanggapi oleh Rm. Bambang "Lha janjiane jam pira?" dan mendapat jawaban "Jam sanga" (jam 09.00). Pada hari itu, Jumat 8 Desember 2017, para pengurus Domus memang berjanji mengadakan rapat. Maka ketika Rm. Hadi pada hampir jam 09.30 datang, mereka bertiga langsung masuk ruang pertemuan. Tampaknya ini adalah rapat pengurus pertama sejak Rm. Hadi menjadi Minister Domus.

Datang kepada Yesus, Lega dan Tenang

One click away from your upgraded Inbox

Lamunan Peringatan Wajib

Santa Lusia, Perawan dan Martir
Rabu, 13 Desember 2017

Matius 11:28-30

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, yang namanya tanggungjawab memang dapat menjadi beban. Setiap beban memang dapat menjadi hal yang memberati hidup.
  • Tampaknya, tanggungjawab hidup baik yang rutin harian maupun yang khusus dapat membuat pikiran pepat dan bingung. Segalanya dapat terasa berat.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sebesar apapun tanggungjawab sehari-hari dan sesulit apapun tanggungjawab yang datang secara khusus, hal itu tidak akan terlalu lama masuk dalam pikiran dan perasaan tetapi akan langsung dijalani sehingga tidak akan menjadi berat dan akan terasa seperti menjinjing kapas seberat 1 gram. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menemukan kebahagiaan sejati karena tekun menjalani beban tanggungjawab yang ada dalam hidupnya.
Ah, kalau punya uang orang akan selalu enak karena akan dapat menyuruh orang mengerjakan segala tanggungjawab.

Monday, December 11, 2017

Mas Ardhy dan Mas Toro


Untuk mengurus Domus Pacis termasuk para rama yang tinggal di dalamnya, pada saat ini ada enam orang tenaga kerja. Mbak Ida, yang bertugas mencuci dan menyetrika pakaian para rama, hanya datang pas melakukan pekerjaan. Dia tidak ikut membantu pekerjaan-pekerjaan lain. Dari lima yang lain, tiga orang adalah pramurukti tenaga kontrakan dari RS Panti Rini, Kalasan. Mereka adalah Bu Tri, Bu Pipit, dan Mas Win. Selain mengurus tanggungjawab khusus untuk dua rama, mereka memang ikut membantu pekerjaan lain seperti penyajian konsumsi di ruang makan, mencuci pecah belah, dan hal lain bila kebetulan ada rombongan tamu dan pertemuan. Maka, semenjak Bu Tari dan Pak Heru mengundurkan diri dari Domus Pacis, tenaga sendiri dari Domus Pacis hanyalah Pak Tukiran dan Mas Abas. Memang, suasana hubungan antar tenaga-tenaga yang ada di Domus diwarnai oleh nuansa persahabatan sehingga tampak kegembiraan di antara mereka. Pada saat instirahat, gelak tawa biasa mewarnai mereka ketika duduk-duduk bersama baik di ruang karyawan maupun di depan kamar Rm. Tri Wahyono. Meskipun ada suasana enak di antara para karyawan, bagaimanapun juga ada pekerjaan-pekerjaan lain yang kurang terurus, yaitu kebun dan ternak baik ikan dan ayam yang berada di luar gedung induk. Rm. Agoeng, ketika masih tinggal di Domus Pacis, beberapa kali berkata "Kadosa pundi kerjane dados awrat" (Bagaimanapun juga pekerjaan menjadi bertambah berat). Rm. Hadi, sebagai Minister juga bertugas sebagai Pastor Paroki Pringwulung, sudah mengumumkan ke banyak aparat paroki dan orang-orang yang ditemuinya untuk mencarikan orang yang mau bekerja di Domus. Rm. Bambang juga meminta tolong orang-orang dekatnya untuk mengupayakan hal sama. Mas Handoko dan Bu Rini berkali-kali mengusahakan lewat jaringan-jaringannya. Tetapi usaha ini rasa-rasanya sulit untuk berhasil. Tidak sedikit yang bilang "Jaman sakniki pancel angel sanget pados tenaga kangge kerja rumah" (Pada jaman sekarang amat sulit mencari orang untuk bekerja sebagai pekerja rumah).

Tiba-tiba pada beberapa hari sebelum akhir November 2017 datanglah seorang pemuda dari Boro. Dia datang atas pemberitahuan Pak Gega, orang dekat Rm. Bambang dari Paroki Boro. Dari pembicaraan, walau sudah mengajukan lamaran di dua tempat, kalau Domus menerimanya, dia memilih Domus Pacis. Pemuda ini bernama Antonius Ardhy Krisnanta berusia 31 tahun lulusan SMEA Wates. Maka sejak Kamis sore tanggal 30 November 2017 Mas Ardhy mencoba kerja di Domus. Dia banyak mengurus kebun dan peternakan. Tetapi dia juga membantu melayani para rama termasuk urusan sajian makan. Rama Bambang memang menekankan bahwa model kerjanya adalah serabutan. Pada Senin 4 Desember 2017 dipanggil oleh Rm. Hadi ke Pastoran Pringwulung untuk diwawancarai. Kehadiran Mas Ardhy ternyata disusul oleh orang kedua yang diterima langsung oleh Rm. Hadi, Minister Domus Pacis pada Senin tanggal 11 Desember 2014. Orang kedua ini adalah Mas Toro orang Dusun Tengahan yang berada di Stasi Pojok, Paroki Klepu. Dia sudah berkeluarga dan pernah bekerja di Katedral Tanjungkarang, Lampung. Mas Toro juga dapat mengendarai mobil.