Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, April 19, 2018

Makan Daging dan Minum DarahNya!


Jumat, 20 April 2018
Pekan Paskah III
Renungan harian dan doaku berdasarkan Yohanes 6:52-59

Sahabatku terkasih. Dalam Injil hari ini, Yesus mengatakan sesuatu yang benar-benar mengejutkan. Dia ingin agar kita makan dagingNya dan minum darahNya! 

Sabda itu disampaikan saat banyak orang terus mengikuti Dia setelah mereka melihat Yesus membuat mujizat penggandaan roti yang mengenyangkan lebih dari lima ribu orang. Mujizat itu membuat mereka terpesona pada Yesus. Itulah sebabnya, mereka terus mengikuti Yesus. Mungkin dengan harapan Yesus membuat mujizat yang sama lagi. Mereka tak perlu bekerja. Cukup mendengarkan Yesus dan kalau lapar Yesus bikin mujizat lagi.

Namun Yesus, ingin membawa mereka ke tingkat yang baru. Dia ingin membawa mereka ke dalam misteri kemurahan hati Tuhan yang penuh kasih. Hal yang sama juga diharapkan Yesus dari kita. Bagaimana kita menyambut Dia, khususnya setiap kali kita merayakan Ekaristi. Saat kita menyambut komuni suci, pada saat itulah kita makan dagingNya dan minum darahNya yang memberi keselamatan kepada kita. Maka mari kita menyambutNya secara rutin, syukur setiap hari. Dengan demikian kita pun beroleh hidup kekal bersamaNya.

Marilah berdoa: Tuhan Yesus Kristus, begitu sering saya mencari hal-hal yang materialistis  dariMu. Bantulah saya untuk menyadari bahwa hadiah terbesar dariMu adalah sakramen Ekaristi yang menjadi sakramen cinta kaaih. Bantulah aku menyambutMu dengan tekun dan setia selamanya. Amin.

JohArt Wurlirang, 19/4/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Percikan Nas Jumat, 20 April 2018

Hari Biasa Pekan III Paskah
warna liturgi Putih

Jumat, 20 April 2018

Bacaan-bacaan:
Kis. 9:1-20; Mzm. 117:1,2; Yoh. 6:52-59. BcO Kis. 10:34-11:4,18.
Nas Injil:
52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” 53 Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. 54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. 58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” 59 Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.
Percikan Nas
Orang-orang Yahudi bingung bagaimana mungkin mereka harus memakan daging dan minum darah-Nya. Bagi mereka pernyataan Yesus ini tidak masuk akal. Namun Yesus tetap mengatakan bahwa mereka mesti makan daging dan darah-Nya. Mereka yang makan daging dan darah-Nya tinggal di dalam Dia dan Dia tinggal bersama mereka.
Memang tidak mudah dimengerti bila pengertian tersebut berangkat dari sudut pandang harafiah. Ada banyak hal yang bisa dipakai untuk menerangkan apa maksud kata-kata Yesus ini. Saya mencoba mengerti dari sisi ini: dengan pernyataan tersebut Yesus mengundang jemaat untuk mempelajari, memasukkan, mencerna sabda dan karya Yesus secara mendalam. Tindakan tersebut merupakan tindakan makan daging dan minum darah Anak Manusia.
Menyantap sabda dan karya Yesus memasukkan kita pada karya keselamatan Tuhan. Semakin tekun dan kuat kita lakukan , semakin hidup peziarahan kita. Maka baik kiranya kita terus menerus mendekati Yesus. Marilah kita mohon kepada Tuhan agar berkenan tinggal di dalam diri kita.
Doa:
Tuhan tinggallah di dalam hidupku. Bersemayamlah di hatiku. Semoga makin hari aku mengenali sabda dam karya-Mu. Harapannya, kami pun layak dan berani menjadi saksi-Mu. Amin.
Tinggal dalam sabda dan karya Tuhan.
(goeng).

Lamunan Pekan Paskah III

Jumat, 20 April 2018

Yohanes 6:52-59

6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."
6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
6:57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
6:59 Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, bagaimanapun juga komunikasi antar orang akan menggunakan kata dan kalimat atau simbol-simbol tertentu. Setiap bangsa bahkan suku akan memiliki bahasa kata dan simbol sendiri.
  • Tampaknya, karena pesatnya perkembangan tekhnologi komunikasi, perjumpaan antar bangsa pun menciptakan bahasa kata dan simbol untuk menjalin hubungan satu sama lain. Kamus-kamus bermunculan tidak hanya berisi bahasa baku tetapi juga bahasa milenial model now.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun orang mampu mengetahui arti setiap kata dan simbol baik sebagai bahasa baku maupun bahasa model generasi milenial dalam hubungan satu sama lain, kalau dalam komunikasi orang hanya terkungkung pada ungkapan harfiah kata dan kalimat, dia dapat jatuh dalam berbagai perbantahan bahkan permusuhan karena tak menangkap keluasan dan kedalaman makna hidup yang terungkap dalam terbatasnya kata dan kalimat. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati di dalam berkomunikasi orang akan menangkap nuansa pancaran kedalaman maksud batin teman bicaranya yang terungkap lewat kata dan kalimat tertentu.
Ah, kalau tak tahu arta kata omongan orang ya lihat kamus saja.

Yang Mampir Domus


Tampaknya Domus Pacis memang sudah mulai masuk dalam perhatian sementara pihak. Ini tidak hanya terlihat dari adanya berbagai kunjungan khusus hanya ke Domus Pacis. Ini tidak hanya tampak dari permintaan pendampingan acara di Domus Pacis dengan kandungan maksud sambil mengunjungi para rama tuwa yang jadi penghuninya. Ini tidak hanya tampak dari kehadiran tamu-tamu untuk rama-rama tertentu. Tetapi ini juga tampak dari orang-orang yang sekedar mampir ketika lewat arah Domus Pacis. Dengan model mampir ini terjadi kunjungan yang relatif tidak memakan waktu lama.

Untuk bulan April 2018 hingga cacatan ini dibuat dapat tiga rombongan kecil yang berkunjung singkat:
  1. Rombongan Sosrowijayan. Pada sekitar jam 19.15 pada Kamis tanggal 5, ketika pulang dari memimpin misa di Ambarrukmo, Rm. Bambang melihat ada mobil yang baru saja masuk kompleks Domus. Ternyata itu adalah keluarga muda dengan anaknya mengantar ibunya yang sudah tua dan juga suster tua, yang bernama Sr. Hermin, saudari kandung sang ibu. Pertama-tama keluarga itu masuk kamar Rm. Tri Wahyono dan kemudian di kamar Rm. Ria. Ternyata kedua rama ini berasal dari Paroki Kumetiran dimana Sosrowijayan termasuk salah satu wilayahnya. Rm. Yadi dan Rm. Bambang ikut bergabung menerima kehadiran rombongan ini. Kebetulan Rm. Yadi juga memiliki rumah di Pingit yang berada dalam naungan Paroki Kumetiran. Rama Bambang pun dulu sering di Kumetiran karena orang tuanya tinggal di Kumetiran Kidul. Bersamaan dengan rombongan ini, hadir pula Rm. Joko yang kini menjadi rektor di Seminari Tinggi Kentungan. Beliau baru saja turun di Bandara Adisutjipto sepulang dari Karawang. Rm. Joko pun menyempatkan diri mampir Domus Pacis.
  2. Rama Hantoro CS. Ini terjadi pada Senin tanggal 9. Rm. Hantoro, yang menjadi Pastor di Katedral Semarang, pada hari itu baru saja kontrol dokter di Rumah Sakit Panti Rapih. Tetapi beliau memang rutin mengunjungi Domus Pacis. Di antar oleh sopir, kemenakan, anak dari kemanakan itu, Rm. Han sampai Domus sekitar jam 11.00 dan kemudian bersama para pengantarnya ikut makan siang bersama para rama Domus.
  3. Paroki Bedono. Pada Senin tanggal 9 itu juga, ketika para rama Domus pada umumnya sudah berada di kamar masing-masing untuk istirahat siang, datang Rm. Sunu dan Rm. Hartono disertai seorang bapak dan tujuah orang ibu. Rm. Sunu adalah teman seangkatan Rm. Tri Wahyono. Rombongan ini sengaja mampir Domus dan disambut oleh Rm. Tri Wahyono dan Rm. Bambang. Para awam yang menyertai adalah orang-orang yang masuk dalam kepanitiaan Hari Raya Paskah di Paroki Bedono. Dari Domus mereka melanjutkan perjalanan untuk berkunjung ke rumah asala Rm. Sunu.

Wednesday, April 18, 2018

Menghargai Ekaristi, Anugerah Bapa, Putra dan Roh Kudus


Kamis, 19 April 2018
Minggu Paskah Ketiga
Refleksi harian dan doaku berdasarkan pada Yohanes 6: 44-51

Sahabatku terkasih. Berdasarkan Injil hari ini, kita diajak untuk menghargai Ekaristi. Ekaristi adalah hadiah dari Bapa yang Penuh Kasih. “Tidak seorang pun dapat datang kepadaKu kecuali ditarik Bapa," sabda Yesus. Siapa pun yang mendengar sabda Kristus dan tertarik kepadaNya, itu adalah karunia iman dari Bapa.


Sang Sabda telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Ia lahir di Betlehem. Dalam bahasa Ibrani (bêth-lih), berarti "rumah roti." Yesus diletakkan di palungan, tempat makanan untuk hewan. Sejak kelahiranNya di Betlehem dan dibaringkan di palungan, Yesus sudah direnungkan sebagai Roti Sejati, santapan bagi kawanan dombaNya. Begitulah caraNya sejak awal mengasihi kita yakni dengan memberikan diriNya sepenuhnya kepada kita terutama melalui Ekaristi.

Marilah berdoa: Tuhan Yesus Kristus, ajarilah aku percaya padaMu. Tolonglah aku untuk selalu menerima dan menghargaiMu dalam Ekaristi dengan rasa syukur. Engkaulah yang menghadiahiku Roti Ekaristi bersama Bapa dan Roh Kudua selamanya. Amin.

JohArt Wurlirang, 18/4/2018


Salam hormat dan doa
»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"

Pemred Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan Semarang; Ketua Komisi Hubungan Antaragama da Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang; Pastor Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang
»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Percikan Nas Kamis, 19 April 2018

Hari Biasa Pekan III Paskah
warna liturgi Putih

Kamis, 19 April 2018

Bacaan-bacaan:
Kis. 8:26-40; Mzm. 66:8-9,16-17,20; Yoh. 6:44-51. BcO Kis. 10:1-33.
Nas Injil:
44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. 45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. 46 Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. 47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. 48 Akulah roti hidup. 49 Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. 50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. 51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
Percikan Nas
Yesus total memberikan diri-Nya. Ia adalah roti hidup. Siapapun yang menyantap tidak akan mengalami lapar lagi. Sang roti hidup ini sungguh memberikan pemenuhan kepada mereka yang percaya kepada-Nya. Dan mereka yang percaya tidak akan mengalami kekurangan.
Dulu saya sering bertanya mengapa Yesus mengibaratkan diri sebagai roti hidup dan kita mesti menyantap-Nya. Seiring waktu merenungkan pribadi Yesus saya pun berani menyatakan bahwa Ia memang roti hidup. Ada banyak hal yang disabdakan dan dikaryakan sungguh bisa menghidupi. Semakin dalam menyantap-Nya semakin banyak bekal yang mencukupi perjalanan hidup. Ia sungguh kaya membagikan diri-Nya dan menjadi pelita yang menuntun perjalanan dalam kegelapan.
Kiranya layak dalam kesempatan ini saya mengajak pembaca semuanya untuk bergaul lebih intim dengan Yesus. Kata dan perbuatan-Nya sungguh luar biasa. Kala kita mau mengikuti-Nya kita akan mendapatkan bekal hidup yang melebihi perkiraan kita. Sungguh, Dia adalah roti hidup. Bersama Dia kita tidak akan kekurangan.
Doa:
Tuhan aku ingin selalu ada di dekat-Mu. Menimba sumber kehidupan. Menyantap roti hidup. Kupercaya bersama dengan-Mu aku tidak akan kekurangan. Amin.
Roti hidup.
(goeng).

Lamunan Pekan Paskah III

Kamis, 19 April 2018

Yohanes 6:44-51

6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
6:45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.
6:46 Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.
6:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.
6:48 Akulah roti hidup.
6:49 Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.
6:50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa orang yang ingin menikmati kebahagiaan sejati harus berjuang selalu lekat dengan yang ilahi. Tindakan perjuangan dekat dengan yang ilahi dilakukan dengan tekun hidup beragama.
  • Tampaknya, ada yang menggambarkan bahwa hidup beragama adalah wilayah hadirat ilahi. Dengan kesetiaan menjalani perintah dan menghindari larangan dalam agama orang akan mampu akrab dengan yang ilahi.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun amat aktif menjalani agama, kalau sikap hidupnya berada d iluar medan magnit kekuatan cahaya relung kalbu orang tak akan menghayati lekat nikmat aura ilahi yang menghadirkan kemuliaan sejati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yakin bahwa segala kedekatan dengan suara-suara kalbu adalah anugerah-Nya.
Ah, kebaikan hidup adalah hasil usaha sendiri.