Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, July 18, 2018

Lamunan Pekan Biasa XV

Kamis, 19 Juli 2018

Matius 11:28-30

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa orang yang dekat Tuhan akan jauh dari pencobaan. Orang akan bebas dari segala beban hidup.
  • Tampaknya, bagi yang dekat Tuhan segala beban yang disandang akan dilepas. Tuhan tak akan membuat orang mengalami kesusahan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, seintim apapun kedekatannya dengan yang ilahi, orang tak akan terbebaskan dari segala beban tanggungjawab hidup tetapi kedekatan sejati dengan-Nya membuat segala beban berat apapun akan terasa ringan dan yang menyusahkan justru berubah jadi mengenakkan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mengalami kepuasan hidup justru karena memiliki beban tanggungjawab.
Ah, yang enak itu yang tak berbeban dan tak punya derita.

Tuesday, July 17, 2018

Cuci Otak?


"Mangke kula MRI jam sedasa" (Nanti saya MRI jam 10.00) kata Rm. Harto pada makan pagi Kamis 12 Juli 2018 kepada Rm. Bambang yang kemudian bertanya "Diterke Rm. Sapto?" (Apakah diantar oleh Rm. Sapto?). Rm. Harto mengiyakan lalu meneruskan "Kalih Ardi" (Juga bersama Ardi, karyawan Domus Pacis). Kabar Rm. Harto akan periksa MRI di RS Panti Rapih sudah dua mingguan terdengar. Tetapi pelaksanaannya masih menunggu surat dokter dari Semarang. Rm. Sapto, Minister Domus, mengatakan bahwa ada tawaran untuk Rm. Harto untuk semacam cuci otak. Kalau dulu, katanya, hanya ada di Surabaya (dan Jakarta?), kini di Semarang juga ada. Rm. Harto sempat bilang "Kula pikir-pikir riyin" (Saya pikir-pikir dahulu) dan kemudian minta Rm. Bambang untuk mencarikan penjelasan dari internet. Rm. Bambang memberikan satu artikel yang berisi tentang cuci otak yang dilakukan oleh dokter Terawan di Jakarta. Maka, ketika surat dokter sudah datang, pada Kamis 12 Juli itu Rm. Harto diperiksa bagian tertentu dengan alat MRI di RS Panti Rapih. Kini beliau menunggu hasil. Katanya untuk penanganan lebih lanjut akan terjadi di RS Tlagareja, Semarang. Menurut Rm. Sapto ini adalah penanganan berkaitan dengan tremor yang diderita oleh Rm. Harto.

Percikan Nas Rabu, 18 Juli 2018

Odilia
warna liturgi Hijau


Bacaan-bacaan:
Yes. 10:5-7,13-16; Mzm. 94:5-6,7-8,9-10,14-15; Mat. 11:25-27. BcO Ayb. 4:1-21.

Nas Injil:
25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. 26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Percikan Nas:
Suatu kali saya akan mendirikan tiang pancang yang terbuat dari besi. Tiang pancang itu sudah disetting sedemikian rupa sebagai media permainan outbound. Kami sempat berdiskusi panjang bagaimana cara mengerjakannya. Ketika belum terpecahkan datanglah pak tukang dengan beberapa bambu. Ia pun mulai mengatur sana-sini dan akhirnya tiang tersebut berdiri.
Tuhan bersabda, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil” (Mat 11:25). Orang kecil sering mudah menangkap kehendak Tuhan daripada orang pandai dan bijak.
Sering kita pun mengalami harus berdiskusi panjang dengan orang pandai dan bijak. Banyak sekali gagasan dan pertimbangannya. Namun setiap kali sampai pada masa eksekusi terasa semua diskusi menjadi tak berarti. Pada orang kecil yang tulus hati tertangkap banyak kehendak Tuhan. Mereka inilah orang-orang yang mudah mendengarkan dan menahan diri untuk berbicara.

Doa:
Bapa semoga aku mampu menangkap sabda-Mu dengan baik. Aku ingin selalu mendengar suara-Mu. Bukalah kebijakan-Mu kepadaku. Amin.

Kecil yg Mendengarkan.
 (goeng).

ORANG BERILMU - Mat 11:25-27 (Rabu, 13 Juli 2011)

diambil dari Surip Stanislaus OFMCap dalam https://www.facebook.com 13 Juli 2011

Realita: “Kemiskinan adalah ujian bagi orang beriman dan malapetaka bagi orang tak beriman”, ujar sang teolog.

Refleksi Biblis: Yesus berdoa dan menyapa Allah sebagai Bapa, Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Orang bijak berarti terpelajar/berilmu; orang pandai berarti pintar/inteligen; orang kecil berarti belum berilmu. Orang bijak-pandai mengklaim berpengetahun mendalam tentang Allah; orang kecil merasa tidak tahu banyak tentang Allah, tetapi mengakui kehadiran Allah dalam diri Yesus. Karena itu, bagi orang-orang kecil dinyatakan kepada mereka, Bapa yang mempercayakan segala sesuatunya kepada Yesus. Karena misteri Allah yang tak mungkin dimiliki siapa pun ada pada Yesus, maka hanya Yesus dapat mengenal sepenuhnya Bapa dan hanya Bapa dapat mengenal sepenuhnya Dia. Mengenal bukan saja berarti mengetahui, tetapi suatu intimitas yang menciptakan relasi khusus antarpribadi. Karena itu pula, hanya Yesus dapat menyingkapkan sepenuhnya diri Bapa dan hanya orang yang kepadanya Ia berkenan menyatakannya dapat mengenal Bapa.

Rekonsiliasi: Tidak jarang kita mundur saat kesulitan menantang iman. Padahal, kita yakin hanya Yesus satu-satunya Pengantara kepada Bapa. Mengapa? Apa mau kita sekarang?

Lamunan Pekan Biasa XV

Rabu, 18 Juli 2018

Matius 11:25-27

11:25. Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
11:26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang dapat merasa memiliki banyak pemahaman karena menguasai banyak ilmu pengetahuan apalagi titel perguruan tinggi. Dia dapat dimasukkan dalam golongan cendekiawan.
  • Tampaknya, orang juga dapat merasa memiliki banyak pemahaman karena banyak pengalaman yang bagi orang banyak dianggap guru yang paling baik. Dia dapat dimasukkan dalam golongan kaum arif bijaksana.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun berilmu tinggi dan banyak pengalaman, orang harus hati-hati karena itu semua dapat membuatnya jadi egosentris sehingga hanya memahami hidup berdasar sudut pandang sendiri dan dapat buta terhadap realita mulia. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menyadari bahwa kaum kecil adalah bagian guru hidup yang paling ahli.
Ah, orang disebut bagian orang kebanyakan karena tak tahu apa-apa dan mudah ditipu.

Monday, July 16, 2018

Bertobat Berarti Kian Mengasihi dan Mengimani Yesus Semata


Selasa 17 Juli 2018
Pekan Biasa XV
Mat  11:20-24

Yesus mengecam kota-kota yang tidak bertobat, meskipun di sana Ia melakukan paling banyak mujizat. Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum jadi subyek sasaran kecaman Yesus. Mengapa? Karena mereka tidak bertobat meski melihat karya Yesus.

Baiklak kira renungkan pertobatan. Apa itu pertobatan menurut Yesus? Sabda pertama di awal karyaNya: Bertobatlah, Kerajaan Allah sudah dekat, percayalah kepada Injil. Injil adalah Kabar Gembira. Kabar Gembira itu tak lain adalah Yesus. Maka bertobat berarti percaya kepada Yesus Kristus sebagai tanda Kerajaan Allah yang hadir dekat kita dan bergembira dalam Dia.

Ya Yesus, berilah aku karunia pertobatan untuk semakin menerima, mengimani, mengasihi dan hanya menginginkanMu saja. Anugerahilah aku rahmat untuk gigih mencari, menemukan dan mengasihiMu dalam iman dan harapan. Engkaulah sumber kegembiraanku kini dan selamanya. Amin.

JoharT Wurlirang, 17/7/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Percikan Nas Selasa, 17 Juli 2018

Maria magdalena Postel, Magdalena Albrici dr Como, Teresia dr Agustinus
warna liturgi Hijau

Selasa, 17 Juli 2018

Bacaan-bacaan:
Yes. 7:1-9; Mzm. 48:2-3a,3b-4,5-6,7-8; Mat. 11:20-24. BcO Ayb. 3:1-26.
Nas Injil:
20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: 21 “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. 23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. 24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.”
Percikan Nas:
Dalam suatu suku tertentu ada rasa persaudaraan yang kuat. Mereka tidak menginginkan anggota keluarganya mengalami kesulitan. Mereka akan berusaha membantu sedemikian rupa agar keluarganya tidak mengalami kesulitan. Namun pertolongan itu mempunyai batasnya juga. Misalnya kalau sudah tiga kali ditolong tetap tidak bangkit maka akan ditinggalkan.
Di kota Khorazim dan Betsaida Yesus banyak melakukan mukjijat. Walau telah banyak mukjijat dilakukan namun orang-orang di kota tersebut tidak juga segera bertobat. Yesus pun berkata keras kepada mereka akan masa depannya yang lebih berat dari orang Tirus dan Sidon.
Dalam diri kita pun mungkin selalu ingin berbuat baik, juga kepada mereka yang jahat. Sering mereka tidak menerima, menghargai perbuatan kita. Mungkin mereka malah meremehkan kita dan menolak kita. Namun demikian kiranya kita tidak perlu berhenti berbuat baik. Berbuat baik adalah hakikat kita sebagai ciptaan Tuhan. Soal tanggapan orang tersebut kita pasrahkan saja pada Tuhan biar Tuhan yang bekerja.
Doa:
Bapa banyak kebaikan yang Kaulimpahkan kepada umat manusia. Namun demikian banyak juga yang tidak mengakui dan bahkan menolak. Engkau pun tidak kapok untuk memberikan kebaikan. Semoga aku juga mampu bertahan menghadirkan kebaikan walau tidak dihargai dan tidak diterima bahkan ditolak. Amin.
Tetap baik.
(goeng).