Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, September 22, 2017

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Padre Pio dari Pietrelcina, Imam
Sabtu, 23 September 2017

Lukas 8:4-15

8:4. Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:
8:5 "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
8:6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
8:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
8:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat." Setelah berkata demikian Yesus berseru: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
8:9 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.
8:10 Lalu Ia menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
8:11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
8:12 Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
8:13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
8:14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
8:15 Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di era global segalanya menjadi serba cepat. Orang dapat menikmati banyak kebutuhan yang tersaji secara cepat atau instan.
  • Tampaknya, orang memang tak harus susah payah untuk mendapatkan banyak hal karena kemajuan pesat tekhnologi. Bahkan untuk mengetahui banyak hal orang tak perlu ke mana-mana karena banyak pengetahuan dapat diketemukan dalam media sosial yang berada dalam genggaman telapan tangan yang bernama HP.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun banyak kebutuhan dan keinginan amat mudah diraih secara amat cepat bahkan instan karena kepesatan maju dan berkembangnya tekhnologi termasuk alat-alat informasi, kesejatian hidup yang menghadirkan kebaikan kebenaran dan kemuliaan selalu terjadi dalam diri orang yang mau pelan-pelan berproses dari penangkapan segala hal lewat panca indera yang diolah dalam hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang menyadari bahwa kesejatian hidup selalu membutuhkan proses pengembangan diri lewat segala pengalaman susah payah hidup sehari-hari.
Ah, pada jaman kini yang tak cepat berarti tak mutu.

Thursday, September 21, 2017

Gembira Bersaudara


Ketika itu hari Senin 18 September 2017 hampir jam 10.00. Ketika sedang mengepel lantai kamar Rm. Bambang, Pak Tukiran berkata "Nika kanca-kanca ajeng bareng-bareng nata kembang" (Teman-teman akan mengajak bersama-sama menata bunga). "Kembang sing teng njawi, napa?" (Apakah bunga-bunga yang ada di luar?) tanya Rm. Bambang yang langsung mendapatkan jawaban "Taman nglebet" (Yang ada di taman dalam). Beberapa saat kemudian, ketika Pak Tukiran sudah meninggalkan kamar Rm. Bambang, terdengar suara-suara meriah penuh sendau gurau. Mas Abas, Pak Tukiran, Mas Winarto, dan Mbak Tri terlibat bersama menata bunga-bunga. Tentu saja mereka juga membersihkan taman di dalam bangunan induk Domus Pacis dari daun-daun yang berguguran.

Tampaknya usaha penataan mereka cukup sederhana dan tidak spektakuler. Akan tetapi suasana persaudaraan antar mereka sungguh menyentuh hati. Sebenarnya jumlah karyawan sungguh terasa kurang dengan mundurnya suami-istri Heru-Tari. Ketika Bu Tari mundur, suasana kerja tidak begitu terasa ada kekurangan. Tetapi perginya Pak Heru membuat urusan kebun jadi tertinggal. Untunglah Pak Tukiran dan Mas Abas sering menyempatkan diri entah menyapu entah menyirami bagian luar Domus Pacis. Pada saat ini Rm. Bambang memang sedang menghubungi sana-sini untuk mendapatkan dua tenaga laki-laki yang bersedia kerja serabutan di Domus Pacis.

Mbak Tri dan Mbak Pipit (pramurukti untuk malam) serta Mas Winarto sebagai pramurukti memang memusatkan perhatian pada Rm. Tri Wahyono dan Rm. Rio Winarto. Pada saat ini pekerjaan-pekerjaan lain termasuk mengurus Rm. Harto dan Rm. Gito terutama jadi tanggungan Pak Tukiran dan Mas Abas. Memang, satu hal yang amat mencolok adalah makin eratnya hubungan personal persaudaraan antar para karyawan. Di saat istirahat siang mereka biasa berkumpul penuh celotehan di ruang karyawan. Pada malam hari suasana kumpul duduk-duduk terjadi di tempat duduk depan kamar Rm. Tri Wahyono. Mereka dapat mengalami gembira bersaudara.

Kesepian, Lansia yang Hidup Sendiri Kerap Dikira Mengalami Depresi

diambil dari https://health.detik.com/read
Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 05/03/2015 20:01 WIB

Jakarta, Setelah sang anak beranjak dewasa dan menikah, banyak orang tua yang menghabiskan masa tua mereka berdua saja. Namun, ketika salah satu pasangan meninggal dunia, di hari tua suami atau istri rentan kesepian dan mengalami depresi.

Dalam studi yang dilakukan University of Leuven di Belgia, ditemukan bahwa dalam kondisi berkabung di mana mereka telah ditinggalkan pasangannya, para lansia (orang lanjut usia) sering pergi ke dokter untuk mengobati perasaan kesepian mereka.

"Tapi mereka sering salah didiagnosis dengan depresi dan diberi obat antidepresan yang sebenarnya tidak perlu. Para janda dan duda di usia tua juga dekat dengan stigma mengalami penyakit mental," tutur ketua peneliti Dr Eiko Fried.

Memang, dikatakan Dr Fried, kesepian yang dirasakan seseorang berpotensi menimbulkan depresi. Namun, jika kesepian itu bisa diatasi, setidaknya depresi bisa dihindari dan paramedis tak perlu buru-buru memberi antidepresan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Baca juga: Riset: Sebelum Pikun, Lansia Biasanya Jadi Depresi dan Uring-uringan

"Kami menemukan sebenarnya kondisi mental para lansia, terutama yang pasangannya sudah tiada bermuara dari kesepian yang dialami. Setelah pasangannya meninggal, mereka cenderung menarik diri dari pergaulan sosial. Oleh karena itu, kerja sama keluarga, masyarakat, dan paramedis sangat dibutuhkan," papar Dr Fried.

Dalam laporannya di Journal of Abnormal Psychology dan dikutip pada Kamis (5/3/2015), Dr Fried menyarankan supaya keluarga lebih memperhatikan lagi kondisi para lansia dan sebisa mungkin buatlah mereka tidak merasa kesepian. Sebab, perubahan suasana di mana sebelumnya mereka memiliki pendamping lalu segalanya dilakukan sendiri, bisa menimbulkan masalah psikologi pada lansia.

"Oleh karena itu penting bagi keluarga untuk mengatur bagaimana agar orang tua mereka tidak merasa kesepian. Bisa dengan tinggal bersamanya, bergantian mengunjungi mereka, serta melibatkan tetangga sekitar sehingga yang bersangkutan bisa terlibat dalam kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggalnya," kata Caroline Abrahams dari Age UK.

Caroline menambahkan, para dokter juga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan lansia dengan mengidentifikasi gejala depresi yang memang muncul lalu menginformasikannya kepada keluarga. Dengan begitu, pencegahan agar depresi tidak makin parah bisa dilakukan.

Baca juga: Baju Terbakar Usai Panaskan Handuk di Microwave, Kakek Buta Ini Meninggal

(rdn/vit)

Wednesday, September 20, 2017

Lamunan Pesta

Santo Matius, Rasul dan Pengarang Injil
Kamis, 21 September 2017

Matius 9:9-13

9:9. Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
9:10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
9:11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
9:12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang-orang yang hanya memikirkan enaknya sendiri selalu dimasukkan dalam golongan kaum buruk. Apalagi kalau hidupnya selalu merugikan banyak orang, mereka akan disebut golongan penyakit masyarakat.
  • Tampaknya, orang-orang yang masuk penguasa di tengah masyarakat tetapi memanfaatkan kekuasaannya untuk memperkaya diri, mereka adalah kaum koruptor. Korupsi termasuk kejahatan amat berat sehingga siapapun yang masuk golongan orang-orang korupsi akan dibenci oleh masyarakat luas.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, seburuk apapun dan sebusuk apapun aroma kejahatan sebuah kelompok, orang tetap mampu menemukan bahwa di situ tetap ada sosok berjiwa luhur yang dapat diajak untuk terlibat dalam perjuangan demi kebaikan umum. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang menyadari bahwa di tengah kolam kotor bunga teratai bertengger dengan indahnya.
Ah, pokoknya yang ada dalam lingkungan jahat ya harus dibasmi.

Lamunan Pekan Biasa XXIV

Jumat, 22 September 2017

Lukas 8:1-3

8:1. Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang masih dapat menerima ungkapan tradisional “lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya”. Ada yang menjelaskan sebagai “Setiap negeri atau bangsa berlainan adat kebiasaannya.”
  • Tampaknya, perbedaan tidak hanya ditentukan oleh negeri atau bangsa. Kalau harus bepergian berkeliling, orang juga harus memperhitungkan bahwa beda kota dan beda desa pun juga dapat menentukan bagaimana dia harus bersikap.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun berada di tempat-tempat berbeda adat istiadat dan kelompok-kelompok orang berbeda perilaku, orang baru sungguh-sungguh mampu menjalani sambung hidup kalau kehadirannya selalu menjadi ungkapan dan wujud upaya ambil bagian membawa damai sejahtera demi kebaikan umum. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati kemanapun dan kapanpun orang dipanggil menjadi pembawa sukacita kedamaian.
Ah, yang paling pokok adalah cari nafkah.

Tuesday, September 19, 2017

Obat Batuk Dapat Membantu Melawan Diabetes, Masa Sih?

diambil dari https://www.dokter.id/berita 04 Sep 2015   18:00 WIB   


Sebuah penelitian baru menemukan bahwa salah satu komponen yang terdapat di dalam obat batuk yang banyak dijual bebas di pasaran ternyata dapat membantu meningkatkan pelepasan insulin di dalam tubuh manusia, yang tentu saja dapat membantu pengobatan diabetes tipe 2.

Insulin merupakan sejenis hormon yang diproduksi di dalam pankreas, yang berfungsi untuk “mengangkut” glukosa dari dalam darah dan masuk ke dalam sel-sel tubuh. Akan tetapi, pada penderita diabetes tipe 2, pankreas tidak memproduksi cukup banyak insulin atau sel-sel tubuh tidak berespon sebagaimana mestinya terhadap hormon insulin yang ada (resistensi insulin).

Kurangnya produksi hormon insulin dan resistensi insulin akan membuat glukosa menumpuk di dalam darah, tanpa dapat digunakan oleh sel-sel tubuh untuk menjalankan fungsinya, akibatnya adalah penderita selalu merasa lapar dan lemas akibat kekurangan sumber tenaga.

Para dokter di Heinrich Heine University di Dusseldorf, Jerman secara tidak sengaja menemukan bahwa obat dekstrometorfan dapat meningkatkan jumlah insulin yang dilepaskan dari dalam pankreas.

Pada awalnya, para peneliti menduga bahwa dektrometorfan dapat  menekan sekresi (pengeluaran) insulin pada penderita yang mengalami hiperinsulinisme, suatu keadaan di mana terdapat terlalu banyak insulin di dalam aliran darah seseorang.

Sebaliknya, para peneliti justru menemukan bahwa dekstrometrofan, atau khususnya dekstrorfan, sebuah produk sampingan dari dekstrometorfan yang terbentuk di dalam tubuh saat seseorang mengkonsumsi obat ini; justru dapat meningkatkan pelepasan insulin dari dalam pankreas. Hasil ini diperoleh setelah mereka melakukan berbagai percobaan pada hewan (tikus), jaringan pankreas manusia, dan pada para penderita diabetes.

Dekstrometorfan sebenarnya merupakan suatu obat batuk yang bekerja dengan cara menekan aktivitas reseptor tertentu di dalam tubuh yang disebut dengan N-Metil-D-Aspartat (NMDA), yang terdapat di dalam medulla oblongata, yang merupakan bagian dari batang otak.

Selain di batang otak, reseptor NMDA ini ternyata juga terdapat di dalam sel-sel yang berfungsi untuk memproduksi hormon insulin di dalam pankreas. Akan tetapi, berbeda dengan batuk yang akan berhenti bila reseptor NMDA di batang otak dihambat, terhambatnya reseptor NMDA di dalam pankreas justru dapat meningkatkan pelepasan hormon insulin.

Walaupun demikian, para peneliti tidak menganjurkan para penderita diabetes untuk mengkonsumsi dekstrometorfan untuk membantu mengendalikan kadar gula darahnya. Hal ini dikarenakan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai apa efek pemberian dekstrometorfan dalam jangka panjang pada seseorang. Selain itu, pada penelitian ini, para peneliti hanya melakukan percobaan pada sekitar 20 orang peserta.

Baca juga: Penggunaan Obat Pencahar Secara Berlebihan Dapat Mematikan

Sumber: livescience

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Andreas Kim Tae Gon, Iman, dan Santo Paulus Chong Ha Sang dkk, Martir
Rabu, 20 September 2017

Lukas 7:31-35

7:31 Kata Yesus: "Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?
7:32 Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.
7:33 Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.
7:34 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
7:35 Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang akan merasa amat terganggu terhadap orang lain yang sukanya nyinyir. Orang yang suka nyinyir akan mudah berkomentar negatif terhadap orang lain.
  • Tampaknya, kaum nyinyir memang amat kreatif menghubungkan segala perilaku orang lain dengan pandangan negatif. Semua perilaku golongan lain, sekalipun satu sama lain lain tidak saling bertentangan, akan mendapatkan komentar-komentar negatif.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, orang akan menyadari bahwa orang-orang yang suka nyinyir terhadap yang bukan golongannya bukan terutama disebabkan oleh rasa suka dan tidak suka tetapi dikarenakan oleh benteng yang memenjara hati yang membuatnya tak tersentuh oleh apapun yang datang dari luar dirinya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menyadari pentingnya kepekaan diri akan apapun yang ditemui dan ada disekitarnya agar selalu hidup dalam hikmat dan kebijaksanaan.
Ah, kalau tidak cocok ngapain harus memperhatikan?