Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, July 26, 2017

Lamunan Pekan Biasa XVI

Kamis, 27 Juli 2017

Matius 13:10-17

13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"
13:11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
13:13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.
13:14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
13:16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
13:17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada anggapan bahwa ahli komunikasi memiliki metode hebat di dalam berbicara dengan orang lain. Metodenya dilandasi teori komunikasi yang  mendalam dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
  • Tampaknya, metodologi komunikasi yang hebat menjadi cara bicara dan mengemukaan ide yang dapat diterapkan ketika berhadapan dengan macam-macam audiens. Itu adalah cara omong yang cocok untuk semua golongan pendengar apapun pendidikan dan tingkat sosialnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, setinggi dan sedalam apapun ilmu komunikasinya, orang belum sungguh-sungguh menjadi pembicara hebat kalau tidak membuatnya luwes mengubah cara berbicara dan bentuk yang diomongan sesuai dengan kadar kepekaan batin para pendengar. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung orang sadar bahwa subyek utama dalam berbicara adalah pendengarnya.
Ah, ahli komunikasi itu pendengarnya ya para ahli.

Bertumbuh Kaya dalam Iman, Harapan dan Cinta

diambil dari email group Unio-kas 26 Juli 2017

Kamis, 27 Juli 2017
Pekan Biasa XVI
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mateus 13:10-17

Yesus bersabda, "Kalian diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi orang-orang lain tidak. Karena barangsiapa mempunyai, akan diberi lagi, tetapi barangsiapa tidak mempunyai, maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga."

Tuhan Yesus Kristus terkasih, Engkau bersabda dalam Injil hari ini, "barangsiapa mempunyai, akan diberi lagi, tetapi barangsiapa tidak mempunyai, maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga." Dalam hal ini Engkau berbicara tentang kebaikan rohani daripada yang bersifat materi. Engkau mengacu pada iman, harapan dan cinta. Barangsiapa memiliki iman, harapan dan cinta, ia akan diberi lebih. Saat aku mengasah iman, harapan dan cintaku, semua itu akan bertambah dalam jiwa dan hidupku.
 
Tuhan Yesus Kristus terkasih, anugerahilah aku rahmat bertumbuh dalam iman, harapan dan cinta. Aku ingin berkembang dalam keutamaan-keutamaan ini dan mulai melihat dunia dengan cara pandang mataMu. BersamaMu, masa depanku akan selalu lebih cerah dari masa laluku, dipenuhi dengan iman, harapan dan cinta yang lebih.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, bantulah aku bertumbuh makin kaya dalam iman, harapan dan cinta. Doaku dalam Adorasi Ekaristi Abadi akan kian bermakna hanya jika aku memiliki kerendahan hati di hadiratMu. Kini aku datang dan mendekatiMu dengan kerendahan hati. Aku mengandalkan Dikau dan rahmatMu. Perkembangkanlah iman, harapan dan cintaku kini dan selamanya. Amin.

Girlan Ungaran, 26/7/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Tuesday, July 25, 2017

Misa Harian Pindah Kapel


"Sementara ngangge meja sing biasane diengge, nggih? Misa teng kapel anyar sanadyan altare dereng dugi" (Sementara memakai meja yang biasa digunakan, ya? Misa harian diselenggarakan di kapel baru walau altar belum datang) kata Rm. Agoeng kepada Rm. Bambang pada Sabtu 22 Juli 2017 ketika sedang makan pagi. Dan pada siang hari Pak Tukiran datang di kamar Rm. Bambang dan bilang "Rama Agoeng dhawuh mindhah meja lan alat-alat misa teng kapel enggal" (Rm. Agoeng meminta untuk memidahkan meja dan alat-alat misa ke kapel baru). Rm. Bambang menanggapi dengan mengatakan "Misa teng kapel anyar diwiwiti suk Senen mawon" (Misa di kapel baru dimulai besok Senin saja). Rencana pelaksanaan misa dimulai hari Senin 24 Juli 2017 juga dikatakan kepada Rm. Rio ketika beliau bertanya kepada Rm. Bambang "Engko misane wis neng kapel anyar?" (Apakah nanti misa sudah dilaksanakan di kapel baru?).


Ketika melihat belum ada meja dan alat-alat misa tertata di kapel baru, pada Minggu 23 Juli 2017 Rm. Agoeng meminta Mas Abas mengajak Pak Heru untuk memindah meja dari kamar yang biasa digunakan untuk misa sehari-hari ke kapel baru. Tabernakel, patung, dan beberapa buku-buku langsung berada di kapel baru. Kemudian di hari Senin 24 Juli 2017 Pak Tukiran melengkapi hal-hal lain. Pemakaian kapel baru, yang belum diberkati karena masih menunggu altar dan tabernakel yang masih belum selesai dikerjakan di bengkel pimpinan Rm. Deny, memang harus dilakukan untuk mengembalikan fungsi tempat misa sebelumnya sebagai kamar tidur. Bertambahnya rama penghuni Domus Pacis membuat tak ada kamar bila ada tamu. Baru-baru ini ada rama dari Atambua menginap dan kemudian tidur di kantor Komsos. Dengan dipindahnya peralatan misa, maka mulai dengan Senin sore 24 Juli 2017 misa harian Domus Pacis dilakukan di kapel baru. Pada sore itu misa dipimpin oleh Rm. Bambang yang diikuti oleh Rm. Rio, Rm. Tri Hartono, Rm. Gito, dan Rm. Harto.

Lamunan Peringatan Wajib


Santo Yoakim dan Santa Ana, Orang Tua Santa Perawan Maria
Rabu, 26 Juli 2017

Matius 13:16-17

13:16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
13:17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, mata dan telinga memang merupakan organ tubuh yang memudahkan orang kontak dengan lingkungannya. Dengan mata orang bisa menangkap yang tampak dan dengan telinga orang dapat sambung dengan suara.
  • Tampaknya, orang dapat kehilangan kebahagiaan kalau menderita kemerosotan daya mata dan telinga. Apalagi kalau mengalami buta dan tuli, orang dapat mengalami frustrasi berat.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki mata dan telinga yang amat sehat dengan daya lihat dan dengar hebat, orang dapat belum sungguh menggunakan dua organ tubuh itu kalau itu belum masuk dalam kesejatian daya inderawi untuk menangkap dan memahami yang batiniah di balik yang terdengar dan terlihat secara lahiriah. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan membatinkan yang tertangkap secara lahiriah sehingga mengalami keutuhan realita hidup.
Ah, mata dan telinga baik itu ya yang bebas kacamata dan earphone.

Berbahagialah Kita Semua Terberkati

diambil dari email group Unio-kas 25 Juli 2017

Rabu, 26 Juli 2017
Pekan Biasa XVI
PW S. Yoakim dan Ana, Orangtua SP Maria
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mateus 13:16-17

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Berbahagialah matamu karena telah melihat, berbahagialah telingamu karena telah mendengar. Sebab, Aku berkata kepadamu: Banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

Tuhan Yesus Kristus terkasih, sebagaimana kurindukan akan kepenuhan kerajaan Allah, aku menyadari bahwa aku sudah diberkati dengan berbagai cara. Aku menikmati dan memikirkannya sebagai berkat dari Allah melalui Dikau.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, aku sadari bahwa ada beberapa orang yang mungkin membenciku; aku berdoa untuk mereka. Engkau mengatakan padaku bahwa aku sudah dikuduskan, aku diberkati sebagaimana adaku.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam Adorasi Ekaristi Abadi aku mengambil waktu untuk menyadari bahwa mataku dan telingaku telah diberkati. Bantulah aku menjadi pembawa berkah bagi mereka yang kulayani kini dan selamanya.

Pudak Payung, 25/7^2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊ ·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Jadi Tim Kerja Mgr. Riana?


Pada Kamis 20 Juli 2017, ketika sedang berada di ruang serbaguna Domus Pacis yang bernama Ruang Barnabas untuk melihat kesiagaan pelaksanaan Misa Peringatan Arwah di malam itu, HP Rm. Bambang berdering ketika jam menunjuk angka 17.28. Ternyata yang mengkontak adalah Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang, Kalimantan Barat. Di dalam telepon beliau berharap dapat berjumpa dengan Rm. Bambang. Ketika tahu bahwa akan ada Misa jam 19.00, beliau bersepakat dengan Rm. Bambang untuk datang di Domus Pacis pada jam 21.00. Informasi akan adanya kehadiran Mgr. Riana untuk Rm. Bambang ternyata juga dikabarkan oleh Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. pada hari itu jam 17.29 lewat grup email Unio-kas yang berbunyi "Rm Bambang, sonten menika kula dherekaken Mgr Riana tindak mriku badhe manggihi Rm Bambang sakperlu rembagan bab session AYD7" (Rm Bambang, sore ini saya akan mengantar Mgr Riana menjumpai Rm Bambang untuk membicarakan bab session AYD7).

Mgr. Riana tiba di Domus tepat pada jam 21.00 diantar oleh Rm. Dwi Harsanto. Ketika itu masih ada tamu-tamu peserta Misa yang masing tinggal bercengkerama. Para relawan masih menata sisa-sisa konsumsi. Rm. Bambang langsung meninggalkan saudaranya dan menuju kamarnya bersama Mgr. Riana dan Rm. Dwi Harsanto. Mereka bertiga langsung terlibat dalam pembicaraan tentang bahan yang akan disampaikan dalam sesi pertama pertemuan pleno Asian Youth Day ke 7 (AYD7) pada tanggal 3 Agustus 2017 di Jogjakarta Expo Center (JEC). Di dalam sesi itu para peserta yang katanya sebanyak 2.300 orang, sesudah live in sejak 30 Juli 2017, akan mendapat sajian salah satu tokoh pewarta iman dalam konteks budaya, yaitu Barnabas Sarikrama. Di kamar itu Rm. Bambang menyerahkan teks persiapan dan menayangkan power point. Kemudian antara mereka bertiga terjadi diskusi yang membiacarakan soal apakah itu kesejatian budaya dan bagimana itu dirumuskan dalam paradigma kaum muda. Di dalam pembicaraan ini juga dinyatakan kedudukan Rm. Bambang sebagai speaker. Karena pengisi sesi-sesi secara resmi adalah seorang uskup, maka Mgr. Riana akan berpakaian resmi sebagai pembicara. Tetapi beliau dalam presentasi membawa tim kerja, yaitu Rm. Bambang. Pembicaraan di kamar Rm. Bambang ini berlangsung lebih dari 2 jam dan baru pada jam 23.20 Mgr. Riana dan Rm. Dwi Harsanto meninggalkan Domus Pacis. Ternyata Pak Tukiran dan Mas Abas masih menunggu kepulangan kedua tamu tersebut.


Monday, July 24, 2017

Lamunan Pesta


Santo Yakobus, Rasul
Selasa, 25 Juli 2017

Matius 20:20-28

20:20. Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
20:21 Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."
20:22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat."
20:23 Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."
20:24 Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
20:25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
20:26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
20:27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
20:28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, kebanyakan orang tahu bahwa hidup adalah perjuangan. Orang harus selalu siap siaga bersusah payah untuk meraih yang dibutuhkan bahkan yang diinginkan.
  • Tampaknya, dengan ungkapan Jawa jer basuki mawa béya (kebahagiaan harus diraih dengan pengorbanan), segala susah payah hidup adalah perjuangan untuk mendapatkan kebahagiaan. Pada umumnya orang merasa bahagia kalau dapat berhasil dalam hidup yang ditandai dengan memiliki status sosial terpandang.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, setinggi apapun kedudukan di tengah masyarakat dapat diraih dengan perjuangan berdarah-darah, itu tidak menjamin seseorang mengalami hidup tenang bahagia kalau orang tidak mengutamakan susah payah perjuangan hidup sebagai jalan ambil bagian ikut melayani kebutuhan demi kebaikan umum dan kedudukan sosial sebagai anugerah penempatan untuk posisi pelayanan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang menyadari bahwa kedudukan apapun yang ada di tengah masyarakat adalah bagian ambil bagian pelayanan demi kebaikan umum.
Ah, kedudukan sosial adalah kehormatan.

Dipanggil untuk Melayani Sesama

diambil dari email group Unio-kas 24 Juli 2017

Selasa, 25 Juli 2017
Pesta S. Yakobus, Rasul
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mateus 20:20-28

Sekali peristiwa, menjelang kepergian Yesus ke Yerusalem, datanglah ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu. Yesus bersabda, "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia: Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Tuhan Yesus Kristus terkasih, sebagaimana Kau sabdakan dalam Injil hari ini, Engkau memanggilku untuk melayani seperti Dikau, bahkan menyerahkan nyawa sebagai tebusan untuk banyak orang. Melayani juga berarti menderita setiap waktu. Jika penderitaan merupakan bagian dari rencanaMu bagiku, berilah aku rahmat untuk bekerjasama dengan Dikau, demi keselamatan jiwa-jiwa dengan mempersembahkan penderitaan itu secara ikhlas padaMu.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, semoga hidupku sehari-hari ditandai perhatian untuk kebaikan tulus bagi sesama dan dengan kesiapsediaan melayani sesama melalui perbuatan baik yang dapat kulakukan. Bantulah aku mewujudkan tindakan pelayanan harian entah besar entah kecil. Semoga aku berusaha melakukan pelayananku sesuai status hidupku dan melakukan itu dengan merdeka dan sepenuhnya, dalam kesadaran penyerahan diri.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, meski banyak kelemahanku aku tahu Engkau tetap terus memanggilku. RohMu terus membimbingku. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi aku belajar percaya padaMu, mengasihi dan memuliakanMu atas semua anugerahMu padaku. Anugerahilah aku kepekaan baru untuk melayani kebutuhan terdalam sesama kini dan selamanya. Amin.

Campus Ministry_SCU, 24/7/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

15 Menit Angkat Kaki di Malam Hari

diambil dari WAG DE BRITTO '68-'71 Plus Kamis 20 Juli 2017

"Mengangkat Kaki" Selama 15 Menit Setiap Malam, Tidak Disangka "Efeknya Sangat Luar Biasa"! Lakukan Sekarang Sebelum Terlambat!

Kamu pasti gak akan percaya! Cukup dengan mengangkat kakimu selama 15 menit setiap malam sebelum tidur, kamu akan merasa fisik kamu bugar, energi kamu bertambah dua kali lipat, berbagai macam gangguan seperti sembelit, gangguan pencernaan, pembesaran prostat, dan lain-lain akan sembuh dengan sendirinya! Cukup 1 gerakan, kamu akan terhindar dari ratusan penyakit! Tapi syaratnya harus dilakukan secara rutin untuk 2-3 bulan!

Jangan sepelekan tindakan kecil seperti ini! Kamu belum tahu fungsinya bagi tubuh!

1. Mendetoksifikasi hati dan ginjal
Pada saat kakimu terangkat di atas, darah akan mengalir kembali ke hati dan ginjal. Hal ini dapat membantu ginjal dan hati bekerja lebih baik untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh dan meningkatkan metabolisme.

2. Menambah energi
Pada saat kaki terangkat, sel-sel tubuh akan teraktivasi seperti pada saat olahraga, sehingga tubuh akan lebih berenergi.

3. Melancarkan aliran darah
Pada saat kaki terangkat ke atas, darah bisa mengalir tanpa hambatan, alhasil metabolisme pun meningkat.

4. Menyehatkan jantung dan menstabilkan tekanan darah
Pada saat kaki terangkat, kita melatih otot inti kita bernafas dan meringankan kerja jantung, alhasil nyeri dada pun akan hilang. Pada saat bersamaan, jantung menjadi lebih sehat, tekanan darah stabil dan dapat membantu mengurangi stress!

5. Menurunkan lemak darah dan menstabilkan gula darah
Pada saat kaki terangkat ke atas, tubuh akan mengeluarkan keringat, yang otomatis mengeluarkan racun dan membakar lemak di dalam tubuh. Pada saat bersamaan, limpa kita juga akan terlatih dan fungsi limpa pun meningkat sehingga gula darah dapat terkontrol dengan baik.

6. Meningkatkan fungsi reproduksi
Pada saat kaki terangkat, usus akan bergerak dan kandung kemih juga menjadi lebih kuat, fungsi fisiologis pria dan wanita pun meningkat.

7. Melatih tulang belakang dan mencegah kerusakan sendi
Pada saat kaki terangkat, tulang belakang menjadi lurus dan aliran darah menjadi lancar, alhasil sumsum tulang dapat bekerja lebih baik. Tidak ada lagi masalah bone spur atau degenerasi sendi. Tulang dan sendi menjadi sehat dan kuat.

8. Mengobati insomnia
Pada saat kaki terangkat ke atas, organ-organ tubuh dapat di 『reset』 kembali ke fungsi normal. Saatnya untuk tidur, otomatis tubuh akan memerintahkanmu untuk tidur, tidak ada lagi masalah gangguan tidak bisa tidur!

Oke langsung aja, ini dia caranya!
1. Baring lurus di tempat tidur, kedua tangan diletakkan di atas perut, kedua kaki dirapatkan

2. Angkat kaki ke atas dan lutut ditekuk 90 derajat

3. Pertahankan posisi ini selama 15 menit

Ingat! Sebelum dan sesudah melakukan gerakan ini, minum air hangat sekitar 300 ml, tenang, tetap santai, bernafaslah sepperti biasa, jangan tahan nafas, gunakan tenaga dari pinggang dan otot intimu!

Sunday, July 23, 2017

Bertobat agar Selamat

diambil dari email group Unio-kas 23 Juli 2017

Senin, 24 Juli 2017
Senin Pekan Biasa XVI
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mateus 12:38-42

Sekali peristiwa beberapa ahli Taurat dan orang Farisi berkata kepada Yesus, "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." Jawab Yesus kepada mereka, "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian pula Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam."

Tuhan Yesus Kristus terkasih, seperti para ahli Taurat dan Farisi, aku lebih suka minta tanda bahwa Allah bicara padaku dalam dan melalui Dikau. Namun Engkau hanya memiliki satu-satunya tanda untuk diberikan yakni DiriMu sendiri sesudah Kebangkitan. Betapa penting Kebangkitan sebagai jalan yang harus kumengerti dan mengikuti Dikau!

Tuhan Yesus Kristus terkasih, Engkau membandingkan DiriMu dengan Yunus, nabi yang mewartakan pertobatan. Lebih dari itu Engkau bersabda bahwa Engkau lebih besar dari Yunus, hingga keteganganku untuk bertobat akan menjadi hukumanku.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam Adorasi Ekaristi Abadi, aku bersembah sujud di hadiratMi yang bersabda bahwa Engkaulah yang akan duduk sebagai hakim segala bangsa pada akhir zaman. Aku mohon untuk tidak tuli pada panggilanMu untuk berubah atas apa yang harus kuubah dalam diriku, hingga aku tak mendapatkan hukuman. Aku membutuhkan perubahan rohani dalam hidupku agar aku hidup di hadirat Allah. Itulah yang akan menjadi kebangkitan bagiku kini dan selamanya. Amin.

Plaza Ngasem, Srawung Anak Bangsa, 23/7/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊ ·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Lamunan Pekan Biasa XVI



Senin, 24 Juli 2017

Matius 12:38-42

12:38. Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."
12:39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
12:41 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!
12:42 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang dapat yakin bahwa yang dapat mencapai hidup luhur adalah orang-orang yang rajin beragama. Apalagi orang, yang memiliki pengetahuan dan pemahaman seluk belum agama serta yang rajin menjaga tradisi keagamaan, keluhuran hidup ada pada mereka.
  • Tampaknya, orang juga dapat yakin bahwa orang yang tak mengenal agama berada dalam keadaan hidup yang tak bermoral. Yang abai agama juga ada dalam kesesatan hidup.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun berada jauh dari lingkungan kaum alim beragama dan memiliki keakraban dengan kebiasaan-kebiasaan sesat, orang tetap dapat memiliki keluhuran hidup melebihi yang rajin menjaga tradisi agama dan bahkan memiliki pengetahuan mendalam seluk beluk agama karena menjadi pelaku petunjuk kebaikan walau hanya sekilas terlihat atau terdengar. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mengutamakan keterbukaan sikap terhadap dengung kalbu.
Ah, yang baik itu ya yang tekun beragama.

Syukur Peringatan Arwah


Malam itu, Kamis 20 Juli 2017, tidak ada satupun rama Domus Pacis pergi. Kecuali Rm. Tri Wahyono, yang memang selalu ada di kamar dalam penjagaan pramurukti, ketujuh rama ada di Ruang Barnabas, ruang serba guna di Kompleks Domus Pacis. Kalau Rm. Yadi dengan kursi rodanya berada di jajaran belakang, tidak demikian dengan Rm. Gito, Rm. Harto, Rm. Tri Hartono, dan Rm. Rio Winarto. Keempat rama ini duduk berjajar di bagian depan dengan kursi roda menghadap ke utara. Sementara itu banyak tamu hampir memenuhi kursi yang disediakan yang ditata dengan struktur huruf "U" menghadap altar yang berada di bagian utara menghadap ke selatan. Para tamu ini berasal dari Lingkungan Fransiskus Asisi Puren, Lingkungan Fransiskus Xaverius Ambarrukmo, Lingkungan Yohana Sleman Timur, beberapa keluarga dari Banteran (Paroki Mlati) dan Pringgolayan, serta kelompok Kor Ibu-ibu Paroki Medari. Ketika jam menunjuk 5 menit sebelum 19.00, Rm. Agoeng tampil sebagai pembawa acara. Beliau membuka dengan kata-kata "Tadi ketika tahu bahwa saya tidak pergi, Rm. Bambang berkata 'Mangke sing ngacarani njenengan nggih' (Nanti yang jadi pengacara Anda, ya)."

Rm. Agoeng dalam kata-kata pembuka memaparkan bahwa acara Misa yang akan diselenggarakan adalah untuk memperingati arwah Ibu Rubinem dan arwah Bapak Hidayat. Bu Rubinem adalah ibu Rm. Bambang yang saat itu sudah 100 hari menghadap Tuhan. Sementara itu Bapak Hidayat adalah ayah Ibu Rini, salah satu relawati Domus Pacis, yang setahun sudah dipanggil Allah. Sebenarnya Pak Hidayat genap satu tahun pada tanggal 9 Juli 2017. Tetapi karena Bu Rini adalah satu-satu yang Katolik dalam keluarga dan sulit untuk mendapatkan kesempatan ikut memperingati wafat ayahnya secara Katolik, beberapa relawan Domus meminta untuk menyatukan dalam Misa peringatan 100 hari Bu Rubinem. Maka Misa peringatan arwah ini diselenggarakan bersama oleh Rm. Bambang dan Bu Rini dengan tamu-tamu atas undangan kedua pihak. Inilah mengapa beberapa relawan Domus (Mas Handoko, Mbak Sri, dan Bu Mumun) sudah ikut sibuk sejak jam 16.00 baik untuk menyiapkan soundsystem maupun beberapa urusan konsumsi.

Misa malam itu dipimpin oleh Rm. Bambang. Pak Sandi dari Puren membantu sebagai Prodiakon Paroki. Bapak Fajar, sepupu Bu Rini, tampil sebagai Lektor. Kor Ibu-ibu Medari pun bersemangat ikut mengiringi lagu-lagu karena Bu Rini adalah ketua Tim Kerja Ibu-ibu Paroki Medari. Doa-doa disampaikan secara spontan oleh peserta Misa. Rm. Bambang dalam khotbah dan doa-doa membawa nuansa ceria penuh syukur karena kasih Kristus dalam Gereja yang menopang almarhum Ibu Rubinem dan Pak Dayat. Bu Rubinem dalam wafatnya ditopang oleh banyak relawan dan umat Katolik serta dijadikan bagian kasih Komunitas Para Rama Domus Pacis. Sementara itu almarhum Pak Dayat mengalami kedekatan jiwa perhatian Bu Rini dan pada saat wafat suasana peristiwa pelayatan juga diwarnai oleh kehadiran umat Katolik termasuk beberapa rama Domus.

Ketika Misa selesai Rm. Agoeng menyatakan bahwa tidak ada acara lain kecuali makan malam bersama. Beliau langsung memimpin doa pembuka makan dan sesudah itu Rm. Agoeng berkata "Untuk menutup makan semua secara perorangan dimohon berdoa sesuai kepercayaan masing-masing" yang membuat para tamu tertawa. Acara makan malam bersama itu diwarnai oleh suasana yang akrab di antara para tamu. Sesudah mengambil menu yang diminati oleh masing-masing, para tamu banyak yang duduk berkelompok-kelompok dan saling omong satu sama lain. Perjumpaan dengan warga Katolik dari beberapa tempat tampaknya juga menambah adanya teman-teman baru. Kelompok kor tampak amat bergembira. Mereka asyik berulang-ulang ambil foto termasuk dengan Rm. Bambang. Beberapa anggota kor, sesudah makan, amat gembira berjumpa dengan Rm. Rio dengan menyusul ke kamarnya. Kegirangan anggota kor juga tampak dalam postingan gambar-gambar peristiwa Misa malam itu dalam FB yang kemudian masuk dalam album simpanan Rm. Bambang.

Saturday, July 22, 2017

Allah Bapa, Kesabaran dan Kesetiaan

diambil dari email group Unio-kas 22 Juli 2017

Minggu, 23 Juli 2017
Minggu Biasa XVI 
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mateus 13:24-43

Sekali peristiwa Yesus membentangkan suatu perumpamaan kepada orang banyak, kata-Nya, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama orang yang menaburkan benih baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu." 

Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam perumpamaan ini Engkau mengatakan padaku bahwa inilah karya musuh: perjuangan antara kebaikan dan kejahatan adalah kematian, namun aku dapat percaya bahwa Allah akan selalu memiliki penentu akhir. Tak pernah mudah mempercayai ini, sebab sering banyak hal memberi arah berbeda. Karenanya aku mohon rahmat untuk percaya bahwa Allah itu adil dan penuh kuasa. Aku ingin menjadi orang yang bekerja sama Allah, sebab Ia berkarya untuk mewartakan dan menebarkan Kerajaan kebenaran, keadilan dan damaiNya dalam hidupku.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, Engkau begitu sabar dan toleran. Perhatian utamaMu dan keprihatinanMu adalah menabur benih-benih yang baik, gandum yang Kau taburkan. Kebaikan dan kejahatan selalu ada dalam hidupku dan dunia. Tak seorang pun dari kami ini sempurna. Aku memerlukan pengampunan dan penebusan.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam Adorasi Ekaristi Abadi aku bersembah sujud di hadiratMu yang mengetahui kekuatan dan kelemahanku. Bantulah aku untuk menghasilkan buah berlimpah dari karya-karya kebaikan demi kemuliaan Allah Bapa yang lebih besar kini dan selamanya. Amin.

PTPM Jogya, 22/7/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊ ·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Lamunan Pekan Biasa XVI


Minggu, 23 Juli 2017

Matius 13:24-43

13:24. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
13:25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.
13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?
13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
13:30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
13:31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.
13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."
13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."
13:34 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,
13:35 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."
13:36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."
13:37 Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran bahwa setiap orang memiliki kecenderungan suka yang baik. Orang akan selalu senang menerima segala yang baik dan luhur.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa kebaikan itu bagaikan magnit alami. Orang mudah tertarik pada kebaikan tanpa harus keras berpikir dan berupaya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun selalu menolak  keburukan dan menyingkiri yang jahat, orang akan sadar bahwa kejahatan akan datang secara alami tanpa disadari sehingga orang harus selalu éling lan waspada (menjaga kesadaran dan kesiagaan) untuk menanam dan menumbuhkembangkan serta menjaga buah-buah kebaikan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan selalu menjaga adanya kebaikan sekalipun hidup bersama kaum buruk.

Ah, yang baik harus dipisahkan dari yang buruk.

Friday, July 21, 2017

Makna Perumpamaan tentang Lalang dan Gandum (1)

diambil dari http://www.sesawi.net by A Gianto -

[/media-credit]REKAN -rekan yang budiman! Petikan yang dibacakan pada hari Minggu Biasa XVI A tahun ini memuat tiga perumpamaan mengenai Kerajaan Surga.Tentang  lalang dan gandum (Mat 13:24-30); sesawi (13:31-32), dan ragi (13:33-35) diikuti dengan penjelasan Yesus mengenai perumpamaan yang pertama khusus bagi murid-muridnya (13:36-43).

Rangkaian seperti ini juga terdapat dalam petikan Minggu lalu (Mat:1-23), yakni perumpamaan mengenai penabur serta penjelasannya kepada murid-muridnya.

Tanah yang sesuai

Di situ diperlihatkan betapa rapuhnya benih Kerajaan Surga. Oleh karenanya perlu ada tanah yang cocok  serta penggarapan yang sungguh agar dapat bertumbuh dan berbuah. Petikan lalang dan gandum memperlihatkan sisi-sisi lain.

Lalang yang tumbuh bersama dengan gandum menggarisbawahi daya-daya gelap tidak sertamerta tersingkir dari kehidupan orang beriman. Kerajaan Surga juga seumpama sesawi dan ragi. Walaupun pada awalnya kecil dan sedikit, nanti bila tumbuh dan berkembang akan menaungi dan merasuki banyak orang.

Para pendengar diajak menarik hikmat dari perumpamaan-perumpamaan itu untuk membaca kembali iman dalam mengikuti Yesus.

Bayangan kekuatan gelap

Perumpamaan mengenai benih lalang yang ditaburkan musuh di ladang gandum menunjukkan bahwa kekuatan-kekuatan gelap masih tetap membayangi orang-orang yang sudah mau menerima kehadiran ilahi. Sekaligus ditegaskan bahwa keadaan ini nanti akan berakhir. Satu saat yang gelap akan dipisahkan dari yang terang.

Dalam perumpamaan ini diceritakan satu saat para penggarap ladang (“hamba-hamba”) melapor kepada pemilik bahwa ada lalang tumbuh di situ padahal sang pemilik kan hanya menabur benih baik, yakni benih gandum.

Ilalang=Iblis

Pendengar sebelumnya sudah mendengar bahwa pada malam hari seorang musuh menyebarkan bibit lalang, namun para penggarap belum tahu. Yang empunya ladang tetap tenang.

Ia sadar apa yang terjadi dan memberitahu para penggarap bahwa ada lawan yang menabur lalang di situ. Para penggarap ladang mau segera mencabuti lalangnya.

Dan memang biasanya ladang sering disiangi dan dibersihkan dari tetumbuhan lain. Tetapi dalam perumpamaan ini pemilik mencegah. Aneh! Sikap pemilik itu bukan seperti yang biasa terjadi.

Pendengar yang tahu seluk beluk penggarapan ladang juga segera merasa ada yang tak wajar. Lalang biasanya segera dicabuti, juga bila tumbuh lagi. Semakin aneh lagi, alasannya ialah agar gandum tak ikut tercabut.

Mana mungkin! Para penggarap kan tahu betul mana lalang dan mana gandum. Kadang-kadang terdengar tafsiran bahwa jenis lalang yang dibicarakan di sini boleh jadi amat mirip dengan gandum sehingga resiko yang diungkapkan pemilik tadi jadi lebih masuk akal.

Namun penjelasan seperti ini sebetulnya dicari-cari dan malah memiskinkan perumpamaan tadi. Dalam perumpamaan wajar ada hal yang mengusik dan tak langsung terasa klop. Justru unsur itulah yang dapat membuat orang berpikir lebih lanjut.

Oleh karena itu lebih baik kita biarkan saja keanehan pemilik ladang tadi. Ia melarang para penggarap ladang itu melakukan pembersihan. Tentu para penggarap akan bertanya-tanya terus. Pendengar akan dapat ikut menikmati ajaran perumpamaan ini bila bersedia membiarkan keanehan tadi.

Kekuatan jahat memang terasa mengancam. Dan tidak dapat disangkal adanya. Yang bisa dilakukan ialah belajar mengenali gerak geriknya. Manusia kiranya juga tak bakal mampu meniadakannya dengan kekuatan sendiri.

Akan dijelaskan kepada para murid bahwa lalang ialah orang-orang yang memihak yang jahat. Mereka itu disemai oleh Iblis sendiri. Iblis juga pernah menggoda Yesus tanpa hasil, dan kini Yesus mengajar murid-muridnya agar tahu cara-cara yang dipakai Iblis mengeruhkan keadaan. Para murid dapat belajar menjadi semakin mampu juga membedakan yang baik dari buruk.

Menggapai Yesus Kristus Sebagai Sang Guru Kita

diambil dari email group Unio-kas 21 Juli 2017

Sabtu, 22 Juli 2017
Pekan Biasa XV
PW S. Maria Magdalena
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Yohanes 20:1.11-18

Pada hari Minggu Paskah, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Katanya, "Tuhanku telah diambil orang, dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." ... Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, "Aku telah melihat Tuhan!" 

Tuhan Yesus Kristus terkasih, seperti Maria Magdalena dalam Injil hari ini, aku ingin mencariMu dan mengikuti panggilan cintaMu dengan pengalaman kasih personalku yang mesra, namun aku tak mampu mengenaliMu karena Ku terperangkap oleh emosiku. Namun aku bersyukur padaMu sebab sepanjang waktu Engkau selalu memandangku.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, seperti kepada Maria Magdalena Engkau memanggilku juga dengan namaku. Engkau menjangkauku dengan pengalaman personal yang mesra. Bantulah aku mengenaliMu dengan sukacita sebagai Rabboni (Sang Guru)ku.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam Adorasi Ekaristi Abadi aku bersembah sujud di hadiratMu, yang selalu memanggilku juga dengan namaku. Di sana, seperti Maria Magdalena Engkau aku mencariMu dan mengikuti panggilan cintaMu dengan pengalaman kasih personalku yang mesra. Semoga aku mengenaliMu dengan sukacita sebagai Rabboni (Sang Guru)ku kini dan selamanya. Amin.

Girlan Ungaran, 21/7/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.