Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, July 17, 2017

Lamunan Pekan Biasa XV

Selasa, 18 Juli 2017

Matius 11:20-24

11:20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
11:21 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
11:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
11:23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.
11:24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada gambaran umum yang disebut celaka itu adalah kondisi menderita karena tertimpa musibah. Orang mengalami kecelakaan misalnya karena ketika bermobil mengalami tabrakan dengan mobil lain.
  • Tampaknya, orang menderita celaka karena peristiwa buruk menimpanya. Hal-hal baik tidak akan menjadi penyebab orang mengalami celaka.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun mengalami berbagai musibah dan derita berkepanjangan, orang belum tentu merasa tertimpa hal yang mencelakakan karena kecelakaan sejati justru terjadi ketika orang tidak terbuka dengan sikap gembira berhadapan dengan berbagai kebaikan yang sudah rutin biasa terjadi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menjaga hati biasa ceria terhadap hal-hal baik sekecil apapun yang biasa terjadi.
Ah, yang rutin itu biasa kalau membosan.

0 comments:

Post a Comment