Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, August 21, 2017

Ulang Tahun Imamat


Tepat jam 13.00 Sabtu 19 Agustus 2017 dua buah mobil meninggalkan kompleks Domus Pacis. Mobil Velos, pinjaman dari Pastoran Paroki Pringwulung, disopiri oleh Mas Yanu. Di dalam mobil ini ada penumpang Rm. Harto dan Rm. Tri Wahyono yang didampingi oleh Mas Abas, Mbak Tri, dan Mbak Pipit. Mobil yang kedua adalah Granmax. Yang menjadi driver adalah Mas Handoko dan penumpangnya terdiri dari Rm. Bambang dan Rm. Tri Hartono yang didampingi oleh Pak Tukiran dan Bu Rini. Empat kursi roda untuk Rm. Harto, Rm. Tri Wahyono, Rm. Tri Hartono, dan Rm. Bambang diangkut dalam Granmax. Rm. Rio yang didampingi oleh Mas Winarto sudah berangkat pada jam 09.00 dengan mobil dan sopir sendiri karena harus mampir Seminari Mertoyudan. Ini adalah perjalanan menuju Gereja Kristus Raja Paroki Ungaran. "Kula janjian kalih Yanu, piyambake kula ken ngentosi teng Bawen" (Saya janjian dengan Yanu agar dia menunggu di Bawen) kata Mas Handoko di perjalanan. Tetapi ketika sampai Bawen, ternyata mobil yang dikendarai Mas Yanu tidak tampak. Padahal Mas Yanu tadi sudah mendahului.

Rm. Rio sudah sampai di gereja Ungaran lebih dahulu. Ternyata ketika mobil yang dikendarai oleh Mas Handoko sampai tujuan, rombongan Mas Yanu belum datang dan baru sekitar 10 menit kemudian nampak. Para rama yang keluar dari mobil Velos dan Granmax langsung disongsong oleh banyak orang. Pada waktu itu di kompleks gereja Ungaran memang sudah ada banyak umat besar kecil, perempuan laki-laki, tua muda. Beberapa meja tertata di halaman dalam dan di atasnya sudah ada banyak aneka sajian snak dan makanan. Pada saat itu Paroki Ungaran menyelenggarakan pesta khusus ulang tahun imamat ke 30 Rm. Sudarmadi, pastor kepala Paroki Ungaran, yang ditahbisan pada tanggl 19 Agustus 1987. Rm. Darmadi mengundang semua angkatan tahbisannya, yaitu Rm. Joko Sistiyanto, Rm. Willem, Rm. Martayata, dan Rm. Tri Wahyono. Keluarga Komunitas Rama Domus Pacis juga mendapat undangan khusus sebagai keluarga Rm. Tri Wahyono.

Acara pertama pada jam 17.00 adalah Misa Syukur yang dipimpin oleh Rm. Budi Purnomo yang didampingi oleh Rm. Sudarmadi dan Rm. Martayata. Rama-rama lain ditempatkan khusus sebagai co-selebran duduk di panti imam. Rm. Tri Hartono, Rm. Tri Wahyono, Rm. Bambang, dan Rm. Bambang duduk dengan kursi roda masing-masing. Sedang di deretan belakang keempat rama ini ada Rm. Rio, Rm. Joko, Rm. Willem, Rm. Suhartono, Rm. Sunu, dan Rm. Budyapranata. Perayaan Ekaristi sungguh amat semarak dan umat memenuhi tempat duduk baik di bawah maupun di balkon. Kecuali Rm. Tri Wahyono, semua rama yang berulang tahun imamat menyampaikan sharing. Rm. Budi Purnomo menyampaikan peran masing-masing rama yang berulang tahun di dalam sejarah perkembangan panggilannya menjadi imam. Sebelum doa sesudah Komuni ada sambutan-sambutan dan tampilan PIA Paroki Ungaran. Seusai Misa para rama Domus masih harus tinggal sekitar 1 jam untuk menikmati sajian konsumsi. Ternyata amat banyak umat berdesakan bergantian menghampiri, mengajak bicara, dan yang paling banyak adalah foto bersama. Pada sekitar jam 20.15 rombongan Domus Pacis meninggalkan Ungaran dan sampai kompleks Domus pada sekitar jam 22.30 dengan selamat. Segala bingkisan kado untuk setiap rama, paket makanan untuk semua penghuni Domus termasuk para pendamping, dan hadiah-hadiah lain dimasukkan kamar Rm. Bambang yang dibagikan pada keesokan harinya.

Lepas Bebas Masuk.Sorga

diambil dari email group Unio-kas

Selasa, 22 Agustus 2017
Pekan Biasa XX
PW SP Maria, Ratu
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mat 19:23-30

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Aku berkata kepadamu: Sungguh, sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga."

Tuhan Yesus Kristus terkasih, anugerahilah aku keinginan mendalam untuk masuk surga dengan menggunakan sepantasnya harta materi dunia. Engkau bersabda bahwa terikat pada benda-benda materi berarti tidak mempunyai ruang untuk Allah. Maka itu bukan soal harta kekayaan.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, Engkau tahu yang terbaik bagiku dan itulah sebabnya aku percaya kepadaMu. Engkau selalu setia pada sabdaMu dan lebih tertarik pada keberadaan rohaniku dari pada aku sendiri dan itulah sebabnya aku mengandalkanMu. Kendati segala dosaku, Engkau selalu memberiku kasih pengampunanMu, kasih kerahimanMu, dan itulah sebabnya aku mengasihiMu.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam Adorasi Ekaristi Abadi, aku mohon padaMu untuk tidak memiliki apa pun agar memiliki KerajaanMu. Terima kasih Engkau mengingatkan daku untuk berupaya menggapai surga kini dan selamanya. Amin.

CampusMinistry-SportHall Unika, 21/8/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊ ·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Lamunan Peringatan Wajib

Santa Maria, Ratu
Selasa, 22 Agustus 2017

Matius 19:23-30

19:23. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
19:25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
19:27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"
19:28 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
19:29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, banyak yang yakin bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga. Bahkan keluarga pun diyakini menjadi basis kehidupan.
  • Tampaknya, untuk menghayati hidup keluarga dengan sejahtera orang harus berjuang mendapatkan kebutuhan dasar. Ada yang memandang kalau sudah mampu memiliki rumah sendiri, ini berarti keluarga sungguh sudah menjadi rumah tangga.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, semegah apapun rumah dimiliki dan serukun apapun keluarga dihayati, kalau tidak hati-hati itu semua akan menjadi jeratan hidup yang memperbudak orang pada yang hanya lahiriah duniawi, karena kehidupan sejati terletak pada sikap tidak lekat pada harta bahkan keluarga dan sanak saudara yang justru menghadirkan kelimpahan jumlah saudara bahkan kesejahteraan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan tidak ada dalam kesendirian dan terjamin kesejahteraannya sekalipun sendiri tanpa sanak saudara.
Ah, tanpa keluarga hidup akan sungguh sepi.

Sunday, August 20, 2017

Gua Kenikir?


Pagi itu, Sabtu 19 Agustus 2017, para rama yang biasa makan bersama ada lengkap: Rm. Ria, Rm. Gito, Rm. Tri Hartono, Rm. Harto, Rm. Yadi, dan Rm. Bambang. Rm. Agoeng masih menunggu ayahnya yang sakit, dan Rm. Tri Wahyono seperti biasa dilayani di kamarnya. "Wau dalu tindak pundi, rama?" (Tadi malam kemana, rama?) tanya Rm. Bambang kepada Rm. Gito. Ternyata Rm. Gito menjadi bingung mendapatkan pertanyaan itu. "Mboten tindak niku" (Beliau tidak bepergian) Mas Abas memberikan tanggapan. "Dhek aku mulih kamare peteng" (Ketika aku pulang, kamar beliau gelap) sahut Rm. Bambang yang pada Jumat malam sebelumnya pulang dari ikut misa pada sekitar jam 21.25. Karena Mas Abas berkata "Sampun sare" (Sudah tidur), Rm. Bambang menyahut "Gene saget sare" (Ternyata dapat tidur). Rm. Bambang berkata seperti itu karena Rm. Gito kerap mengeluh "Kula mboten tau isa tilem" (Saya tak pernah dapat tidur) walau sebenarnya kerap mendengkur.

"Sesuk estu teng Guwa Cemara, ta?" (Besok jadi pergi ke pantai Guwa Cemara?) tanya Rm. Bambang dan dengan mantap Rm. Gito menjawab "Ya!" Rm. Bambang kemudian meneruskan "Mangke kula, Rm. Tri Hartono, lan Rm. Harto ajeng teng Guwa Kenikir" (Nanti saya, Rm. Tri Hartono, dan Rm. Harto akan ke Gua Kenikir). Rm. Gito yang sudah tua dan sering bingung itu kemudian berkata "Kenikir rak jeneng godhong enak dipangan?" (Bukankah kenikir adalah jenis daun sayuran enak dimakan?) Rm. Gito berkomentar. Rm. Rio bertanya "Kuwi neng ngendi?" (Itu ada di mana) yang langsung dijawab oleh Rm. Bambang "Neng Ungaran. Engko" (Di Ungaran. Nanti). Rm. Rio pun tersenyum. Ternyata Rm. Tri Hartono dan Rm. Harto menahan tertawa. Hari itu kebanyakan rama Domus memang akan ke Ungaran mengantar Rm. Tri Wahyono yang akan dirayakan ulang tahun ke 30 imamatnya. Rm. Gito tidak ikut agar tak kecapekan karena keesokan harinya akan piknik ke Gua Cemara. Semua tahu bahwa Rm. Bambang hanya asal bicara untuk menggoda Rm. Gito. Mana ada Gua Kenikir ha ha ha .....


Mencari Hidup Kekal

diambil dari email group Unio-kas 20 Agustus 2017

Senin, 21 Agustus 2017
Pekan Biasa XX
PW S. Pius X, Paus
Refleksi harian dalam doaku berdasarkan Mat 19:16-22

Pada suatu hari ada seorang datang kepada Yesus dan berkata, "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?" Yesus menjawab, "Jika engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah. ... Jika engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglah ke mari dan ikutilah Aku."

Tuhan Yesus Kristus terkasih, kisah Injil hari ini mengajakku bertanya pada diri sendiri, "Apakah milikku menghambat diriku dalam mengikuti Engkau?" Anugerahilah aku rahmat untuk melihat lebih jelas hal-hal itu yang menghalangi diriku memberikan diri seutuhnya untuk melayani Engkau.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, menarik bahwa perintah yang Kau ulangi untuk orang kaya itu tidak menyebut relasi dengan Allah. Sebaliknya Engkau mendaftar hal-hal yang terkait dengan relasi antarsesama. Aku tidak hidup dalam isolasi. Kasih kepada sesama adalah pintu menuju hidup abadi.
Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam Adorasi Ekaristi Abadi aku merenungkan hal-hal dalam diriku yang menghambatku menjalin relasi lebih dalam dengan seaama dan Dikau. Bantulah aku menghasihi Allah dan sesama dalam adorasiku padaMu kini dan selamanya. Amin.
Girlan Ungaran, 21/8/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Pius X, Paus
Senin, 21 Agustus 2017

Matius 19:16-22

19:16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
19:18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19:19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
19:20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
19:21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
19:22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, tak sedikit orang yang memandang agama sebagai jalan kententraman. Pada umumnya agama mengajarkan jalan hidup damai dan sejahtera.
  • Tampaknya, tak sedikit yang berkeyakinan bahwa untuk menjadi orang yang sungguh baik orang memang harus menjalankan perintah-perintah yang ada dalam agama. Kedisiplinan beragama akan menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, setertib apapun seseorang menjalankan perintah-perintah agama dalam doa, puasa dan berdana, kebaikan sejati yang menghadirkan hidup damai tentram terutama adalah dalam beragama orang meletakkan kelekatannya dengan Tuhan di atas segalanya yang ditandai dengan jiwa lepas bebas tak dikuasai oleh kepemilikan harta. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan tahu batas dalam memakai dan menikmati harta miliknya.
Ah, makin banyak harta jelas makin terjaga jaminan kedamaian hidup orang.

Cegukan Terus Menerus – Penyebab dan Cara Mengatasinya

diambil dari http://halosehat.com/penyakit/cegukan


Cegukan terus menerus pada orang dewasa perlu diwaspadai, sebab bisa jadi cegukan itu adalah pertanda kesehatan yang serius. Banyak yang tidak tahu mengapa cegukan bisa terjadi pada dirinya. Tidak hanya itu saja, cegukan secara terus menerus bisa menyebabkan seseorang menjadi tidak nyaman dan menyusahkan. Bunyi cegukan itu sendiri bisa menganggu kenyamanan anda dan juga menganggu kenyamanan orang lain. Orang akan merasa terganggu dengan bunyi yang keluar dari mulut dan tenggorokan anda. Cegukan itu biasanya tidak hanya terjadi satu kali, namun cegukan bisa terjadi berkali-kali. Cegukan bisa menyebabkan adanya kontraksi tiba-tiba yang terjadi pada daerah diafragma, berulang tiap menit.

Cegukan Menurut Pandangan Medis

Cegukan menurut pandangan medis disebut dengan singultus. Kondisi itu adalah kondisi dimana diafragma mengalami kejang tidak sesuai dengan kemauannya, diafragma yang mengalami pengejangan tidak sesuai dengan kemauannya bisa menimbulkan cegukan. Menurut medis, cegukan terjadi saat kadar karbondioksida di dalam darah mengalami pemerosotan dan berada di tingkat yang paling rendah.

Penyebab Cegukan Terus Menerus

Banyak yang tidak tahu apa saja yang menyebabkan seseorang menjadi cegukan. Tahu-tahu orang tersebut mengalami cegukan selama bemernit-menit. Berikut ini hal-hal yang bisa menyebabkan
cegukan :
  1. Makanan Pedas
Makanan yang pedas misalnya saja cabai, lada dan juga makanan kari bisa menyebabkan seseorang terkena cegukan.
  1. Alkohol
Alkohol adalah penyebab cegukan, alkohol yang diminum terlalu banyak bisa membuat iritasi yang ada pada syaraf. Syaraf itu berhubungan langsung dengan diafragma. Sehingga syaraf yang terkena iritasi akan membuat timbulnya kejang di dalam otot diafragma dan akhirnya bisa menyebabkan cegukan. Selain cegukan, bahaya alkohol juga sangat banyak bagi kesehatan.
  1. Terlalu Makan Banyak
Terlalu makan banyak bisa menyebabkan cegukan. Hal itu dikarenakan makanan yang masuk ke dalam tubuh membuat ruang diafragma menjadi sempit dan tertekan. Akibatnya adalah orang tersebut akan mengalami cegukan.
  1. Makan Dengan Tergesa
Makan dengan cara yang tergesa-gesa membuat pasokan CO2 di dalam tubuh menurun secara drastis. Akibatnya adalah sedikitnya pasokan CO2 di dalam tubuh bisa membuat seseorang terkena cegukan. Hal itu akan diperparah orang yang makan cepat dengan sambil berbicara sewaktu makan. Cegukan bisa menyerang mereka, alasannya adalah oksigen secara mendadak mendesak masuk ke dalam paru-paru hingga berpengaruh pada diafragma.
  1. Terlalu Banyak udara
Terlalu banyak udara atau oksigen di dalam tubuh bisa membuat seseorang terkena cegukan, hal itu dikarenakan pasokan udara yang masuk ke dalam tubuh bisa membuat pasokan CO2 semakin sedikit di dalam tubuh. Akibatnya adalah cegukan akan terjadi pada orang yang menelan banyak udara.
  1. Minum Air Dingin
Yang menyebabkan seseorang terkena cegukan adalah saat makan besar, orang itu minum air dingin. Air dingin bisa membuat pencernaan tidak lancar. Pencernaan yang tidak lancar bisa menghalangi kinerja diafragma akibatnya cegukan pun akan muncul. Tidak hanya itu saja perubahan suhu yang ada di dalam perut juga bisa menyebabkan seseorang terkena cegukan.
  1. Emosi Tinggi
Kondisi psikis juga bisa menyebabkan seseorang terkena cegukan. Kondisi emosi tinggi biasanya memmbuat diafragma kembang kempis karena menahan kesal. Diafragma dalam kondisi seperti itu rentan bisa membuat seseorang terkena cegukan, oleh sebab itulah mengendalikan emosi adalah salah satu cara untuk mengatasi atau menghindari cegukan.
  1. Kurangnya Cairan
Orang yang mengalami dehidrasi bisa membuat orang tersebut terkena cegukan. Hal itu dikarenakan kurangnya asupan yang masuk ke dalam tubuh bisa menyebabkan makanan yang masuk ke dalam perut tidak semuanya terdorong masuk di dalam perut. Dehidrasi juga membuat pencernaan menjadi terganggu dan tidak lancar.
  1. Bumbu Masakan
Salah satu hal yang bisa menjadi penyebab cegukan adalah bumbu masakan. Orang yang tidak tahan terhadap bumbu-bumbu tertentu bisa mengalami cegukan ketika mamakan bumbu tersebut. Bumbu yang biasanya bisa menyebabkan cegukan pada seseorang adalah bumbu yang terlalu asin dan juga bumbu yang terlalu asam.

Cara Menghilangkan Cegukan Terus Menerus

Cara menghilangkan cegukan terus menerus tidaklah terlalu sulit. Cegukan tidak hanya mengganggu kenyamanan, namun cegukan juga bisa menimbulkan masalah bagi orang yang mengalaminya. Oleh sebab itulah orang yang mengalami cegukan terus menerus diharapkan bisa mengatasi cegukannya dengan cepat. Berikut ini cara mengatasi cegukan dengan cepat :
  1. Segelas Air
Segelas air yang dibiarkan masuk ke dalam tenggorokan bisa secara perlahan namun bertahap bisa mengembalikan diafragma dan menormalkan diafragma agar diafragma tidak kejang kembali.
ads
  1. Minum Air Lemon
Salah satu hal yang bisa digunakan untuk menghilangkan cegukan adalah dengan menggunakan perasan air lemon. Perasan air lemon bisa meredakan cegukan yang disebabkan oleh makanan-makanan tertentu.
  1. Menghisap Lemon
Jika anda tidak memiliki banyak waktu untuk membuat air perasan lemon anda bisa menghisap daging lemon menggunakan lidah anda. Banyak penelitian menunjukkan fakta bahwa menghisap daging lemon lebih bermanfaat dibandingkan mengobati cegukan dengan obat kimia.
  1. Menahan Nafas
Salah satu cara untuk menghilangkan cegukan adalah dengan menahan nafas baik melalui hidung maupun dengan melalui mulut.
  1. Menekan Hidung
Menghilangkan cegukan secara efektif bisa dengan cara menekan hidung menggunakan salah satu tangan anda. Setelah itu kelola pernafasan dengan mengambil nafas melalui mulut dan rekatkan mulut rapat-rapat. Pastikan jika tidak ada sedikitpun udara yang masuk ke dalam tubuh atau berhasil terhirup. Lakukan kondisi ini sebanyak satu menit sampai cegukan itu bisa berhenti dengan sendirinya.
  1. Gula
Salah satu cara untuk menghilangkan cegukan adalah dengan menggunakan gula. Caranya adalah anda bisa mengunyah maupun menelan kembang gula. Gula yang dikunyah dan dikonsumsi mampu memberikan sinyal kepada syaraf yang berhubungan dengan diafragma untuk menghentikan pemicu cegukan.
  1. Berbaring
Salah satu hal yang bisa digunakan untuk menghilangkan cegukan adalah dengan berbaring. Caranya adalah dengan membaringkan tubuh anda dan posisikan lutut ditekuk ke arah perut. Jangan mengubah posisi ini setidaknya satu menit.
  1. Bernafas Di Dalam Plastik
Untuk menghilangkan cegukan anda bisa melakukan pernafasan di dalam plastik. Bernafaslah sepuasnya di dalam plastik, setelah plastik menggembung cobalah untuk meletuskannya. Bernafas di dalam plastik kemudian meletuskannya dipercaya bisa untuk menghilangkan cegukan secara cepat.
  1. Es Batu
Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menghilangkan cegukan adalah dengan mengunyah es batu namun es yang memiliki massa kecil. Rasa segar dari es batu itu dipercaya bisa menghilangkan cegukan. Sebelum dikunyah biarkan es batu itu berada di dalam mulut anda, setelah itu barulah anda bisa mengunyah es batu tersebut kemudian menelannya.
  1. Mengunyah Roti Kering
Sama halnya dengan mengunyah es batu, mengunyah roti kering bisa digunakan untuk menghilangkan cegukan dikarenakan remahan roti kering di dalam mulut bisa membuat otot diafragma menjadi lentur dan tidak tegang kembali. Otot diafragma yang lentur bisa menyebabkan cegukan menjadi hilang.
  1. Meletakkan Kaki Di Atas Kepala
Untuk menghilangkan cegukan anda bisa menggunakan cara berupa memposisikan kaki untuk berada di atas kepala. Posisi kaki di atas kepala bisa membuat peredaran darah menjadi lancar sehingga cegukan pun bisa diatasi dengan cara tersebut.
  1. Minum Air Tanpa Bernafas
Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menghilangkan cegukan adalah meminum air tanpa menggunakan nafas. Meminum air tanpa menggunakan nafas ini bisa membuat seseorang menahan nafas, sedangkan menahan nafas adalah cara efektif untuk membuat cegukan menjadi hilang dan reda.
  1. Minum Madu
Salah satu cara untuk menghilangkan cegukan adalah dengan minum madu, minum madu bisa melemaskan syaraf yang berhubungan dengan diafragma. Jika tidak suka dengan efek pekat yang ditimbulkan anda bisa menambahkannya dengan segelas air hangat. Air hangat dan madu bisa membuat perut menjadi nyaman sehingga cegukan bisa teratasi.
  1. Minum Air Dengan Cepat
Minum air dengan cepat bisa digunakan sebagai menghilangkan cegukan. Rasa cepat dari meminum air bisa membuat melancarkan pencernaan.
  1. Membungkuk Dan Menyentuh Ibu Jari Kaki
Salah satu hal yang bisa digunakan untuk menghilangkan cegukan adalah dengan membungkuk dan tangan menyentuh jari kaki. Cara seperti itu akan membuat perut menjadi tertekan dan diafragma menjadi tertekan. Tertekannya diafragma bisa membuat cegukan hilang.
  1. Menekan Langit-Langit Mulut
Salah satu cara untuk menghilangkan cegukan adalah dengan menekankan jari pada langit-langit mulut, pijatlah langit-langit mulut secara perlahan jangan sampai langit-langit mulut anda tergores dengan kuku anda.
  1. Selai Kacang
Menggunakan selai kacang dipercaya bisa digunakan untuk meredakan cegukan. Hal itu dikarenakan kepekatan dan kelengketan pada selai kacang bisa digunakan untuk penyeimbang irama dalam pernafasan sehingga diafragma menjadi lebih teratur.
  1. Minyak Kayu Putih
Minyak kayu putih bisa digunakan untuk meredakan cegukan, caranya adalah denganmengoleksan kayu putih itu di bagian leher. Rasa hangat yang dihasilkan dari minyak kayu putih bisa digunakan sebagai penormal organ-organ di dalam tubuh dan di dalam perut.
  1. Rasa Kaget
Aneh tapi nyata, meredakan cegukan bisa dilakukan dengan rasa kaget. Misalnya saja adalah anda menyentuh teman anda untuk mengagetkan anda, rasa kaget yang anda terima bisa berfungsi untuk meredakan dan menghilangkan cegukan.
  1. Makanan Asam
Salah satu makanan yang bisa digunakan untuk menghilangkan cegukan adalah dengan memakan makanan yang asam. Makanan yang asam itu misalnya saja adalah cuka. Rasa asam pada cuka dan pada makanan asam bisa digunakan sebagai simultan yang baik bagi pernafasan seseorang. Ketika anda memakan makanan tersebut anda secara tidak sengaja mengernyitkan dahi, proses inilah yang bisa digunakan untuk menghilangkan cegukan.
Cegukan terus menerus pada orang dewasa juga terkadang dapat menjadi masalah serius karena berhubungan dengan masalah pernapasan. Jadi jika tidak dapat menghilangkan cegukan dengan cara di atas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terkait.

Saturday, August 19, 2017

Lamunan Pekan Biasa XX

Minggu, 20 Agustus 2017

Matius 15:21-28

15:21. Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, pada umumnya orang akan sakit hati apabila martabatnya direndahkan. Manusia adalah ciptaan paling luhur dibandingkang dengan ciptaan-ciptaan lainnya.
  • Tampaknya, pada umumnya orang tidak akan terima kalau dirinya disamakan dengan binatang. Pada zaman kini dia dapat memperkarakan penghinanya di pengadilan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun menghadapi penghinaan dan perendahan martabat dengan dibinatang-binatangkan, seseorang justru menjadi sosok yang memiliki kesejatian relung hati mulia kalau bersikap terbuka bersedia dengan ikhlas menerima segala bentuk penghinaan dan perendahan demi kebaikan orang lain. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yang berjuang demi kebaikan orang lain akan sadar bahwa segala perendahan adalah jalan peninggian.
Ah, hanya orang tak waras kalau mau hidup terhina.


Daya Kekuatan Iman kepada Kristus

diambil dari email group Unio-kas 19 Agustus 2017

Minggu, 20 Agustus 2017
Minggu Biasa XX
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mat 15:21-28

Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, aku bayangkan diriku dalam kehidupan perempuan itu, putus asa karena kesehatan anaknya, berharap menggapai Dikau yang pembuat mujizat, bahkan meski Engkau orang Yahudi dan aku bukan. Awalnya Dikau mengabaikan aku lalu tampak melukai daku seakan aku ini anjing piaraan yang di sekitar meja anak-anak. Aku menjawabMu, memikirkan dan merasakan sesuatu di mataMu, ah, Engkau bercanda, dengan humor ala Yahudi. Lalu tiba-tiba Engkau melunak, Engkau pun mengabulkan doaku.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, biarkan daku tak pernah lelah berargumentasi dengan Dikau. Kisah ini bukan tentang figur alkitab pertama yang berargumentasi dengan Tuhan Allah. Kitab Kejadian dan Keluaran berkisah saat Abraham dan Musa berargumentasi dengan Allah. Perempuan ini berbeda dengan para ahli Kitab yang sering menjebakMu. Ia mohon demi putrinya. Di sana ada canda dan humor pada jawaban pertamaMu padanya. 

Tuhan Yesus Kristus terkasih, kisah perempuan ini juga menggambarkan pengalamanku dalam doa. Pada awalnya, tampaknya Engkau tak mendengarkan doaku, doaku tak terkabulkan. Namun aku tak mudah menyerah, dalam Engkau menghargai daya tahanku. Itulah pengalamanku dalam Adorasi Ekaristi Abadi. Maka anugerahilah aku iman seperti perempuan yang Kau puji dengan berkata, "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Anugerahilah aku iman yang demikian kini dan selamanya. Amin.

Girlan Ungaran, 19/8/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Friday, August 18, 2017

Rm. Tri Hartono Ngandika (19-8-2017)


Kata perempuan itu, " benar, Tuhan, tetapi anjing-anjing pun makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya". Maka, bersabdalah Yesus kepadanya, " Hai ibu, sungguh bersuara imanmu!". Terjadilah bagimu seperti yang kau kehendaki".

Bagi kami kaum tua dan atau sakit-sakitan, sangat dibutuhkan sikap rendah hati dan iman yang teguh, seperti diperlihatkan oleh perempuan Kanaan tersebut dalam Injil.

PERMINTAAAN SANG PEREMPUAN KANAAN Minggu XX/A 20 Agt 2017 (Mat 15:21-28)

diambil dari http://www.unio-indonesia.org ditulis oleh admin pada Sen, 14/08/2017 - 11:04


Bacaan Injil kali ini (Mat 15:21-28) mengisahkan perjumpaan Yesus dengan seorang perempuan Kanaan yang memohonkan penyembuhan anak perempuannya. Pada awalnya Yesus tidak menanggapi. Mengapa ia bersikap demikian? Akan dibicarakan lebih jauh di bawah. Tapi perempuan itu tadi tetap meminta dan mengikuti Yesus. Murid-muridnya pun merasa kesal dan menyarankan kepada Yesus agar menyuruh perempuan tadi pergi. Terjadi pembicaraan antara Yesus dan perempuan tadi yang berakhir dengan pujian Yesus akan iman sang perempuan dan saat itu juga anak perempuannya sembuh. Bagaimana mendalami warta kisah ini?

WILAYAH TIRUS DAN SIDON

Disebutkan pada awal bahwa Yesus pergi menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon (Mat 15:2). Daerah ini letaknya di pesisir utara (sekarang Lebanon selatan), sekitar 60 kilometer sebelah barat laut danau Genesaret di Galilea (lihat Mat 14:34) tempat Yesus tadinya berada. Ia diceritakan “menyingkir” ke daerah tadi agar tidak terlibat perdebatan lebih lanjut dengan kaum Farisi dan ahli Taurat yang datang ke Galilea dari Yerusalem untuk memeriksa keagamaan Yesus dan para muridnya (lihat Mat 15:1-21). Maklum wilayah Tirus dan Sidon bukan wilayah umat Israel. Di situ orang-orang dari Yerusalem tadi tidak dapat bertindak “memeriksa” keagamaan orang. Nanti, seperti diceritakan Matius, setelah peristiwa perjumpaan dengan perempuan Kanaan, Yesus kembali menyusur pantai Danau Genesaret seperti sebelumnya (Mat 15:29).

PEREMPUAN KANAAN

Peristiwa perjumpaan dengan perempuan Kanaan di wilayah Tirus dan Sidon ini bagian tersendiri dan baik didalami secara khusus. Bagi orang Yahudi orang Kanaan tidak termasuk umat. Bahkan kata ini bernuansa musuh bebuyutan orang Israel. Agama dan tradisi mereka dianggap berseberangan. Mereka itu “orang luar”. Padanan ayat ini dalam Injil Markus yang sejajar dengan ini mengatakan, perempuan itu seorang Yunani berkebangsaan Siro-Fenisia (Mrk 7:26). Kata Yunani di sini merujuk pada keagamaannya, yang bukan agama umat Israel. Kebangsaan perempuan itu Siro-Fenisia, sama dengan Kanaan yang dipakai Matius. Jadi pada dasarnya bagi orang Yahudi, perempuan tadi bukan anggota umat. Bila demikian apakah yang dikerjakan Yesus, yakni menyembuhkan, mengusir roh jahat, mengajar, mempesona mereka dengan ajaran dan tindakannya, memilih murid-murid, itu semua tidak berlaku bagi mereka yang bukan anggota umat? Pertanyaan ini muncul di dalam episode kali ini.

Perempuan tadi memintakan kesembuhan bagi anak perempuannya. Sahihkan? Siapa saja tentunya boleh mengharapkan dan meminta kebaikan dari siapa saja. Tetapi pemikiran seperti ini tidak begitu saja diterima di kalangan orang Yahudi ketika itu. Bahkan bisa dikatakan lazimnya kebaikan hanya bagi kalangan sendiri. Menarik untuk dilihat lebih dekat. Menurut Mat 15:23 Yesus sama sekali tidak menjawabnya, tidak menanggapi permohonan perempuan tadi. Markus tidak mengatakan sejelas ini, tapi pembicaraan selanjutnya dalam Markus (Mrk 7:27) sama-sama menunjukkan bahwa permohonan tadi tidak bisa dilayani karena memang bukan dari kalangan umat sendiri.

HANYA BAGI DOMBA-DOMBA YANG HILANG DARI UMAT ISRAEL?

Menurut Matius Yesus mengatakan bahwa ia diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (Mat 15:24). Perkataan ini sesuai dengan anggapan kuat di antara orang -orang Yahudi bahwa penyelamatan yang datang dari atas memang hanyalah untuk mengumpulkan kembali umat yang tercerai-berai, dan tidak mengikutsertakan orang-orang yang ada di luar kalangan umat. Namun ada pula kalangan Yahudi yang mulai menyadari bahwa orang luar pun dapat ambil bagian. Penyelamatan tidak lagi dimengerti sebagai tindakan yang hanya bagi mereka, melainkan juga bagi orang lain. Pembicaraan yang terjadi antara perempuan Kanaan dan Yesus menunjukkan peralihan perluasan pemikiran tadi (Mat 15:26-28). Walau pada awalnya tidak dihiraukan, perempuan tadi terus memohon. Yesus sendiri pun ditegaskan hendak membuat perempuan tadi menerima bahwa kehadiran Yesus bukan baginya. Bahkan Yesus mengatakan, "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Tetapi perempuan tadi malah menjawab, "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."

Perkataan sang perempuan tadi amat merendah dan mengharukan, sekaligus mengungkapkan keyakinannya bahwa ia mau dan dapat ikut menerima kebaikan. Menghadapi pernyataan setulus ini, Yesus sendiri pun berubah sikap. Ia kini melihat penyelamatan yang dibawakannya tidak lagi tertuju hanya kepada mereka yang termasuk umat Israel, melainkan bagi siapa saja menyerahkan diri sepenuhnya – iman - kepada kebaikan ilahi. Perubahan ini amat besar.

APA YANG TERJADI?

Kisah ini menunjukkan betapa ketulusan serta kepercayaan akan kebaikan melewati batas-batas agama dan etnisitas. Menarik juga untuk diperhatikan bahwa kejadian ini tidaklah berakhir dengan masuknya perempuan tadi menjadi bagian umat Israel. Ia tetap perempuan Kanaan. Ia tetap ada di luar umat. Tetapi ia diikutsertakan dalam pelayanan Yesus. Bagian yang sejajar dalam Injil Markus menceritakan bahwa perempuan itu “pulang” mendapati anaknya berbaring di tempat tidur dan yang merasukinya sudah keluar (Mrk 7:30). Yang dimintanya sudah terpenuhi.

Manakah warta Injil kali ini? Jelas episode ini pertama-tama menunjukkan bagaimana komunitas para murid yang pertama menyadari bahwa orang-orang yang berada di kalangan luar umat Yahudi pun boleh mendengarkan dan menikmati kehadiran Yesus. Ini bukan sekadar perkembangan di antara para murid sendiri, melainkan sudah dijalankan Guru mereka sendiri. Kisah ini juga menunjukkan betapa agama dan etnisitas tidak menjadi halangan bagi kebaikan ilahi.

Selain itu ditegaskan pula bahwa permohonan orang beriman bagi orang lain – dalam hal ini permintaan sang ibu bagi kesembuhan anak perempuannya – memang memiliki kekuatan besar. Sedemikian besar sehingga sang utusan ilahi sendiri pun akhirnya menerimanya. Kisah ini menumbuhkan harapan bagi semua orang.

Kisah ini dapat menjadi tuntunan meluaskan sikap beragama dan berkelompok. Tidak disangkal adanya perbedaannya, tetapi ditegaskan perbedaan tadi tidak menghalangi kebaikan ilahi bagi siapa saja. Dan dapat diminta agar terjadi demikian! Ini warta gembiranya.

Salam,
A. Gianto

Terima Kasih atas Orangtuaku

diambil dari email group Unio-kas Jumat 18 Agustus 2017

Sabtu, 19 Agustus 2017
Pekan Biasa XIX
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mat 19:13-15

Sekali peristiwa orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka. Tetapi murid murid Yesus memarahi orang-orang itu. Maka Yesus berkata, "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku. Sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga." Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, seperti diwartakan dalam Injil hari ini, para orangtua harus menunjukkan naluri yang baik. Mereka harus membawa anak-anak padaMu. Mereka harus mengajar anak-anak berdoa, ikut Misa dan di atas segalanya, belajar bahwa Engkau adalah sahabat terbaik bagi anak-anak tempat mereka dapat berbagi apa saja

Tuhan Yesus Kristus terkasih, seperti Kau sabdakan Kerajaan Sorga adalah milik mereka. Engkau tak menghendaki apa pun selain kebahagiaan persatuan kembali di sorga tempat para orangtua akan mendengar kata-kata indah dari anaknya, "Terima kasih telah membantuku berada di sini menggapai surga!"

Tuhan Yesus Kristus terkasih terima kasih atas orangtuaku dan mereka semua yang membantuku mengenal adorasi dan bertumbuh dalam iman. Anugerahilah mereka berkatMu yang melimpahimu berkat belimpah kini dan selamanya. Amin.

Girlan Ungaran, 19/8/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊ ·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Lamunan Pekan Biasa XIX

Sabtu, 19 Agustus 2017

Matius 19:13-15

19:13. Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
19:14 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."
19:15 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, seorang anak kecil akan disebut cerdas kalau dapat bertindak lagaknya orang dewasa. Orang tua dapat senang sekali melihat anak kecilnya berpose menirukan yang tua-tua.
  • Tampaknya, orang tua akan merasa senang apabila anak-anak kecil dapat diam tak berulah di dalam pertemuan-pertemuan. Para orang tua akan menyebut anak-anak kecil yang mampu menuruti pola santun kaum dewasa sebagai anak-anak baik.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, terhadap anak-anak kecil, sekalipun banyak ulah yang barangkali dapat mengganggu suasana para orang tua, kaum dewasa tidak akan membentuk mereka berperilaku seperti orang tua tetapi justru orang tua yang baik akan mampu berada bersama anak-anak seperti anak-anak. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati kaum dewasa akan menempatkan anak-anak kecil sebagai salah satu guru besar hidup rohani.
Ah, anak kecil yang baik adalah yang taat pada orang tuanya.

Thursday, August 17, 2017

Menengok Ayah Rm. Agoeng


"Kala wingi sadaya sami ngedab. Bapak menggeh-menggeh lan sampun mboten saget sambung. Kesupen kaliyan sadaya" (Kemarin kami semua merasa amat khawatir. Napas bapak tersengal-sengal. Beliau sudah tak dapat sambung dengan semua. Lupa pada kami) kata Mas Tri, kakak Rm. Agoeng, pada Minggu 13 Agustus 2017 sekitar jam 11.10 di RS Cakra Husada, Klaten. "Niki sinten, pak?" (Siapa ini, pak) tanya istri Mas Tri kepada Pak Tukiman, ayah Rm. Agoeng yang terbaring di ruang Wijaya rumah sakit itu. Ketika Pak Tukiman menjawab "Rama Bambang" Bu Tukiman langsung menyahut "Sakmenika sampun kemutan lan mboten menggeh-menggeh" (Sekarang sudah dapat mengingat dan tidak lagi tersengal-sengal).

Menanggapi ceritera itu Rm. Bambang berkata "Kala wau kula sakmobil nggih sempat ngedab. Rikala mlebet Kampung Blateran lan dumugi mergi lurus tumuju nggriya, sadaya kaget amargi nyipati wonten tendha dipun pasang ing ngajeng nggriya" (Tadi kami semobil juga sempat terkejut penuh kekhawatiran. Ketika masuk Kampung Blateran dan sampai jalan lurus langsung ke rumah, kami semua kaget karena melihat ada tenda dipasang di depan rumah). Mendengar kata-kata Rm. Bambang, semua tertawa karena itu berarti Rm. Bambang mengira ada peristiwa kematian. Ternyata di depan rumah Pak Tukiman sedang ada lomba tujuh belasan Agustus untuk anak-anak. Pada hari itu Rm. Bambang diantar oleh Mas Handoko, Mbak Sri dan Bu Rini pergi ke Klaten untuk menengok Pak Tukiman yang sedang sakit. Rombongan Rm. Bambang sempat menuju rumah beliau untuk bertanya Pak Tukiman opname di mana. Di RS Cakra Husada beliau ditemani oleh Bu Tukiman dan mas Tri beserta istri. "Rama Agoeng nembe teler" (Rm. Agoeng sedang flu berat) kata Mas Tri.


Kasih Abadi Perkawinan

diambil dari email group Unio-kas 18 Agustus 2017

Jumat, 18 Agustus 2017
Jumat Pekan Biasa XIX
Renungan harianku dalam doa berdasarkan Mat 19:3-12

Yesus menjawab, "Tidakkah kalian baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia, sejak semula menjadikan mereka pria dan wanita? Dan Ia bersabda, 'Sebab itu pria akan meninggalkan ayah dan ibunya, dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.' Demikianlah mereka itu bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Tuhan Yesus Kristus terkasih, dengan sabar Engkau menghadapi ketegaran hati kaum Farisi. Mereka mendengar ajaranMu tentang perceraian dalam kotbah di bukit, suatu ajaran yang berlawanan dengan praktek orang Yahudi. Dan mereka memasang jerat jebakan  berhadapan dengan hukum Musa. Mereka berharap menjebak dan mendeskreditkanMu.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, Engkau tahu maksud jahat mereka dan mendasarkan ajaranMu pada rencana asali Allah terhadap laki-laki dan perempuan. Engkau fokus pada kehendak Allah.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, Engkau menjadikanku mampu menawarkan sesuatu yang baru dan penuh harapan di sekitar duniaku. Dalam Adorasi Ekaristi Engkau memberiku iman dan keyakinan untuk percaya dengan segenap hatiku bahwa rahmatMu cukup bagiku. Ajarilah aku percaya bahwa aku dapat hidup sebagai manusia baru dalam Dikau kini dan selamanya. Amin.

Girlan Ungaran, 17/8/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Lamunan Pekan Biasa XIX

Jumat, 18 Agustus 2017

Matius 19:3-12

19:3. Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
19:4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
19:7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."
19:10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."
19:11 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
19:12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, sekalipun ada tatanan yang mengarahkan keluarga untuk mempertahankan keutuhan hubungan suami istri, keretakan bahkan perceraian terjadi. Dalam agama yang melarang perceraian pun keretakan dan perpisahan juga terjadi.
  • Tampaknya, berbagai keretakan dan perceraian pada umumnya disebabkan oleh adanya krisis ranjang. Hubungan seks antara suami istri sudah tidak menghadirkan kebahagiaan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sebesar apapun libidonya dan selalu dapat saling memuaskan antara suami istri dalam hubungan seks, kesejatian seksualitas pria dan perempuan bukan sekedar hubungan kelamin karena berkeluarga adalah penghayatan hidup menjadi tanda dan sarana saling menjaga dan mengembangkan kesamaan martabat satu sama lain sebagai wujud hidup dalam kasih dan persekutuan ilahi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang dalam hidup berkeluarga sebagai perjuangan mewujudkan kasih Tuhan pada umat-Nya.
Ah, kalau antara suami istri sudah tak ada kecocokan, mengapa kekeluargaan harus dipertahankan.


Wednesday, August 16, 2017

Rama Hantoro


"Mari, rama, sini" kata seorang ibu muda sambil berdiri dari kursinya mempersilakan Rm. Bambang mengganti duduk di kursinya. Tetapi Rm. Bambang dengan kursi rodanya langsung menempatkan diri di bagian pojok di mana kiri dan kanannya duduk bapak-bapak. Ternyata di bagian seberang, bagian utara, Rm. Hantoro duduk dan kemudian berkata "Ayo mangan" (Ayo segera makan) yang dijawab oleh Rm. Bambang "Sakjam engkas. Aku bar nambalke untu neng Panti Nugroho" (Satu jam lagi. Aku baru saja ke RS Panti Nugroho, Pakem, menambalkan gigi). Pada hari itu, Rabu 2 Agustus 2017, Rm. Bambang memang baru saja ke dr. gigi di RS Panti Nugroho. Ketika kembali sampai Domus Pacis, jarum jam menunjuk angka 12.10 sehingga langsung masuk kamar makan untuk ikut duduk bersama mereka yang sedang makan siang. Ternyata ada kunjungan dari Rm. Hantoro yang kini menjadi pastor pembantu di Paroki Katedral. Seorang ibu dan dua orang bapak menyertainya. Kebetulan Rm. Rio adalah teman seangkatan tahbisan Rm. Hantoro. Tetapi Rm. Hantoro memang kerap berkunjung ke Domus bahkan tampak rutin dan selalu membawa oleh-oleh banyak buah terutama pepaya dan semangka. Beliau pernah setahun lebih tinggal di Domus Pacis ketika mengalami pemulihan kesehatan.

Merdeka Membangun Komunitas Kasih

diambil dari email group Unio-kas

Kamis, 17 Agustus 2017
HR Kemerdekaan Republik Indonesia
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mat 22:15-21

Lalu kata Yesus kepada mereka, "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

Tuhan Yesus Kristus terkasih, aku tercipta seturut gambar Allah, dengan cap stempel karakter Allah. Terima kasih atas anugerah ini.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, Engkau memanggilku membantu membangun relasi yang baik di mana pun Engkau mengutusku pergi dan melayani. Kubawa nilai-nilai kebaikan di antara semua orang di mana pun aku hidup sebagai saksi kehadiranMu.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam Adorasi Ekaristi Abadi aku mohon padaMu. Bantulah aku menjadi warga negara yang baik untuk membangun komunitas kasih sejati kini dan selamanya. Amin.

CampusMinistry_SCU, 16/8/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Ungkapan Persahabatan Dua Tokoh Agama

diambil dari http://www.hidupkatolik.com/2017/08/15



HIDUPKATOLIK.COM-DALAM rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Kodam IV/Diponegoro menggelar Tausiyah kebangsaan di Bundaran Tugu Muda, Semarang, Senin, 14/8 malam. Momen ini menjadi momen kebersamaan karena menghadirkan berbagai unsur kalangan baik tokoh agama, TNI/Polri dan tokoh masyarakat. Selain itu, sedikitnya 20 ribu warga Kota Semarang dan sekitarnya juga menyemut di Bundaran Tugu Muda Semarang ini. Tahun ini tema “Indonesia Kerja Bersama” menjadi pesan utama Tausiyah Kebangsaan ini.

Pada kesempatan ini hadir pula Ketua MUI Jawa Tengah Habib Lutfi Bin Yahya dari Pekalongan sekaligus sebagai pemandu acara besama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono serta Romo Aloysius Budi Purnomo.

Pemandangan yang berbeda ketika Ketua Komisi Antarumat Beragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang Romo Budi berpelukan dengan Habib Lutfi bin Ali bin Yahya, Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlith Tharoqah Al Mu’tabarah An Nahdliyah (JATMAN). Menjadi momen penting ketika dua tokoh lintas agama ini berkelakar sebagai sahabat.

Menurut Romo Budi, Habib Lutfi adalah sahabat. Ia menghormati pribadi Habib Lutfi karena keteladan yang dipancarkan dari kepribadiannya. “Siapa yang tidak mengenal Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali Bin Yahya yang lahir di Kota Pekalongan, 10 November 1947, kata Pastor Budi, hari kelahirannya pun bertepatan dengan Hari Pahlawan.”

Tak hanya berpelukan, kedua tokoh agama ini tampak cipika cipiki. Bahkan saking takzimnya, Pastor Budi juga mencium tangan Habib Lutfi. “Ini kanca kuna (ini teman lama). Sahabat lamaku!” cetus Habib Lutfi disaksikan Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman.

Pastor Budi yang juga kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata itu mengaku merasa adem dan ayem setiap kali berjumpa Abah Lutfi, panggilan akrab Habib Lutfi, dalam berbagai kesempatan.
Sementara itu Habib Lutfi juga memuji figur Romo Budi. “Romo Budi adalah sosok yang saya banggakan. Saya senang musiknya, saksofonnya dan improvisasinya yang luar biasa. itulah Romo Budi kita….” ungkap Habib Lutfi disambut dengan tepuk tangan para hadirin. Keakraban keduanya pun kembali terlihat setelah acara tausiyah kebangsaan usai, dan ini adalah pemandangan yang amat langka. Sesudah menikmati nasi kebuli, keduanya menggelar “konser” musik bareng.

Yusti H. Wuarmanuk