Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, December 13, 2017

Kepo?: Sebuah Sharing


Saya sudah masuk golongan usia lanjut. Di dalam lebih dari 90% kehidupan, keseharian saya lebih berada di dalam kamar sendirian. Sambung hati saya didominasi dengan kaum lansia. Kehidupan kaum muda, remaja, dan anak, yang kerap disebut sebagai generasi milenial, paling saya ketemukan dari menonton TV. Jujur saja, dari banyak omongan mereka, misalnya dalam sinetron-sinetron, saya kerap menjumpai banyak kata yang tidak saya pahami. Kata-kata dan atau istilah, yang bagi saya aneh, juga banyak saya jumpai dalam omongan-omongan dalam FB. Padahal dengan satu kata aneh yang muncul dalam omongan masa kini, hal ini dapat membuat saya bingung akan keseluruhan yang diomongkan.

Untung saja, di usia 62 tahun saya dilatih berinternetan oleh Rm. Agoeng yang berusia 20 tahun 9 bulan lebih muda dari pada saya. Sekalipun tertatih-tatih, saya makin lama makin kenal dan dapat menggunakan alat komunikasi digital. Walau tidak sehebat anak-anak JAMAN NOW, saya juga dapat mengoperasionalkan laptop tidak sekedar seperti mesin ketik jaman dulu. Di sini saya sering mendengar kelakar kaum muda yang berkata "Tanya aja Mbah Google"bila ada temannya yang bingung terhadap beberapa hal. Mendengar kata "Mbah Google", saya mendapatkan penjelasan bahwa itu berkaitan dengan internet. Dari sini saya kemudian mencoba mengetik kata dan atau istilah tertentu dalam internet, ternyata di situ muncul berbagai tulisan yang memberikan penjelasan. Maka sekalipun, tak ada orang lain yang menjadi tempat bertanya, kini sebagai lansia saya juga dapat mencoba memahami perkembangan kosa kata JAMAN NOW. Semua dapat saya tanyakan padha "Mbah Google" (Kakek/Nenek dari tingkat generasi berapapun dan manapun? Ha ha ha). 

Sebagai contoh, akhir-akhir ini saya kerap berpikir "Apakah KEPO itu?" Eeee, ketika saya ketik kata "kepo" dalam internet, ada salah satu penjelasan sebagaimana tertera di bawah ini.
__________________________________________________________________________________

Kepo Itu Apa Sih Artinya? Nih Cek Arti Kata Kepo ya....?? (Diambil dari https://www.kompasiana.com/hazzahrvaulin 24 Agustus 2014   23:40 Diperbarui: 18 Juni 2015   02:40)

Kalimat ini dengan sengaja saya postingkan untuk anda yang suka menggunakan istilah "KEPO" dalam kehidupan sehari-hari..ya...padahal tidak tau apa itu arti yang sebenarnya...hehehe

nah, Arti Kata Kepo tuh sebenarnya kalau dilihat-lihat atau dicari ada banyak artiannya, karna itu berupa singkatan.

yook..Ini mari kita cek sama-sama:

  • KEPO adalah akronim dari Knowing Every Particular Object yang artinya sebutan untuk orang yang serba ingin tahu dari detail sesuatu baik yang kalau ada yang terlintas dibenaknya dia tanya terus. Hal-hal sepele ditanyain, serba ingin tau, pengen tau urusan orang lain dan sebagainya.

atau lainnya....

  • KEPO adalah kata bahasa hokkien tionghoa medan/tionghoa sumatera yg sering digunakan untuk memarahi, mengejek orang karna kurang kerjaan(jadi mengerjakan kerjaan yg bukan kerjaannya),sibuk tak menentu.
  • contoh: ane kepo e lu artinya kurang kerjaan kali lah kau
  • Berasal dari bahasa hokkian.
    Ke = Bertanya, Po (Apo) = Nenek2. Jadi artinya nenek2 yg suka bertanya2. Pingin tau banget gitu.. hehehe
    contoh:
    A : km lagi dimana? ngapain? sama siapa?
    B : kepo banget sihh...

    A: eh pacar lu skrg siapa? rumahnya dimana? cakep gak? kenalin donk?
    B: kepo aje lu nanya-nanya (-_-")
  • Ada lainnya, kata KEPO berasal dari dua kata bahasa inggris menunjukkan "Care Full" artinya "Peduli banget". Kata 'Care Full' ini mengalami transformasi.
    Care Full -> Ker Pol -> Kepo.
  • Ini lagi salah satunya singkatan dari kek pembokat (kayak pembantu), banyak nanya...disuruh ngerjain banyak tanya, ga tanggap.
    a : eh kita hang out yuk besok!
    b : kemana? enanknya ngapain y? menurut lo butuh dana berapa y?
    si b kepo
  • KEPO juga bisa Kea Polisi (kayak polisi) / Kelakuan Polisi (Seperti tugas polisi-polisi pada umumnya selalu bertanya-tanya kayak wartawan kalo misal kita lagi terlibat masalah sama polisi tersebut.)

Jadi kesimpulan dari ciri-ciri orang KEPO:
-serba ingin tahu
-kadang sok tahu
-mempunyai mata yang sangat amat jeli dan tajam

Gimana?? sudah tau jawabnnya?? semoga saja tulisan sederhana ini bermanfaat ya..
_____________________________________________________________________________________________________
MAKA, SEKALIPUN SUDAH JADUL KARENA KELANSIAAN, WALAU MUNGKIN TERTATIH-TATIH, LATIHAN INTERNETAN UNTUK SELF-STUDY ADALAH AMAT BERMAKNA, LEBIH-LEBIH KALAU SUDAH KURANG DIHAMPIRI BANYAK ORANG APALAGI KAUM MUDA. 

Puren, 14 Desember 2017
Bambang D

Menyambut Kristus, Penolong Kita

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja
Kamis, 14 Desember 2017

Matius 11:11-15

11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
11:14 dan--jika kamu mau menerimanya--ialah Elia yang akan datang itu.
11:15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, telinga adalah salah satu organ tubuh yang termasuk menghadirkan daya inderawi. Tetapi telinga juga termasuk organ yang ikut menghadirkan daya tarik pemiliknya di hadapan orang lain.
  • Tampaknya, orang akan bangga kalau memiliki bentuk telinga indah. Tidak hanya kaum perempuan, kini laki-laki pun banyak yang memberi hiasan pada telinga yang dianggap memperindah diri.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, seindah apapun orang memiliki organ telinga bahkan masih dengan memasang hiasan mahal, keindahan sejati telinga bukan karena bentuk dan hiasannya tetapi karena sungguh menjadi alat hati orang mengolah suara-suara kata yang menghampiri pemiliknya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menemukan bahan olahan hati dari suara-suara yang ditangkap oleh telinganya.
Ah, telinga baik adalah yang tak membuat orang berurusan dengan dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan).

Tuesday, December 12, 2017

Sebelum Pengurus Rapat


Suara Rm. Purwatmo terdengar dari dalam kamar Rm. Bambang yang sedang duduk di depan laptop. Rm. Purwatmo adalah Rektor Domus Pacis. Mendengar suaranya Rm. Bambang keluar untuk menyambut. Ternyata Rm. Agoeng, anggota Pengurus Domus Pacis yang kini jadi Pastor Paroki Wates, juga berdiri di teras. Kedua rama itu asyik melihat ikan-ikan koi yang ada di kolam utara Kapel Santo Barnabas. "Kula damel teng Wates telas tiga welas yuta" (Di Wates saya membuat habis Rp. 13.000.000) kata Rm. Agoeng kepada Rm. Bambang. Rm. Bambang hanya tertawa mendengar kata-kata Rm. Agoeng yang ada kaitannya dengan pembuatan kolam, karena dulu untuk Rm. Agoeng beaya pembuatan yang ada di Domus terhitung amat mahal. Pada saat Rm. Bambang bertanya "Nggih dingge koi?" (Apakah juga untuk memelihara ikan koi) Rm. Agoeng mengiyakan.


Kemudian Rm. Bambang berkata kepada kedua rama "Yok ngombe-ngombe sik" (Ayo kita minum-minum dulu) dan mereka semua menuju kamar makan. Ketika semua sedang menikmati minum dan beberapa makanan, Rm. Wito datang bergabung ikut omong-omong. "Kok Hadi durung teka?" (Mengapa Rm. Hadi, Minister Domus, belum datang?) kata Rm. Purwatmo sambil melihat jam yang ditanggapi oleh Rm. Bambang "Lha janjiane jam pira?" dan mendapat jawaban "Jam sanga" (jam 09.00). Pada hari itu, Jumat 8 Desember 2017, para pengurus Domus memang berjanji mengadakan rapat. Maka ketika Rm. Hadi pada hampir jam 09.30 datang, mereka bertiga langsung masuk ruang pertemuan. Tampaknya ini adalah rapat pengurus pertama sejak Rm. Hadi menjadi Minister Domus.

Datang kepada Yesus, Lega dan Tenang

One click away from your upgraded Inbox

Lamunan Peringatan Wajib

Santa Lusia, Perawan dan Martir
Rabu, 13 Desember 2017

Matius 11:28-30

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, yang namanya tanggungjawab memang dapat menjadi beban. Setiap beban memang dapat menjadi hal yang memberati hidup.
  • Tampaknya, tanggungjawab hidup baik yang rutin harian maupun yang khusus dapat membuat pikiran pepat dan bingung. Segalanya dapat terasa berat.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sebesar apapun tanggungjawab sehari-hari dan sesulit apapun tanggungjawab yang datang secara khusus, hal itu tidak akan terlalu lama masuk dalam pikiran dan perasaan tetapi akan langsung dijalani sehingga tidak akan menjadi berat dan akan terasa seperti menjinjing kapas seberat 1 gram. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menemukan kebahagiaan sejati karena tekun menjalani beban tanggungjawab yang ada dalam hidupnya.
Ah, kalau punya uang orang akan selalu enak karena akan dapat menyuruh orang mengerjakan segala tanggungjawab.

Monday, December 11, 2017

Mas Ardhy dan Mas Toro


Untuk mengurus Domus Pacis termasuk para rama yang tinggal di dalamnya, pada saat ini ada enam orang tenaga kerja. Mbak Ida, yang bertugas mencuci dan menyetrika pakaian para rama, hanya datang pas melakukan pekerjaan. Dia tidak ikut membantu pekerjaan-pekerjaan lain. Dari lima yang lain, tiga orang adalah pramurukti tenaga kontrakan dari RS Panti Rini, Kalasan. Mereka adalah Bu Tri, Bu Pipit, dan Mas Win. Selain mengurus tanggungjawab khusus untuk dua rama, mereka memang ikut membantu pekerjaan lain seperti penyajian konsumsi di ruang makan, mencuci pecah belah, dan hal lain bila kebetulan ada rombongan tamu dan pertemuan. Maka, semenjak Bu Tari dan Pak Heru mengundurkan diri dari Domus Pacis, tenaga sendiri dari Domus Pacis hanyalah Pak Tukiran dan Mas Abas. Memang, suasana hubungan antar tenaga-tenaga yang ada di Domus diwarnai oleh nuansa persahabatan sehingga tampak kegembiraan di antara mereka. Pada saat instirahat, gelak tawa biasa mewarnai mereka ketika duduk-duduk bersama baik di ruang karyawan maupun di depan kamar Rm. Tri Wahyono. Meskipun ada suasana enak di antara para karyawan, bagaimanapun juga ada pekerjaan-pekerjaan lain yang kurang terurus, yaitu kebun dan ternak baik ikan dan ayam yang berada di luar gedung induk. Rm. Agoeng, ketika masih tinggal di Domus Pacis, beberapa kali berkata "Kadosa pundi kerjane dados awrat" (Bagaimanapun juga pekerjaan menjadi bertambah berat). Rm. Hadi, sebagai Minister juga bertugas sebagai Pastor Paroki Pringwulung, sudah mengumumkan ke banyak aparat paroki dan orang-orang yang ditemuinya untuk mencarikan orang yang mau bekerja di Domus. Rm. Bambang juga meminta tolong orang-orang dekatnya untuk mengupayakan hal sama. Mas Handoko dan Bu Rini berkali-kali mengusahakan lewat jaringan-jaringannya. Tetapi usaha ini rasa-rasanya sulit untuk berhasil. Tidak sedikit yang bilang "Jaman sakniki pancel angel sanget pados tenaga kangge kerja rumah" (Pada jaman sekarang amat sulit mencari orang untuk bekerja sebagai pekerja rumah).

Tiba-tiba pada beberapa hari sebelum akhir November 2017 datanglah seorang pemuda dari Boro. Dia datang atas pemberitahuan Pak Gega, orang dekat Rm. Bambang dari Paroki Boro. Dari pembicaraan, walau sudah mengajukan lamaran di dua tempat, kalau Domus menerimanya, dia memilih Domus Pacis. Pemuda ini bernama Antonius Ardhy Krisnanta berusia 31 tahun lulusan SMEA Wates. Maka sejak Kamis sore tanggal 30 November 2017 Mas Ardhy mencoba kerja di Domus. Dia banyak mengurus kebun dan peternakan. Tetapi dia juga membantu melayani para rama termasuk urusan sajian makan. Rama Bambang memang menekankan bahwa model kerjanya adalah serabutan. Pada Senin 4 Desember 2017 dipanggil oleh Rm. Hadi ke Pastoran Pringwulung untuk diwawancarai. Kehadiran Mas Ardhy ternyata disusul oleh orang kedua yang diterima langsung oleh Rm. Hadi, Minister Domus Pacis pada Senin tanggal 11 Desember 2014. Orang kedua ini adalah Mas Toro orang Dusun Tengahan yang berada di Stasi Pojok, Paroki Klepu. Dia sudah berkeluarga dan pernah bekerja di Katedral Tanjungkarang, Lampung. Mas Toro juga dapat mengendarai mobil.

Yesuslah, Gembalaku yang Baik

Lamunan Pekan Adven II

Selasa, 12 Desember 2017

Matius 18:12-14

18:12 "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
18:13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang dapat merasa bangga kalau diserahi tanggung jawab atas kelompok orang atau bahkan banyak anggota dalam organisasi. Dia akan bersukacita apabila mayoritas anggotanya berkembang dengan baik dan hanya sedikit yang tersendat sulit maju.
  • Tampaknya, orang dapat merasa bangga kalau memiliki organ-organ fisik sehat dan jiwa yang banyak disiplin dalam kebenaran. Dia akan bersukacita apabila hanya sedikit kekurangannya dan kelemahan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sesedikit apapun jumlah kekurangan dan jauh lebih besar kebaikannya sehingga hidup sungguh membanggakan, suka cita orang justru akan jauh lebih besar kalau yang sedikit itu jadi baik dibandingkan dengan segala kebaikan yang sudah ada dalam dirinya dan tak butuh perbaikan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan amat merasakan kebahagiaan kalau mengalami sekecil apapun yang buruk jadi baik.
Ah, kalau terlalu mengurus yang sedikit orang dapat kehilangan yang besar.

Sunday, December 10, 2017

Mas Han Ngantar Motor


Pada tanggal 20 November 2017 Pak Surawan Dibyosudarmo, temanan FB Rm. Bambang yang tinggal di Sala, mengirim pesan mensharingkan tentang pembuatan modifikasi motor roda tiga. Sosok yang menjadi pengarapnya adalah Pak Rubiyanto. Pak Surawan juga berkata dalam pesannya "Romo bisa kontak langsung. Pak Rubiyanto ini dulu lulusan ATMI, pernah belajar di Swiss. Dia membuat dengan perhitungan yang bisa dipertanggungjawabkan. Juga teknik pembuatan = cara-cara yang digunakan di ATMI." Beliau juga berceritera kalau termasuk pengguna motor matic garapan Pak Rubi. Ketika Rm. Bambang menyatakan berminat, Pak Surawan pun mengubungkannya dengan Rm. Bambang. 


Bagi Rm. Bambang omongan tentang motor roda tiga adalah kabar gembira. Dia sebenarnya sudah ingin berganti motor roda tiga dari yang kini ada. Yang sekarang adalah Honda Revo Matic yang ternyata hanya diproduksi satu kali. Kebetulan motor ini pernah untuk jatuh pada tahun 2012 karena terperosok jalan berlobang besar di Daratan, daerah Paroki Klepu, ketika hujan lebat dan air menutup segala lobang yang ada. Pada waktu itu Rm. Bambang harus opname di RS Panti Rapih karena keretakan tulang di balik hidung. Kontak dengan Pak Rubiyanto dijalin oleh Rm. Bambang sejak tanggal 21 hingga 24 November 2017. Pada tanggal 24 ini Rm. Bambang sudah siap dengan motor baru Honda Vario 150 sebagaimana diusulkan oleh Pak Rubi. Sebenarnya Pak Rubi bersedia mengambil ke Domus Pacis. Tetapi karena banyak kesibukan, kesediaan Pak Rubi kerap tertunda. Akhirnya motor ini diantarkan oleh Mas Handoko, yang mengusahakan sewa mobil jasa angkut, ke Sala pada tanggal 5 Desember 2017 di sore hari. Pada jam 18.46 Rm. Bambang menerima pesan lewat WA dari Pak Rubi "Rama, motor sampun kulo tampi. Nuwun." (Rama, motor sudah saya terima. Terima kasih) Ucapan ini menyertai gambar Mas Hadoko yang berdiri di samping Vario 150 warna putih yang dikirim. Segala info usaha Pak Rubi dapat dilihat dalam https://www.instagram.com/p/BXS3n3Uh9U-/

Kristus, Jalan Kudus Keselamatan

One click away from your upgraded Inbox

Lamunan Pekan Adven II

Senin, 11 Desember 2017

Lukas 5:17-26

5:17. Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.
5:18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.
5:19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.
5:20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."
5:21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
5:22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?
5:23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?
5:24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
5:25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.
5:26 Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa orang baik bukanlah seorang perusak. Dia akan menjaga apapun agar tidak kotor dan bebas dari perusakan.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa orang baik tidak akan memaksakan kehendak. Dia akan menjaga suasana harmonis dengan tahu dan menerima keadaan diri.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki gambaran bahwa pelestarian apa yang sudah baik adalah sebuah keutamaan hidup, bagaimanapun juga orang yang menghayati kebaikan sejati akan berani membongkar bahkan merusak apapun yang dianggap baik demi damai dan sejahteranya kaum papa dan menderita. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan berani membongkar kemapanan hidupnya demi kepedulian bagi yang papa dan menderita.
Ah, orang baik adalah orang tertib dan tak akan mengacau.

Bertobat Menyambut Juruselamat

Saturday, December 9, 2017

Meminimalisasi Kepikunan?


Ini hanya sekedar sharing pengalaman menjadi tua bahkan lansia, tanpa dinas resmi, dan banyak hidup dalam kesendirian. Saya masuk rumah tua pada tanggal 1 Juli 2010 sesudah selama 27 tahun ikut aktif dan kemudian diserahi tanggungjawab dalam lembaga misioner dan kemudian hari juga Karya Kepausan di Keuskupan Agung Semarang. Ketika mulai tinggal di Domus Pacis, salah rumah tua para rama praja Keuskupan Agung Semarang, sesungguhnya saya sudah mengalami berbagai "penyakit" yang mewarnai kaum lansia. Salah satu yang saya alami adalah daya pikir dan ingat yang menurun. Nama ibu saya pun juga dapat sulit saya ingat. Untunglah di rumah tua saya banyak mendapatkan kepedulian dari Rm. Agoeng, yang hingga tanggal 15 September 2017 tinggal di Domus Pacis sebagai Ketua Komisi Komsos Keuskupan sekaligus sebagai anggota pengurus Domus. 


Flag CounterHal yang bagi saya menjadi bantuan besar sebagai orang usia lanjut adalah pengenalan akan dunia media sosial. Berkaitan dengan alat-alat digital yang termasukkaum jadul. Saya mampu menggunakan HP untuk SMS dan telepon pada tahun 2006 ketika berumur 55 tahun. Di Domus Pacis saya difasihkan dalam email dan FB serta kemudia WA. Yang paling bermakna bagi saya adalah hadiah Blog Domus pada tahun 2013. Selama hampir sebulan Rm.Agoeng melatih saya yang tertatih-tatih untuk agak dapat mengoperasionalkan. Beliau mendorong untuk menulis dalam Blog, yang sebenarnya menjadi pekerjaan sulit sekali saya lakukan. Tetapi demi Rm. Agoeng saya mampu memaksa diri menuliskan renungan seadanya dan kisah yang terjadi di Domus. Tentu juga kadang menulis agenda kegiatan Domus dan Pastoral Ketuaan. Dengan Blog ini sayang didorong untuk menulis dan membaca yang mau tidak mau mengativasi otak. Saya mengharuskan diri mengirim sekitar 4 publikasi sehari. Ternyata dari hari ke hari saya mengalami kegembiraan karena selalu saja ada yang membuka dan membaca Blog. Pembuka-pembuka baru juga selalu ada. Otak dan daya nalar ternyata terasa jadi segar. Apalagi, sebagai pastor, sekalipun hanya terjadi dalam dunia maya saya merasa masih kerap berhubungan dengan umat. Yang jelas secara jiwani keceriaan saya terjaga mungkin karena kesibukan rutin. Dan tampaknya kepikunan menjadi hal yang paling tidak masih lama akan datang. Sebagai penulis Blog dari rakyat biasa, pada Minggu 10 Desember 2017 jam 03.41, saya merasa mendapatkan hiburan jumlah orang-orang yang menengok. Ada 83 negara asal belum termasuk yang tak diketahui dari daerah Asia-Pasifik (2.367 orang), Uni Eropa (584 orang), dan dua lain (158 orang). Pada jam itu saya melihat data :
  • Yang hari ini membuka    :       198
  • Yang kemarin membuka  :       262
  • Yang bulan lalu membuka:      8.057
  • Semua yang membuka     :   471.000





Lamunan Pekan Adven II

Minggu, 10 Desember 2017

Markus 1:1-8

1:1. Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
1:2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;
1:3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya",
1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."
1:5 Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.
1:6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
1:7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.
1:8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, seorang perintis dari karya besar akan mendapat penghormatan tinggi. Dia akan masuk jajaran orang-orang besar.
  • Tampaknya, orang tua yang mampu menyiapkan anak jadi orang berprestasi juga akan mendapatkan pujian. Orang tua itu menjadi sosok orang hebat.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sehebat apapun prestasi seseorang menjadi perintis dan penyiap hadirnya peran-peran ke depan, kehebatannya tidak datang dari karya-karya besar dan mengagumkan tetapi dari sikap hati yang menyadari diri sebagai masa lampau dari kehebatan pengganti atau pemegang peran masa kini sehingga yang dulu sungguh menjadi kecil dibandingkan dengan yang kini. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati mantan-mantan tokoh dan pejuang masa lalu akan menyadari diri bahwa di masa kini dia menjadi jauh amat kecil dibandingkan dengan tokoh dan pejuang masa kini.
Ah, orang hebat akan diakui kehebatannya sepanjang masa.

Friday, December 8, 2017

Hati Tergerak Belas Kasihan

One click away from your upgraded Inbox

Minggu Adven II/B tgl 10 Des 2017 (Mrk 1:1-8)

diambil dari http://www.unio-indonesia.org ditulis oleh admin pada Selasa, 05/12/2017 - 14:51


MERINTIS JALAN BAGINYA

Rekan-rekan yang baik!

Injil Minggu Adven II ini – Mrk 1:1-8 – hampir seluruhnya membicarakan Yohanes Pembaptis. Dia ini tokoh yang sudah sejak lama dinubuatkan sebagai utusan yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem mendatanginya di padang gurun minta dibaptis olehnya sebagai tanda bertobat demi pengampunan dosa. Ia juga tampil di mata orang sebagai seorang nabi. Semua uraian mengenai Yohanes Pembaptis kiranya dimaksud untuk semakin menyoroti siapa yang akan datang nanti, yakni Yesus. Dia ini tokoh yang jauh lebih besar yang diumumkan oleh Yohanes sendiri. Marilah kita lihat cara Markus mengutarakan hal ini. Di bawah ditambahkan pula ulasan mengenai bacaan kedua yakni 2Ptr 3:8-14.

INJIL “DARI” DAN “TENTANG” YESUS KRISTUS

Dalam Mrk 1:1, kata “Injil” sebenarnya dipakai dengan makna ganda. Makna biasa kata itu ialah berita yang melegakan, berita yang menggembirakan, kebalikan dari berita yang membuat orang sedih, tegang dan kusut pikirannya. Markus kiranya bermaksud menunjukkan bagaimana Yesus membuat pikiran dan hati banyak orang serasa “plong”, lepas dari ganjalan-ganjalan. Akan diceritakannya bagaimana Yesus ini menyembuhkan orang sakit, mengusir kekuatan jahat, mengajar siapa Allah itu, memilih murid, dan oleh karena semua itu diikuti banyak orang. Itulah cara Markus memperkenalkan Yesus. Tindakan serta ajarannya menjawab pertanyaan-pertanyaan serta keinginan dasar yang ada dalam diri orang pada waktu itu tapi juga pada zaman dan tempat lain.

Namun kata “Injil” bagi para pengikut Yesus pada zaman Markus menulis juga sudah mulai dipakai juga dalam arti “kabar baik” mengenai diri Yesus. Diberitakan di kalangan para pengikut Yesus bahwa ia yang tadinya disalibkan, wafat, dan dimakamkan itu kini sudah bangkit dari kematian dan kini hidup dan akan datang lagi dalam kemuliaannya pada akhir zaman. Kabar baik inilah yang membuat para murid pertama dapat terus menghidupi kepercayaan mereka dan mewartakannya kepada banyak orang lain yang mau bergabung dengan mereka. Jadi kalimat pertama Injil Markus itu menunjuk pada dua hal sekaligus, yakni bagaimana asal mulanya “berita yang melegakan” yang dibawakan Yesus serta “berita yang menggembirakan” mengenai dirinya. Pembaca diajak mendalami kedua-duanya.

Yesus ditampilkan dengan gelar Kristus dan Anak Allah. Yang pertama berarti Yang Diurapi, yakni Mesias, tokoh yang resmi diangkat Yang Maha Kuasa sendiri untuk mengerjakan urusan-Nya di dunia ini. Orang Yahudi pada masa itu amat mengharapkan datangnya tokoh ini. Ia juga disebut sebagai yang amat dekat dan akrab dengan keilahian sendiri, dalam bahasa Kitab Suci, “Anak Allah”. Maksudnya, ia mengerti yang dikehendaki oleh Allah dan patuh menjalankannya. Kini tokoh ini membawakan kabar yang melegakan orang banyak. Berita mengenai kedatangan tokoh ini sendiri juga menjadi kabar yang membuat lega orang pula. Jadi yang disampaikan dalam kalimat pertama Injil Markus itu ialah Berita Baik mengenai dia (Injil dalam kedua makna tadi) yang resmi mendapat tugas membawa kembali kemanusiaan kepada Yang Ilahi (Kristus) sebagai orang yang amat dekat dengan Yang Ilahi sendiri (Anak Allah).”

Tentu saja orang akan bertanya-tanya bagaimana Yesus bisa sehebat itu. Ayat-ayat berikutnya, yakni ay. 2-8, memberi penjelasan dengan menampilkan seorang tokoh lain yang waktu itu sudah amat dikenal, yakni Yohanes Pembaptis.

MEMPERSIAPKAN JALAN

Yohanes Pembaptis bukan sembarang tokoh. Pertama-tama, dalam ingatan orang zaman itu, dia ialah tokoh suci yang mempesona orang banyak. Mereka datang meminta nasihat, mencari kejernihan batin di tempat ia tinggal, yakni di padang gurun. Mereka datang kepadanya minta dibaptis (ay. 4-5) dan dengan tindakan itu orang mengungkapkan diri bertobat dan siap mendapat pengampunan dosa. Kedua, dalam bayangan orang pada masa itu, Yohanes juga tampil seperti seorang nabi (ay. 6). Dan ketiga dan yang terutama, Yohanes itu diutus oleh Tuhan sendiri untuk “mendahului” serta “mempersiapkan jalan” (ay. 2b; hasil paduan Kel 23:20 dan Mal 3:1). Seolah-olah belum cukup, maka menyusul kutipan dari Yes 40:3 yang mempertegas siapa utusan ini. Dia adalah orang yang berseru-seru di padang gurun meminta agar yang mendengar mempersiapkan jalan bagi Tuhan dan meluruskannya bagi-Nya. Apa yang dimaksud akan dikupas lebih lanjut di bawah.

Tokoh yang sedemikian mengesan ini ternyata malah memberitakan kedatangan orang yang lebih berkuasa (ay. 7). Tentu orang-orang bertanya-tanya siapa itu. Pembaca dulu pun sudah tahu, yang dimaksud ialah Yesus sendiri. Tetapi dalam kisah ini orang-orang yang mendengarkan kata-kata itu belum menggagas siapa yang sedang dibicarakan sang Pembaptis. Rasa ingin tahu orang banyak makin besar. Ia menambahkan bahwa membungkuk untuk melepaskan tali sandal orang yang sedang diwartakannya itu saja ia merasa dirinya kurang pantas (ay. 8). Siapa gerangan tokoh yang lebih besar daripadanya?

Ungkapan membungkuk melepaskan tali sepatu tidak hanya berarti penghormatan kepada orang yang dihadapi. Ada pula arti yuridisnya. Marilah kita tengok Rut 4:7 yang menjelaskan kebiasaan di masa lampau: “Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sebuah perkara, maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mengesahkan perkara di Israel.” Di dalam kitab Rut, tanah milik keluarga Naomi dan menantunya, Rut hanya bisa dijual kepada sanak dekat yang menurut hukum adat berhak membelinya. Namun orang ini resmi melepaskan haknya sehingga Boas bebas membeli tanah janda dan menantu itu dan mengurus mereka. Sanak dekat tadi melepas kasutnya (Rut 4:8) sebagai tanda pelepasan haknya. Kembali ke kata-kata Yohanes. Dengan latar belakang kebiasaan tadi, maka kata-katanya bukan sekedar basa-basi melainkan pengakuan bahwa dirinya tidak layak menindakkan hal yang membuat Yesus melepaskan haknya. Apa yang dimaksud dengan hak Yesus? Tak lain tak bukan ialah membawakan baptisan dalam Roh Kudus dan mendekatkan kembali keilahian kepada manusia. Yohanes Pembaptis hendak mengatakan bahwa yang dijalankannya ialah membaptis dengan air - itulah yang bisa dilakukannya untuk menyadarkan orang banyak. Namun untuk sungguh membawakan yang di atas sana kepada manusia? Ah itu hak dia yang lebih berkuasa yang bakal datang, yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Orang banyak yang mendengar pernyataan itu dengan segera akan semakin bertanya-tanya siapakah dia yang dibicarakan ini? Perhatian pembaca Injil akan beralih dari Yohanes Pembaptis kepada dia yang diwartakannya.

SUARA DI PADANG GURUN

Kutipan dari Yes 40:3 dalam Mrk 1:3 menjadi makin besar artinya bila ikut disimak konteksnya dalam tulisan Yesaya sendiri, yaitu Yes 40:1-2 yang ikut diperdengarkan dalam bacaan pertama hari ini: “Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allah-mu....” Begitulah sang nabi menyampaikan perintah yang difirmankan Allah kepada kekuatan-kekuatan surgawi menghibur umat Israel yang waktu itu berada dalam pembuangan di Babilonia. Umat tak perlu berkecil hati, yang terburuk sudah lewat. Yang perlu kini ialah melihat ke depan, kembali pulang ke negeri sendiri, melewati padang gurun. Seperti ketika Allah menuntun nenek moyang mereka keluar dari Mesir lewat padang gurun dulu, kini Allah yang sama akan memimpin umat-Nya kembali.

Dalam Yes 40:3 sang nabi menyebut diri sebagai suara yang berseru-seru menyampaikan kepada kekuatan-kekuatan tadi agar mereka juga mempersiapkan jalan, meluruskan lorong-lorongnya, meratakannya bagi perjalanan-Nya bersama umat. Itulah gagasan dasar dalam bacaan pertama sebagaimana ada dalam Kitab Yesaya. Bagi Markus, suara yang berseru-seru itu ialah Yohanes Pembaptis. Dengan demikian Yohanes ditampilkan Markus sebagai nabi yang mengenali suara ilahi dan kehendak-Nya dan berani menyerukannya kepada balatentara surgawi tadi. Orang-orang berdatangan kepadanya di padang gurun mencari petunjuknya. Yohanes berseru, sekali lagi dalam pemikiran Markus, kepada kekuatan-kekuatan surgawi untuk menyiapkan jalan bagi mereka ini agar nanti dapat kembali lewat jalan yang lebar, lurus, rata bersama dengan dia yang kini akan menuntun mereka kembali....yaitu yang diumumkan kedatangannya. Dia yang jauh lebih besar.

Markus memperkenalkan Yesus lewat tokoh yang dalam anggapan umum dapat mengenali gerak gerik ilahi dan tetap membiarkannya bertindak menurut kehendak-Nya. Dia itulah Yohanes Pembaptis. Kisah ini kisah bagi hidup batin, bukan cerita tentang seorang yang membaptis di padang gurun. Bila ditangkap dalam arti itu maka kesaksiannya membantu orang pada zaman lain. Yohanes Pembaptis ada dalam diri tiap orang yang dengan tulus menantikan Yang Ilahi datang membimbing hidup orang beriman.

DARI SURAT PETRUS (2Ptr 3:8-14)

Salah satu hal yang paling menarik dalam Perjanjian Baru ialah rujukan ke tulisan lain yang ada dalam kumpulan ini. Namun rujukan seperti itu walau jelas bagi penerima dulu sering susah dilacak oleh pembaca zaman ini. Begitu pula dalam 2 Ptr 3:15 Petrus merujuk kepada surat Paulus bagi kalangan umat yang sama. Tapi surat Paulus yang mana tidak bisa dipastikan. Yang bisa diketahui ialah kesulitan memahami Paulus sehingga ada orang yang menyalahtafsirkannya karena kebebalan atau karena iman yang kurang teguh dan terperosok sendiri. Paulus memang mengajarkan kemerdekaan iman ialah terbebas dari “hukum” lama sehingga dapat menjadi pewaris surga karena memang orang telah ditebus oleh Yesus Kristus. Inilah salah satu dari bagian inti pewartaan Paulus. Namun di kalangan tertentu boleh jadi disalah mengerti sebagai ajaran untuk berbebas merdeka dari semua aturan agama yang turun temurun dijalani. Ini malah menimbulkan perpecahan di kalangan umat. Ada yang beranggapan bahwa hukum-hukum lama tetap berlaku untuk menjamin hidup abadi, ada yang mengatakan bongkar semua karena sekarang pokoknya cintakasih. Ada yang menumbuhkan gaya hidup menurut roh dan mau meyakinkan orang lain bahwa inilah yang terpenting. Begitu seterusnya

Dalam kaitan inilah surat Petrus kali ini mengajak umat agar tetap berupaya menjaga diri agar nanti pada akhir zaman dapat tampil di hadapan Tuhan dengan “tak bercacat, tanpa noda”. Inilah yang membuat orang cocok untuk hidup di tempat-Nya. Tak usah hitung menghitung kapan akhir zaman itu datang, karena Tuhan tak bisa dibatasi dengan perhitungan manusia. Justru karena belum jelas akhir zaman segera tiba, maka masa ini sebaiknya disadari sebagai kesempatan menikmati kesabaran-Nya yang memungkinkan orang dapat bersiap-siap akan menerima kedatangan-Nya nanti, sekali lagi dengan “tanpa cacat dan tanpa noda”. Inilah bahasa upacara persembahan kepada-Nya. Umat diajak agar melihat diri sebagai persembahan yang layak, tak bercacat, artinya utuh, dan tanpa noda, artinya bersih sehingga cocok baginya. Persembahan yang tidak demikian malah bakal menyinggung dan tidak terterima.

Dikenakan pada zaman kini. Bacaan kedua kali ini dapat membantu umat untuk melihat ke mana arah yang sesungguhnya yang sebaiknya dituju. Membawa diri sehingga semakin layak mendekat ke kehadiran ilahi sendiri. Sebuah ajakan untuk membuat wajah manusia semakin sesuai dengan kebesarannya. Sekaligus ajakan agar peka akan apa-apa yang menjadi “cacat” dan “noda” kemanusiaan: kemelaratan, ketakadilan, perbedaan yang tak kurang memberi keleluasaan untuk berkembang, serta mekanisme yang melanggengkan ketimpangan termasuk sikap-sikap beragama yang mengurung diri dalam kesalehan semu atau kutub lainnya, aktivisme lapangan yang makin lama makin menciutkan ruang batin. Masa Adven dapat menjadi masa meninjau mana arah-arah yang mesti diluruskan, mana jalan-jalan yang bisa dirintis untuk membuat kemanusiaan makin layak.

Salam hangat,
A. Gianto

Lamunan Pekan Adven I

Sabtu, 9 Desember 2017

Matius 9:35-10:1.5-8

9:35. Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
9:37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
9:38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."
10:1. Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
10:5. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
10:8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, tak sedikit orang yang yakin bahwa dalam diri orang ada bekal talenta atau bakat. Bakat harus dikembangkan untuk menjadi modal hidup.
  • Tampaknya, tak sedikit orang yang yakin bahwa dengan pengembangan bakat orang akan berkemampuan kerja. Dengan kerja orang bisa memperoleh upah uang untuk beaya hidup.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sehebat apapun bakat bisa dikembangkan dan menjadi kemampuan kerja untuk meraih amat besar sekali jumah uang, hal itu tak akan membuat orang mampu menjadi penghadir damai sejahtera bagi siapapun termasuk dirinya sendiri kalau tak ada kesadaran bahwa kerjanya adalah wujud penghayatan diri sebagai makhluk sosial sehingga dalam bekerja yang dipikirkan bukan uang tetapi melayani kebutuhan orang dengan sebaik-baiknya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan bekerja sebagai amalan pengembangan bakat yang diterimanya sejak lahir.
Ah, bekerja itu yang pokok adalah untuk meraup uang sebanyak-banyaknya.

Thursday, December 7, 2017

Ibu-Ibu Pangudi Luhur?


"Selamat siang,  Romo... Saya Bu Agnes dari kelompok Ibu2 SMP Pangudi Luhur 1 yang kapan itu telpon panjenengan untuk menjadwalkan kunjungan ke Domus Pacis.  Kalo misalnya kami berkunjung nanti hari senin 4 Desember 2017 pukul 08.00 pagi apakah diperkenankan dan tidak merepotkan,  Romo?  Terimakasih" kata-kata Bu Agnes kepada Rm. Bambang lewat WA pada Sabtu 2 Desember 2017 jam 11.01 yang kemudian masih disusul lagi pada jam 11.15 "O... Dumugi Domus Pacis pukul 09.30 Romo,  nuwun sewu" (O .... Maaf, sampai Domus Pacis jam 09.30, Rama). Rm. Bambang menginformasikan kepada para rama yang biasa makan bersama tentang rencana Bu Agnes yang dalam pikiran Rm. Bambang adalah guru dari SMP Panguli Luhur di Kidul Loji, Yogyakarta.

Pada Minggu 3 Desember 2017 jam 12.39 Rm. Bambang menulis untuk Bu Agnes di WA "Nyuwun pangapunten, bu. Benjang ingkang badhe rawuh kinten-kinten wonten pinten?" (Maaf, bu. Kira-kira ada berapa orang yang besok akan datang?). WA ini mendapat jawaban pada jam 14.49 "Nuwun sewu nembe saged nyerat wangsul,  wonten kinten2 10 Romo" (Maaf baru menulis balasan. Kira-kira ada 10, Rama). Pada Senin 4 Desember 2017 mereka sudah datang di Domus Pacis ketika jarum jam baru saja melewati angka 09.00. Rombongan kecil ini terdiri dari 8 orang ibu dan 1 orang anak SMP Pangudi Luhur kelas 3. Ternyata ibu-ibu ini bukan guru-guru. "Kami adalah ibu-ibu wali murid yang biasa mengantar anak-anak kami" kata salah satu ibu. Ada tiga rama Domus yang menemui, yaitu Rm. Harto, Rm. Tri Hartono, dan Rm. Bambang. Rm. Ria sedang pergi, Rm. Wito sedang retret, Rm. Yadi sedang tidur, dan Rm. Tri Wahyono memang didampingi di kamarnya. Sekalipun hanya 30an menit, suasana kunjungan singkat ini sungguh ada dalam suasana ceria penuh keakraban. Sebelum pulang mereka minta didoakan dan kemudian mengunjungi Rm. Tri Wahyono di kamarnya.

Kesucian Maria oleh Allah

Try the new Yahoo Mail

Lamunan Hari Raya

Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda
Jumat, 8 Desember 2017

Lukas 1:26-38

1:26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang dapat merasakan damai karena selesai mengerjakan tugas-tugas berat. Dia dapat mengalami istirahat hingga tubuh jadi segar.
  • Tampaknya, orang dapat merasakan sejahtera karena hasil dari segala prestasinya. Prestasi yang melejit membuat banyak rejeki mudah nomplok.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sebesar apapun kekayaan dapat diraih karena prestasi yang menanjak dan sesegar apapun badan karena pandai mengatur waktu kerja dan istirahat, itu semua tak akan menjamin terhayatinya damai sejahtera sejati kalau orang tidak hidup dilandasi penyertaan amanat nurani sehingga apapun yang dialami disadari sebagai karunia ilahi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan merasakan damai mendalam karena hidup dalam terang nurani.
Ah, rasa damai itu ya rasa senang karena hidup enak dan nyaman.