Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, July 29, 2017

Lamunan Pekan Biasa XVII

Minggu, 30 Juli 2017

Matius 13:44-52

13:44. "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
13:47 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
13:48 Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,
13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
13:51 Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti."
13:52 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa orang yang sungguh hidup secara nyata akan hidup sesuai dengan perkembangan situasi hidup dan budaya. Dia akan terbuka pada segala perubahan.
  • Tampaknya, orang yang sungguh hidup secara kongkret akan selalu siap baru dan diperbarui. Dia siap meninggalkan yang lama dan menjalani hidup secara baru.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, semodern dan setrendi apapun seseorang menjalani hidup, dia akan sungguh menghayati kehidupan sejati kalau membuka hati baik terhadap pola lama maupun pola baru karena yang paling pokok adalah kesediaan menomor satukan patokan yang berasal dari relung nurani. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang berani kehilangan apapun demi tidak lepas dari suara nurani.
Ah, yang menjamin hidup adalah tambungan uang sebanyak-banyaknya.

0 comments:

Post a Comment