Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, July 8, 2017

Ibu-ibu Paroki Karangpanas


Siang itu, Rabu 5 Juli 2017, para rama Domus Pacis berada di kamar makan untuk makan bersama. Tetapi deretan pintu, yang memisahkan ruang pertemuan dalam yang kini sering disebut aula, dengan ruang makan, ada dalam keadaan terbuka. Sebanyak 40 buah kursi tertata. "Tamune arep teka jam pira?" (Jam berapa tamu akan datang?) tanya Rm. Rio kepada Rm. Bambang yang menjawab "Seka SMS lan telpon rencanane jam setengah rolas" (Menurut informasi lewat SMS dan telepon mereka berencana sampai Domus jam 11.30). "Mbokmenawa dalane padhet" (Barangkali terhambat oleh kepadatan jalan) sela Rm. Yadi. Pada hari itu para ibu Paroki Karangpanas, Semarang, berencana mengunjungi para rama Domus. Mereka ingin makan siang bersama para rama dan menyerahkan urusan konsumsi pada Rm. Bambang yang menyerahkan kepada Bu Tatik dan Bu Rini, para relawati Domus. Tetapi karena sampai menjelang jam 12.00 para tamu belum datang, maka para rama mendahului makan siang.

Kebetulan Rm. Bambang terbiasa menghabiskan makan dengan relatif cepat. Maka ketika Mas Abas menghampiri dan berbisik "Tamune pun dha rawuh" (Tamu sudah datang), Rm. Bambang langsung keluar dari kamar makan. Melihat arak-arakan tamu yang masuk Domus Pacis, dia berseru "Yok langsung nyantap makan siang". Para tamu memang berasal dari paguyuban ibu-ibu Paroki Santo Atanasius Karangpanas, Semarang. Tetapi ada 1 anak, 3 bapak, dan 2 rama menyertai. Secara keseluruhan bereka berjumlah 29 orang. Mereka memang langsung menikmati makan siang, karena sajiannya sudah tersedia. Sesudah makan semua berkumpul di aula. Rm. Bambang tampil jadi penata acara. Rm. Agoeng, Rm. Yadi, Rm. Harto, Rm. Tri Hartono, dan Rm. Gito ikut menyambut. Sesudah doa pembuka dan sambutan dari wakil tamu terjadilah tanya jawab antara para tamu dan para rama tentang kehidupan penghayatan imamat dan kondisi Domus Pacis. Tampaknya mereka merasakan sukacita mendengar ungkapan-ungkapan para rama. Ternyata para tamu sudah berangkat dari Semarang pada jam 07.00 dan pertama-tema menuju Sedayu di rumah Rm. Suharyono sang Pastor Kepala. Pada jam 14.00, sesudah doa penutup, mereka berpamitan untuk melanjutkan kunjungan ke Nandan di rumah Rm. Iswahyudi, Rama Pembantu Karangpanas. Karena tak sempat disajikan, 3 macam snak diserahkan sebagai bekal di perjalanan.

0 comments:

Post a Comment