Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, August 6, 2020

Beata Maria Francesca Rubatto

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 4187 Diterbitkan: 05 Juni 2014 Diperbaharui: 17 Januari 2019

  • Perayaan
    6 Agustus
  •  
  • Lahir
    14 Februari 1844
  •  
  • Kota asal
    Carmagnola, Italy
  •  
  • Wilayah karya
    Uruguay, Amerika Selatan
  •  
  • Wafat
    6 Agustus 1904 - Oleh sebab alamiah
  •  
  • Beatifikasi
    10 Oktober 1993 oleh Paus Yohanes Paulus II

Beata Maria Francesca Rubatto adalah Pendiri Konggregasi Suster Kapusin Bunda Rubatto. Nama babtisnya adalah Anna Maria Rubatto. Ia kehilangan ayahnya pada saat ia baru berusia empat tahun.  Saat remaja ia pernah dilamar oleh seorang notaris, tetapi ia menolak karena tidak ingin menikah dan bernazar untuk mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan.  

Ibunya meninggal ketika Maria berusia 19 tahun, dan ia pindah ke kota Turin dimana dia bertemu dan bersahabat dengan Marianna Scoffone, seorang wanita bangsawan Italia yang saleh; yang mendukungnya untuk aktif dalam berbagai kegiatan di paroki,  mengajarkan Katekismus pada anak-anak, mengunjungi orang sakit di rumah sakit, dan menolong orang miskin dan mereka yang terabaikan. Marianna Scoffone meninggal pada tahun 1882.

Suatu pagi setelah selesai Misa di sebuah gereja biara kapusin di Loano,  sebuah batu bangunan jatuh dari sebuah biara yang sedang direnovasi, menimpa kepala seorang pekerja. Anna Maria membersihkan luka dan memberikan pemuda itu uang secukupnya agar ia dapat hidup sampai  ia sembuh.  Bangunan yang sedang diperbaiki tersebut adalah sebuah biara untuk sebuah komunitas biarawati. Dan saat itu para suster sedang mencari seorang pemimpin spiritual bagi komunitas mereka.  Ketika mereka mendengar tentang kecelakaan tersebut, mereka menganggapnya sebagai sebuah tanda bahwa Anna Maria adalah pemimpin yang sedang mereka cari.

Seorang Imam kapusin, pater Angelico Martini, berhasil meyakinkan Anna Maria untuk ikut bergabung dengan komunitas biarawati tersebut, namun butuh waktu setahun bagi Anna Maria untuk bergabung dengan mereka.  Dia mengambil nama Suster Maria Francesca de Jesus, dan atas perintah dari Uskup Filippo Allegro,  Suster Maria Francesca  diangkat menjadi Superior  yang pertama.  Jadi terbentuklah  Konggregasi Suster kapusin Bunda Rubatto.

Pada tahun 1892 Suster Maria dan beberapa suster pergi sebagai misionaris ke Montevideo, dan menyebarkan karya kerasulan mereka di Uruguay dan Argentina.  Ibu Maria menyeberang ke Amerika tujuh kali,  dan diminta untuk memulai karya misi bersama para biarawan  kapusin dari Milan  di pedalaman Brasil.  Suster Maria bersama enam orang suster tinggal di sana selama tiga bulan, lalu ia kembali ke Italia.  Delapan belas bulan kemudian, pada 13 Maret 1901 para Suster, para Imam Kapusin dan banyak umat beriman menjadi martir di sana.

Pada tahun 1902, Suster Maria Francesca kembali ke Amerika.  Ia berkarya disana sampai pada hari kematiannya pada tahun 1904.

0 comments:

Post a Comment