Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, August 22, 2020

Beato Bernardus Peroni

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 2939 Diterbitkan: 26 Februari 2017 Diperbaharui: 16 April 2017

  • Perayaan
    20 Agustus
  •  
  • Lahir
    7 November 1604
  •  
  • Kota asal
    Appignano Marche Italia
  •  
  • Wafat
    22 Agustus 1694 | Sebab alamiah
  •  
  • Venerasi
    -
  •  
  • Beatifikasi
    25 Mei 1795 oleh Paus Pius VI
  •  
  • Kanonisasi


Beato Bernadus Peroni (Bernardus dari Offida) lahir pada tanggal 7 November 1604 di Appignano Marche Italia. Ia adalah anak ketiga dari delapan bersaudara petani Domenico Peroni dan isterinya Elisabetta Puccio.  Saat dibabtis ia diberi nama sesuai nama ayahnya  "Domenico Francesco Peroni". Sejak kecil ia telah menunjukkan sikap yang “berbeda” dari para saudaranya. Ia lebih pendiam, lebih penurut dan lebih saleh. Ibunya sering menjadikan Domenico sebagai contoh bagi anak-anaknya yang lain. 

Domenico masuk biara Kapusin di Corinaldi pada 1626 ketika ia berusia dua puluh dua tahun.  Ia mengucapkan kaul sebagai seorang bruder dan mengambil nama biara Bernadus. Selama tujuh tahun, Bernadus bekerja di dapur di bawah bimbingan bruder Maximus, yang sebenarnya lebih merupakan seorang pembimbing rohani yang  baik baginya daripada seorang  tukang masak.  Iman Bernardus dalam panggilan dan hidup religiusnya semakin mendalam tahun demi tahun. Bernardus kerap menenggelamkan diri dengan membaca Kitab Suci memiliki devosi yang mendalam terhadap sakramen Maha Kudus.  Ia sering menghabiskan banyak waktunya tenggelam dalam adorasi di depan Sakramen Maha Kudus.

Iman Bernardus dianugerahi balasan dengan anugerah-anugerah rohani, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi banyak orang lain.  Pada banyak kesempatan,  para saudaranya menyaksikan Bernardus yang sedang tenggelam dalam doa, terangkat dari lantai dengan wajah yang bercahaya seperti matahari (Levitasi).  Banyak ahli teologi Kapusin datang kepadanya untuk mencari pemecahan atas masalah-masalah yang rumit.  Berkat Bernardus juga, empat orang anak dibangkitkan kembali dari kematian.  Dan sekali peristiwa, ketika jalan samasekali tertutup oleh salju, makanan pun dikirim ke biara berkat doa-doa tekun dan membara dari Bernardus.  

Bruder Bernardus berpuasa nyaris terus menerus.  Pada usia 72 tahun, Bernardus menerima stigmata.  Selama sisa duapuluh tahun umurnya, dia berdiri laksana seorang raksasa di hadapan dunia, dengan Ketopong Suci penderitaan Kristus,  memberi kesaksian kepada umat manusia akan Cinta Tuhan yang tiada berkesudahan.  

Bruder Bernardus tutup usia pada tahun 1694.  Dia dibeatifikasi oleh Paus Pius VI dan pestanya dirayakan pada setiap tanggal 1 September.(qq)

0 comments:

Post a Comment