Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, August 13, 2020

Santo Hippolitus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Hits: 4288 Diterbitkan: 25 Agustus 2013 Diperbaharui: 01 Juni 2014

  • Perayaan
    13 Agustus
  •  
  • Lahir
    Hidup pada Abad ke-3
  •  
  • Kota asal
    Roma - Italia
  •  
  • Wafat
    Martir. Kedua kaki dan tangannya masing-masing diikat pada seekor kuda lalu kuda-kuda itu dipacu keempat arah berlawanan hingga tubuhnya koyak menjadi empat bagian.
  •  
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation


St. Hippolitus awalnya adalah seorang perwira tentara kerajaan Romawi yang ditugaskan untuk menjaga para tawanan Kristen yang ditangkap pada masa penganiayaan kaisar Maximinus. Melihat keteguhan iman orang-orang kristen Hippolitus kemudian bertobat dan memberikan dirinya untuk dibabtis. Ia kemudian meninggalkan dinas militer lalu belajar tentang iman kristiani, sampai ia ditahbiskan menjadi imam. 

Ia kemudian menulis banyak karya-karya mengagumkan mengenai teologi. Ia juga seorang guru yang hebat pula. Latar belakang militernya membuat Hippolitus merasa kecewa dengan kepemimpinan Santo Paus Pontianus dan beberapa Paus sebelumnya, yang ia nilai tidak tegas  dan kurang cepat tanggap dalam menghadapi orang-orang yang mengajarkan ajaran-ajaran sesat.

Hippolitus sendiri mempunyai sejumlah besar pengikut. Para pengikutnya mendesaknya agar ia mau diangkat sebagai paus. Hippolitus setuju. Ia memutuskan hubungan dengan Gereja dan menjadi paus tandingan. Ketika penganiayaan dimulai, ia ditangkap dan dikirim ke Sardinia. Di sana, dalam keadaan sengsara, ketika para musuh umat Kristiani tertawa, suatu karya penyembuhan yang ajaib terjadi.

Paus Pontianus dan Hippolitus saling bertemu di tempat pembuangan. Hippolitus tersentuh dengan semangat kerendahan hati paus. Ia kemudian bersujud dihadapan Bapa suci dan mohon diperbolehkan untuk kembali kedalam pelukan Gereja; segera ia merasakan segala amarah dan kecewanya diambil dari hatinya.

Pontianus; Paus dalam penderitaan itu dapat memahami sang imam dan mengasihinya. Bapa Suci tahu bahwa mereka perlu saling membantu serta menguatkan dalam kasih Yesus. St. Hippolitus wafat sebagai martir dengan cara yang amat mengerikan. Kedua kaki dan tangannya masing-masing diikat pada seekor kuda dan kemudian kuda-kuda itu dipacu keempat arah berlawanan hingga tubuhnya koyak menjadi empat bagian. 

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

1 comments:

cherryblossom said...

Untuk mempermudah kamu bermain guys www.fanspoker.com menghadirkan 6 permainan hanya dalam 1 ID 1 APLIKASI guys,,,
dimana lagi kalau bukan di www.fanspoker.com
WA : +855964283802 || LINE : +855964283802

Post a Comment