Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, August 31, 2020

Rm. Ria Dapat Pramurukti

 

Pada umumnya para rama Domus Pacis Puren memang sudah membutuhkan pelayanan untuk memenuhi kebutuhannya. Bahkan ada tiga rama yang sudah cukup lama harus ada yang mendampingi siang dan malam di kamarnya. Domus Pacis Puren secara khusus mengontrak tenaga pramurukti dari RS Panti Rini, Kalasan. Ada tiga pramurukti yang sudah beberapa tahun secara khusus menjaga dua rama. Satu pramurukti berjaga untuk 24 jam. Dua pramurukti bergantian berjaga siang dan malam untuk satu rama. Ada satu rama yang secara khusus didampingi oleh anggota keluarga yang siaga siang dan malam. Sedang rama-rama lain dilayani tiga tenaga khusus. Di luar acara rutin, seperti mandi dan santap di kamar makan serta ikut misa harian komunitas, mereka dapat meminta pelayanan dengan membunyikan bel. Di kamar karyawan ada alat monitor yang menampilkan angka nomor kamar bila rama penghuninya membunyikan bel untuk minta bantuan memenuhi kebutuhannya.

Ternyata beberapa bulan terakhir Rm. Ria, yang tadinya tidak termasuk yang mendapatkan pelayanan khusus, mengalami penurunan daya fisik. Sebenarnya beliau memang sudah kerap bingung tak tahu "kini hari apa dan tanggal berapa". Kerap terjadi beliau juga mengira sore hari sebagai pagi dan di tengah malam mengira berhadapan dengan saat akan misa harian. Beberapa kali beliau harus masuk rumah sakit karena penyakit yang diderita. Gula darah yang selalu tinggi membuat fisiknya melemah. gatal-gatal juga kerap menjangkiti. Untuk santap obat-obatan termasuk suntik insulin juga harus dibantu. Untuk urusan kamar mandi dan WC harus didampingi karena kalau tidak beliau sudah kurang bisa mengontrol diri. Kalau memaksa diri berdiri dan berjalan setapak, Rm. Ria beberapa kali terjatuh. Kursi roda sudah jadi akrab dengannya dan harus ada yang membantu untuk menjalankannya. Karena kondisi seperti ini, Rm. Bambang memutuskan untuk menambah satu pramurukti dari RS Panti Rini. Tenaga baru ini dikhususkan untuk mendampingi Rm. Ria siang dan malam. Dia juga tidur sekamar dengan Rm. Ria.

0 comments:

Post a Comment