Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, August 17, 2020

Lamunan Pekan Biasa XX

Selasa, 18 Agustus 2020

Matius 19:23-30


23. Yesus be
rkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." 25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" 26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." 27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" 28 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. 29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. 30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, setekun apapun dalam beragama, orang di dunia ini tetap membutuhkan hal duniawi. Maka orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan.
  • Tampaknya, di dunia ini orang dapat merasa tenang kalau sudah punya harta dan kekayaan. Orang dapat berpikir bahwa makin kaya makin terjaminlah hidupnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun di dunia ini orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan, kalau hatinya terkuasai orang pengejaran harta dan penumpukan kekayaan, orang justru tidak akan memperoleh kebutuhan kesejatian hidup. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati pemenuhan kebutuhan hidup sejati tidak tergantung pada limpahnya harta dan kekayaan.

Ah, makin kaya orang makin mudahlah dia meraih segalanya.

0 comments:

Post a Comment