Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, November 2, 2014

Sabda Hidup

Senin, 03 November 2014
Hari Biasa
Warna Liturgi Hijau
Bacaan:
Flp 2:1-4; Mzm 131:1.2.3; Luk 14:12-14

Lukas 14:12-14:
12  Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. 13  Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. 14  Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

Renungan: 
Dalam hyme guru dilukiskan bahwa seorang guru bak pahlawan. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Profesi merekapun menjadi gambaran profesi yang tidak mengharapkan balas jasa. Hymne yang begitu indah, semoga isinya tetap hidup di dalam diri para guru sekarang ini.
Dalam kesempatan lain ada kisah pesta seorang bapak. Anak-anaknya bertanya: "Pak siapa yang akan diundang untuk acara nanti supaya kami bisa menyiapkan undangannya?". Kata bapaknya, "Tidak perlu bikin undangan. Aku sudah mengundang mereka. Siapkan saja makanan untuk 200 orang." Ketika acara berlangsung sebagian anaknya kecewa karena tamu-tamunya bukan orang berpangkat tapi orang-orang sederhana dan cenderung miskin. Sang ayah menangkap keheranan beberapa anaknya itu. Ia pun menerangkan mengapa ia memilih mereka. Baginya orang-orang tersebut layak merasakan pesta. Belum pernah ada yang mengundang mereka. Dan tampaknya mereka pun tak akan menyeret orang untuk hadir di undangannya.
Ketulusan dan kerelaan tanpa menuntut balas menjadi keutamaan murid-murid Kristus. "Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu" (Luk 14:14).

Kontemplasi:
Bayangkan berada di pesta orang terhormat dan tamu-tamunya rakyat kecil. Rasakan seluruh gejolak hatimu.

Refleksi:
Siapa yang sering kauundang dalam jamuanmu? Mengapa?

Doa:
Tuhan semoga hidupku tanpa pamrih. Aku mau berbagi tanpa berharap mendapatkan balasan kembali. Amin.

Perutusan:
Aku mau belajar dan menjalani hidup tanpa pamrih.

0 comments:

Post a Comment