Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, April 25, 2014

YANG TUA DINAKALI YANG MUDA


Pada Rabu pagi 23 April 2014 Rama Subiyanto, pastor pembantu Pringwulung yang sudah sepuh, datang di Domus Pacis. Beliau bertanya apakah Rama Yadi akan ikut pertemuan Paskah Adiyuswa untuk para rama dan bruder di Keuskupan Agung Semarang. Ini adalah program paskahan yang diadakan oleh Kuria Keuskupan Agung Semarang untuk rama dan bruder tua. Rama Bambang yang menerima kedatangan Rama Biyanto menjadi kebingungan, karena setahunya paskahan itu diadakan pada Kamis-Jumat 24-25 April 2014 di Sangkal Putung. Tetapi pada sekitar jam 09.00 hari Rabu itu Rama Biyanto menelpon Rama Bambang bahwa hari yang benar adalah mulai Kamis dan sampai Jumat.

Peristiwa paskahan untuk rama dan bruder tua itu memang menyangkut kesanggupan Rama Bambang untuk menggantikan Rama Agoeng. Acara itu akan dibuka dengan pemutaran film Paedibus Apostolorum yang mengisahkan karya pastoral almarhum Rama Prennthaler, S.J. di Paroki Boro sebagai pastor pertama. Tugas pemutaran film dilakukan oleh Komunikasi Sosial Keuskupan Agoeng Semarang (Komsos KAS) yang dipimpin oleh Rama Agoeng. Karena Rama Agoeng sedang memiliki acara ke luar kota, beliau meminta Rama Bambang menggantikannya untuk memberikan kata-kata pengantar sebelum pemutaran.

Pada Kamis 24 April 2014 Rama Bambang datang di Rumah Retret Sangkal Putung pada sekitar jam 16.30. "Lho, Rama Bambang wis sewidak lima pa umure?" (Lho, apakah Rama Bambang sudah berumur 65 tahun) Rama Kardinal Darmaatmadja bertanya yang langsung dijawab oleh Rama Bambang yang duduk di kursi roda "Umure dereng, nanging gaweayane pun bebas" (Umur belum sampai tetapi sudah bebas dinas). Umur 65 tahun adalah saat rama dan bruder Keuskupan Agung Semarang disebut tua. Dalam acara itu yang hadir paling tidak ada 34 orang rama dan bruder tua. Rama Kardinal dan Mgr. Prajasuta adalah pensiunan uskup yang ikut acara ini. Mgr. Pujasumarto juga ikut hadir sebagai peserta. Dari Domus Pacis tampak pula Rama Yadi yang duduk dengan memegang kruk. Jumah rama praja yang hadir memang dominan di samping kehadiran para rama dan bruder sepuh SY dan MSF. Sesudah Ibadat Sore bersama, pemutaran film dimulai dengan pengantar dari Rama Bambang. Dalam pengantarnya Rama Bambang mengajak melihat film ini dalam nuansa melihat diri sebagai kaum tua. Bagaimanapun kaum tua sudah tidak muda lagi. Di sini Rama Bambang mengutip kata-kata Yesus dalam Injil Yohanes "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki" (Yoh 21:18).

Sesudah mengutip Yoh 21:18 Rama Bambang mensharingkan bahwa dirinya sebenarnya tidak berhendak datang di Sangkal Putung. Kedatangannya diminta oleh Rama Agoeng yang termasuk Rama muda. Rama Bambang berkata "Tadi pagi Rama Agoeng sudah tampak ada di  Domus Pacis sesudah bepergian. Ketika saya tanya 'Mangke tindak malih?' [Apakah nanti pergi lagi] beliau menjawab 'Inggih' [Ya], eee ternyata beliau sore ini sudah ada di Sangkal Putung. Tetapi beliau yang muda menghendaki saya menyampaikan pengantar ini dan sayapun taat pada beliau karena beliaulah yang muda dan pengurus Domus Pacis dengan SK." Mendengar kata-kata Rama Bambang ini para sepuh yang hadir tertawa. Rama Bambang sendiri merasa dinakali oleh Rama Agoeng karena ketika melihat beliau ada dan bertanya "Lho kok teng riki?" (Lho kok di sini?), Rama Agoeng menjawab "Wau rak namung ditakeni 'Badhe kesah malih?'. Kula matur 'Nggih' ning mboten ditakeni teng pundi" (Tadi kan hanya ditanya 'Akan pergi lagi?'. Saya menjawab 'Ya' tetapi tidak ditanya lebih lanjut). Acara Rama Agoeng di luar kota sebenarnya sudah diajukan hari selesainya. Ha ha ha .....

0 comments:

Post a Comment