Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, September 6, 2014

RENUNGAN MATIUS 18:15-20

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:15-20) 
 
"Jika seorang berdosa mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatnya kembali."
    
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Apabila  saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan dikau, bawalah seorang atau dua orang lain, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai orang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul demi nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
   
Renungan
    
Setiap hari Minggu kita mendengarkan firman Tuhan. Kita merenungkan makna firman itu bagi hidup kita. Demikian pula halnya pada hari Minggu ini. Tetapi, secara istimewa diharapkan agar kita mulai memperhatikan peran firman Tuhan. Hari Minggu Kitab Suci dirayakan setahun sekali, dengan maksud agar berdampak sepanjang tahun dalam hidup kita sebagai umat Allah.
  
Mengapa Tuhan mau berbicara kepada kita sepanjang sejarah keselamatan? Mengapa Sang Sabda menjadi manusia? Mengapa Roh Kudus yang mengilhami para penulis Kitab Suci mau membantu kita untuk memahami dan menghayati firman Tuhan? Bacaan hari ini dapat membantu kita ikut mewujudkan harapan Tuhan, yang melalui firman-Nya mau menyelamatkan dan mempersatukan umat manusia.
    
Injil hari ini menolong kita untuk melihat dosa dalam hubungannya dengan jemaat. Awalnya, menegur di bawah empat mata. Selanjutnya, membawa dua orang saksi. Akhirnya, membuka perkara itu kepada jemaat. Tahap-tahap ini bertujuan untuk mengajak orang Kristen yang berdosa tersebut kembali kepada jemaat. Kalau teguran sampai tahap terakhir tidak diterima oleh yang bersangkutan, ia dipandang sebagai orang yang tidak mengenal Allah. Langkah ini ditempuh sebagai kejutan bagi si pendosa untuk rekonsiliasi dengan jemaat.
   
Jemaat sebagai instansi mempunyai kuasa untuk mengucilkan atau menerima kembali anggota yang tersesat. Kewibawaan komunitas jemaat menjadi semakin mendalam, karena Yesus hadir bila dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya. Para murid diberi janji bahwa Allah akan berdiri di belakang keputusan mereka di dunia. Persetujuan jemaat yang bersatu dalam doa bersifat mengikat, karena Allah hadir dalam doa jemaat secara khusus.
   
Apa artinya hal ini bagi kita? Kita diundang untuk saling menegur dan mengingatkan. Kita semua mempunyai tanggung jawab satu terhadap yang lain. Kita mempunyai tugas dan kewajiban untuk membawa sesama yang berdosa, kembali kepada kebersamaan dalam umat Allah. Namun, teguran itu menjadi semakin indah, kalau dilakukan melalui langkah-langkah yang manusiawi.
   
Santo Agustinus sudah memberikan peringatan ini kepada jemaat di keuskupannya. Satu-satunya alasan menegur saudaranya yang berdosa adalah berdasar kasih. Jadi, segala alasan lain seperti rasa kesal, jengkel, malu atau apapun harus disingkirkan. Dengan kata lain, hendaknya kita membersihkan hati dari segala perasaan keliru agar dengan hati penuh kasih dapat membantu saudara kita.
   
Tujuannya, yaitu menolong orang agar selamat. Ibaratnya orang yang dalam bahaya tenggelam. Kita tidak sampai hati melihat orang itu mati, kita ingin menolongnya. Bila dirinya kita selamatkan, maka kita tidak hanya menolong satu orang itu saja, melainkan juga banyak orang lain, seperti anggota keluarga, sahabat-sahabat, atau teman kerjanya.
     
Semoga firman Tuhan yang kita rayakan secara khusus pada hari Minggu Kitab Suci Nasional ini membuka hati kita untuk makin menyadari akan tanggung jawab sosial, keselamatan sesama dan akan rahasia cinta kasih Allah.  (Chang/RUAH)

0 comments:

Post a Comment