Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, February 10, 2015

Sabda Hidup


Rabu, 11 Februari2015
SP MARIA DI LOURDES
HARI ORANG SAKIT SEDUNIA
warna liturgi Hijau
Bacaan:
Kej. 2:4b-9,15-17; Mzm. 104:1-2a,27-28,29bc; Mrk. 7:14-23. BcO 1Kor. 3:1-23

Markus 7:14-23:
14Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.15Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."16(Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!)17Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.18Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,19karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.20Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,21sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,22perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.23Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."


Renungan:
Hati menentukan suatu tindakan dan kata itu najis atau tidak. Kenajisan tidak ditentukan oleh apa yang masuk dalam mulut seseorang. "Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya" (Mrk 7:15).
Sering kita berpikir najis tentang sesuatu yang masuk di mulut kita. Tapi kita pun sering lupa apa yang keluar dari diri kita adalah kenajisan. Segala pikiran kotor yang berangkat dari hati kita membuat kita sendiri najis.
Maka marilah kita menjaga apa yang keluar dari diri kita. Kita menatanya dengan baik agar kita tidak jatuh dalam tindakan najis. Segala sesuatu yang kita keluarkan layaklah mendapat pertimbangan masak-masak. Dengan demikian apa yang kita keluarkan membawa berkat dan kebaikan.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu sejenak. Ingatlah ketika anda akan marah ataupun mengumpat. Cobalah tahan itu dan tatalah kata-kata yang akan kaulontarkan supaya tidak menajiskanmu.

Refleksi:
Apa yang perlu kaulakukan agar engkau tidak menajiskan dirimu.

Doa:
Tuhan, bantulah aku menata kata-kata dan tindakanku. Biarkan apa yang keluar dariku adalah berkat bukan hal yang najis. Amin.

Perutusan:
Aku akan menjaga kata dan tindakanku.

0 comments:

Post a Comment