Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, August 27, 2014

Lamunan Pesta Wajib



Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
Kamis, 28 Agustus 2014

Matius 24:42-51

24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
24:44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
24:45 "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?
24:46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
24:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
24:48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:
24:49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,
24:50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,
24:51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di era global orang yang disebut berkualitas adalah yang mampu membidik masa depan. Orang mampu memiliki antisipasi jelas untuk membangun kehidupannya di jangka waktu tertentu di masa depan.
  • Tampaknya, untuk memiliki gambaran masa depan yang diperhitungkan orang harus melandaskan diri pada realitas masa kini. Bertolak dari realitas kini orang membuat tahap-tahap dan langkah-langkahnya untuk mencapai masa depannya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa antisipasi ke depan yang sejati adalah sikap berjaga-jaga terhadap hal-hal yang tidak dapat diperhitungkan karena hanya penjahatlah yang hanya memiliki perhitungan jelas di masa depannya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan setia menjalani tugas dan atau kenyataan hidupnya karena di situlah terdapat jalan menyongsong masa depan yang paling fundamental.
Ah, yang mampu tahu masa depan dengan jelas adalah orang hebat.

0 comments:

Post a Comment