Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, August 24, 2014

Sabda Hidup

Senin, 25 Agustus 2014
Ludovikus, Yosef dr Calasanz
warna liturgi Hijau
Bacaan:
2Tes. 1:1-5,11b-12; Mzm. 96:1-2a,2b-3,4-5; Mat. 23:13-22. BcO Tit. 2:1 - 3:2

Matius 23:13-22:
13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. 14 (Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.) 15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri. 16 Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. 17 Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? 18 Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. 19 Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? 20 Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. 21 Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. 22 Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.

Renungan:
Dalam beberapa percakapan seorang karyawan mengatakan kepada temannya, "Ngapain harus rajin-rajin? Rajin gak rajin gajinya ya sama saja." Atau ada juga yang mengatakan, "Gak penting ke Gereja, yang penting hidup dengan baik", "Tidak perlu ngaku dosa, toh besok juga nglakuin dosa yang sama."
Kalimat-kalimat di atas akan meneguhkan mereka yang malas, namun mengusik hati mereka yang mau berubah atau telah hidup dengan baik. Kira-kira bagi yang mengatakan kalimat-kalimat tersebut, kita bisa berkomentar apa?
Yesus mengatakan, "Celakalah kamu... karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk" (Mat 23:13).  Ketika kita tidak mampu berbuat baik, kita tidak perlu menutup kesempatan orang lain berbuat baik. Jangan sampai kita menjadi celaka karena menghalangi mereka masuk pintu surga.

Kontemplasi:
Duduklah dengan tenang. Bacalah Mat 23:13 dan bercerminlah dengan ayat tsb dengan pertanyaan: aku menjadi penghalang atau penghantar orang masuk surga?

Refleksi:
Tulislah komentar-komentar yang sering kauucapkan kala melihat orang mau/sedang berbuat baik.

Doa:
Ya Yesus, semoga hidupku menjadi penghantar orang masuk pada KerajaanMu. Semoga makin hari makin banyak orang baik dan berbuat baik. Amin.

Perutusan:
Aku akan berusaha menjadi penghantar orang masuk dalam Kerajaan Tuhan.

0 comments:

Post a Comment