Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, June 16, 2013

Sabda Hidup Sabtu, 15 Juni 13

Sabda Hidup
Sabtu, 15 Juni 13
Hari Biasa
Warna Liturgi Hijau

Bacaan
2Kor. 5: 14-21; Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,11-12; Mat. 5:33-37

Bacaan Injil Mat. 5:33-37
33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, 35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. 37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Renungan
Hidup itu akan terasa mudah ketika kita berani, "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak" (Mat 5:37). Prinsip ini rasaku menjadi prinsip dasar menuju kesederhanaan hidup dan kemudian hidup menjadi mudah. Namun seringkali kita pun terjebak pada kondisi mengambang sehingga ragu-ragu mengatakan "ya" atau "tidak".  Yesus mengingatkan, "Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat" (Mat 5:17).
Sikap "abu-abu" yang dimunculkan akan mendorong membesarnya kebimbangan. Orang menjadi kesulitan meyakini atau minimal harus menebak-nebak apa yang sebenarnya mau dilakukan oleh lawan bicaranya. Apakah ia sungguh menyetujui atau dia tidak menyetujui. Atau orang pun menjadi ragu pada kesanggupan seseorang. Orang bisa berkata "iya" namun tidak sedikitpun mewujudkan yang di"iya"kan itu (nggih nggih boten kepanggih). Keraguan ini menjadi virus dan mewabah dalam hidup manusia, sehingga ia pun harus bersumpah ketika meyakinkan seseorang.
Maka marilah kita hidup sederhana, simple. Jika ya, katakan: ya, jika tidak, katakan: tidak.

Kontemplasi
Bacalah Mat. 5:33-37. Bayangkan dirimu lagi mendengarkan pengajaran Yesus. Kemudian arahkan bayanganmu pada sikapmu sehari-hari.  

Refleksi
Sejauh mana sikapmu ketika harus tegas menjawab ya dan tidak.

Doa
Tuhan, semoga aku mempunyai sikap tegas dalam menyikapi sesuatu dan tidak membuat orang lain menjadi bingung. Amin.

Perutusan

Aku akan berani jujur mengatakan "ya" atau "tidak" pada sesuatu.

0 comments:

Post a Comment