Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, June 30, 2013

Sabda Hidup Senin, 01 Juli 2013

Sabda Hidup
Senin, 01 Juli 2013
Hari Biasa
Warna Liturgi Hijau
Bacaan
Kej. 18:16-33; Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,10-11; Mat. 8:18-22

Bacaan Injil Mat. 8:18-22
18Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. 19Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." 20Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." 21Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku." 22Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

Renungan
Ada yang terpilih ada yang ditolak. Itulah gambaran pemuridan Yesus. Mereka yang menawarkan diri malah ditolak oleh Yesus. Namun ada pula yang menolak panggilan Yesus dengan berbagai macam alasan malah dipilih oleh Yesus.
Kalau sejenak mengenang pengalaman perjalanan menapaki panggilan imamat jadi ingat  tiap tahun di Mertoyudan jumlah seminaris seangkatanku selalu berkurang. Satu dua tiga sepuluh orang mundur, terutama pada hari kenaikan kelas. Dari 69 siswa pada waktu masuk KPP, 6 orang ditahbiskan atau menjadi Bruder.
Yesus berhak memilih siapa yang akan mengikutiNya atau tidak. Dan setiap pribadi yang dipilih umumnya tidak mempunyai kekuatan untuk menghindar. Kuat kuasaNya membentuk dan membekali siapapun yang Dia kehendaki. Maka marilah kita tetap lurus berpegang padaNya dalam mengarungi panggilan hidup kita masing2-masing.

Kontemplasi
Pejamkan sejenak matamu. Ingatlah bagaimana anda menghidupi panggilan hidup anda.

Refleksi
Tulislah pengalamanmu dalam menghidupi pamggilan hidupmu.

Doa
Tuhan terima kasih Engkau telah menerima dan memilihku sebagai muridMu. Semoga aku selalu berpegang pada tuntunanMu. Amin.

Perutusan
Aku akan memurnikan panggilan hidupku dan menjalaninya dengan kesetiaan.

0 comments:

Post a Comment