Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, September 19, 2017

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Andreas Kim Tae Gon, Iman, dan Santo Paulus Chong Ha Sang dkk, Martir
Rabu, 20 September 2017

Lukas 7:31-35

7:31 Kata Yesus: "Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?
7:32 Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.
7:33 Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.
7:34 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
7:35 Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang akan merasa amat terganggu terhadap orang lain yang sukanya nyinyir. Orang yang suka nyinyir akan mudah berkomentar negatif terhadap orang lain.
  • Tampaknya, kaum nyinyir memang amat kreatif menghubungkan segala perilaku orang lain dengan pandangan negatif. Semua perilaku golongan lain, sekalipun satu sama lain lain tidak saling bertentangan, akan mendapatkan komentar-komentar negatif.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, orang akan menyadari bahwa orang-orang yang suka nyinyir terhadap yang bukan golongannya bukan terutama disebabkan oleh rasa suka dan tidak suka tetapi dikarenakan oleh benteng yang memenjara hati yang membuatnya tak tersentuh oleh apapun yang datang dari luar dirinya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menyadari pentingnya kepekaan diri akan apapun yang ditemui dan ada disekitarnya agar selalu hidup dalam hikmat dan kebijaksanaan.
Ah, kalau tidak cocok ngapain harus memperhatikan?

0 comments:

Post a Comment