Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, September 27, 2017

Sebuah Soal: Mengurus Cucu


Pada Minggu 24 September 2017 Rm. Bambang diminta oleh Komisi Pendampingan Keluarga Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memimpin rekoleksi keluarga-keluarga Katolik usia perkawinan tahun 1973-1983 dari Rayon Kulon Progo. Dari sekitar 200an orang peserta mayoritas datang dari Paroki Promasan karena yang menjadi penyelenggara adalah Tim Kerja Pastoral Keluarga Promasan. Rekoleksi ini terjadi di gedung Wisma Ibu, sebelah gedung gereja Promasan. Rm. Antonius Wahadi, pastor di Paroki Promasan, juga ikut hadir. Yang menjadi topik pembicaraan adalah Bangga Menjadi Keluarga Katolik. Rm. Bambang memproses rekoleksi ini bertolak dari omong-omong antar para peserta tentang kebanggaan mereka sebagai keluarga Katolik. Kemudian dibuka adanya ungkapan sharing publik. Rm. Bambang mencatat dan menemukan beberapa pokok yang menjadi akar pengalaman-pengalaman yang disampaikan dalam pleno. Ternyata yang kemudian menjadi pembicaraan panjang dan hangat bahkan agak panas adalah soal hubungan dengan cucu.

Berkaitan dengan pengalaman mengurus cucu, sebenarnya Rm. Bambang memberikan cakrawala: 1) Cucu adalah tanggung jawab orang tuanya. Anak yang sudah berkeluarga akan meninggalkan orang tuanya (bdk Kej 2:24); 2) Pada jaman kini yang namanya keluarga besar (extended family) sudah bergeser pada keluarga sebagai batih atau keluarga kecil (nucleus family); 3) Pada jaman kini setiap keluarga yang bertanggungjawab akan menanggung kehidupan secara mandiri. Rm. Bambang memang bicara tentang kemungkinan kakek-nenek menggantikan anak untuk mengurus cucu. Tetapi hal ini sebaiknya dilakukan dengan batasan waktu kalau ternyata orang tua si cucu masih hidup. Akan tetapi tampaknya soal mengurus cucu itu menjadi hal berat untuk dilepas. Beberapa hal yang menjadi soal adalah:
  • Bagaimanapun juga kakek-nenek wajib membantu anak dan menantu yang hidup pas-pasan dan harus mencari nafkah.
  • Kalau tidak mau peduli untuk mengurus cucu, bagaimana kalau kelak sudah jompo anak dan menantu ganti tak mau mempedulikannya.
  • Kalau nyatanya anak dan menantu melarat, kakek-nenek harus mengurus pembeayaan cucu.
  • Air selalu mengalir ke bawah sehingga kebaikan selalu pada yang bawah.
  • Dengan mengurus cucu, sekalipun sudah lansia, orang tak akan pikun.

0 comments:

Post a Comment