Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, October 9, 2017

Lamunan Pekan Biasa XXVII

Selasa, 10 Oktober 2017

Lukas 10:38-42

10:38. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Butir-butir Permenungan
  • Katanya, era mangan ora mangan waton kumpul (hidup itu yang paling penting kesediaan berkumpul dengan orang lain sekalipun tanpa konsumsi) sudah lewat. Kini eranya adalah kerja untuk hidup karena orang harus selalu siaga dalam kemandirian.
  • Katanya, kini orang harus siap hidup dengan model generasi milenial sehingga siap menghadapi apapun yang muncul di tengah kehidupannya. Orang akan selalu sibuk mencari terobosan berhadapan dengan aneka bentuk baru.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, seserius apapun seseorang sibuk bekerja dengan selalu sibuk mencari terobosan baru berhadapan dengan aneka hal baru yang muncul dalam hidupnya, orang tidak akan menghayati kesejatian hidup apabila tidak mendasarkan segala kesibukan dalam ketenangan konsultasi dengan kalbu dalam naungan nurani. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati sesibuk apapun dalam kerja orang tidak akan lupa untuk menghadirkan segalanya dalam dialog batin dengan kalbunya.
Ah, kalau terlalu ngurusi yang batin-batin, kapan kerjanya?


0 comments:

Post a Comment