Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, June 29, 2018

Kerendahan Hati Itu Buah Iman yang Menggerakkan Hati Tuhan


Sabtu, 30 Juni 2018
Pekan Biasa XII
Mateus 8:5-17

Injil hari ini menunjukkan kepada kita bahwa perwira itu tak hanya memiliki iman yang luar biasa; dia memiliki juga kerendahan hati yang besar. Kerendahan hatinya asli sejati, tidak palsu. Keadaannya terlalu berat baginya untuk berpura-pura menjadi rendah hati, terutama karena Yesus telah setuju untuk datang menyembuhkan hambanya. Ia percaya sepenuhnya dengan segala kerendahan hati kepada Yesus. Itulah sebabnya ia merasa tidak layak menerima Yesus di rumahnya hingga ia berani berkata, "Tuhan aku tidak layak menerima Tuhan. Bersabdalah sepatah kata saja, maka hambaku pasti sembuh." Maka, kerendahan hatinya asli sejati. Itu juga bukan hasil dari harga diri yang rendah, melainkan karena ada kepercayaan yang luar biasa dalam berurusan dengan Yesus. Kerendahan hatinya adalah kerendahan hati yang lahir dari iman yang mengerti siapa Yesus sesungguhnya. 

Gereja Katolik pun belajar dari kerendahan hati perwira ini. Itulah sebabnya, kita mengutip kalimat iman dan kerendahan hati dalam liturgi Ekaristi kita. Sungguh, adalah suatu kerendahan hati bahwa Gereja Katolik mengundang kita untuk menyerukan kalimat iman perwira itu sebagai doa kita sesaat sebelum kita menyambut Komuni Suci. Kita berseru, "Ya Tuhan, tak pantas aku menyambutMu, bersabdalah sepatah kata saja, maka aku akan sembuh!" Dengan doa itu kita belajar rendah hati atas dasar iman kepada Kristus. Dengan doa itu kita hendak mengatakan, “Tuhan, Engkau terlalu dahsyat untuk datang kepadaku, maka terima kasih telah datang padaku dan aku boleh menyambutMu karena tanpaMu, aku akan mati binasa.”

Ya Tuhan, ampunilah aku atas pelanggaranku. Engkau tahu betapa aku percaya kepadaMu dan terus berusaha membaktikan diri kepadaMu. Aku tak layak menyambutMu bersabdalah sepatah kata saja maka aku akan sembuh. TanpaMu aku bukan apa-apa, bahkan pasti binasa. Aku percaya padaMu, tolonglah ketidakpercayaanku.

JoharT Wurlirang, 30/6/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

0 comments:

Post a Comment