Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, June 26, 2018

Renungan Jelang Pilkada 2018


Aloys Budi Purnomo Pr
Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

(Renungan ini merupakan bahan kotbah yang diminta dan diterbitkan oleh KPU Jateng. Saya share di sini agar semakin banyak orang membacanya. Semoga bermanfaat pula untuk wilayah lain di mana pun.)

Saudari-saudaraku Umat Katolik yang terkasih. KPU RI sudah menetapkan tanggal pencoblosan Pilkada Serentak 2018 yaitu pada tanggal 27 Juni 2018. Ada 171 daerah yang mengikuti Pilkada 2018 termasuk Jawa Tengah, wilayah kita hidup, berada, tinggal dan berkarya.

Mari kita sambut Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur dengan penuh syukur. Kita rayakan Pilkada dengan gembira, bahagia dan sukacita. Sebagaimana diserukan KPU Jateng, kita akan hayati Pilgub Jateng dengan baik dan menyenangkan (becik lan nyenengke). Dalam perspektif iman Katolik, inilah kesempatan bagi kita untuk menghayati iman kita. Umat Katolik adalah bagian dari masyarakat. Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang (KAS) menyerukan agar kita menjadi warga Gereja yang nyambung dengan warga Masyarakat. Itulah yang kita sebut dengan Gereja yang srawung melalui sikap inklusif, inovatif dan transformatif dalam keberagaman. 

Menjadi peserta dalam Pilgub yang aktif, jujur, dan adil adalah bagian dari iman Gereja Katolik yang srawung, inklusif, inovatif dan transformatif. Karena, dalam situasi dan kondisi Pilgub di era demokrasi yang becik lan nyenengke janganlah bersikap golput. Jangan golput sebab sikap golput dalam perspektif iman Katolik yang mau srawung, inklusif, inovatif dan transformatif adalah sikap yang abu-abu dan suam-suam kuku mengingat kita dipanggil untuk memilih meski bisa jadi yang kita pilih tidak dalam disposisi ideal menurut ukuran kita; namun calon-calon yang diajukan kepada kita sudah memenuhi aspek prosedural demokrasi kita saat ini. Dalam perspektif etis moral politik Katolik, selalu ada prinsip minus malum yang bahkan bisa menjadi mayor bonum demi Pancasila jaya, terjaganya Bhinneka Tunggal Ika, NKRI harga mati, berlandaskan UUD 1945. Jangan golput sebab menggunakan hak pilih secara positif adalah bagian dari perwujudan iman. 

Karenanya, jadilah pemilih yang cerdas. Kenalilah para calon dengan baik, rekam jejaknya, bukti karyanya untuk bangsa dan negara serta masyarakat seluasnya. Setiap paslon pasti punya kelebihan dan kekurangan. Ingat pilihan Anda saat ini akan menentukan masa depan kehidupan bangsa. Karena itu jadilah pemilih yang cerdas dan bertanggungjawab. Jangan asal memilih, tetapi pilihlah yang terbaik dalam rangka keutuhan bangsa, berjiwa nasionalis sejati, tidak ditandai sifat dan semangat sektarian yang eksklusif baik sosok pribadi maupun kendaraan politik yang mengusungnya. Jangan terbuai oleh janji-janji yang belum terbukti.

Jangan mau disuap apa pun alasannya. Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang tanpa suap. No Money Politik! Begitu bahasa kerennya. Pilihan Anda tanpa dinodai oleh politik uang adalah pilihan yang menjadi persembahan bagi Tuhan dan kesejahteraan bangsa dan setiap warganya. Untuk yang terakhir ini saya serukan: no money politicNo haox dan hatred-speechserta no nepotism. Artinya, mari kita sambut Pilgub dengan menolak politik uang, politik fitnah dan kebohongan serta ujaran kebencian maupun kongkalikong nepotisme. 

Sebagaimana diserukan Tuhan dalam firmanNya: Berikanlah kepada Allah yang menjadi hak Allah; berikanlah kepada kaisar yang menjadi hak kaisar. Artinya, kita harus menjadi pemilih yang mengutamakan kerahiman Tuhan, dan setiap pilihan kita harus berbuah pada keadilan, kejujuran, serta kesejahteraan. 

Untuk kondisi Pilgub saat ini, Umat Katolik, tak perlu Anda menjadi Golput. Mari kita jadikan Pilgub Jateng sebagai momentum membangun peradaban kasih dengan saling menghargai pihak yang berbeda dalam keberagaman. Kita Pancasila. Kita Bhinneka Tunggal Ika. Kita Indonesia. Selamat menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggungjawab. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Semarang, 30 Mei 2018

·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

0 comments:

Post a Comment