Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, June 6, 2018

Percikan Nas Kamis, 07 Juni 2018

Ana dr Bartolomeus
warna liturgi Hijau

Kamis, 07 Juni 2018

Bacaan-bacaan:
2Tim. 2:8-15; Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14; Mrk. 12:28b-34. BcO Gal. 4:8-5:1a.
Nas Injil:
28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?” 29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” 32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. 33bMemang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.” 34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Percikan Nas
Kalau melihat panggung perpolitikan negeri kita ini kadang hati saya ingin tertawa. Ada orang yang selalu nyinyir dengan aneka macam perbuatan baik yang dilakukan dan dikembangkan. Bahkan kala dunia mengakui kehebatan seseorang atau negeri ini dia tetep saja tidak percaya bahkan menyalahkan yang memberikan penilaian baik. Walau sebenarnya kalau ditanyakan apa prestasi dia, orang tersebut tidak bisa menunjukkan. Dia menempatkan diri sebagai oposisi yang oposan.
Sering kita membaca dan mendengar bagaimana Yesus bersilang pendapat dengan ahli Taurat. Pernah juga Yesus menegur mereka dengan keras. Hari ini kita menyaksikan hal lain. Ahli Taurat yang bertemu dengan Yesus dalam bacaan Injil hari ini mengakui kebenaran ajaran Tuhan. Ia yang biasa berbeda berani mengiyakan apa yang dikatakan Tuhan Yesus. Ia tidak sekedar harus berbeda dengan Yesus. Kala secara nyata ada yang benar maka berani mengakui kebenaran tersebut.
Rasanya dalam menjaga dan mengembangkan bangsa, Gereja, keluarga bahkan diri kita bisa belajar pada ahli Taurat ini. Ketika kita menemukan kebenaran dan kebaikan maka kita pun mesti berani menerima dan mengakui kebenaran dan kebaikan tersebut. Kita jangan menjadi orang yang hanya bisa menyalahkan orang apalagi bilang orang tersebut benar dan baik.
Doa:
Bapa bukalah hatiku untuk menerima dan mengakui kebenaran dan kebaikan yang ada. Jauhkanlah aku dari sikap bebal. Semoga rahmat kebenaran dan kebaikan-Mu ditangkap dengan baik oleh banyak orang. Amin.
Menerima dan mengakui kebenaran.
(goeng).

0 comments:

Post a Comment