Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, July 3, 2013

BUKAN NGOMPOL

Sebenarnya ini adalah pembicaraaan di meja makan dua hari lalu, Selasa 2 Juli 2013. Empat rama Domus terlibat, yaitu Rama Yadi, Rama Tri Wahyono, Rama Harto dan Rama Bambang. Ketika makan malam dimulai, sesudah doa, Rama Harta bertanya kepada Rama Bambang "Njing Minggu temane napa?" (Besok Minggu apa temanya?). Yang dimaksud jelas tema seminar dalam novena tahap 5 tanggal 7 Juli 2013 di Domus Pacis. "Temanya 'Menghadapi kemerosotan daya indrawi'" jawab Rama Bambang. "Kok indrawi? Napa niku?" (Apa itu indrawi itu?) Rama Harta masih bertanya. Rama Yadi menyahut "Itu lho, panca indra." Rama Harta mengangguk-angguk tanda paham. Rama Yadi meneruskan "Kuping dadi budheg, mata dadi ra permana. Termasuk beser" (Telinga jadi tuli, pandangan mata berkurang. Termasuk mudah kencing).

"Ning ketoke saya tuwa saya ora gampang nguyuh je. Ketoke ora langsung cur" (Tetapi tampaknya makin tua proses kencing tidak dapat lancar langsung keluar) kata Rama Bambang yang kemudian melanjutkan dengan pertanyaan "Pripun pengalaman njenengan" (Bagaimana pengalaman Anda?). Ketika Rama Bambang memandang Rama Harta, beliau menjawab dengan suara lirihnya "Kula gampil, langkung-langkung yen bar ngombe kathah" (Kalau saya mudah, lebih-lebih sesudah banyak minum). Rama Tri Wahyono bersuara "Aku sok metu seka kamar arep nguyuh neng njaba. Ning kerep uyuh metu neng ndalan" (Saya sering keluar kamar akan kencing di luar. Tetapi ketika jalan sudah keluar). "Aku ya iya. Ning iki ora ngompol wong ora pas turu. Wis mudhun seka dhipan arep nguyuh, eeee pas mlaku metu" (Aku juga. Tapi ini bukan ngompol karena tidak terjadi waktu tidur. Ketika sudah turun dari tempat tidur, eeee ketika sedang jalan malah keluar). "Ning nek pas udan lan kudanan, ya malah taksisanke" (Tetapi pas basah kehujanan, itu malah saya manfaatkan) lanjut Rama Yadi. Semua tertawa karena tahu bahwa dalam perjalanan bermotor Rama Yadi bisa enggan turun ketika ingin kencing. Beliau malah melakukannya sambil tetap duduk mengendarai motornya. Rama Bambang dalam tertawa sebenarnya juga mentertawakan dirinya sendiri. Dia juga kerap melakukan dan dalam hati berkata "Ra papa, rak sisan dikumbahke Gusti nganggo banyu udan" (Gak apa, kan sekalian Tuhan mencuci celana dengan air hujan). Tiba-tiba Rama Yadi bilang "Wah, iki mesthi ditulis Bambang neng internet" (Wah, ini pasti ditulis Bambang di Blog Domus). ...........

2 comments:

Noni Setiawati said...

hahahahahaha... lucu bangett... :)romo yadi hihihi... ndak papa romo yang penting sehat.. :) tetep semangat melayani. BD

domus pacis said...

Halo, Noni ....... Mang bener kok. Ngompol tapi sehat ha ha ha .....

Post a Comment