Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, July 14, 2013

MANDI KERAMAS

Sore ini, Minggu 14 Juli 2013, sekitar jam 15.30 Rama Bambang menjenguk Rama Jaka. Rama Jaka sudah keluar dari ICU RS Panti Rapih pada Jumat 12 Juli 2013 dan kemudian pindah Ruang Lukas kamar 307. Ketika Rama Bambang masuk Lukas 307 Rama Jaka sedang tertidur. Beliau memang masih memakai alat bantu pernapasan, 2 macam infus dan suntikan insulin dengan alat yang dapat diatur dosisnya. Ternyata ada beberapa keluarga Rama Jaka menunggu: 3 orang ibu, 2 orang pemuda dan 1 orang bapak. Salah satu pemuda adalah kemenakan yang menunggu dan tidur menginap di kamar Rama Jaka. Kebetulan Rama Bambang sudah akrab dengan 6 orang yang waktu itu mengunjungi Rama Jaka.

Perawat masuk akan memandikan Rama Jaka. Semua pengunjung termasuk Rama Bambang pindah ke luar kamar menunggu perawat menyelesaikan tugasnya. Saat mandi yang sebetulnya lama tidak terasa oleh para pengunjung karena mereka terlibat dalam omong-omong dan sendau gurau. Gorden dibuka dari kamar Rama Jaka oleh perawat pertanda acara mandi selesai. Ketika masuk Rama Bambang keheranan akan sesuatu yang dilakukan perawat sehingga bertanya "Lho, Rama Jaka dikapakke?" (Rama Jaka diapakan?). "Ini rambutnya dikeringkan dengan hairdrier" jawab perawat. "Teles, pa?" (Apa basah?) sambung Rama Bambang. Perawat menyahut "Ini tadi rambut rama dikeramas sekalian, maka mandinya jadi lama". Perawat lain mengeluarkan alat creambath dari kamar mandi. Rama Jaka memang tampak bersih dan segar. Salah satu perawat menyingkirkan alat bantu pernapasan dengan oksigen sambil berkata kepada Rama Jaka "Rama latihan bernapas tak pakai alat ya". Rama Bambang berkomentar yang ditujukan kepada sang perawat "Nek ngono sungguh-sungguh maju, ya? E, nek mangan jadah entuk ora?" (Kalau begitu sungguh ada kemajuan, ya? E, boleh tidak makan juadah?). Kebetulan Rama Bambang membawa oleh-oleh juadah, makanan terbuat dari beras ketan dan kelapa. Tidak apa-apa asal bukan makanan yang asin" (Tak apa asal bukan makanan asin) jawab perawat. Ternyata, walau belum tertawa terbahak-bahak seperti biasanya, Rama Jaka sungguh makin bisa makan enak. Suasana kamar Rama Jaka saat itu menjadi segar karena sanak keluarga beliau mewakili Rama Jaka untuk tertawa berkali-kali melihat dan mendengar celoteh 2 orang perawat dan Rama Bambang.
"

2 comments:

Anonymous said...

Puji Tuhan ...enggal dangan romo ...
Nuwun sewu dalem dereng saget besuk malih .... Nw BD

FX Iman Semarang

domus pacis said...

Bapak Iman, matur nuwun kawigatosanipun kangge sadherek kula.

Rama Bambang

Post a Comment