Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, July 2, 2013

RAMA JAKA SISTIYANTO



Saat ini Rama A Jaka Sistiyanto, pelaksana urusan Rumah Tangga Domus Pacis, sedang dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih sejak Minggu malam 30 Juni 2013. Beliau memang menderita tidak hanya satu penyakit. Gula darah juga biasa tinggi bahkan creatin malam itu tinggi sehingga ditengarai fungsi ginjal tidak baik. Rama Agoeng bilang bahwa Rama Jaka memang mengatakan ginjalnya sudah terganggu. Tetapi yang membuat Rama Jaka bersedia dengan anggukan kepala untuk dibawa ke Panti Rapih adalah gangguan jantung yang membuatnya kesulitan bernapas bahkan ketika hanya terengah-engah kata Rama Agoeng beliau menangis. Ketika jelas kondisinya seperti itu pada awalnya Rama Jaka akan dirawat di Ruang Carolus lantai 6. Akan tetapi sesudah berbagai pemeriksaan yang berjalan sekitar 2 jam, akhirnya Rama Jaka harus dirawat di ICCU. Rama Agoeng, sesudah sedikit berbicara dengan Rama Bambang, menandatangani beberapa lembar formulir untuk menyetujui berbagai kemungkinan penanganan. Rama Agoeng adalah anggota pengurus Domus Pacis dengan SK Keuskupan.

Kemarin, Selasa 2 Juli 2013, Sr. Lusiani mengontak Rama Bambang untuk datang ke Panti Rapih memberikan Sakramen Perminyakan kepada Rama Jaka. Pada siang hari rama kembali sesek sehingga sulit bernapas. Kata suster Rama Jaka sudah ditanya dan bersedia menerima sakramen tersebut. Jam 5 sore Rama Bambang diantar dengan mobil datang dan menerimakan Sakramen Perminyakan. Rama Dwi Harsanto, Suster Lusiani, 3 orang perawat, seorang ibu dan anaknya ikut bersekutu berdoa bagi Rama Jaka. Sebelum penerimaan sakramen, Rama Jaka berkata kepada Rama Bambang bahwa 6 jam sekali beliau mengalami kambuh sulit napas.

Pagi ini, Rabu 3 Juli2013, Suster Lusiani mengirimkan SMS kepada Rama Bambang. Suster memberi informasi bahwa pagi ini Rama Jaka akan dipindah di ICU. Tadi malam rama mengalami panas, menggigil dan sesak napas. Ketika Rama Bambang menyampaian berita ini ke Rama Agoeng lewat BBM, Rama Agoeng membalas dan juga menambah informasi bahwa kemarin sore Suster Lusiani meminta ijin pergantian obat yang lebih berat untuk Rama Jaka.

"Tuhan, tolonglah Rama Jaka. Pakailah dokter dan para perawat untuk meringankan dan menabahkan Rama Jaka dalam menanggung derita sakitnya. Segarkanlah kembali Rama Jaka agar dapat kembali bersama kami menikmati rumah tua Domus Pacis."

4 comments:

Anonymous said...

Selamat pagi ...Berkah Dalem
Mohon informasi kemajuan kesehatan Romo A Joko Sistianto yang di rawat di RS Panti Rapih . Terima kasih.

Salam,
FX Iman Joyo - Semarang

domus pacis said...

Bapak Iman, yang tercinta.
Dari masuk Minggu 30 Juni hingga 2 Juli, kata Rama Jaka, 6 jam sekali "anfal" datang. Suster Lusiani, CB dalam SMS mengatakan bahwa 2 Juli (atau mungkin dini hari 3 Juli) Rama Jaka mengalami panas, menggigil dan amat sangat sulit bernapas. Maka pagi tanggal 3 dipindah di ICU. Ibu Rini, yang kerap membantu rama-rama Domus Pacis, kemarin sore (3 Juli) menengok. Sebenarnya pengunjung tidak diperbolehkan masuk menemui Rama Jaka di ruang ICU. Tetapi Bu Rini dibawa Sr. Lusiani masuk dan dapat memegang tangan Rama Jaka. Rama Jaka yang terpejam terus, ketika mendengar suara Bu Rini membuka mata dan tersenyum. Sementara ini yang dapat saya kabarkan. Berkah Dalem.

Anonymous said...

Matur nuwun Romo , Berkah Dalem .
Kawula keluarga Semarang mbok bilih bade bezuk dinten minggu .

domus pacis said...

Mbok manawi yen tilik kepeksa dipun batesi amargi wonten ICU. Nyuwun ijin rumiyin ing perawatipun. Amargi kondisinipun pancen betah perawatan khusus. Matur nuwun kawigatosan, katresnan lan sembahyanganipun.

Rama Bambang

Post a Comment