Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, April 30, 2018

Ke Pastoran Brayut


Hujan memang sudah turun sejak siang pada Selasa 17 April 2018. Tetapi sekalipun masih belum reda tiga mobil tetap disiapkan. Semua rama Domus Pacis dengan kursi rodanya sudah didorong menuju garasi pada jam 16.00. Mereka dibantu masuk untuk duduk di dalam mobil. Mas Handoko, Mbak Sri Handoko, Bu Riwi, Bu Rini, dan seorang kerabat Rm. Yadi adalah para relawan yang menyertai. Sedang karyawan Domus yang ikut adalah Mas Abas dan Mas Ardy. Kira-kira seperempat jam kemudian tiga mobil itu meninggalkan Domus Pacis menuju Dusun Brayut. Sesampai tempat dimana sudah ada tiga bangunan berdiri, tampaklah mobil-mobil yang sudah diparkir di situ. Ketika rombongan Domus tiba, bapak-bapak dan ibu-ibu yang duduk-duduk di bangunan pendapa banyak yang keluar membawa payung menjemput rama-rama Domus yang dikeluarkan dari tiga mobil.

Pada sore itu para rama Domus Pacis, kecuali Rm. Ria dan Rm. Wita yang tidak ikut, dengan para pendampingnya mengadakan acara kunjungan ke Pastoran Santo Yohanes Paulus II Brayut. Setelah duduk di bangunan pendapa, rombongan Domus langsung dijamu dengan minuman jahe dan berbagai snak yang sudah tersedia di meja-meja. Kemudian Rm. Tri Margana, Pastor Paroki Mlati yang tinggal di Pastoran Brayut, berdiri mengucapkan selamat datang. Rm. Tri Margana mengucapkan terima kasih karena kedatangan para rama Domus telah memenuhi permintaan beliau untuk berkunjung. Beliau juga menjelaskan bahwa Pastoran Brayut, yang kini adalah bagian dari Paroki Mlati, memiliki lima Wilayah. Masing-masing wilayah memiliki gedung gereja sendiri. Sedang kompleks Pastoran Brayut dibangun sebagai pusat pastoral semua wilayah. Di sini tidak ada gedung gereja karena dibangun untuk menyatu dengan Dusun Brayut sebagai Desa Wisata Budaya. Kompleks Pastoran Brayut juga memiliki arena untuk pertunjukan-pertunjukan seni.

Salah satu bapak di antara para penyambut, yang ternyata para pengurus Dewan dan aktivis, tampil menceriterakan proses pembangunan kompleks Pastoran Brayut. Rm. Tri Margana kemudian mengatakan bahwa dalam waktu dekat Brayut akan diresmikan menjadi paroki. Santo Yohanes Paulus II dijadikan pelindung karena penggembalaan umat Brayut memiliki model diaspora yang tersebar di lima Wilayah sehingga Rama Paroki dan Dewan harus selalu berkunjung ke masing-masing gereja Wilayah untuk paling tidak Misa Minggu. Masing-masing gereja Wilayah bergantian menjadi penyelenggara Misa Minggu sehingga umat Brayut dari lima Wilayah akan mengalami berpindah-pindah gedung gereja untuk merayakan Misa Minggu. Para rama Domus dalam kunjungan ini mendapatkan kesempatan untuk mengenalkan diri. Sesudah itu terjadi omong-omong santai penuh canda tawa. Acara kunjungan ini diakhiri dengan makan bersama. Sebelum pulang ada foto-foto bersama.

0 comments:

Post a Comment