Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, February 21, 2018

Rekoleksi Calon Komuni I


"Rama, kaki rama itu tak bisa gerak, ya?" kata salah satu anak yang duduk di deretan depan keyboard kepada Rm. Bambang. Rm. Bambang yang siap memainkan keyboard menjawab "Iki pincang. Isane ya mung dingenek-ngenekke" (Ini pincang. Bisanya yang ya hanya diginikan) sambil menggerak-gerakkan pantat agar kaki kiri bergerak. ....... "Kok ada lampu seperti itu, ta?" anak lain bertanya sambil menunjuk lampu yang merah nyalanya berkelap-kelip di dekat altar. Terhadap pertanyaan itu anak lain yang duduk di dekatnya menerangkan "Kuwi artine ana Tubuh Kristus neng njero tabernakel" (Itu berarti ada Tubuh Kristus di dalam tabernakel). Pertanyaan-pertanyaan itu muncul ketika 48 orang anak calon Komuni Pertama dari Paroki Kalasan datang di Domus Pacis pada hari Jumat 16 Februari 2018. Pada waktu itu mereka duduk per kelompok di bangku-bangku Kapel Santo Barnabas. Sementara itu lebih dari 60 orang tua, yang mengantar, duduk di kursi-kursi baik yang jadi tambahan di kapel maupun yang ditata di luar sekeliling kapel yang dindingnya terbuat dari kaca. Para pendamping anak-anak yang berjumlah 5 orang berdiri di dekat deretan kelompok anak-anak dampingnya.

Itu adalah acara terakhir ketika ada anak-anak calon penerima Komuni Pertama datang di Domus Pacis pada hari Jumat 16 Februari 2018. Mereka datang dari Paroki Kalasan. Kunjungan di Domus Pacis dijadikan bagian dari persiapan penerimaan Komuni Pertama dengan acara rekoleksi yang dipimpin oleh Rm. Bambang. Sebelum rekoleksi, begitu datang di Domus pada jam 08.30, semua langsung minum dan menikmati snak yang sudah disiapkan oleh Bu Rini dan Mas Handoko. Tepat pada jam 09.00 rekoleksi dimulai. Rm. Bambang mengajak semua yang hadir menyanyikan lagu Dalam Yesus Kita Bersaudara secara animatif dengan pengubahan kata-kata "bersaudara" dengan kata lain seperti "bersalaman" dan "bergandengan". Sesudah itu Rm. Bambang berkata "Kalau ikut misa, apakah kata-kata akhir rama sesudah berkat?" Ternyata beberapa anak mampu menjawab "Marilah pergi! Kita diutus." Rm. Bambang memang akan mengajak anak-anak, tentu saja juga para pendamping dan pengantar, untuk menyadari tugas misioner sebagai pengikut Kristus. Dia kemudian mengajak semua menghafal lagu Tugas Iman:

Refren:
Pergilah ke sluruh dunia
Wartakan kabar gembira
Wartakan kabar gembira
Kepada segala bangsa.

Solo:
Kita tlah menerima
Warta keselamatan
Untuk disampaikan
Bagi semua orang.   Refren:


Sesudah hafal anak-anak dibagi dalam 4 kelompok, dan orang tua atau pengantar dalam 2 kelompok. Mereka diberi dua macam tugas: 1) Membuat gerakan kreatif untuk nyanyian; 2) Membicarakan apa yang harus dilakukan untuk dapat membawa kegembiraan bagi siapapun yang dijumpai. Sesudah pembicaraan dan latihan gerak dan lagu dalam kelompok, Rm. Bambang meminta tampil bergantian per kelompok. Hasilnya dibawa ke Kapel menjadi isi untuk Ibadat Rosario yang dipimpin oleh Rm. Bambang. Setiap kelompok menjadikan hasil pembicaraan sebuah doa dan memimpin 10 doa Salam Maria. Di dalam memimpin Rm. Bambang selalu memanfaatkan keyboard untuk mengiringi nyanyian-nyanyian. Sesudah Ibadat Rosario semua menikmati makan siang yang disiapkan oleh Bu Tatik dan kawan-kawan.

0 comments:

Post a Comment