Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, February 18, 2014

Sabda Hidup


Rabu, 19 Februari 2014
Konradus dr Piacenza
warna liturgi Hijau
Bacaan:
Yak. 1:19-27; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Mrk. 8:22-26

Markus 8:22-26:
22 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia. 23 Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?" 24 Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon." 25 Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. 26 Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!"

Renungan:
Ketika Anda melihat seseorang diludahi matanya apa yang muncul dalam pikiran Anda? Mungkin umumnya akan marah dengan kejadian itu dan menganggap itu sebagai sebuah tindakan pelecehan. Adakah dari Anda yang mengira: ooooh dia baru akan menyembuhkan mata orang? Mungkin tidak ada.
Saya merasa, supaya tidak menimbulkan salah persepsi, Yesus: "..memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?" (Mrk 8:23). Yesus membawa keluar kampung si buta, meludahi matanya untuk menyembuhkannya.
Dalam hidup kita ada banyak tindakan yang nampaknya buruk, kotor tapi ternyata menghadirkan kesembuhan bagi banyak oramg. Contohnya orang memunguti sampah, menolong orang yang dituduh berdosa atau bersalah, atau tindakan-tindakan lain yang tidak wajar bahkan dipandang hina namun ternyata menghadirkan keselamatan. Memang supaya tidak menimbulkan salah persepsi kita perlu belajar pada Yesus: membawa dia ke luar kampung. Kita lakukan cara bertindak yang mungkin kontroversial hanya bersama dengan dia yang lagi membutukan pertolongan. Yang perlu tahu hanyalah orang yang sudah kenal dengan kita (seperti Yesus dilihat dan ditulis oleh Markus), bukan khalayak umum.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu. Bayangkan kisah dalam Injil Markus 8:22-26, khusunya ay 23. Ingatlah apakah anda pernah melakukan tindakan seperti itu? Apa bentuknya?

Refleksi:
Tulislah pengalamanmu menolong dan menyelamatkan orang namun dengan tindakan yang kontroversial.

Doa:
Ya Yesus semoga aku bijaksana dalam berkata dan bertindak. Semoga ketika harus melakukan sesuatu yang tidak biasa, demi kesembuhan sesama, tidak menimbulkan salah persepsi.  Amin.

Perutusan:
Aku akan mengutamakan keselamatan sesama dan menjaga diri agar tidak membangkitkan persepsi yang salah.

0 comments:

Post a Comment