Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, February 24, 2014

Sabda Hidup


Selasa, 25 Februari 2014
Hari Biasa
warna liturgi Hijau
Bacaan:
Yak. 4:1-10; Mzm. 55:7-8,9-10a,10b-11a,10b-11a,23; Mrk. 9:30-37

Markus 9:30-37:
30 Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; 31 sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit." 32 Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya. 33 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?" 34 Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. 35 Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya." 36 Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka: 37 "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."

Renungan:
Waktu khusus/istimewa: "Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya" (Mrk 9:30-31). Saya sangat tertarik dengan sikap Yesus ini. Ketika mengajar para murid Ia tdk ingin diketahui orang lain. Itu adalah waktu khusus/istimewa Dia dan para murid.
Seorang guru rasanya baik menyediakan waktu istimewa untuk murid-muridNya. Pada kesempatan itu ia bisa memberikan hati, menyampaikan pengajaran dan memberikan orientasi kepada para muridnya. Waktu istimewa seperti ini rasanya juga perlu disediakan oleh keluarga, komunitas, kantor dll. Kelompok-kelompok sosial ini perlu mempunyai waktu khusus bagi semua anggotanya. Di sana mereka saling berbagi rasa, bertukar pikiran sampai menemukan orientasi hidup bersama dalam kerangka spiritualitas yang mendalam.
Marilah kita belajar pada Yesus. Sesibuk apa pun, Yesus tetap memberikan waktu istimewa bagi para muridNya. Sesibuk apa pun anda, sediakan waktu untuk keluargamu. Jangan sampai kehilangan momen2 istimewa bersama mereka karena hanya memikirkan kesibukan sendiri dan karier anda. Sediakan waktu khusus bagi keluarga/komunitas anda 10 jam dalam setiap bulannya. 10 jam itu hanya bersama keluarga/komunitas, juga berani melepaskan diri dari ketergantungan pada handphone.

Kontemplasi:
Bayangkan dirimu bersama seluruh anggota keluargamu selama 10 jam, tanpa handphone, tanpa urusan kerjaan. Semua waktu bersama keluarga. Dan rasakan hadirnya Yesus mengajar kalian. 

Refleksi:
Pernahkah anda menyediakan waktu khusus untuk keluargamu? Berapa presen dari seluruh waktumu? Mengapa? Dan bagaimana seharusnya?

Doa:
Ya Yesus, terima kasih atas keluarga/komunitasku sekarang ini. Semoga aku selalu ada waktu untuk keluarga/komunitasku. Amin.

Perutusan:Aku akan selalu ada waktu untuk keluarga/komunitasku.

0 comments:

Post a Comment