Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, July 20, 2014

MASA INDAH

Pada Rabu 16 Juli 2014 Rama Bambang datang ke salah satu kelompok lansia yang ada di Paroki Pringgolayan. Di paroki ini memang ada beberapa kelompok lansia belum termasuk seperti kelompok janda Worosemedi. Pada hari itu kedatangan Rama Bambang adalah atas undangan Kelompok Lansia Emanuel. Anggotanya memang tersebar di beberapa Lingkungan. Pertemuan terjadi di TK Indriasana di salah satu Lingkungan. Ada 32 orang yang ikut pertemuan dari jam 15.00 hingga jam 17.00 yang di dalamnya ada minum-snak dan diakhiri dengan makan. Dalam pendampingannya Rama Bambang berproses sebagai berikut.

Mazmur 92

Untuk langkah pertama dibacakan kutipan Kitab Suci dari Mzm 92:13-16:
92:13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
92:14 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
92:15 Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,
92:16 untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar,


Beberapa hal mendapatkan ulasan:
  • Orang benar: orang yang hidup dalam jalan Tuhan;
  • Bertunas .... subur: selalu menghasilkan yang baru dan bagus;
  • Ditanam di bait Tuhan: selalu lekat dengan Tuhan dengan memelihara dialog batin dengan-Nya karena setiap orang adalah Bait Allah;
  • Bertunas di pelataran: hidup kongkretnya membawa pembaruan yang dinikmati oleh orang lain entah keluarga sendiri, tetangga, jemaat atau siapapun;
  • Masa tua pun okey: karena lekat dengan Tuhan, walau sudah tua tetap dapat berbuat yang bermakna bagi orang lain sehingga tetap membawa kenikmatan dan kesegaran;
  • Memberitakan Tuhan: menjadi pewarta kabar suka cita.
Tanggapan
  • Tua itu kolot? Berbicara tentang kolot atau konservatif, ini tidak hanya melanda kaum tua. Kaum muda pun banyak yang kolot, karena kolot atau konservatif pada dasarnya adalah sikap statis dan tertutup. Hidup hanya gitu-gitu terus. Dinamika dan kreativitas terjadi kalau orang selalu terbuka pada yang baru dan mau selalu belajar dan belajar. Kesempatan belajar kaum tua menjadi amat banyak. Waktu tidur sudah tidak memerlukan tempo banyak, karena tidur sebentar saja sudah segar. Padahal kaum tua sudah tidak sesibuk seperti ketika masih muda dengan berbagai tugas. Maka kaum tua memiliki kesempatan belajar banyak hal baru dengan leluasa dan bebas sesuai dengan minatnya.
  • Anak-cucu sulit? Ini soal berkaitan dengan gambaran "bertunas" yang dikaitkan dengan keadaan anak-cucu. Ada yang berprihatin dengan anak-anak dan cucu pada zaman kini. Ini dapat dipahami. Tetapi bagaimanapun anak-anak sudah dewasa dan biarkan menentukan langkahnya. Sementara cucu adalah tanggungjawab anak. Dalam hal "bertunas", hal ini berarti kemampuan menemukan dan memulai hal baru yang dulu belum pernah diolah atau dikembangkan. Hal baru ini akan menjadi sarana keterlibatan ambil bagian mengembangkan hidup bersama.
  • Hanya kecil? Untuk masa tua yang dilakukan sudah tidak dapat sebanyak ketika masih muda. Ini bukan gambaran iman. Di dalam Tuhan talenta banyak dan sedikit dengan hasil banyak atau sedikit tetap akan mendapatkan komentar Allah "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu." (Mat 25:21 bdk ayat 23) Kecil apapun kalau dilakukan dengan komitmen dan dihayati sebagai pengabdian tetap akan membuat gembira dan menggembirakan orang lain.
Maka layaklah kalau masa tua juga menjadi saat indah. Ada yang bilang bahwa kalau masa muda adalah sunrise, maka masa tua adalah sunset. Jarang orang atau turis menyempatkan diri melihat matahari terbit. Banyak orang terkagum-kagum pada matahari ketika masuk menuju peraduannya. Maka masa tua adalah MASA INDAH yang harus digali keindahannya, dikembangkan keindahannya, dan diwartakan keindahannya.

1 comments:

putut utoro said...

luar biasa... Selamat & Terimas kasih atas pembekalannya

Post a Comment