Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, July 5, 2019

Lamunan Pekan Biasa XIII

Sabtu, 6 Juli 2019

Matius 9:14-17

9:14. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
9:15 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
9:16 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada anggapan bahwa agama berisi warisan nilai-nilai luhur. Itu adalah peninggalan pendiri dan kaum penganut perdana.
  • Tampaknya, untuk menghayati keluhuran hidup dalam hidup beragama orang akan menjaga segala ajaran dan praktek sebagai tradisi yang harus ditaati. Dengan taat pada tradisi keagamaan orang akan hidup baik dan benar.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun harus menjaga warisan nilai-nilai luhur dalam dalam agama, hidup keagamaan sejati juga akan terbuka terhadap hadirnya nilai-nilai luhur baru sehingga terbuka pada praktek-praktek baru. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati di dalam beragama orang mengolah keluhuran hidup sesuai dengan perkembangan situasi hidup dan budaya setempat.
Ah, agama yang benar adalah yang sepersis mungkin seperti yang terjadi pada pendirinya.

0 comments:

Post a Comment