Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, July 27, 2019

Santo Nazarius

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 2057 Diterbitkan: 03 Agustus 2017 Diperbaharui: 12 Agustus 2017
ilustrasi dari koleksi Blog Domus

  • Perayaan
    28 Juli
  • Lahir
    Hidup pada abad pertama
  • Kota asal
    Roma, Italia
  • Wilayah karya
    Gaul (Perancis), Jerman, Swiss
  • Wafat
    Martir | dihukum penggal bersama Santo Celsus pada sekitar tahun 68 M
    Legenda menuturkan bahwa saat Relikwi-nya ditemukan oleh Santo Ambrosius di tahun 395 M, Darah Nazarius belum mengering
  • Beatifikasi
    -
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation Sumber : Katakombe.Org

Santo Nazarius adalah warga kota Roma. Ayahnya adalah seorang perwira tentara Romawi dan ibunya adalah Santa Perpetua. Ibunya dibaptis oleh Santo Petrus dan ayahnya yang semula kafir, akhirnya dibaptis atas upaya ibunya. Nazarius menjadi murid Santo Petrus dan dibaptis oleh Santo Linus, Paus kita yang kedua penerus Santo Petrus.
Ketika Kaisar Nero mulai menganiaya umat Tuhan, Nazarius menyelamatkan diri ke Lombardi, mengunjungi Piacenza dan Milan. Ia kemudian tertangkap, dihukum cambuk dan diasingkan ke Gaul (sekarang Perancis).
Di Gaul, Nazarius bertemu dengan Santo Celsus yang saat itu masih berusia 9 tahun. Ibunda Celsus telah meminta Nazarius untuk mengajari mereka iman Kristiani. Nazarius lalu mendidik dan membabtis Celsus serta menjadikannya rekan seperjalanan dalam mewartakan iman Kristiani di Gaul.
Bertahun-tahun Nazarius dan Celsus berkarya dan membawa banyak jiwa di Gaul menjadi umat Tuhan. Hal ini membuat otoritas Romawi murka. Keduanya ditangkap, disiksa, dan dipenjarakan.  Mereka baru dibebaskan setelah bersedia untuk tidak lagi berkhotbah di wilayah Gaul.
Nazarius dan Celsus lalu berkarya di wilayah sekitar Pegunungan Alpen dan membangun sebuah kapel di Embrun. Mereka melanjutkan perjalanan kerasulan mereka ke Jenewa, lalu ke Trier. Mereka tinggal cukup lama di Trier, dan membawa banyak orang ke dalam pelukan gereja.
Nazarius dan Celsus disebutkan meninggalkan Trier menuju Italia. Mereka tiba di Genoa, lalu ke Milan. Mereka tertangkap disana dan dihukum mati dengan cara dipenggal.

0 comments:

Post a Comment