Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, July 30, 2019

Percikan Nas Rabu, 31 Juli 2019

Peringatan Wajib
St. Ignasius dari Loyola
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kel. 34:29-35; Mzm. 99:5,6,7,9; Mat. 13:44-46; atau Luk. 14:25-33.
BcO 1Raj. 12:1-19.

Bacaan Injil:
25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: 26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. 27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. 28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? 29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, 30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. 31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? 32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. 33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Memetik Inspirasi: 
Perhitungan layak dibuat seseorang kala mau melakukan sesuatu. Perhitungan yang matang akan menghasilkan sesuatu yang baik. Sebaliknya bila sesuatu hanya dilandasi emosi dan sekedar nekad, maka pada saatnya akan menghadirkan penyesalan dan kekecewaan.
Mereka yang mau mendirikan menara berhitung dengan kemampuannya. Mereka yang akan berperang menghitung kekuatannya. Perhitungan yang baik akan menyelesaikan angan-angan dan rencana yang dibuat.
Rasanya kita pun perlu sungguh untuk memikirkan dengan baik apa yang akan kita lakukan. Masalahnya hanyalah seringkali manusia tidak mampu menjaga emosinya. Maka bukan perhitungan yang baik yang menentukan pilihan hidupnya, namun emosinya. Akibatnya semua yang baik tertutup oleh amarah yang membabi buta. Buahnya: penyesalan. Maka mari kita menata dan berhitung dengan tenang dan bijak.

Refleksi: 
Bagaimana anda menjalankan hidupmu: dengan perhitungan atau mengikuti emosi?

Doa:
Tuhan jagalah diri kami dalam menapakkan jejak hidup. Engkau tahu kami sering lemah dan terbelenggu emosi kami. Semoga kami mampu membuat perhitungan yang baik dan bijak bagi hidup kami. Amin.

Perhitungan
MoGoeng
Wates

0 comments:

Post a Comment