Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, March 24, 2014

INSPIRASI KETUAAN??


Pagi itu Senin 24 Maret 2013 Rama Kamilus, Pr. muncul dari Kamar Tamu 1 Domus Pacis. Kemudian beliau menengok kamar Rama Bambang yang dari dalam menyapa "Hai, selamat pagi. Jam berapa datang?" Rama Kamilus menjawab "Tadi malam jam 10.00" dan kemudian menuju kamar makan bersama. Sesudah dibuka dengan doa makan oleh Rama Yadi, bersama juga Rama Tri Wahyono, Rama Harto dan Rama Bambang, Rama Kamilus makan pagi. Rama ini adalah sekretaris Komisi Komsos KWI di Jakarta. Dia datang untuk program pembuatan video untuk Hari Komsos 2014. "Shootingnya dua hari, ya? Untuk durasi berapa lama?" tanya Rama Bambang yang dijawab "Ya. Untuk 15 menit. Ternyata tidak mudah dan cape juga ha ha ha ...." Kemudian Rama Agoeng masuk bergabung dalam makan pagi. Dalam perkembangan pembicaraan, ternyata Rama Agoeng dan Rama Kamilus menjadi asyik dengan Barcelona-Madrid 4-3.

Rama Kamilus datang dan menginap di Domus Pacis untuk kedua kalinya. Pada kali ini beliau datang pada hari Sabtu pagi 22 Maret 2014 dijemput oleh Rama Agoeng dan Ega di Bandara Adisutjipto dengan mobil Komsos KAS. Sebelum berangkat ke Boro untuk program shooting, beliau sempat omong-omong dengan Rama Bambang tentang perkembangan Komunitas Rama Tua di Domus Pacis. Ternyata yang mendapatkan inspirasi tidak hanya kaum tua baik dalam jumpa pribadi maupun dalam program pastoral ketuaan. Tak sedikit kaum muda yang juga datang untuk omong-omong dan konsultasi. Rama Bambang mengatakan bahwa peranan pewartaan lewat FB dan tulisan-tulisan dalam www.domuspacispuren.blogspot amat besar pengaruhnya. Domus Pacis dapat menyentuh hati tak sedikit warga dan kelompok umat Katolik. Kini Rama-rama Domus Pacis dapat berada kembali menjadi bagian kehidupan umat bahkan lintas paroki. Ketika berbicara tentang kondisi ketuaan, Rama Kamilus berceritera tentang karyawannya yang tampak khawatir menghadapi usia tua apalagi kalau pensiun. "Karyawan itu bilang 'Saya sudah tua mau apa?'. Kemudian saya berceritera tentang rama-rama Domus yang bahkan masih dapat belajar dunia digital untuk mengembangkan fungsinya dalam ketuaan" Rama Kamilus berkata.

0 comments:

Post a Comment