Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, March 30, 2014

TETAP MENJADI URUSAN UMAT


Pada jam 16.30 Kamis 27 Maret 2014 bel kamar tamu berbunyi. Ternyata Bu Ratmi atau biasa dipanggil Bu Madi datang dan langsung menuju ruang pertemuan. "Iki takgawakke criping nggo klethikan" (Saya bawakan ciki ubi kayu untuk snak) katanya kepada Rama Bambang yang menyiapkan laptop dan LCD. Pada waktu itu ada pertemuan para koordinator relawan-relawati penyediaan masakan Domus Pacis. Dan sebelum jam 17.00 masuk pula di ruang pertemuan Bu Wulan, Bu Rini, Bu Tatik, Bu Riwi, dan Bu Ninik. Bahkan salah satu relawati, Bu Ratih dari Klepu jaringan rela masak Bu Rini, diajak bergabung bersama suaminya yang sore itu mengantar masakan. Pada sore itu Bu Ratih mendapatkan giliran menyediakan sayur dan lauk. Rama Agoeng, Rama Yadi, Rama Harto, dan Rama Bambang adalah penghuni Domus yang ikut dalam pertemuan. Rama Tri Wahyono yang sedang di meja makan kembali ke kamarnya diantar oleh Rama Agoeng.

Sesudah dibuka oleh Rama Yadi, pertemuan itu dimulai dengan melihat jadual Januari-April 2014. Di situ ada beberapa orang yang bergantian hari dan jam. Ada juga yang baru karena ada anggota rela masak lain yang mengundurkan diri. Tetapi perjalanan penyediaan masakan Domus Pacis tetap lancar. Beberapa yang berhalangan selalu memberi informasi lebih dahulu. Kemudian Rama Agoeng melontarkan pertanyaan "Bagaimana perasaan ibu-ibu dengan kegiatan paguyuban rela masak di Domus Pacis." Bu Ninik menyahut lebih dahulu "Bagaimanapun saya merasa senang dapat ikut ambil bagian. Sebetulnya kalau hanya untuk mengumpulkan dana uang, ada banyak sekali yang mau ikut bergabung. Tetapi karena Rama Bambang ngotot menerima jatah dari Keuskupan dan menyediakan masakannya, yang menyediakan diri berkurang. Tetapi itupun masih banyak yang ingin ikut namun hingga saat ini belum ada lowongan jadwal. Maka, bila ada yang berhalangan, terutama untuk siang dan sore, ada orang-orang yang siap menggantikannya." Bu Rini juga mengiyakan bahwa sebenarnya kalau hanya memberikan bantuan uang, dulu ada banyak yang mau memberi. Bu Tatik, Bu Ratmi, Bu Riwi, dan Bu Wulan juga senada dengan pembicara sebelumnya bahwa mereka yang menyediakan diri menjalaninya dengan senang hati. Bu Ratih pun ikut berbicara bahwa dengan ikut menyediakan masakan "Saya baru tahu bahwa ada rama-rama yang sudah seperti di Domus Pacis. Sebelumnya saya hanya mengenal rama-rama itu seperti yang berkarya di paroki yang saling berganti." Rama Yadi mengetengahkan tanggapannya atas perkataan ibu-ibu "Saya sungguh merasa kembali menjadi bagian dari umat sesudah bertahun-tahun berada dalam keadaan kekurangan di Domus Pacis." "Saya sungguh merasa senang dan berterima kasih" kata Rama Harto.

Ternyata kegiatan rela masak untuk Domus Pacis tidak memberati umat. Kalau ada yang menjadi repot dan mengundurkan diri, ada banyak yang siap menggantikannya. Mereka melakukannya dengan rela hati. Bahkan ketika Rama Agoeng menanyakan besarnya jatah uang yang dari Keuskupan, para koordinator yang hadir mengatakan tidak menjadi soal. Ketika ada usulan apakah jadual tidak empat bulanan tetapi untuk seterusnya, pertemuan itu mengatakan pokoknya ada perjumpaan para koordinator secara berkala. Sesudah pertemuan 27 Maret ini, akan ada pertemuan lagi besok 8 April 2014 untuk memantapkan jadual berikutnya dan membicarakan kunjungan untuk keluarga relawan masak yang tinggal jauh dari Domus Pacis/Paroki Pringwulung. Rencana kunjungan ini berasa dari usulan Bu Ninik. Semangat warga Katolik ikut mengurus kehidupan rama-rama Domus Pacis tampaknya juga tercermin dalam kata-kata Pak Darsono, Ketua Lingkungan Fransiskus Assisi Puren, ketika Rama Bambang pada Jumat 28 Maret 2014 menitipkan uang masak April 2014 untuk bu Wulan "Kula remen sanget kathah warga ingkang tumut nyedhiani masakan kangge Domus Pacis. Rama-rama menika tetep urusan umat. Mboten wonten pensiun kangge rama-rama" (Saya amat senang banyak warga terlibat ikut menyediakan masakan untuk Domus Pacis. Rama-rama tetap menjadi urusan umat. Tidak ada pensiun untuk para rama).

0 comments:

Post a Comment