Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, December 30, 2018

Percikan Nas Minggu, 30 Desember 2018

Pesta Keluarga Kudus
Yesus, Maria, Yusuf
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan: 
1Sam 1:20-22,24-28atau; Mzm. 84:2-3. 5-6.9-10; 1 Yoh. 3:1-2.21-24; Luk. 2:41-52. BcO Kol. 1:15-2:3.

Nas Injil: 
41 Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. 42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. 43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. 44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. 45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. 46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. 47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. 48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau." 49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" 50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. 51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. 52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Percikan Nas:
Di hari Natal di Wates kemarin barisan anak-anak yang mau menerima “komuni bathuk" panjang sekali. Mungkin 2,5x dari biasanya. Walau ekaristi dilakukan agak malam namun mereka tetap ikut dan membentuk barisan yang panjang. Kondisi tersebut membuatku merasa gembira dan senang. Para orang tua memperkenalkan anak-anak mereka dengan tradisi hidup beriman.
Keluarga kudus di Nasaret pun setiap tahun merayakan hari raya Paskah di Yerusalem. Yesus pun diajak. Ia diperkenalkan dengan tradisi beriman orang tuanya. Tampaknya Yesus pun bertumbuh dengan istimewa. Ia pun bisa bersoal jawab dengan para pemuka agama. Mereka bahkan kagum dengan kecerdasan Yesus.
Kiranya kita pun layak selalu merayakan peristiwa iman bersama dengan anak-anak kita. Mereka perlu kenal dengan tradisi iman yang kita miliki. Pengenalan sejak dini ini akan membuat kita terkagum-kagum dengan kemampuan mereka. Kadang kita pun tidak bisa menduga dari mana mereka memperoleh kecerdasan tersebut. Maka mari kita bantu anak-anak agar makin cerdas dalam beriman.

Doa:
Tuhan, Putera-Mu sungguh terbiasa dan menikmati hidup beriman bersama orang tuanya. Semoga anak-anak kami pun makin mencintai kehidupan berimannya. Bantulah para orang tuanya agar telaten mendampingi dan melatih iman mereka. Amin.

Melatih iman anak
(goeng).

0 comments:

Post a Comment