Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, December 29, 2018

Ultah 40 Tahun Imamat di Kleben


Pada Jumat 28 Desember 2018 sekitar jam 15.30 dari dalam kamar Rm. Bambang mendengar suara Mbak Tri, salah satu pramurukti, di dapur "Rm. Ria wis siap" (Rm. Ria sudah siap). Ketika Rm. Bambang keluar dia melihat Rm. Ria dengan pakaian necis dan bertopi sudah pelan-pelan bergerak dengan kursi rodanya. Ketika Mas Handoko datang dan bertanya "Mangke mawi mobil pinten?" (Nanti ada berapa mobil yang akan dipakai?), Rm. Bambang menjawab "Granmax lan Bu Rini ro anak-anake nggawa mobile. Nek kurang engko tambah ayla" (Yang jelas pakai granmax. Bu Rini dan anak-anaknya membawa satu mobil. Kalau kurang masih ada ayla). Mas Handoko masih bertanya "Sing nyopir?" (Siapa yang jadi driver?). "Indra, Tian, lan Rachel mesthi siaga" (Indra, Tian, dan Rachel pasti siap sedia) yang disambung oleh Mas Handoko "Yen ngaten onten persediaan sopir papat" (Kalau begitu ada empat persediaan sopir) karena dia termasuk hitungan. Pada jam 16.00 semua masuk mobil. Rm. Ria dan Rm. Harto masuk mobil Bu Rini yang dikendarai oleh Indra.. Rm. Tri Hartono dan Rm. Tri Wahyono berada di mobil granmax dengan sopir Mas Handoko. Tian pegang ayla. Selain empat rama masih ada Mbak Pipit, Mas Abas, Mas Ardi, Tono, Bu Rini, dan Rachel. Empat kursi roda masuk granmax. Mbak Tri akan mencegat di Godean.

Itulah suasana ketika seisi Domus Pacis Puren pada jam 16.00 berangkat menuju Dusun Kleben dekat Godean yang masuk wilayah Paroki Klepu. Pada hari itu ada keramaian khusus di rumah asal Rm. Yadi. Sanak famili Rm. Yadi, yaitu seluruh saudara dan anak-cucunya, berkumpul untuk merayakan Ulang Tahun Imamat beliau yang ke 40. Pada hari itu Rm. Yadi memang sudah berangkat sesudah makan siang dijemput oleh kemenakannya. Rm. Bambang memang tidak dapat ikut karena terlanjur menerima permintaan Misa Midodareni sejak Desember 2017. Tetapi sekalipun hanya serba amat terbatas, Rm. Bambang dapat sedikit ikut merasakan peristiwa yang terjadi. Mas Handoko dan Abas mengirimkan beberapa gambar hasil jepretan mereka.

"Rama, minta minum" Kata Indra, anak bungsu Bu Rini, ketika masuk kamar Rm. Bambang pada jam 22.40. Dia juga bilang bahwa acara, yang menurut undangan dimulai pada jam 18.00, ternyata harus mundur hingga jam 18.30 lebih. Rombongan  dari Domus datang pada sekitar jam 17.30. Di situ baru ada rombongan umat Lingkungan Jambusari, Paroki Banteng, yang datang sebagai kelompok kor pengiring. Dua rombongan ini langsung dijamu dengan minum dan snak yang kata Rm. Ria sudah membuat kenyang. Dari ceritera-ceritera para karyawan, relawan pengantar, dan rama-rama, acara Misa dipimpin oleh Rm. Yadi didampingan dua orang imam anggota keluarga. Para rama Domus mengenakan stola yang dibawa oleh Rm. Yadi dari Kapel Domus Pacis. Rm. Yadi membacakan sanak saudara bersama anak cucu dalam silsilah tertulis dalam pengantar. Ada beberapa acara sesudah Misa. Ternyata dalam acara ada pembagian door prize yang berlimpah banyak. Rm. Ria menjadi rombongan Domus yang ikut mendapatkannya yang kemudian diberikan kepada Mas Tono. Ketika acara belum selesai rombongan Jambusari dan Domus Pacis sudah meninggalkan tempat pada jam 21.30.

0 comments:

Post a Comment