Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, December 14, 2018

Percikan Nas Sabtu, 15 Desember 2018

Bonaventura dari Pistoia
warna liturgi Ungu

Bacaan-bacaan: 
Sir. 48:1-4,9-11; Mzm. 80:2ac,3b,15-16,18-19; Mat. 17:10-13. BcO Rut. 3:1-18.

Nas Injil:
10 Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" 11 Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu 12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." 13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

Percikan Nas:
Hari Kamis yang lalu saya pingin pulang ke rumah orang tuaku. Sudah satu bulanan aku tidak pulang. Pada waktu itu ada perasaan yang mengatakan supaya aku membawa perlengkapan minyak suci. Namun ketika berangkat aku lupa. Sampai di rumah aku langsung menemui ibuku. Ngobrol 5 menit. Setelah itu ibuku kena serangan stroke. Hasil ctscan sesudahnya menunjukkan ada pendarahan di otaknya. Aku pun lari ke pastoran meminjam minyak suci di sana dan memberikannya pada ibuku.
Murid-murid Yesus setelah mendengar pengajaran-Nya merasa bahwa Elia mesti datang terlebih dahulu sebelum Tuhan. Elia itu sudah datang, namun mereka tidak menyadarinya. “Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka” (Mat 17:12).
Mungkin kita pun sering mendapat tanda-tanda tentang apa yang mesti kita lakukan. Namun karena banyak alasan kita mengabaikan tanda-tanda tersebut, sehingga kala terjadi sesuatu dengan tanda-tanda tersebut kita kehilangan momen. Maka marilah kita belajar untuk makin peka menangkap tanda-tanda di sekitar kita. Jangan sampai kita kecewa karena mengabaikannya.

Doa:
Tuhan semoga kami peka menangkap tanda-tanda-Mu. Ketika kami merasakan tanda-tanda tersebut kami tidak mengabaikannya. Semoga karena rahmat-Mu kami sigap menyikapi tanda-tanda-Mu. Amin.

Menangkap tanda-tanda

Adven: saat untuk mendengarkan suara Tuhan
(goeng).

0 comments:

Post a Comment