Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, December 9, 2018

Percikan Nas Senin, 10 Desember 2018

Hari biasa Pekan II Adven
warna liturgi Ungu

Bacaan-bacaan: 
Yes. 35:1-10; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 5:17-26. BcO Yes. 34:1-17.

Nas Injil: 
17 Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. 18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. 19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. 20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." 21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? 23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? 24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" ?berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu?:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. 26 Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."

Percikan Nas:
Menarik bahwa orang-orang membawa orang lumpuh untuk bertemu dengan Yesus. Mereka berusaha sedemikian rupa, malah sampai membuka atap. Ketika Yesus melihatnya kata-katanya pun sungguh sangat menarik, “Hai saudara, dosamu sudah diampuni” (Luk 5:20). Pada kita ada keyakinan bahwa Tuhan punya kuasa mengampuni dosa. Maka Ia pun mengampuni dosa orang lumpuh itu. Hal menarik itu menggoda permenunganku. Pengampunan dosa dan usaha untuk mendapatkan pengampunan.
Kemarin saya membagi video serial Gemblung 19. Video itu merupakan ajakan untuk mengaku dosa. Sering memang untuk mengaku dosa itu terasa berat. Dari diri kita sendiri ada konflik, belum gak enak karena ramanya kenal atau bahkan ragu dengan rahmat sakramen pengakuan dosa dan merasa bisa langsung mengaku pada Tuhan. Sebenarnya ketika kita mengakukan dosa kita itu sungguh menerima rahmat pengampunan.
Kadang kita memerlukan dorongan untuk mengaku dosa. Bagaikan si lumpuh ada orang yang membutuhkan bantuan untuk dihantar kepada Yesus. Mari kita mencari bantuan yang bisa menguatkan kita untuk sampai kepada Yesus dan juga membantu orang lain untuk sampai di hadapan Yesus dan mengalami pengampunan.

Doa:
Tuhan berikanlah bantuan kepada kami agar kami mau menerima sakramen pengampunan dosa. Jadikanlah kami sebagai pewarta pertobatan. Amin.

Bertobat

Adven: saat untuk mengaku dosa.
(goeng).

0 comments:

Post a Comment